Kehidupan Manis Setelah Patah Hati

Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
OSIS (Part 1)


__ADS_3

Sore hari, malam hari bahkan esok pagi pun Cahyana tidak ada mengirim pesan kepada Oriza.


Dia hanya ingin berbicara langsung dengan Oriza, akhirnya Cahyana berangkat lebih pagi agar bisa bertemu lebih dulu dengan Oriza.


Sengaja Cahyana menunggu Oriza di depan pintu kantornya, berbicara dengan ketua dan wakil ketua OSIS.


Namun baru saja berbasa-basi, tiba-tiba Oriza muncul dan menghentikan pembicaraan Cahyana dan anggota OSIS.


Oriza berhenti di hadapan Cahyana karena Cahyana yang memanggilnya.


"Jam istirahat kalian ke kantor bapak yaa". Cahyana berujar di sambut dengan anggukkan ketua dan wakil ketua OSIS tersebut.


"Masuk yu". Cahyana tidak mau ada yang mendengar pembicaraan nya dengan Oriza. Oriza pun mengikuti langkah Cahyana dari belakang.


"Kemarin berangkat renang dengan siapa?". Cahyana sedikit menahan emosi.


"Dengan teman".


"Naik motor? Laki-laki?". Cahyana langsung menodong Oriza dengan pertanyaan.


"I-iya. kenapa tahu?".


Dia tahu dari mana?


"Pak Tatang yang memberi tahuku". Oriza hanya merunduk


"Kenapa pergi bersama dia?".


"Kebetulan satu arah, dan... ".


"Dan?". Cahyana mentapa Oriza.


"Aku tidak punya ongkos, hanya cukup untuk ongkos pulang". terang Oriza


Ketahuan deh.


"Kenapa tidak bilang?".


"Aku tidak mau merepotkan".


"Aa kan bisa antar, atau paling tidak Aa akan kasih untuk ongkos". Cahyana mulai luluh.


Yang ada malu aku kalau bilang.


"Maaf".


"Lain kali bilang yaa jika perlu atau butuh sesuatu.


Kalau Aa mampu, Aa akan usahakan semaksimal mungkin".


Oriza mengangguk "Terimakasih".


Oriza lalu pamit untuk pergi ke kelasnya.


Cahyana menarik napas pelan, semakin dia sayang semakin pula dia cemburu.


Jam istirahat pun tiba.


Seperti yang telah di janjikan, ketua dan wakil ketua OSIS datang menuju kantor Cahyana.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk". Kedua orang itu mengangguk setelah di persilahkan masuk oleh Cahyana.


"Maaf tadi pembicaraan sempat terputus".


***


Di dalam kelas.


[Jangan lupa nanti istirahat ke kantor pak Iyan]. Ketua


[Oke siap]. Wakil ketua.


Teng... Teng... Teng...


Seperti yang sudah di janjikan, ketua dan wakil ketua OSIS berjalan beriringan menuju kantor Cahyana.


Dari kejauhan terlihat Cahyana sedang berdiri di depan pintu kantor nya mengawasi siswa-siswi.

__ADS_1


Tapi tunggu...


Seperti nya mata Cahyana sedang fokus pada satu arah saja. Ketua dan wakil ketua itu mengikuti arah pandang Cahyana.


Rupanya pandangan Cahyana mengarah pada


Oriza yang sedang duduk di bangku kantin, sedang mengobrol dengan salah satu siswa STM.


Ketua dan wakil ketua itu saling pandang lalu tersenyum.


"Assalamu'alaikum, pak". Dua orang anggota OSIS itu sudah sampai di depan Cahyana.


"Wa alaikumsalam, e-eh". Cahyana kaget dan gugup.


'Sejak kapan mereka ada di dekatku'. Cahyana tampak malu


"Maaf tadi pagi obrolan kita tidak selesai". Cahyana


"Tidak apa-apa pak". Ketua


"Terimakasih, ayo masuk". Cahyana mengajak ke dua orang itu masuk ke dalam


kantor nya, karena tidak pantas jika membicarakan hal penting sambil berdiri.


Ketua dan wakil ketua OSIS itu mengangguk dan mengikuti langkah Cahyana dari belakang. Lalu duduk di kursi yang telah di tunjuk oleh Cahyana.


Cahyana dan ke dua orang itu duduk saling berhadapan, hanya terhalang oleh meja di antara mereka.


"Baiklah, apa yang ingin kalian bicarakan?". Cahyana memulai pembicaraan.


"Begini pak, ketua OSIS beserta jajaran nya sudah hampir selesai masa jabatan".


Cahyana mengedipkan mata sambil mengangguk.


"Selain masa jabatan yang sudah habis,


kami dan anggota OSIS SMK kelas dua belas sebentar lagi akan menjalani serangkaian test untuk


lulus dari sekolah ini.


Seperi Sidang PRAKERIN, Ujikom, serta ujian nasional, karena waktu yang cukup terbatas, Maka menurut saya


"Apakah kalian sudah punya calon ketua OSIS yang baru?". Cahyana menanggapi obrolan dari sang ketua.


