Katerina Transmigrasi

Katerina Transmigrasi
pendukung


__ADS_3

3 kali putaran buang lala yang Fariz dan Kate naiki pun berhenti.


BUGHH.


" Napa lo Chen? " Tanya putra pada Chen yang terduduk di tanah setelah turun dari biang lala.


" Tau kotor Chen duduk di kursi napa" Tambah Denis.


"Gue gemeter njirrr, kaki hue lemes ke dodol, ini semua karena lo pada" Kesal Chen .


Sedangkan Denis dan putra malah cekikikan menertawakan Chen.


" Hehehe maaf deh, habisnya greget gue liat nya, naik begituan aja lo takut " Ujar Denis membantu Chen berdiri.


" Bukan takut naik, gue takut ketinggian masalah nya" Gerutu Chen.


" Kalian mau pulang? " Tanya Kate pada inti Eagle Dead. Kate pikir setelah mereka turun dari biang lala tadi para sahabat nya Fariz tersebut langsung pulang, tapi ternyata mereka malah menunggu Kate dan Fariz yang baru habis berkeliling.


" Ceyeee.... " Seru eagle Dead.


" Kalian kenapa sih? " Heran Kate.


"Kenapa ? " Tanya Fariz datar.


" Kalian tadi habis ini kan" Kata Putra memperagakan jarinya.


" Maksudnya" Tanya Kate.


" Kalian melihathya? Tanya Fariz.


" LIAT! " Seru eagle Dead.


" Hah? " Heran Kate. Bingung.


" Mereka liat kita ciuman" Ujar Fariz menjelaskan pada Kate ynag kurang paham.


" Astaghfirullah Lazim! " Kate menunduk malu.


" Sans kali Kate sama kita - kita" Ujar Denis.


" Kenapa kalian melihat nya! " Kesal Kate tertangkap basah.


" Kita punya mata Kate " Jawab Putra, Denis menahan tawa mendengar nya. Ingin dia tertawa tapi tak ingin membuat Kate menjadi lebih malu lagi.


Sedangkan Fariz dianya cuek bebek seperti tak terjadi apa-apa.


" Biasa aja kali sama kita, toh Fariz pastinya serius sama lo, ya kan Riz " Kata Denis. Tentu di jawab Fariz dengan anggukan mantap.


" Ya tapi kan kurang sopan seraya hue sama Fariz masih berstatus pacaran" Jelas Kate.


" Nikahin sekarang Riz" Kode Chen.


" Kode keras" Lanjut Putra.

__ADS_1


" Besok kita nikah ya Sayang " Ucap Fariz pada Kate.


" Hah gila lo" Kate melotot mendengar ucapan mendadak Fariz.


" Hahahaa" Malah di ajak langsung nikah" Tawa anak Eagle Dead.


." Anu Kate, gue mau minta maaf soal kemarin gue sering nyalahin lo karena masalah Viona " Kata Chen.


" Gue juga " Timpal Putra.


" Santai aja kali, dulu kan gue emang gak tau diri banget, udah di tolak masih aja kekeuh ngejar" Jelas Kate.


" Nah lo juga nyadar kan" Sahut Putra.


" Iya sadar diri jijiy rasanya ke ingat cerita gue dulu " Jelas Kate.


" Tapi sekarang lo punya kita Kate, anggap aja kita ini abang -abang lo" Ujar Denis, mereka memang lebih tua daripada Kate.


"Kalian gak mau belain Viona lagi? " Tanya Kate. Merekan kompak menggeleng.


" Dia manipulatif " Hanya itu kata yang keluar dari mereka, Kate pun tak menanyai meraka lebih jauh, di pikiran Kate mungkin saja mereka udah tau aslinya Viona yang bermuka dua.


Kate memandang Fariz seolah minta pendapatnya, Fariz yang paham pun langsung mengangguk.


" Oke abang-abang" Kata Kate tersenyum.


" Ya ampun dede gemes " Ujar Putra. Ingin mencubir pipi Kate.


" Putra" Ucap Fariz tegas. ? Membuat tangan putra berhenti di udara.


Cukup lama mereka bermain menaiki beberapa wahana permainan, mereka pun memutuskan untuk pulang, Fariz awalnya ingin membawa Kate pulang ke apartemen, tapi sang bunda malah Lebih dulu mewanti-wanti nya agar tak membawa calon mantu sang bunda, jadinya Fariz membawa Kate kembali ble mansion Jovano.


