Katerina Transmigrasi

Katerina Transmigrasi
pacar!


__ADS_3

Motor Fariz yang membawa Kate keluar gerbang sekolah tanpa di jaga dan di halangi oleh satpam, siapa juga yang berani menahan seorang Fariz Jovano , anak dari pengusaha no 1 di Indonesia JV grub nama perusahaan mereka anak tunggal dari Tuan Alvero Jovano dan istri nya Livina Harrison pemilik butik mewah yang cabangnya sudah ada di mana-mana, Livina Harison juga lah pemilik SMA Cakrawala.


Kate yang di bonceng Fariz menatap sendu jalanan yang mereka lewati.


" Gue gak Kenal siapa-siapa disini, kenapa Allah malah ngirim gue ketempat ini? " Batin Kate.


" Kate" Panggil Fariz melihat spion yang mengarah ke arah Kate, Kate yang di lihatnya Sedari tadi hanya diam, dengan muka sendu.


Fariz pun menghentikan motornya secara mendadak.


Dukkk.


Sontak tubuh Kate langsung memeluk Fariz dari belakang. Membuat jantung Fariz berdegup kencang.


" Hemm" Deham Fariz seraya menormalkan detak jantung nya.


" Kenapa? " Tanya Kate memiringkan kepalanya ke samping.


" Lo yang kenapa? Tanya Fariz balik.


" Gak kenapa- kenapa gue " Jawab Kate.


" Yakin? Gue lihat lo seperti ada beban yang sangat berat di pikiran lo! " Tebak Fariz.


" Enggak Fariz " Kilah Kate.


Kemudian Fariz pun menjalankan motornya kembali tanpa menjawab ucapan Kate.


Tak lama motor Fariz sampai di parkiran sebuah gedung apartemen.


" Kita dimana? " Tanya Kate. Setelah turun dari motor Fariz.


" Apartment " Jawab Fariz.


" Kenapa kesini? " Ujar Kate heran.


" Jangan-jangan gue mau di *****-***** lagi " Batin Kate.


' siapa juga yang bakal nolak, tampan pari purna gini' pikir Kate lagi.


Kate 1000% pecinta cogan, berbagai cowok tampan di suka mau muda atau pun sugar daddy.


" Katanya lo gak mau pulang" Ujar Fariz. Dan di angguki


" Ikut gue " Kata Fariz .


" Apartemen lo? " Tanya Kate saat masuk ke dalam.


" Hoammm" Kate mengantuk dia pun langsung duduk di sofa lebar dan mewah. Hampir mirip dengan kasur Kate di kehidupan pertama' pikir Kate


" Lo mau minum apa? " Tawar Fariz.


" Apa aja gue suka " Jawab Kate. Merasa tak canggung lagi.


Fariz pun ke dapur mengambil lalu membuka kulkasnya mengambil 2 buah minuman kaleng dan beberapa cemilan.

__ADS_1


"Nih" Kata Fariz meletakan minuman nya di depan Kate.


" Dia tidur ? Cepat banget " Gumam Fariz. Karena Kate duduk menyender di sofa. Dengan muka yang tertutup rambut.


Fariz duduk di samping Kate tangannya bergerak menyampirkan rambut Kate yang menutupi mukanya.


" Lo terlihat sangat berbeda hanya karena lo amnesia" Kata Fariz memandangi wajah cantik Kate. Sejak dulu Fariz memang tak pernah membenci Kate seperti saudara Kate maupun teman- temannya. Walaupun terkadang dulu Kate memang sering menggangu, tapi Fariz tak pernah merasa risih apapun itu, entah lah di pun sendiri bingung.


"Mah Kate kangen" Kate mengigau di sertai air mata yang mengalir. Yang Fariz pikir bahwa Kate rindu mama yang sudah meninggal, tapi sebenarnya yang Kate rindu adalah Amanda mamanya Kate di kehidupan pertamanya. Di rindu ke barbaran mamanya, bahkan sikap toxic keluarganya pun rindu.


Fariz mengangkat Kate memindahkannya kedalam kamar, Kate memang kebo tidur, hingga saat di di gendong Fariz pun di tak merasa terusik sedikit pun malah Kate semakin menenggelamkan kepala ke dada bidangnya Fariz.


" Nih cewek gak ada rasa takut-takutnya"Ujar Fariz.


Fariz membaringkan Kate di kasur, lalu melepas sepatu dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Kate.


Setelah itu Fariz masuk ke kamar mandi, membersihkan diri, lalu berpakaian.


