
Melihat kedatangan Fariz Kate memasang wajah tersakiti, bukan pura-pura , memang sakit beneran, hari ini Kate mendapatkan 2 kali tamparan bahkan dari gadis yang tak di kenalnya.
Fariz mengeram marah melihat bekas cap lima jari menempel di pipi putih dan mulusnya Kate.
Mereka semua terdiam saat melihat tatapan marah Fariz, Fariz tak pernah semarah ini, bahkan untuk membela nya pun mustahil.
" Lo tampar cewek gue " Ucap Fariz. Menarik sedikit ujung bibirnya.
Plakk
Plakk
Fariz membalas tamparan yang di berikan Marsya pada Kate. Membuat para murid menahan nafasnya.
" Fariz " Ucap Marsya lirih memegangi kedua pipinya.
" Jangan pernah sekali- kali lo nampar pipi mulusnya cewek gue! " Bentak Fariz.
" Hah" Semua murid yang mendengar ucapan Fariz terkejut, bahkan ada yang mengorek kupingnya siapa tau dia salah dengar karena terhalang kotoran.
" Astaga berita hot"
" Rupanya pangeran Cakrawala sudah punya pawang"
" Tiada perjuangan tanpa hasil" Ricuh para murid.
"Enggak kamu pasti bercanda kan, Riz? " Tanya Marsya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Gak ini gak mungkin benerkan? " Ujar Marsya lagi.
" Sejak kapan Fariz bisa becanda " Kata Denis menghampiri mereka.
" Diam lo! " Bentak Marsya dengan mata memerah.
" Seperti nya tuh cewek beneran sangat menyukai Fariz " Batin Kate.
" Kenapa kamu gak bisa ngertiin aku, kamu gak bisa menghargai perasaan aku" Masih mencoba berpikir kalau perkataan Fariz adalah bohong .
" Siapa lo? Cewek gue juga bukan" Jawab Fariz .
" Kamu tau kan orang tua kita dekat, mereka pasti bakalan jodohin kita" Ujar Marsya dengan pedenya.
" Idih mimpi " Ujar Putra.
" Kamu gak usah belain ja* ang ini Riz, aku tau kamu pasti cuma kasian kan sama di...
" Tutup mulut busuk lo" Ucap Fariz gak suka ceweknya di hina. Kesabaran sudah habis menghadapi Marsya.
" Besar juga buah melon Kate "
" Cuci mata gue " Bisik para lelaki yang masih di dengar Fariz.
Hal itu Sontak membuat Fariz menoleh ke arah Kate dn benar saja walaupun Kate memakai daleman baju kaos tetap saja itu menjiplak tubuh Kate di bagian dadanya karena siraman dari Marsya tadi.
" Oh shitt " Geram Fariz langsung melepaskan jaketnya untuk menutupi tubuh Kate.
__ADS_1
" Eh" Kaget Kate merasa tubuhnya, tertutup jaket yang kebesaran. Tanpa bicara Fariz menarik Kate meninggalkan kantin.
" Kita mau kemana? " Tanya Kate.
Fariz membawa Kate keruangan pribadinya yang masih berada di area sekolah.
" Ganti baju lo" Ucap Fariz dingin.
" Lo marah sama gue ? " Tanya Kate mendengar suara dingin Fariz.
" Enggak, gue cuma kesal aja liat muka merah lo kena tamparan " Jelas Fariz.
" Ya ampun cowok gue perhatian banget " Have Kate.
" Gue keluar dulu mengambil seragam lo" Kata Fariz.
Ceklek Fariz kembali ke ruangannya dengan membawa kan set seragam baru untuk Kate.
" Mana tuh anak? " Tanya Fariz mencari keberadaan Kate. Yang tak terlihat , Fariz masuk me kamar siapa tau ada Kate namun ternyata kosong begitu pun kamar mandi.
Fariz memang keluar sedikit lama karena dia keruangan dulu terlebih dulu untuk minta izin Kate tidak masuk sampai pulang nanti. tentu saja semua guru memberi naikin siapa juga yang menolak perintah Fariz Jovano bisa-bisa pekerjaan mereka taruhannya.
" Astaga" Ucap Fariz geleng-geleng, rupanya Kate yang di carinya berada di kursi dengan kondisi tengah tertidur, mungkin Kate merasa bosan menunggu Fariz.
Kate sudah membersihkan diri, terlihat Kate sekarang memakai pakaian Fariz, kaos over size warna putih dan boxer pendek milik Fariz melekat di tubuh Kate.
