
" Maaf jeng livi, siapa gadis ini? " Tanya seorang wanita paruh baya tamunya Livina.
" Calon menantu saya " Jawab Livina dengan bangga.
Membuat gadis d samping wanita paruh baya tersebut, mencengkeram bajunya dengan erat.
" Tapi jeng bukankah kita sepakat ingin menjodohkan anak-anak kita " Tanya wanita tersebut.
" Ya itu kan masih pembicaraan kita saja, saya pun juga belum memberitahu pada anak saya, belum pasti juga " Jelas Livina.
" Gimana kalau kita penjelas saja, anak saya juga setuju jeng " Kata wanita tersebut.
" Iya tante aku setuju kok di jodohin sama Fariz " Sahut gadis tersebut.
" Mama apa apa sih, mama tau kan aku udah Kate !" Marah Fariz.
" Sabar " Ucap Kate mengelus punggung Fariz.
" Maaf jeng seperti rencana kita tidak bisa di lanjut kan pasalnya anak saya sudah memiliki pacar" Ujar Livina.
Fariz mengangguk puas dengan ucapan Livina.
" Gak bisa gitu dong tante, aku udah terlanjur suka sama Fariz dari dulu" Jelas gadis tersebut.
" Tapi anak saya sudah punya kekasih! " Tegas Livina.
" Mereka kan bisa putus jeng" Ujar wanita.
" Kami gak akan putus tante" Sahut Fariz
" Ya harus dong x soalnya kan kamu udah di jodohin" Jelas wanita tersebut.
" Bunda!! " Fariz kembali ingin minta penjelasan .
," Maaf jeng seperti yang saya bilang sebelum nya perjodohan ini tak bisa berlangsung karena anak saya sudah memiliki kekasih" Bela Livina.
" Gak bisa! Pokoknya Fariz harus di jodohin sama aku mah" Bujuk sang gadis pada mamanya.
" Fariz pokoknya kamu harus putus sama dia " Ujar gadis tersebut.
" Siapa lo ngatur-ngatur gue!! Bentak Fariz.
"Pulang yuk!, aku bosen " Ajak Kate pada Fariz.
" Diam lo dasar ja**ng murahan!! " Hina gadis tersebut.
"Marsya!! " Bentak Fariz, tak terima Kate di hina padahal sedari tadi Kate diam saja.
Gadis tersebut adalah Marsya, setelah pulang dari sekolah tadi Marsya langsung mengajak Lidia mamanya, untuk ke.rumah Livina.
Flashback on
" Mama jadi kan jodohin aku sama Fariz? " Tanya Marsya pada Lidia.
__ADS_1
" Belum tau lagi soalnya jeng livinya belum setuju katanya mau nanya anaknya dulu" Jawab Lidia.
" Pokoknya harus mah, aku suka sama Fariz, sekarang kita ke rumah tante livi mama bujuk tante livi biar nerima perjodohan aku sama Fariz mah, tolong yah" Mohon Marsya.
" Kenapa mendadak gini? " Heran Lidia.
" Fariz udah punya pacar mah, pokoknya Fariz harus sama aku " Ujar Marsya.
Dan setelah itu mereka langsung ke rumah Livina bahkan Marsya pun tak mengangganti seragamnya karena tergesa-gesa.
Flashback end.
"Marsya!! " Bentak Fariz, tak terima Kate di hina padahal sedari tadi Kate diam saja.
Fariz tersenyum miring ke arah Marsya" Bunda liat sendiri kan tingkah nya, begini yang mau bunda jodohin sama Fariz? " Remeh Fariz.
" Maaf jeng saya benar-benar tidak dapat menerima perjodohan yang jeng tawarkan, karena anak saya sudah memiliki kekasih dan satu lagi saya tidak mau punya menantu yang bahkan mulutnya saja tidak sopan begitu" Jelas Livina dengan tegas.
" Mah" Bujuk Marsya pada Lidia, Lidia membalas dengan gelengan.
" Ini semua pasti gara - gara lo, pura- pura polos padahal. Licik" Tuduh Marsya pada Kate yang sedari diam. Santai kaya di pantai sambil menonton drama di depannya.
" Dari pada lo, suka sama cowo orang, gak laku!! " Balas Kate.
Lidia yang mendengar putri kesayangan nya di hina Kate gak laku, langsung mengangkat tangannya hendak menampar Kate.Tapi Fariz segera menahan tangan Lidia.
