
Dengan percaya diri yang tinggi Irsa kembali menghampiri Alvero yang sedang berbincang dengan Kate.
" Tuan Alvero " Sapa Irsa dengan sopan.
" Iya ada apa? " Tanya Alvero mengalihkan pandangan nya. Begitu juga Kate tubuhnya langsung bergetar setelah mendengar suara orang yang menyakitinya.
Keluarga Kate dulu memang toxic tapi itu cuma candaan mereka saja, bahkan untuk sekedar memukul dirinya tidak pernah. Tapi kini setelah nya menempati raga Alexandra dia malah mendapatkan siksaan Kate memang kuat dirinya juga atlet taekwondo, namun mental tidak sekuat itu.
" Kate " Sapa Irsa ramah, dia ingin menunjukkan pada orang bahwa dia adalah ayah yang baik untuk Kate.
Bukannya membalas sapaan Irsa, Kate malah bersembunyi di belakang Alvero seolah mencari perlindungan.
." Seperti anda tidak akur dengan putri anda tuan " Sindir Alvero.
" Bukan begitu tuan" Bantah Irsa.
" Gue mau pulang " Lirih Kate tapi masih bisa di dengan oleh Alvero dan Fariz yang di samping nya.
Tubuh Kate merespon dengan tidak biasa, tubuhnya bergetar, dia merasakan takut dan panik setelah berhadapan dengan Irsa.
" Fariz seperti Kate lelah bawa dia pulang" Suruh Alvero.
" Baik yah" Jawab Fariz.
" Fariz " Ucap Livina khawatir.
" Bunda di sini jaa biar Fariz yang nenangin Kate " Kata Fariz .
" Kate mau kemana kamu " Panggil Irsa.
Kate berhenti tubuhnya menegang mendengar Irsa memanggilnya.
" Seperti nya anak saya ingin mengajak putri anda jalan-jalan" Kata Alvero pada Irsa
" Oh baiklah " Ujar Irsa.
" Ayo Kate " Ajak Fariz.
Di dalam mobil Kate hanya diam dengan tatapan kosong. Membuat Fariz khawatir.
Sesampainya di apartemen.
" Kita sampai " Kata Fariz menyadarkan Kate.
" Makasih " Ujar Kate.
," Gue mau ke toilet bentar " Kata Kate.
Fariz merasa panik Kate sudah lama di toilet tapi belum juga keluar.
Tok
Tok
Fariz mengetuk pintu toilet, namun tak ada sahutan. Saat dia ingin mengetuk lagi pintu terbuka, mata Fariz terbelalak melihat mata Kate yang memerah, hidung memerah, juga bekas air mata di pipinya masih basah.
" Lo kenapa? " Fariz langsung menarik Kate kedalam pelukkan nya, Kate juga memeluk Fariz dengan erat sambil terisak dengan keras.
"Kenapa heemmm.? " Tanya Fariz mengelus punggung Kate mencoba menenangkan nya.
__ADS_1
" Mereka jahat, jahat banget " Lirih Kate di sela isakkanya.
Fariz menaikkan kedua kaki Kate ke pinggang lalu mengendong Kate, keluar dari toilet.
" Salah gue apa sih?, apa? "Lirih Kate tangisnya kembali pecah.
" Ssstttt, mereka yang salah bukan lo" Kata Fariz.
Mendengar ucapan Fariz membuat otak Kate bekerja, mengingat memori yang dia lupakan, atau lebih tepatnya tidak kasi Kate yang asli.
Pembunuh lo!
Mending lo yang mati dari pada mama.
Dasar anak gak berguna!
Ucapan itu terus menggema di pikiran Kate , hingga membuat kepalanya berdenyut hebat, keringat mulai bercucuran, tangan yang tadi semula memeluk Fariz kini mencengkram kepalanya, menggeleng beberapa kali sambil memukul kepalanya sendiri.
" Argghhhh.... Sa-sakit" Jerit Kate membuat Fariz khwatir, Fariz menahan tangan Kate.
" Sayang, lo kenapa? Jangan di pukul gitu" Kata Fariz panik.
" Sa-kit...
Brukk
Kate tak sadarkan diri di pelukan Fariz membuat pemuda itu panik.
Dengan panik Fariz terus menggendong Kate menuju mobilnya.
Kate membuka mata nya saat ini berada di besebuah taman yang indah, Kate berputar melihat ke sekeliling .
Ada seorang yang mendekat ke arahnya.
" Yap ini gue " Jawab Alexa.
