
" Bunda, ayah! " Panggil Kate berlari menghampiri keduanya di meja makan.
" Jangan lari Kate " Ujar Livina.
" Hehhee iya enggak bun " Jawab Kate.
" Mana Fariz sayang? " Tanya Livina.
" Masih di atas bun Kate tinggal " Jawab Kate.
" Tuh dia " Tunjuk Kate melihat Fariz menuruni tangga.
" Kate nakal bun, hukum dia" Adu Fariz.
" Emang gue salah apa? " Heran Kate.
" Lo ninggalin gue di kamar sendirian " Jawab Fariz.
" Ya elah lebay banget lo, kek balita aja " Sinis Kate, Manarik kursi di sebelah Livina.
" Sayang pindah sini" Fariz menyuruh Kate pindah duduk di samping.
" Malas ah , gue mau samping bunda juga! " Ujar Kate.
" Gak ada nurut-nurutnya lo sama calon suami " Kesal Fariz.
" Baru calon kan, Kate ganti calon aja yah bunda, Fariz cerewet banget " Ujar Kate pada Livina.
" Boleh tuh!, nanti bunda carikan duda bekopiah mau? " Tanya Livina.
" Yang kaya ya bun" Tambah Kate.
" Oh tentu kalau itu...
" Bunda .... " Kata Fariz.
" Bunda mah gitu" Lanjut Fariz,
" Habisnya kamu cerewet banget akhir- akhir ini" Kata Livina, merasa Fariz yang dulu diam mode kulkas 18 pintu, sekarang malah jadi cerewet sekali apalagi setelah Kate keluar dari rumah sakit.
" Betul tuh bun" Sahut Kate.
" Ya gue kan cerewet cuma sama lo yank" Kata Fariz.
" Sudah-sadah, nanti dingin makanan nya " Kata Alvero yang dari tadi ingin menyantap hidangan di depannya.
" Gara-gara Fariz tuh, Kate jadi lambat makan " Tuduh Kate.
" Aku lagi" Lirih Fariz.
Sementara didepan supermarket Althea menggerutu kesal. Karena mobilnya tiba-tiba tak bisa hidup, dia sudah mencoba menghubungi orang rumah, namun tak ada satu pun yang menjawab panggilannya, karena dikedua orang tuanya sibuk bekerja.
" ******, udah 2 jam gue nunggu gak ada juga taxi lewat" Kesal Althea. Tea pun mencoba berjalan dengan tangan yang membawa kresek berisikan beberapa cemilan.
Tea mencoba menghubungi bestie kentalnya Kate, dan tak lama Kate pun ternyata mengangkat panggilan.
Tea yang awalnya senang Kate mengangkat telponnya, malah pupus setelah dia mendengar suara Fariz yang yang menjawab. Tea pun langsung mematikan sambungan telepon karena dia merasa tak enak menganggu bestienya yang sedang bersama sang kekasih. Tidak tau saja Althea kalau meraka tinggal bareng. Althea berdecak senang karena dia menemukan pangkalan ojek.
Dia pun menghampiri tuk ojek mungkin seumuran dengannya.
" Beneran tukang ojek nih? , di bilang bukan namun dia mangkal , tapi tampang nya tak menyakinkan " Gumam Althea menghampiri nya.
" Rombeng amat? Tukang ojek bang? " Kata. Althea.
" Matanya picek" Batin tukang ojek gabut. Bagaimana tidak Saat ini di memakai motor ninja H2R yang harganya sekitar 800 jutaan. Malah di bilang rombengan.
__ADS_1
" Bukan! Superman Gue, udah tau gue lagi mangkal nyari penumpang, malah nanya lagi? " Sarkas tukang ojek.
" Canda aje bang! Antar ke perumahan Indah berapa? " Tanya Althea.
" Permeter gue " Jawab tukang ojek.
" Njirrr lo pikir tukang bangunan permeter , masang tarif begitu zalim lo! " Sarkas Althea.
" Ya emang biasa gue gitu " Ujar tukang.
" Kuli lo bukan tukang ojek" Ujar Alhena.
"
" Maaf nih de..
" Ade apaan orang gue udah SMA " Potong Althea.
" Oke gini nih mba saya ojek online, gak. Liat nih jaket saya " Ujar tukang ojek dengan jaket kuning bertuliskan GOCAY.
" Gak punya aplikasi nya gue langsung aja ya gue kasih lebih deh " Ujar Althea.
" Okeh , naik " Suruh tukang ojek.
