Katerina Transmigrasi

Katerina Transmigrasi
Ketemu Camer


__ADS_3

Sepeninggal Livina Kate dan Fariz duduk di sofa dengan suasana yang sedikit canggung.


" Lo? Kenapa lo bilang sama nyokap lo kita pacaran" Ujar Kate.


" Biar bunda gue gak jodoh-jodohin gue lagi" Jawab Fariz.


" Tapi kita kan gak pacaran " Ujar Kate menatap heran Fariz.


" Nih cogan kesambet apa coba ngaku-ngaku pacar gue" Kata Kate dalam hati.


" Karena lo cewek gue" Balas Fariz.


" Tapi lo belum nembak gue " Kata Kate


Fariz yang mendengar itu pun langsung menoleh ke arah Kate dan ternyata Kate juga sedang menatapnya.


" Kalau gitu lo mau gak jadi pacar gue " Celutuk Fariz, membuat Kate sedikit kesal.


" Baru beberapa hari gue disini udah laris manis aja " Barun Kate.


" Lo gak romantis banget sih" Kata Kate dengan nada kesal, pasal mah dalam hati nya sedang bersorak-sorai kegirangan.


" Gue emang gak bisa romantis, mungkin waktunya terkesan cepat dan mendadak tapi gue beneran tulus sama lo, Katerina Alexandra, lo mau gak jadi pacar gue, pacar asli bukan pacar pura-pura kaya di depan bunda tadi" Jelas Fariz panjang lebar.


Kate yang mendengar pernyataan Fariz pun menunduk malu, mukanya sudah memerah bagai kepiting rebus, Kate memang belum cinta dengan Fariz tapi baru satu hari saja bersama Fariz bisa membuat Kate merasa nyaman dan aman.


" Kate " Ucap Fariz memegang kedua bahu Kate.


" I-iya mau" Ucap Kate malu-malu, Fariz yang melihat itu pun langsung tersenyum senang, menarik Kate kedalam pelukan nya,


" Lo mandi dulu, habis itu kita ke rumah bunda." Ujar Fariz.


" Sekarang banget nih? " Tanya Kate. Fariz mengangguk mengusap kepala Kate.


" Tapi gue gak punya baju" Kata Kate.


" Tenang aja gue udah beliin lo baju" Ujar Fariz menunjuk 2 buah paper bag, di atas sofa, terdapat beberapa baju untuk Kate, dia membeli nya sewaktu Kate tertidur tadi siang .


" Lo beliin gue" Kata Kate senang. Di angguki Fariz dengan senyuman.


" Ya ampun baik banget sih, makasih sayang " Ucap Kate , kemudian Kate langsung masuk kedalam kamar mandi.


Sedangkan Fariz masih mencerna perkataan Kate tadi yang sempat memanggilnya dengan sebutan sayang. Membuat Fariz salting.


" Dia mulai nakal" Gumam Fariz.


Di dalam kamar Kate sudah menyelesaikan ritual mandinya.

__ADS_1


" Hah" Kate mengangkat dress yang baru saja di berikan Fariz.


" Apa gue harus makai ini" Kata Kate mencoba dress nya. .


Dress berwarna hitam selutut dengan lengan sampai siku. Terlihat elegan dan anggun saat Kate memakai nya. Di pinggangnya juga terdapat akses tali ke belakang membuat pinggang Kate terlihat ramping.


" Cantik juga" Ucap Kate menatap pantulan dirinya di kaca, Kate. Di paper bag lainnya terdapat juga beberapa alat make up, Kate mengoles tipis make di wajahnya agar terlihat lebih cerah.


Kate langsung keluar setelah merasa penampilan nya sudah pas di matanya. Setelah keluar Kate dapat melihat Fariz yang juga sudah berganti pakaian, Fariz duduk di sofa sambil memejamkan matanya.


" Fariz " Fariz membuka matanya saat Kate memanggilnya.


Fariz menatap takjub ke arah Kate, yang terlihat sangat cantik memakai dress yang di belikan nya tadi.


" Cantik banget sayang" Ucap Fariz.


" Gue tau, emang cantik" Jawab Kate dengan PD nya.


" Ayo" Ucap Fariz mengandeng Kate keluar setelah itu mereka berdua langsung masuk ke dalam mobil. Kali ini Fariz membawa Kate menggunakan mobil, agar tak merusak tampilan Kate hanya kerana mereka naik motor.,


Belum juga sampai Fariz menghentikan mobilnya di samping nya ada bapak penjual kerupuk kulit . Rupanya Fariz. Membeli 2 bungkus jualan bapak tersebut. Fariz meletakkan kerupuk yang di belinya di kursi belakang dan melanjutkan kembali perjalanan mereka.


