Katerina Transmigrasi

Katerina Transmigrasi
Menggandeng Fariz


__ADS_3

" Bunda!! Kate sama aku!! " Teriak Fariz melihat bunda nya membawa Kate lebih dulu,


" Bye bunda duluan " Balas Livina sudah


menjalankan mobilnya.


" Awas aja " Kesal Fariz.


" Kita mau kemana sih? " Tanya Kate pada Fariz.


Saat ini Kate memamg satu mobil dengan Fariz setelah tadi Fariz merengek pada Livina untuk pergi dengan Kate.


Flashback on.


" Bunda turunin Kate! Fariz mau Kate bareng Fariz " Teriak Fariz dari dalam mobil.


Livina tak menyahut cuma tertawa saja " Apa yang lucu bunda? " Tanya Kate dengan muka polos.


"Kamu liat aja tuh mukanya Fariz " Kata livina di sela tawanya.


"Kek orang nahan berak bun" Jawab Kate asal.


" Hahhaha, bisa aja kamu" Livina pun menghentikan mobilnya tak tahan lagi melihat Fariz yang terus memaksanya, sepanjang jalan sambil berteriak pula. Kate pun keluar.


" Kamu berangkat sama Fariz ya sayang bunda tunggu nanti" Kata Livina, setelah itu langsung tancap gas .


"Sayang ayo" Panggil Fariz menyuruh Kate masuk ke dalam mobilnya.


Di sebuah ballroom hotel di tengah kota, berdiri seorang pria paruh baya,


"Yah" Panggil nya.


" Sayang kamu datang juga!, mana anak sama calon menantu, bukannya kata kamu berangkat bareng mereka? " Tanya Alvero.


," Yah anak kamu tuh di jalan tadi maksa aku buat turunin Kate sambil teriak-teriak lagi aku kan jadi malu, dikira orang aku penculik lagi " Jelas Livina.


" Kamu gak menemuin beberapa teman mu yang sudah datang? Kenapa malah di sini bukannya nerima para tamu? Tanya Livina.


" Tadi baru saja nemuin Pak Burhan, males ah gak ada kamu." Alvero menyebut salah satu rekan bisnisnya , Livina pun mengangguk.


" Yuk turun " Ajak Livina.


Kedatangan Livina dan Alvero menjadi pusat perhatian, para tamu undangan pun berusaha mendekati pemilik perusahaan terbesar di Indonesia tersebut.


" Yah liat siapa yang datang? " Livina menyengol tangan Alvero,


" Kita lihat saja setelah menantu kita datang sebentar lagi mereka pasti akan terkejut " Ujar Alvero.


" Selamat datang Pak Irsa, Kalandra " Sapa Alvero karena dia hanya mengenal 2 orang tersebut saja.

__ADS_1


." Terimakasih Pak Alvero atas undangannya" Ujar Irsa menyalami Alvero.


." Perkenalkan ini istri dan putri saya" Kata Irsa.


"Halo tente aku Viona " Sapa Viona dengan sopan.


" Dan ini istri saya Maureen " Kata Irsa.


." Apa dia kembarannya Kalandra? " Tanya Livina seolah tak tahu.


" Bukan" Jawab Irsa dengan kegugupan yang dia tahan.


"Terus kenapa kembarannya Kalandra tidak di ajak Pak Irsa? " Tanya Livina sekali lagi. Irsa bingung ingin menjawab apa sedangkan Kate dimana saja sekarang dia tak tahu.


" Itu kerena dia tak ingin pergi jeng katanya malas jika harus pergi ke acara seperti ini" Sahut Maureen membuat alasan.


Mendengar hal tersebut ingin sekali Livina mengacak-acak muka obi tirinya Kate.


Setelah basa basi Livina dan Alvero pun pamit ingin menyapa para tamu yang lain.


," Mama dengar mereka punya anak laki-laki? " Tanya Maureen pada Viona setengah berbisik.


" Iya mah, temannya ka kala" Jawab Viona.


" Kamu harus bisa deketin di sayang, hidup kamu bakal terjamin selamanya" Ujar Maureen.


" Kita tunggu mungkin dia masih belum datang" Ujar Maureen.


" Vio... " Panggil seseorang teman yang mengenal Viona.


" Hai Gendis" Sapa Viona.


" Lo di sini juga? Lo keliatan cantik banget vio " Puji Gendis.


" Makasih " Ucap Viona.