Fariz membelai wajah Kate yang terlelap, kemudian Fariz mengangkat Kate menuju kamarnya.
"Kebiasaan tidur dimana aja " Ucap Fariz. Meletakkan Kate ke kasur dengan perlahan.
" Husttt, tenang sayang" Ujar Fariz mengelus lembut rambut Kate.
Kate tertidur sampai lewat jam pulang sekolah .
"Tidur gue nyenyak " Ucap Kate sambil membuka matanya.
" Astaga udah jam 3 " Kate terkejut saat melihat jam.
" Gue bolos anj** hhhmmfff"
Mulut Kate di tutup Fariz pakai tangannya.
" Sejak kapan lo bisa ngomong kasar"
" Siapa yang ngajarin"kata Fariz dengan nada biasa namun dingin.
Kate menundukkan pandangannya tak berani memandang Fariz.
" Iya maaf gak lagi deh, itu cuma reflek aja " Kata Kate.
Fariz yang melihat nya pun merasa gemas, namun dia tetap ingin menghukum Kate.
" Lo harus di hukum honey" Kata Fariz, Kate yang tadinya menunduk langsung mendongakkan kepalanya.
" Salah gu... Ucapan Kate terpotong karena bibirnya sudah lebih dulu di bungkam oleh Fariz dengan bibirnya.
__ADS_1
Cup.
Fariz mengecup singkat bibir Kate, membuat Kate sampai mengerjapkan matanya beberapa kali karena tindakan Fariz yang mendadak.
" First kiss gue anj** lagi -lagi bibir Kate di buat Fariz bungkam. Kali ini bukan kecupan lagi melainkan sebuah *******.
Mata Kate kembali membola dengan perlakuan Fariz.
Kate yang awalnya meronta kini mulai berhenti dan pasrah. Kate tidak membalas dia hanya diam dan membiarkan Fariz.
"Hah" h mereka melepaskan bibir mereka yang saling bertaut, mengirup udara sebanyak-banyaknya.
" Itu hukuman buat lo" Kata Fariz.
" Modus lo, gak sopan mulut lo" Kesal Kate yang di serang Fariz secara mendadak.
" Siapa suruh lo ngomong kasar " Ujar Fariz tanpa rasa bersalah.
" Ye elah biasakan gue juga gitu " Jawab Kate.
" Ya sekarang tidak lagi, gue gak mau cewek gue ngomong kasar, suka -suka lo lah" Kata Kate tak ingin memperpanjang nya.
" Lo kenapa gak bangunin gue sih" Kesal Kate.
" Lo tidur nyenyak banget gw udah beberapa kali bangunin lo, tapi lo gak mau bangun " Jelas Fariz panjang lebar berbohong. Cuma sama Kate dan orang tua nya lah Fariz bisa bersikap hangat dan bicara panjang lebar ..
" Iya kah, ko bisa? " Heran Kate.
" Udah gak usah di pikirin, kita pulang" Ajak Fariz.
" Gendong " Kata Kate merentangkan kedua tangan nya.
Fariz tersenyum senang Kate yang tengah ingin bermanja dengannya. Fariz menggendong Kate di depan seperti koala. Berjalan menuju parkiran.
" Tadi bunda nelpon kita di suruh mampir ke mansion " Kata Kate pada Fariz.
" Oke, mau langsung atau pulang ke apartemen dulu? " Tanya Fariz
" Langsung aja. Deh biar gak bolak balik" Kata Kate.
Setelah menempuh jarak yang lumayan , mobil Fariz pun sampai di mansion Jovano.
Mereka keluar dari mobil dan berjalan beriringan dengan tangan yang saling menggenggam.
" Eh, calon mantu bunda udah dateng,sini sayang duduk samping bunda" Heboh Livina melihat kedatangan Fariz dan Kate.
Fariz mendengus kesal, dengan sangat berat hati dia melepaskan genggaman tangannya dengan tangan Kate.
Tiba-tiba Fariz juga ikut duduk di samping Kate dan menyenderkan kepalanya ke bahu Kate. Kate mengelus kepala Fariz, dengan mata yang memandang kedepan dengan senyum miring yang di tampilkaya, Di sana juga ada orang lain selain. Mereka, Livina hari ini kedatangan tamu mendadak.
" Maaf jeng livi, siapa gadis ini? " Tanya seorang wanita paruh baya tamunya Livina.
" Calon menantu saya " Jawab Livina dengan bangga.
Membuat gadis d samping wanita paruh baya tersebut, mencengkeram bajunya dengan erat.
__ADS_1