30 menit kemudian mereka pun sampai di sebuah mension. Satpam yang melihat mobil tuan muda mereka langsung membutuhkan


" Assalamu'alaikum" Ucap Fariz saat


Memasuki mansion Jovano.


" Ingat pulang juga kamu" Ucap Alvero ayahnya Fariz.


" Fariz sibuk ayah" Jawab Fariz.


" Fariz mana calon mantu bunda kamu gak ngajak Kate sayang " Ujar livina membolak balikan tubuh Fariz, siapa tau Kate terhalang tubuh Fariz yang kekar ini.


" Kamu gak ngajak Kate! " Ujar livina seperti orang yang mau menelan Fariz hidup-hidup.


" Ada bun, lo ! Mana Kate " Heran Fariz, Fariz pun berlari keluar mansion. Dan ternyata benar Kate Ada di sana.


" Kenapa gak masuk? " Tanya Fariz.


" Aku malu" Jawab Kate.


Saat ingin masuk bersama Fariz tadi dia merasa malu dan tak pantas.


" Gak papa sayang, bunda Nungguin lo" Ujar Fariz. Mengandeng tangan Kate membawanya masuk.


" Bunda " Ujar Fariz.

__ADS_1


"Wah, calon menantu bunda udah datang"Ujar livina menyingkirkan Fariz.


" Cantik kan yah" Kata Livina.


" Iya bun, kok kamu bisa suka sama Fariz kulkas 12 pintu itu? " Sinis Alvero ke arah Fariz.


" Yah! Aku ini anak kandung mu kan" Kesal Fariz.


Livina menggeleng kan kepalanya mendengar perdebatan bapak dan anak tersebut setiap kali bertemu mereka selalu begitu. Sedang kan Kate hanya diam sambil menundukkan kepala nya. Melihat keharmonisan keluarga Fariz.


"Jadi kangen, seandainya keluarga Alexa harmonis kaya gini gue pasti bakalan bahagia hidup di sini" Gumam Kate sedih.


Mereka yang menatap Kate menunduk sedih pun paham. Karena mereka sudah menyelidiki siapa Kate sebenarnya, mereka juga tau Kate adalah anak yang terabaikan oleh keluarga nya.


" Sayang" Ucap Fariz memeluk Kate seraya menenangkan nya.


" Aku gak papa" Kata Kate di sertai senyum yang di paksakannya.


"Kamu jangan sedih anggap saja kami keluarga mu" Ujar Livina dengan lembut.


" Tak apa jika keluarga mu tidak menerimamu, kami di sini siap untuk menerimamu" Timpal Alvero.


" Kalian tau" Lirih Kate, di angguki mereka.


" Sudah jangan sedih lagi, gimana kalo kita makan saja" Di setujui oleh mereka semua.


Livina pun menarik Kate membawanya menuju meja makan.


" Ayo" Membuat dia lelaki buang tersisa terpaksa mengikuti nya.


Mereka makan malam dengan bahagia sambil bercanda ria, acara makan itu terasa sangat menyenangkan karena kehadiran Kate, Kate juga sudah tak canggung lagi bersama kedua Fariz. Malah dia merasa sangat berada di tengah-tengah keluarga Jovano.


Pukul 22:44 Kate pamit berpamitan ingin pulang, namun bukannya mengantar Kate pulang Fariz malah membawa Kate kembali ke apartemen nya.


"Ko malah kesini? " Tanya Kate heran.


" Nginep di sini aja ya " Ujar Fariz muka memelas.


" Baiklah "kata Kate membuat muka Fariz langsung sumringah.


" Tapi kamarnya cuma 1 yang kosong, gue tidur sofa saja " Kata Kate.


" No kita tidur di kasur sayang " Ujar Fariz.


"Enggak" Tolak Kate menyilang tangan ke dadanya.


Fariz terkekeh dengan tingkah Kate terlihat menggemaskan dimata nya.

__ADS_1


Setelah bersih-bersih dan menganti pakaian nya Kate dan Fariz merebahkan tubuh mereka ke kasur. Kate berbalik membelakangi Fariz. Tangan Fariz telurur memeluk pinggang Kate, sontak saja Kate langsung ingin melepaskan pelukan Fariz.


" Tenang sayang, gue cuma mau peluk" Bisik Fariz, membuat Kate menjadi merasa tenang sampai akhirnya mereka tertidur.


__ADS_2