Pukul 15: 30 hampir asar, Kate baru terbangun dari tidurnya.


" Kamar sape nih? " Ujar bertanya-tanya


" Fariz! " Katanya melihat foto Fariz tercetak besar menempel di dinding kamar.


" Astaga gue kan di apartemen Fariz, gobl* k lu Kate, bisa - bisa tidur di rumah orang" Kata Kate pada dirinya sendiri.


" Mana nih cogan gue tadi? " Ujar Kate mencari Fariz


Ceklek


Kate keluar dari kamarnya Fariz kepala menengok ke kiri dan kanan mencari sang empunya apartemen.


" I-iya" Jawab Kate meringis malu.


" Makan" Fariz mengajak Kate menuju meja makan. Dia Menggandeng tangan Kate.


" Yuhuuuu, Kate yang cantik ini di gandeng cogan makkk" Batin Kate senang.


" Permulaan yang bagus" Batin Kate bersorak ria.


Di meja makan sudah ada 2 piring pasta dan juga minumnya.


Kate mulai menyendok kan pasta ke mulutnya.


" Emmmm" Kepala Kate geleng-geleng ke kiri dan kanan dengan muka berbinar nya.


" Enak banget, harusnya lo buka restoran pasti laris manis " Ujar Kate memuji hasil masakan Fariz.


Fariz tersenyum tipis, mendengar ucapan Kate. Tak semua orang tau salah satu hobi Fariz Jovano ialah memasak.


Kate menghabiskan makanan dalam sekejap, bahkan dia juga sempat nambah, karena Kate memang punya nafsu makan yang besar.


" Masakan lo enak banget gue sampai kekenyangan " Puji Kate menepuk perutnya dengan puas.


"Terimakasih" Fariz tersenyum.

__ADS_1


Sejenak Kate membeku setelah melihat senyum sekilas nya Fariz.


" Hemmm" Fariz berdiri bersiap- siap ingin mencuci piring.


" Biar gue aja " Kate menawarkan.


Kate segera menumpuk piringnya dan membawanya ke dapur. Fariz terdiam mengamati Kate.


Ting nong...


Bunyi bell apartemen Fariz berbunyi, Fariz pun bergegas membukanya.


Ceklek.


Pintu baru saja terbuka, suara lengkingan wanita marah-marah mulai terdengar sampai dapur saat Kate sedang mencuci piring.


" Kan benee ada disini, kenapa gak langsung pulang, kamu kan janji hari ini mau nganterin bunda shopping !! " Ujar Livina bundanya Fariz.


Fariz menggaruk tengkuknya yang tak gatal, jujur saja di lupa kalau hari ini ada janji dengan bundanya.


" Maaf bun Fariz lupa " Jawab Fariz.


" Alah alasan aja kamu ini bilang aja males nganterin bunda! " Sahut Livina.


," Tapi bun....


" Fariz " Panggil Kate. Sehingga omongan Fariz terpotong.


" Cantiknya siapa gadis ini Fariz ? Tanya Livina.


Livina tadinya masih berdiri di depan pintu apartemen langsung masuk berlari menghampiri Kate.


" Nama kamu siapa sayang? " Tanya Livina pada Kate.


" Halo tan aku Katerina Alexandra " Jawab Kate sopan.


" Nama yang cantik seperti orangnya" Puji Livina tak hbais-habis.


' akhirnya anak gue normal juga' pikir Livina bersyukur pasalnya baru ini saja Fariz dekat sama seorang gadis.


" Ini pacar kamu sayang? " Tanya Livina pada Fariz.


" Iya"


" Bukan"


Jawab Fariz dan Kate berbarengan, eh Kate sedikit kaget karena Fariz mengaku mereka pacaran.


" Kami pacaran bun, cuma Kate aja malu-malu ya kan Kate " Kata Fariz menjelaskan pada Livina.


" Tolong gue " Bisik Fariz merangkul Kate.


" I-iya tan" Jawab Kate gugup.


" Wah, beneran kan, bunda seneng banget akhirnya anak bunda yang es batu ini punya pacar juga, ini kabar gembira bunda mau pulang dulu mau kasih tau ayah kamu, kalian jangan lupa nanti kerumah, ingat Fariz ajak Kate mansion kita" Tekan Livina.

__ADS_1


" Bunda pulang Assalamu'alaikum " Ucap Livina langsung keluar apartemen Fariz dengan muka bahagia.


" Waalaikumsalam " Jawab Kate dan Fariz kompak.


__ADS_2