Katerina Transmigrasi

Katerina Transmigrasi
Masuk rumah sakit


__ADS_3

" Man bantu bibi, bawa non Kate ke rumah sakit" Ujar bi lala pada mang Diman seorang supir.


" Non Kate ke kenapa bi lala? " Tanya mang Diman khawatir.


" Cepat man " Kata bi lala di sela tangisnya.


Setelah sampai di gudang mang Diman langsung mengangkat Kate memasukkannya ke dalam mobil. Membawa nya menuju rumah Sakit Beruntung Irsa, Maureen, dan kedua anaknya sedang di kamar mereka masing-masing. Jadi mereka tidak ada yang tau bi lala membawa Kate ke rumah sakit


Kepala Kate di letakan di paha bi lala.


" Cepat man, ya Allah non Kate " Ujar bi lala.


Sementara di mansion Jovano, Fariz langsung mengambil kunci motornya setelah menutup telpon dan bergegas turun dari lantai 2 ke lantai 1 menggunakan lift agar lebih cepat.


Sementara di ruang tengah terdapat Livina dan Alvero yang sedang menikmati teh mereka karena hari ini hari minggu jadi Alvero memang tidak. Berangkat ke kantor, untuk hari minggu me time untuk keluarga nya.


" Fariz mau kemana? Kenapa buru-buru seperti itu" Tanya Livina karena Fariz baru saja datang kenapa malah mau pergi lagi.


" Fariz mau ketemu Kate, tadi waktu Fariz menelpon Kate, Kate kaya lagi kesakitan " Jelas Fariz, sambil meraih kedua tangan urang tuanya untuk salim.


"Why, kenapa sama calon menantu bunda? " Tanya Livina khawatir.


" Fariz juga belum tau bun, tau bun ya udah Fariz pamit, assalamu'alaikum " Ucap Fariz langsung berlari keluar.


Di mobil mobil menuju rumah sakit, ponsel Kate yang berada di kantong bajunya bi lala berdering. Bi lala pun langsung mengangkat nya.


" Halo" Ucap bi lala.


" Dimana Kate? " Tanya si penelpon.


" Maaf ini siapa? " Tanya bi lala balik.


" Saya pacarnya! " Rupanya Fariz yang menelpon Kate. Sebelum berangkat Fariz sempat kan untuk menelpon lebih dulu.


" Maaf non Kate lagi sakit dan kami sedang membawa menuju rumah sakit JVN" Jelas bi lala.


Tanpa mendengar jawaban sambungan telepon nya mati. Pertanda Fariz sudah berangkat menuju rumah sakit yahh di sebutkan bi lala tadi.


Sesampainya di rumah sakit Kate langsung di periksa oleh dokter, sementara mang Diman langsung pulang takut tuanya mencarinya. Dan bi lala mengurus administrasi nya, beruntung Kate memiliki black card pemberian almarhumah mamanya Alexa yang di temukan nya tersimpan di laci. Waktu dulu dia mencari ponsel Alexa.


Setiba nya Fariz di rumah sakit, Fariz langsung menuju resepsionis, menanyakan ruangan Kate.


" Ruangan Katerina Alexander dimana ? " Tanya Fariz


Sedangkan yang di tanya malah diam mematung, tak kuasa menahan ketampanan Fariz yang membuat mereka gagal fokus.


" Sus! " Tegur Fariz


" Halo suster" Ucap Fariz sambil menjentikkan jarinya di depan suster tersebut, seketika itu pun para suster langsung tersadar.


" E-eh i-iya mas" Ucapnya

__ADS_1


" Gimana sih di tanya malah ngelamun, saya tanya dimana ruangan Katerina Alexandra? " Tanya Fariz sekali lagi dengan nada kesal.


" Astagah, itukan tuan Fariz"


" MasyaAllah ganteng banget"


" Pegangin gue gak kuat liatnya" Kata para suster dan dokter melihat kedatangan Fariz.


Siapa sih yang gak kenal Fariz Jovano , apalagi status Fariz yang anak dari pemilik rumah sakit tersebut.


Bi lala yang mendengar nama nona muda nya di sebut menoleh ke arah Fariz setelah nya menyelesaikan urusan. Administrasi untuk nona mudanya.


" Permisi tuan mencari non Kate ya? " Tanya bi lala sopan.


" Iya di mana ruangan nya? " Tanya Fariz langsung.


" Mari tuan ikut saya " Ajak bi lala.


Kate baru saja di pindah ke lantai 4 dan bi lala juga baru saja di beri tahu oleh suster.


Cewek


Bi lala membukakan pintu ruangan Kate lebih dulu.