"Kate juga dateng? " Tanya Gendis.


" Enggak deh ka Kate kan gak punya undangan nya " Ujar Viona.


" Iya sih kalo gak ada undangan gak mungkin bisa masuk " Ujar Gendis, dia salah satu anak dari rekan bisnisnya Alvero.


" Ka Fariz kok belum dateng ya? " Kata Viona


" Tunggu di depan aja Vio gue temenin deh" Ajak Gendis.


Mereka baru saja ingin ke pintu depan menunggu Fariz, namun perhatian kedua nya dan semua orang yang berada di pintu masuk teralihkan pada sepasang remaja yang datang dengan bergandengan tangan.


Fariz dan Kate kedua remaja tersebut berhasil menyita perhatian semua orang karena penampilan dan yang begitu serasi dan menawan.

__ADS_1


Kedua nya berwajah cantik dan tampan, sangat sulit bagi mereka untuk mengalihkan pandangan. Kate dan Fariz sendiri memakai dress dan toxedo yang serasi, membuat semua orang kagum dengan kecocokan keduanya,


Viona tersenyum agar dirinya menjadi lebih tenang.


" Lo bilang Kate gak ada undangan dia malah bisa masuk? " Ujar Gendis.


" Lo gak liat di samping nya ka Fariz mungkin aja ... Lo tau kan ka Kate dari dulu suka ngejar-ngejar ka Fariz dia pasti ngancem ka Fariz buat ngasih undangan dan dateng bareng dia" Viona mengatakan nya dengan hati-hati.


"Wah makin kacau aja kaka tiri lo itu, gue pikir rumor mengatakan mereka pacaran beneran" Ujar Gendis.


" Engak lah itu cuma akal-akalan ka Kate saja " Sahut Viona.


Sementara di dalam ballroom .


Para tamu undangan memfokuskan perhatian mereka pada sepasang remaja yang baru saja memasuki ballroom,bagaimana tidak tuan mudanya Jovano tersebut menarik perhatian mereka. Tak sedikit juga di antara mereka yang mengenal Kate.


" Kate...... " Livina dengan tergesa segera menghampiri Kate.


" Iya bun, Fariz tadi jalannya lama makanya baru sampai "keluh Kate pada Livina.


" Tau nih orang tadi biarin bunda aja yang bawa Kate" Ujar Livina menegur Fariz.


" Gak! " Ujar Fariz.


" Kate udah sampai sayang? " Tanya Alvero. Menhampiri ketiganya.


" Sini berikan ayah pelukan dulu" Ujar Alvero merentangkan.


Kate tersenyum lalu memeluk Alvero" Ayah " Ujar Kate.


" Lepas ayah, jangan terlalu menempel pada Kate " Larang Fariz melepas kan pelukan keduanya.


" Dia juga putri ku kau tau! " Tekan Alvero.


" Dia calon istriku" Bala Fariz.


Dan mulai lah perdebatan keduanya.


"Kalian diam lah para tamu jadi melihat ke sini " Tegur Livina. Keduanya pun langsung terdiam dan memasang muka datar mereka.


Banyak dari mereka yang curi-curi pandang ke arah Fariz setelah kedatangan nya tadi. Semua orang tahu bahwa sang calon pewaris perusahaan besar tersebut sangat sulit di dekati, Fariz yang selalu bersikap dingin pada orang kecuali kedua orang tuanya. .


Bisa di bilang Fariz memiliki banyak penggemar yang tidak bisa di bilang sedikit,banyak wanita yang berlomba untuk mendapatkan hatinya. Namun Fariz selalu menanggapi mereka dengan dingin sehingga mereka mundur secara teratur. Dan hari ini mereka di kagetkan dengan kedatangan Fariz yang menggandeng seorang seorang gadis. Dan yang lebih mengagetkan lagi gadis tersebut adalah Katerina Alexandra Given.


Tak sedikit dari mereka yang tahu kalau Kate adalah anak yang terabaikan, bahkan Irsa given lebih sangat menyayangi anak sambung nya dari pada anak kandung nya.


" Ayah coba liat ka Kate" Ujar Viona.


,Irsa pun menoleh ke arah yang di tunjuk Viona," Dia sangat akrab dengan tuan Jovano, mungkin dengan ini aku bisa bekerja sama dengan keluarga Jovano." Batin Irsa. Ingin memanfaatkan Kate. Ayah macam apa dia.

__ADS_1


__ADS_2