Katerina Transmigrasi

Katerina Transmigrasi
Hukuman


__ADS_3

Paginya Kate terbangun lebih dulu.


" Aduh berat banget sih" Kata Kate merasakan perutnya tertindih sesuatu.


Kate membuka matanya,dan langsung terkejut. Tanpa basa basi Kate langsung duduk dan menendang seseorang di samping yang melingkarkan tangannya ke pinggang hingga perut Kate.


" Anjir pantat gue" Rintih Fariz merasakan pantatnya terbentur lantai.


" Dasar mesum siapa lo masuk kamar gue! " Teriak Kate. Rupanya Kate lupa kalau dia sedang berada di apartemen Fariz.


Fariz pun bangun perlahan. Membuat Kate terkejut dengan sosok yang sempat memeluk nya.


" Fariz? Ngapain lo di kamar gue " Ucap Kate belum sadar.


" Lo lupa? " Tanya Fariz pada Kate. Kate terlihat berpikir dan baru menyadari bahwa dia sedang berada di apartemen nya Fariz.


" Astaghfirullah!" Ucap Kate menepuk jidatnya.


" Gue lupa maaf sayang" Ucap Kate lembut, dia takut cogan yang baru dia dapatkan ini marah padanya.


" Gue lupa, tadi kaget juga , refleks aja tadi takutnya ada orang asing " Jelas Kate lagi.


" Ya udah gue paham" Ujar Fariz.


" Anterin gue pulang ya " Kata Kate.


" Kenapa? Di sini aja mumpung hari minggu" Ujar Fariz. Kembali naik ke kasur merebahkan kepalanya ke paha Kate yang sedang duduk selonjoran di atas kasur.


" Takutnya orang rumah nanti nyariin " Jelas Kate mengelus rambut Fariz.


" Ya udah, lo bersih-bersih dulu gue nyiapin sarapan" Kata Fariz.


" Gak kebalik tuh, harusnya kan gue yang nyiapin sarapan, sementara lo bersih-bersih dulu " Heran Kate.


" Enggak lo itu ratunya gue jadi gak perlu lo kaya gitu" Ujar Fariz bangun menuju kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu sebelum dia ke dapur.


" Pacaran sama orang yang tepat mah enak, malah jadi ratu malahan, emang calon suami idaman " Batin Kate. Setelah Fariz keluar dari kamar mandi barulah Kate ke kamar mandi.


Kate keluar dari kamar setelah selesai berpakaian, berbarengan dengan Fariz juga yang sudah menyelesaikan masakan nya, pagi ini Fariz membuat sarapan nasi goreng dengan toping sosis dan sayuran di tambah atasnya telur mata sapi.


" Enak sayang? " Tanya Fariz .


" Masakan lo Emang gak ada duanya, ajarin hue nanti ya" Katanya Kate.


" Tentu honey " Jawab Fariz.


" Ko panggilannya ganti lagi? " Tanya Kate.


" Suka suka aku lah" Jawab Fariz santai.

__ADS_1


Setelah makan tadi Fariz terpaksa langsung mengantarkan Kate pulang karena Kate terus saja merengek padanya ingin pulang.


Motor Fariz sudah sampai di depan mansion Given.


" Hati-hati sayang, jangan nyebut gue gak mau jadi janda! " Ucap Kate sedikit berteriak pada Fariz setelah turun dari motor.


" Kalo ada apa-apa kabarin gue" Kata Fariz lalu pamit pulang.


Ceklek.


Baru saja Kate masuk ke dalam mansion sudah ada bentakan yang sudah pasti di tunjukan untuknya.


" Dari mana saja kamu? " Tanya ayahnya Kate dengan tajam.


Kate yang baru saja ingin menaiki tangga pun langsung menghentikan langkahnya.


" Maaf tapi itu seperti bukan urusan anda? Bukankah selama ini anda tak pernah mengurusi apapun yang saya lakukan urus saja putri dan putra kesayangan anda itu ! " Jawab Kate datar.


" Sudah berani kurang ajar ya!! " Tekan Irsa.


" Terus saya harus apa, semua yang saya lakuin seperti nya selalu saja salah" Jawab Kate.


" Mau jadi apa kamu, Baru pulang begini, habis ngejalang! " Bentak Irsa.


" Halah bini lo tu ja*ang sama anaknya juga !! " Balas Kate dengan lantang. Membuat Irsa mengeram marah mengepal kan kedua tangannya kemudian menampar Kate.


