Kehidupan Manis Setelah Patah Hati

Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Tragedi


__ADS_3

Nama nya pak Tatang, seorang satpam yang bekerja salah satu sekolah swasta yang berada di kota XX.


Pak Tatang pulang satu minggu sekali atau dua minggu sekali, karena jarak rumah dan tempat kerja yang cukup jauh, serta dia tidak mempunyai kendaraan jika harus pulang pergi.


Malam itu pak Tatang tidak pulang, dia menginap tidur dan bermalam di mes yang telah di sediakan oleh pihak sekolah.


Sayup-sayup terdengar suara ribut-ribut di luar gerbang, tadinya pak Tatang tidak peduli. Tapi akhir nya pak Tatang bangun juga


dari tidur nya, takut juga jika keributan tersebut mengancam keamanan sekolah.


Ada apa nih malam-malam ramai begini?


Di seberang sekolah, samar terlihat ada seorang wanita yang di seret keluar menuju halaman toko bangunan yang tidak terlalu luas.


Tadi nya pak Tatang hanya iseng untuk merekam video di hpnya. Namun saat pak Tatang mendekat ke arah


kerumunan, betapa terkejut nya dia, bahwa seorang wanita itu adalah Dina. Ya Dina, istri dari Cahyana.


Pak Tatang mematikan video nya dan mencoba bertanya kepada salah satu bapak-bapak yang tadi menarik Dina.


"Ada apa ini pak?".


"Ini dia telah berbuat mesum di kontrakan pak haji".


"Padahal wanita itu juga bersuami". Deg jawaban dari bapak yang satunya lagi membuat pak Tatang terkejut.


"Apa bapak-bapak sekalian tau siapa suami dari wanita itu".


"Tidak". Sedikit bernafas lega mendengar jawaban bapak-bapak itu.


Syukur alhamdulillah, setidaknya tidak akan merusak nama baik pak Iyan.


"Mungkin lelaki yang bersamanya itu adalah suaminya pak". Pak tatang pura-pura tidak tau.


"Coba deh bapak aktifkan bluetooth biar saya kirim video nya. Biar bapak bisa menyimpulkannya sendiri". Pak Tatang mengangguk lalu mengotak-atik ponsel nya.


Terkirim.


Pak Tatang langsung memasukkan hp nya ke dalam saku celana, dia tidak langsung membuka dan melihat video itu.


Di kerumunan tersebut terdengar beberapa umpatan,


"Dasar wanita tidak tau diri".


"Lelaki suka jajan".


"Suami lelah bekerja dia malah mesum".


"Apa tidak malu mesum di rumah ibu sendiri".


"Seret saja keduanya ke polisi".

__ADS_1


"Beritahu suaminya". Terlihat Dina menggeleng cepat.


Dan masih banyak lagi kata-kata yang tidak enak untuk di dengar.


Sial! Sial! Aku ketahuan warga mana sampai di grebek lagi. Umpat Dina dalam hati sambil tertunduk.


mungkin Dina lupa, kalau hari sial memang tidak ada tanggal merah di kalender. Serapat-rapatnya mengubur bangkai, baunya pasti tercium juga.


Bayangannya, pasti Cahyana akan menggugat cerai.


Anak-anak akan di bawa Oleh Cahyana karena Dina tidak punya pekerjaan, sedangan meraka sudah tidak asi kecuali si bontot Nazwa.


Di sela keramaian tersebut, datanglah ibunya Dina sambil membawa Annisa dan Nazwa dalam gendongan. Ibunya menangis tersedu, namun tidak banyak yang bisa dia lakukan.


Akhirnya, pak RT meminta ibunya Dina untuk meninggalkan kontrakan tersebut dan membawa semua barang yang ada.


Mau tidak mau ibunya langsung mengemasi barang-barang yang bisa di bawa malam ini, urusan kasur, piring, lemari dan barang berat lainya bisa nanti dia bawa kembali.


Sengaja Dina pun ikut bersama ibunya karena dia belum siap jika harus bertemu dengan Cahyana. Dina membawa serta Annisa dan Nazwa, karena tadi Use tidak ikut.


Epilog


Pagi hari Cahyana tiba di hadapan pak Tatang yang sudah menunggunya di depan gerbang.