" Hidup lo nyusahin bodoh" Kata Kate.
" Gue rasa gue gak sanggup, sakit banget " Lanjut Kate.
Alexa tersenyum menanggapi Kate.
" Kayanya gue gak sanggup buat meraka kembali baik sama lo" Kata Kate.
" Masih ada Fariz dan keluarga nya yang bisa bahagiain lo" Ujar Alexa.
" Gue mau pulang, gue mau ketemu mama, karel sama ayah" Ujar Kate.
" Terserah lo sama seperti gue nyerah , gue berikan raga gue buat lo" Setelah nya Alexa berjalan menjauh sesekali berbalik tersenyum tulus.
" Gue gak mau gue mau pulang Alexa mau pulang!!! " Teriak. Kate.
" Gak bisa raga lo udah di kubur " Jawab Alexa dari kejauhan.
" Gue udah mati, hiksss, hiksss" Tangis Kate.
Hingga setelah itu matanya terbuka, Kate melihat langit-langit asing, penciuman nya pun merasa kan baut obat. Tangan yang di infus tentu saja dia tau kalau dia sedang berada di rumah sakit.
" Bun, yah Kate bangun " Teriak Fariz senang.
__ADS_1
" Sayang " Panggil Fariz.
" Mana yang sakit? " Tanya Livina. Kate menggeleng tanda tidak ada.
" Mau pulang" Kata Kate.
" Gak bisa lo baru bangun" Tolak Fariz.
" Hiksss, bunda mau pulang" Tangis Kate terdengar memilukan.
" Iya iya kita pulang, kamu tenang ya Ayah izin sama dokter dulu" Ujar Alvero.
" Maaf sayang, maaf kita pulang lo jangan nangis lagi "Ujar Fariz berbisik lalu mencium kening Kate.
Saat ini Kate berasa di mansion Jovano dengan paksaan Livina karena tak ingin jauh dari calon menatunya. Setelah sampai Kate kembali tidur di kamar Fariz.
Livina, Alvero dan Fariz berada di ruang tamu.
" Jelaskan pada kita kenapa Kate ? " Tanya Alvero.
" Kata dokter Kate mengalami trauma yah, dan penyebab pingsannya karena Kate kembali mengingat masa lalunya yang pahit" Jelas Fariz.
" Seperti kita harus menjauhkan Kate dari orang yang menyakitinya terlebih Irsa " Ujar Alvero.
" Iya yah, ayh lihat kan kemarin gimana reaksi Kate setelah bertemu dengan Ayahnya" Kata Fariz.
" Tapi gimana kita takkan bisa selamanya hindarin Kate dari ayahnya sendiri " Ujar Livina.
" Kate itu kuat bun, takkan lama dia akan sembuh dengan sendiri, mungkin sekarang mental sedikit terguncang, tapi Fariz yakin itu takkan lama " Ujar Fariz mantap.
Di dalam kamar.
Kata duduk di depan kaca.
" Sia*an nih tubuh kenapa merespon secara berlebihan kemarin, takut sih takut, tapi gue gak mau nunjukin kelemahan gue sama orang lain bikin malu aja " Kata Kate sendiri.
" Gue harus bangkit, gue gak mau Ketakutan cuma karena Irsa asu itu, maaf Alexa gue umpat bokap" Ujar Kate lagi.
" Ingat kata mama Manda, kalau lo di pukuli balas pukuli 2 kali lipat sakitnya " Yakin Kate.
" Babi tapi gue takut anjir " Katanya lagi.
Setelah itu Kate terdiam mendengar pintu kamar di buka " Udah bangun sayang " Kata Fariz.
" Ya udah lah, kalau belum siapa dong yang lagi duduk ini" Jawab Kate. Kembali ceria seolah tak terjadi apa-apa kemarin.
" Fariz peluk " Pinta Kate.
Fariz pun mendekat dan memeluk Kate.
" Maaf ya kemarin gue nyusahin lo banget " Ucap Kate.
" Sttt jangan ngomong gitu, lo sama sekali gak nyusahin, malah gue seneng lo ngandelin gue " Kata Fariz.
" Bener kata Alexa keluarga lo dan lo emang paling baik paling mengerti gue, pantesan Alexa gencar banget deketin lo semasa hidupnya.
" Yuk turun bunda sama ayah udah nunggu buat makan bareng " Ajak Fariz.
" Let's go" Kata Kate berlari turun lebih dulu.
__ADS_1
" Jangan lari sayang "larang Fariz.
" Gue bakalan bikin lo bahagia" Batin Fariz.