Plakkk


Plakkk


' pa ini yang Alexa rasakan, hingga di menyerah ' pikir Kate.


" Ayah, hikss, aku gak Terima kalau mamanya di katain ja* ang" Ucap Vio pada Irsa dengan air mata buayanya. "Ayah bakal hukum Kate, Vio jangan sedih" Bujuk Irsa.


" Tapi kasian ka Kate ayah , hiks" Kata Vio membela Kate. Padahal dalam hatinya bersorak-sorai karena Kate hari ini kembali mendapat hukuman.


" Gak bisa, dia tetap harus mendapat hukuman " Ujar Irsa. Menyeret Kate ke gudang.


Sesampainya di dalam gudang Kate, tangan Kate langsung di ikat kiri dan kanannya. Dengan Kate nyang berdiri membelakangi Irsa.


" Bang**t tangan gue sakit " Umpat Kate Kate Irsa mengikat tangan Kate dengan kencang. Irsa jadi semakin geram kemudian dia mengambil cambuk yang selalu ia simpan di dalam laci dan mulai memukuli Kate dengan cambuknya.


Ctasss


Ctassss


Ctasss..


" Argh sakit bang**t ,njirr, asu, babi , monyet.... " Keluar lah penghuni kebun bintang di sela umpatan Kate yang merintih kesakitan.

__ADS_1


" Dasar anak kurang ngajar tidak tahu di untung!! " Kata Irsa dan terus melayangkan cambuknya ke tubuh Kate tanpa ampun. Tapi Kate cuma diam sesekali meringis kesakitan tanpa melawan, siapa tau Irsa takkan tega padanya. Selepas kepergian Istri pertama nya Irsa memang berubah menjadi sekarang, karena beranggapan Kate lah penyebab nya kehilangan istri tercinta nya.


Ctass..


Ctass.


" Pengen pulang pengen balik aja, ayah, mamah tolongin Kate " Batin Kate yang sekarang merasakan sakit yang teramat sakit di tubuhnya akibat dari cambukan dari Irsa yang terus menerus .


" Arghhhhhhh, hikss" Rintih Kate kesakitan disertai air mata yang mengalir.


Ctasss


Ctasss.


"Gue gak bakalan maafin lo Irsa walaupun lo bapaknya Alexa" Batin Kate.


Darah segar mulai mengalir membasahi baju putih polos dan meninggal bercak- bercak merah bahkan juga sudah ada beberapa bagian yang sobek. Akibat dari pukulan keras cambuk itu.


Kate terkulai lemas di lantai dengan tangan terikat nya sudah di lepaskan Irsa ikatan nya. Tanpa merasa kasihan Irsa pergi keluar dari gudang meninggalkan Kate sendiri disana.


" Ayah, mamah, kaka, jemput Kate " Batin Kate.


" Non,hiksss Ya Allah non" Tangis bi lala pecah melihat kondisi Kate di lantai dengan baju yang memerah karena darah. ,saat Kate di seret Irsa tadi bi lala ingin sekali menolong Kate tapi dia sadar diri siapa dia, dirinya hanyalah seorang pembantu yang mencari nafkah, untuk orang rumah.


" Aku gak papa bi" Senyum Kate pada bi lala.


" Tuan tega banget sama non, padahal kan non anak kandung nya" Kata bi lala sangat sedih melihat Kate yang selalu saja di siksa ayahnya.


Drrtttt.


Drrtttt.


Telepon Kate di kantong saku celana bergetar, sambil di papah bi lala Kate Sempat-sempat nya mengangkat telpon walaupun keadaannya sekarang lemah.


Tanpa melihat si penelepon Kate langsung mengangkat nya.


"Lo kenapa gak ngabarin gue, gue udah nunggu dari tadi" Ujar sang penelepon tak sabaran.


" Fariz" Ucap lemah Kate mendengar suara Fariz di telpon, karena memang Fariz lah yang menelpon nya.


" Lo, lo kenapa yank? " Tanya Fariz khawatir mendengar suara lemah Kate.


" Kita kerumah sakit aja ya non" Ajak bi lala tak tega. Muka Kate juga sudah terlihat pucat.


" Kate... Sayang... Hey kamu kenapa" Ujar Fariz.


Brukkkkk


" Non... Non, non Kate....

__ADS_1


__ADS_2