"Anggota sudah ada beberapa yang mencalonkan diri pak". Jawab ketua sopan


"Ohya? Siapa saja mereka?" Apa termasuk Oriza? Ucap Cahyana dalam hati tentunya.


"Ada Ilham kelas sebelas STM, dan Mila kelas sebelas Smea". Jawab wakil ketua OSIS menyebutkan


beberapa orang anggota yang sudah mengajukan diri untuk menjadi ketua.


"Hanya dua kandidat?". Cahyana memastikan.


Ketua dan wakil ketua mengangguk.


"Bagaimana jika Oriza di masukkan sebagai kandidat?


Agar kandidat lengkap tiga orang?". Cahyana mencoba mengusulkan


"Baik pak akan kami masukkan Oriza sebagai kandidat". Ucap ketua sambil menangguk.


"Kira-kira kapan waktu pemilihan tersebut?". Cahyana


"In Syaa Allah minggu depan pak.


Karena kandidat akan menyampaikan visi dan misi mereka di hadapan


semua siswa-siswi SMK saat upacara nanti". Ketua


"Baiklah bapak setuju". Ucap Cahyana sekaligus mengakhiri obrolan mereka.


***


Kumpul OSIS ketika pulang sekolah.


"Terimakasih untuk yang sudah hadir.


Pertemuan mendadak kali ini hanya ada beberapa point yang akan saya sampaikan.

__ADS_1


Yang pertama mengenai kandidat calon ketua OSIS yang baru yaitu Ilham, Mila, dan juga Oriza.


Kenapa aku jadi kandidat? Aku kan tidak mencalonkan diri. Oriza tidak terima.


Yang kedua, visi dan misi ketiga kandidat calon ketua OSIS akan di sampaikan hari senin setelah selesai upacara". Wakil ketua


"Apakah ada pertanyaan?". Ketua


Oriza terlihat mengangkat tangan kanan nya.


"Kak saya kan tidak ada mengajukan diri untuk menjadi ketua OSIS". Oriza


"Ini sebagai pelengkap kandidat saja". Jawab ketua sambil tersenyum.


Pelengkap? Istilah dari mana si itu.


*Kalau aku terpilih tetap saja harus bertanggung jawab.


Diam kau otak jalani saja dengan ihklas*. Hati dan otak Oriza saling berbicara.


Tentu saja ini adalah usul dari Cahyana.


Ketua pun menyadari bahwa sedari tadi Cahyana menyimak pembicaraan mereka di depan kelas.


"Baiklah pertemuan kali ini selesai, semangat untuk kalian yang telah menjadi kandidat.


Dan jangan lupa persiapkan visi dan misi kalian". Wakil ketua


"Untuk yang belum bisa jadi kandidat saya harap tidak berkecil hati.


Siapapun yang nantinya akan menjadi ketua, kita tetaplah satu kesatuan". Ketua


"Terimakasih atas waktunya, Wassalam". Wakil ketua


Semua anggota membubarkan diri setelah menjawab salam dari wakil ketua OSIS.


Epilog


[Kenapa tadi sepulang sekolah terlihat murung?]. Cahyana mengirim pesan kepada Oriza setelah selesai jam mengajar sore.


[Tidak apa-apa]. Oriza


[Ayo cerita, siapa tahu Aa bisa bantu]. Cahyana


[Aku hanya keberatan di usulkan sebagai kandidat calon ketua OSIS]. Cahyana hanya tersenyum membaca pesan balasan dari Oriza.


[Tidak apa-apa, lagian kan belum tentu terpilih menjadi ketua]. Cahyana


[Aku hanya tidak ingin terbebani dengan beban tanggung jawab di sekolah,


aku hanya ingin fokus belajar]. Oriza


Setelah membaca pesan terakhir dari oriza, perasaan menyesal menyusup dalam hati nya.


Namun entah mengapa Cahyana sangat percaya dengan kemampuan Oriza.


***


Beberapa waktu telah berlalu, hari Senin itu akhir nya tiba juga. Semua siswa-siswi beserta staff guru mengikuti upacara bendera dengan tertib.


Sudah beberapa kali upacara, Oriza selalu ada di belakang panggung untuk menyiapkan


bendera dan melipatnya. Pernah sesekali yang melipat bendera bukan Oriza, tapi hasil nya malah kacau.


Ada yang benderanya terbalik, atau yang paling parah benderanya berbelit. Namun setelah beberapa kali


upacara dan Oriza yang bertugas melipat bendera, upacara pun berjalan dengan lancar.


Tidak ada insiden bendera terbalik atau pun benderanya yang berbelit.


Upacara bendera telah selesai, waktunya sesi pengumuman.


Yaitu mengumumkan beberapa kandidat calon ketua OSIS yang di sampaikan langsung oleh Cahyana sebagai pembina OSIS.


Tiba saatnya Oriza di panggil untuk naik ke atas podium menyampaikan visi misi nya sebagai calo ketua OSIS.


Bismillah...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2