" Jeng Lidia!! " Bentak Livina. Tentu saja Livina marah dia sangat menyukai Kate bahkan sudah mencap Kate sebagai calon menantu nya.
" Jangan coba-coba menyakiti kekasih ku, aku tidak akan memadang siapa kalian jika sudah berani melukai Kate " Kata Fariz dengan tatapan mengintimidasi Lidia juga terkejut bisa-bisa dia kelepasan begini.
" Gue bisa lawan dia padahal " Bisik Kate yang kini berada di pelukan Fariz.
Marsya terdiam melihat Fariz yang melindungi Kate , dan sekarang Fariz menatap dingin ke arahnya, membuat nya meremas jadi tenaganya sendiri karena merasa takut.
" Saya akan bilang pada suami saya, kalau istri dari temannya, mencoba menyakiti calon menantu nya, asal kalian tau saja Kate ini kesayangan kami" Marah Livina.
Lidia melebarkan matanya mendengar ucapan Livina, sontak saja dia langsung megantupkan kedua tanganya di depan Livina.
" Jangan jeng, saya mohon suami saya sangat marah nantinya " Mohon Lidia.
Perusahaan milik Jovano memang bekerjasama dengan dengan perusahaan milik suaminya Lidia.
Hal itu adalah salah satu bantuan yang di beriakan pada keluarga Marsya.
" Tante jangan gitu dong masalah pribadi Jangan di sangkut pautkan dengan perusahaan" Ujar Marsya.
" Terserah saya dong, salah sendiri berani sekali menghina calon menantu saya " Sarkas Livina.
" Silahkan pintu keluar terbuka lebar " Usir Livina secara halus.
Marsya terdiam menangis langsung keluar dari rumah Livina dan Alvero.
" Saya permisi " Ucap Lidia menyusul Putri nya.
__ADS_1
.lidia menyusul Marsya dan menarik nya kedalam pelukan.
" Sudah sayang kamu jangan nangis lagi, kita pikiran cara lain ya" Bujuk. Lidia.
" Usahakan ya ma, mama tu kan aku sangat menyukai Fariz,
"Iya sayang, sudah ya menangis gak akan nyelesain masalah, kita pulang dulu" Ajak Lidia.
Meskipun tidak tau harus bagaimana nantinya lidia berkata seperti itu agar putri nya tak merasa putus asa.
Marsya akhirnya mengikuti saran mamanya untuk pulang dan meninggal kan mansion Jovano.
Di dalam mansion.
" Makanya bun kata Fariz jangan sembarangan jodohin Fariz " Ujar Fariz.
" Iya maaf bunda salah" Ujar Livina.
" Udah kan masalahnya udah selesai " Kata Kate menenangkan Fariz.
" Kita pulang " Kata Fariz mengajak Kate.
" Sekarang? " Tanya Kate.
" Iya lah aku gak mood di sini " Jawab Fariz.
"Kok pulang sih bunda kan masih mau sama mantu bunda Fariz " Tahan Livina.
" Pokoknya pulang" Kekeuh Fariz.
" Kita pulang dulu bunda , nanti kita main kesini lagi" Pamit Kate. Karena tanganny sudah di tarik Fariz.
" Ya sudah kalian hati-hati, kalau Fariz macam- macam pukul aja atuh anak sampai pingsan" Saran Livina.
" Siap bunda! " Kata Kate setengah berteriak.
" Lo tega mukul gue yang? " Tanya Fariz yang mendengar perkataan Livina tadi.
" Mana tega gue mukul cowok gue yang tampan pari purna gini" Jawab Kate.
" Jadi boleh dong macem-macem" Kata Fariz berpikiran lain.
" Apaan, siapa lo, kita kenal? " Tanya Kate.
" Hehhee enggak sayang maaf deh " Bujuk Fariz. Sambil membukkan pintu mobil untuk Kate.
" Hah gue jadi kepikiran deh, kalo aja tadi bunda setuju" Ujar Kate.
" Gue yang tidak akan setuju" Kata Fariz. Kate tersenyum mendengar nya.
" Banyak banget pasti yang suka sama lo, selain Marsya " Kata Kate.
Fariz berbalik mengahadap kearah Kate, dan menggenggam tangan Kate.
__ADS_1
" Tapi gue hanya milik lo " Kata Fariz menatap penuh kedua mata Kate.