" Bi lala" Ujar Kate yang memang sudah sadar.


" Alhamdulillah non udah sadar " Kata bi lala.


" Fariz " Sapa Kate melihat Fariz masuk ke ruangannya.


" Kenapa ini" Ucap Fariz sedih lalu menghampiri Kate yang masih pucat di brankar.


" Gue gak papa" Kata Kate dengan senyumnya.


" Bibi pulang aja biar Fariz yang jaga Kate " Kata Kate pada bi lala.


" Iya non, kalau gitu bibi pamit, non cepat sembuh " Ujar bi lala pamit lalu keluar dari ruangan Kate.


" Gue keluar bentar " Kata Fariz.


Saat keluar rupanya Fariz menyusul bi lala yang belum jauh.


" Bi lala " Panggil Fariz.


Bi lala pun berhenti melangkah mendengar namanya di panggil.


" Eh Tuan Muda, ada apa? " Tanya bi lala pada Fariz.


" Kenapa Kate jadi terluka? " Tanya Fariz dingin.


" Sebenarnya..... " Bi lala pun menceritakan perlakuan keji dari semua orang rumah pada Kate bahkan ayahnya Kate sendiri tak segan memberi hukuman dan siksaan. Seperti tadi pagi Kate baru datang langsung mendapatkan cambukan.

__ADS_1


" Jadi begitu Tuan Muda, kasian sekali non Kate bi juga gak nyangka Tuan tega banget nyiksa anaknya sendiri" Jelas bi lala.


"Pantes saja Kate tadi pagi langsung minta ingin pulang" Batin Fariz.


" Jadi bibi harap Tuan jangan sakiti ya non Kate" Sambung bi lala.


" Iya bi saya gak bakalan nyakitin Kate, terimakasih bi cerita nya saya balik ke ruangan Kate dulu" Ujar Fariz.


" Iya Tuan Muda, bibi titip non Kate " Ucap bi lala, di jawab Fariz dengan anggukkan.


Setelah itu Fariz pun kembali keruangan Kate, saat Fariz masuk rupanya Kate tertidur menghadap miring ke samping kanan. Fariz duduk di kursi samping ranjang Kate. Mengelus rambut Kate dengan lembut.


" Gue gak nyangka ternyata keluarga lo begini, bahkan Kala gak bantuin lo " Kata Fariz. Selama ini Fariz memang tak perduli pada apa yang di lakukan Kala pada Kate dulu, tapi sekarang Fariz gak akan tinggal diam lagi.


" Gue bakalan jagain lo, gue gak bakal biarin mereka nyiksa lo kaya gini" Ucap Fariz pelan


Ponsel Fariz bergetar di saku celana nya, sengaja tidak Fariz bunyikan supaya kalo ada telepon atau yang lainnya tak menggangu Kate.


Fariz berjalan duduk di sofa dekat jendela,mengangkat telpon.


" Assalamu'alaikum bum" Ucap. Fariz.


" Kok gak ngabarin bunda sih, gimana keadaan calon menantu bunda gak kenapa- napa kan bunda khawatir tau" Jelas Livina.


" Jawab dulu salamnya bunda " Kata Fariz


"Waalaikumsalam" Jawab Livina


" Kate masuk rumah sakit bunda " Ujar Fariz menatap keluar jendela.


" What kenapa? , why? Jelasin mantu bunda kenapa?" Tanya Livina kepada putra semata wayang nya.


" Tadi setelah....." Mengalir lah cerita Fariz ynag menceritakan Kate. Seperti bi lala tadi.


Di mansion Jovano.


" What the.. F**k! Umpat Livina


" Bunda mulut nya gak sopan " Ucap Alvero.


" Habis habisnya bunda kesal ayah, tega banget kaya gitu sama anak kandung, ayah denger sendiri kan apa yang di bilang Fariz tadi, pokoknya bunda mau Kate tinggal sama kita".


" Sekalian nikahkan Fariz sama Kate juga gak papa" Ujar Fariz di telpon.


" Kamu denger kan permintaan anak kamu" Kata Livina.


" Terserah kalian sayang, aku gak masalah " Ujar Alvero memberi pendapat. Karena Alvero juga menyukai calon menantu tersebut, Setelah itu Fariz mematikan sambungan telepon nya dengan Livina


" Kita susul Fariz ya yah, bunda mau liat keadaan mantunya bunda " Ajak Livina.


" Dia juga menantu ku bun" Kata Alvero

__ADS_1


" Ya, ya menantu kita lebih tepatnya" Ucap Livina pasrah.


__ADS_2