." Puas bermainnya sayang? Tanya Livina menyambut kedatangan 2 anak bujangnya.


. " Iya bunda puas seru juga soalnya tadi ada anak-anak Eagle dead juga " Jelas Kate.


" Wah rame kalau gitu nanti jalan bareng bunda " Kata Livina.


x" Astaga bunda lupa udah tua, ingat di umur kata Fariz Menginginkan.


" Cih perasa" Kesal Fariz dengan kenarsisan mamanya.


Paginya di sekolah.


Memasuki jam istirahat Kate Althea menuju kantin tanpa menunggu Fariz menjemput nya karena Kate yang melanggar nya.


Saat melawati meja nya eagle dead, kalau biasanya Kate langsung bergelayut manja pada Kalandra sangat menjijikkan bagi yang mengingat nya. Apalagi saat ingat karena Kate lah mama meninggal kan dunia ini, Kalandra melihat Kate kembali melewati nya, sontak saja langsung terkejut, awalnya Kala kira perubahan Kate hanya lah cari perhatian atau sensasi saja, tapinya nyatanya semua itu bisa di tepis Kate.


" Tunggu" Kala menahan Kate.


" Kenapa ? " Tanya Kate dengan suara selatan mungkin.


" Lo di suruh ayah pulang" Ujar Kala.

__ADS_1


" Hemm" Jawab Kate. Menyentak tangan yang di pegang Kala.


Lanjut mencari meja yang kosong.


Kala sedikit resah karena Viona sama sekali tak terlihat di kantin padahal beli istirahat sudah lama berbunyi.


" Yo degem" Sapa Putra , mereka duduk 1 meja dengan Kate. Bahkan Fariz kini sudah bermanja-manja di samping Kate.


" Bu bakso 5 !! " Teriak Putra.


" Baik dengan " Kata pedagang bakso langsung menyiapkan pesanan .


Althea sedikit melongo melihat anak Eagle dead makan di meja sama mereka. Meskipun Althea tau Kate memiliki Fariz sebagai ketua. Tea gak nyangka kalau anak-anak Eagle dead yang dulu nya jijay sama Althea sekarang malah menerima nya dengan tangan terbuka. Tentu saja Althea merasa sangat senang, penantian Kate yang bertahun-tahun apa masih bisa di kabulkan.


"Kebanyakan njirrr" Ujar Chen.


" Sisanya punya gue" Kata Putra.


"Maruk amat lo" Ejek Chen.


" Terserah " Acuh Putra.


" Sayang kenapa manja gini ih" Ucap Kate agak kesal pada Fariz yang terlalu menempel padanya padahal sekarang mereka berada di tempat ramai.


" Malu ah di liatin anak-anak " Sambung Kate.


" Biarin" Kata Fariz, malah memeluk pinggang Kate dengan posesif. Tanpa memperdulikan orang lain.


" Cuma kalau sama Kate bisa "


Tapi senyum mereka perlahan luntur setelah mendengar gebrakan meja mereka.


BRAKK!


" SIAL*N lo apain Viona" Bentak Kala.


Mereka semua tentu saja terkejut dengan gebrakan meja di depanya.


"Maksud lo apa datang-datang langsung marah-marah" Ucap Kate tanpa rasa takut, Kate berusaha melupakan masalah semalam.


" Lo yang ngunciin Vio di gudangkan, sampai muluk dia, lo kenapa sih gangguin Viona terus." Bentak Kalandra.


Capek.


"Gue gak pernah kunciin dia" Kata Kate. Menunjuk Viona yang terus menunduk seolah takut berharap dengan Kate.


" Iya nih dari tadi Kate sama gue tarus" Bela Althea.


" Masih ngelak lo" Kalandra ingin melayang kan tamparan pada Kate namun di tahan oleh Fariz lebih dulu.


" Jngan sekali-kali lo nyakitin cewek gue" Fariz sangat ingin marah, tpi setelah Kate. Menggenggamnya tangan nya, Fariz pun langsung meleleh. Kala yang tangannya di tahan, tentu saja kala merasa marah.


Viona maju menggenggam tangan kala " His.. Hikss. Udah ka Vio gak papa, aku udah maafin ka Kate kok bang, bio ngerti anang" Ujar Viona dengan air mata yang terus mengalir jak air terjun.

__ADS_1


" Kenapa lo nuduh hie, ada bukti lo" Ujar Kate merasa geram dengan si ppb.


__ADS_2