Althea pun naik ninja dengan belanjaan nya di supermarket tadi di taruh di depan.
" Tukang ojek gabut lo?. " Tanya Althea .
" Mana ada" Jawab tukang ojek.
" Halah mana ada tulang ojek pakai ninja harga 200n juta" Ujar Althea.
"Tau juga jih bocah harga motor gue " Batin tukang ojek.
" Ya gitu lah" Ujar tukang ojek.
" Gue Algaza " Ujar Al.
Mereka baru kenal tapi sudah merasa akrab dan tak canggung.
Pukul 20:08 Kate dan Fariz berencana keluar Jalan-jalan.
Setelah berpamitan pada Livina dan Alvero mereka pun jalan dengan menggunakan motor Fariz.
." Kamu mau kemana sayang? " Tanya Fariz .
" Gue mau ke pasar malam " Jawab Kate.
" Pasar malam? " Fariz berpikir
" Oke kayanya tak jauh dari pabrik milik ayah ada pasar malam" Sambung Fariz.
,Fariz pun kembali menjalankan motornya.
." WOY!! " Teriak putra.
Fariz pun menghentikan motornya mendengar suara teriakan yang di kenalnya. Lalu dia dan Kate menoleh ke belakang melihat geng Eagle Dead minus Kalandra sedang pawai menggunakan motor .
" Kate, Fariz kalian mau kemana? " Tanya Denis. Mensejajarkan motornya.
" Kita mau kepasar malam " Jawab Kate.
" Dekat pabrik bokap lo ada Riz " Ujar putra.
" Gue tau " Jawab Fariz datar.
__ADS_1
" Kalian semua mau ikut?" Tanya Kate.
" Kalian ikut? Ujar Fariz juga.
" Ya, tapi kami gak akan ganggu kalian ko, tenang aja kalian bebas pacaran " Kata Denis
Akhirnya mereka pun menuju pasar bareng.
" mau naik apa sayang? " Tanya Fariz pada Kate sesampainya di pasar malam.
" Mau naik biang lala boleh" Jawab Kate dengan hati-hati.
" Boleh tapi sama gue " Ujar Fariz.
"Asik" Ujar Kate dengan mata berbinar rak. Sabar lagi ingin menaikinya.
" Kita ikut naik yok" Ajak Putra
" Boleh tu" Jawab Denis.
" Gue skip" Sahut chen.
" Ya elah Nape. Takut lo? " Ujar putra.
" Cemen lo! " Timpal Denis.
." Bukannya cemen takut ketinggian gue" Jawab Chen.
" Udah gak papa noh liat masa kalah lo sama bocah" Tunjuk. Denis.
Akhirnya Chen pun pasrah di tarik putra dan Denis untuk ikut naik juga. Mereka mengantri di sela emak-emak yang juga ingin naik bersama anaknya. Tak lama giliran mereka pun tiba.
"WAH, akhirnya naik juga kita" Teriak Putra Denis dan juga Chen yang takut pada ketinggian.
" Gue udh bilang gue takut njirrrr, tapi masih aja lo pada narik-narik gue " Chen tremor, kedua kakinya gemetar, keringat pun juga bercucuran di pelepisnya. Ketika melihat tanah melalui ketinggian.
" Santai Chen duduk aja" Ujar Putra
" Allahumma Bariklana.... " Chen berdoa tapi malah mengucapkan doa makan.. Membuat kedua temannya cekikikan menertawakan nya.
" Suka sayang? " Tanya Fariz.
." Gue suka makasih ya lo mau mau aja nuruti permintaan gue"
" Sama-sama " Ucap Fariz.
Mata Fariz dan Kate saling bertemu, mereka merasa suasana jadi sepi, ibarat kata dunia serasa milik berdua.
" Aku cinta kamu Kate " Kata Fariz mengubah kata nya menjadi aku kamu.
." A-aku juga" Jawab Kate.
Mereka berduanserasa terhipnotis.
" Bolehkah aku mencium mu? "Kata Fariz, seolah masih dalam pengaruh hipnotis Kate pun mengangguk.
Jadilah mereka saling sosor di ketinggian.
Pok pok
Denis tiba-tiba di tepuk Putra begitu pula Chen yang masih tremor juga mendapat kan tepukan.
," Apa njirrr" Ujar Chen.
" Lihat bambang! " Tunjuk Putra pada biang lala yang di naiki Fariz dan Kate.
__ADS_1
Chen dan Denis terkejut pekikan Putra seperti melihat setan.
" What ! Fariz sama Kate cip*kan njirrr" Ujar Chen.