"Mana buktinya". Tanpa basa-basi Cahyana langsung saja menanyakan bukti itu.


Pak Tatang langsung memberikan video yang ada pada ponsel nya. Cahyana terkejut, rupanya di dalam video tersebut adalah seorang wanita dan laki-laki yang sedang berpelukan.


Belum putar video itu, Cahyana malah mengirimkan video tersebut ke ponselnya melalui sambungan bluetooth dan mengahapus video yang ada di posel Pak Tatang.


Namun sebelum nya Cahyana sudah melihat video Dina sedang bersama laki-laki serta di arak ke halaman toko bahan bangunan.


"Terimakasih pak". Cahyana memberikan kembali ponsel milik pak Tatang dan di terima dengan anggukan.


Cahyana berlalu dari hadapan pak Tatang, dan berjalan sedikit tergesa menuju kantor nya.


Cahyana menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan. Menyiapkan diri jika nanti apa yang dia lihat akan melukai hatinya.


Play. Cahyana mulai memutar video yang tadi di kirim dari ponsel pak Tatang.


Dalam video tersebut, cuaca yang sedikit redup sepertinya itu rekaman video sore hari. terlihat seorang laki-laki berbadan besar


namun tidak terlalu tinggi berjalan menuju kontrakan mertuanya, dia mengetuk pintu dan yang membuka pintu tersebut ternyata adalah Dina tidak lain adalah Istri Cahyana.


Mereka berciumam dengan kondisi pintu yang terbuka, lalu Dina menarik laki-laki itu masuk ke dalam rumah.


tidak berapa lama, ibunya Dina keluar dari rumah sambil menggendong Nazwa dan menuntun Annisa dengan membawa tas yang tidak terlalu besar.


Di video yang ke dua, terlihat seorang laki-laki bertubuh tinggi dan berbadan besar dengan perut buncitnya datang


menghampiri Dina yang sedang berada di luar, seperti nya memang Dina menunggu ke datangan pria tersebut.

__ADS_1


saling berpelukkan, cium pipi kanan dan pipi kiri. Dina memeluk pinggang pria itu dan membawanya masuk.


Tentunya itu adalah video dari rekaman cctv yang ada di dekat kontrakan pak haji.


Di video ke tiga, adalah video amatir yang di ambil dari ponsel warga yang menggrebek kejadian tersebut.


Warga pun menunggu dengan sabar agar laki-laki dan perempuan yang ada di dalam menuntaskan hasratnya terlebih dahulu.


Agar ketika di seret keluar, laki-laki dan perempuan itu sudah memakai baju nya kembali dengan lengkap.


Berarti isu dan gosip itu bukanlah hanya sekedar cerita, itu adalah nyata dan sekarang terbukti.


Tentu Cahyana sangat marah dengan kejadian ini,


Rasanya Cahyana ingin sekali melempar hp nya.


***


[Nanti pulang sekolah main ke kota yu]. Cahyana mencoba mengalihkan pikirannya dengan mengirim pesan kepada Oriza.


Kebetulan sekali, aku pun ingin membeli buku. Setidaknya jika bersama dia aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk ongkos.


[Ayo, aku ingin membeli buku di pedagang kali lima dekat mesjid agung XX]. Cahyana tersenyum, kebetulan sekali


[Mau pulang dulu].


[Iya seperti biasa].


[Baiklah Aa akan izin tidak mengajar jam sore].


[Oke].


Rasanya ingin segera selesai saja kegiatan belajar mengajar ini.


Gumam Cahyana lirih, tapi dengan raut wajah yang semangat.


beralih pikiran pada Dina,


Tidak ku sangka kau menghianati ku dengan nyata, dengan semua sadarmu. Cahyana


Berulang kali Cahyana mencoba untuk menghubungi Dina Namun tidak di angkat, bahkan nomor telpon nya tidak aktif.


Tidak lupa, Cahyana juga menghubungi mertuanya namun nihil, nomor nya pun tidak aktif.


Pergilah kemana pun kau mau, tapi jangan bawa anakku.


Menghubungi Dina bukan berarti Cahyana menginginkannya, namun dia khawatir kepada anak-anaknya


Aku benci padamu, ibu dari anak-anaku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2