Kehidupan Manis Setelah Patah Hati

Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Rencana Berlibur


__ADS_3

Cahyana semakin mengagumi Oriza. Selain Oriza gadis manis, mandiri, dia juga adalah salah satu


siswi berprestasi di SMK XX itu. Entah mengapa Cahyana sangat tertarik kepada Oriza, bahkan terkadang jika sedang di sekolah Cahyana tak pernah menghubungi Dina


istrinya untuk sekedar menanyakan kabar anak istri, atau sekedar bertanya sudah makan atau belum, seperti kebanyakan seorang suami pada umum nya.


Aneh nya, Cahyana malah takut kalau Oriza tau bahwa dia telah memiliki seorang istri dan ketiga anaknya di rumah.


Ya di rumah hanya ada tiga anak kandung Cahyana, karena satu anak dari bawaan Dina di asuh Oleh Neneknya tak lain adalah Ibu dari Dina sendiri.


Anak itu tidak mau ikut bersama Dina ibu kandungnya, dia lebih nyaman tinggal bersama neneknya.


Teng... Teng... Teng...


Bel istirahat berbunyi, kebanyakan anak-anak berhamburan menuju kantin, mungkin takut kehabisan.


Karena memang kantin yang hanya ada satu, selain itu tidak ada penjual lain di dalam lingkungan sekolah kecuali yang berjualan di luar gerbang.


Tak terkecuali Oriza. Dia bersama teman sebangkunya Lani berjalan santai menuju kantin.


Penumpukan dan antrian yang cukup panjang terjadi, namun tidak menjadi masalah karena petugas kantin yang ada tiga orang.


"Teh aku ini yaa, jadi berapa totalnya?". Oriza


"Ambil saja Za, jajanan nya sudah di bayar". Norma yang menjawab.


Apa! Dibayar? Siapa yang membayarnya. Oriza nampak bingung,


pasalnya dia belum menyodorkan uang nya tadi.


"Yasudah terimakasih ya teh". Oriza berlalu tapi masih menyisakan tanda tanya di hatinya.


Ingin bertanya pada Norma, tapi seperti nya sedang sibuk sekali melayani pembeli.


Dari kejauhan Cahyana melihat Oriza yang sedang berada di kantin. Terlihat Oriza hanya membeli baso ikan, pilus, dan air mineral kemasan botol.


Sengaja Cahyana tidak menghubungi Oriza karena takut menganggu jam istrahatnya,


apalagi Cahyana tidak mau menganggu kalau-kalau Oriza sedang makan jajanan dari kantin tadi.


Lebih baik Cahyana tunggu jam pulang sekolah, Ada rapat OSIS hari ini untuk membahas rencana liburan nanti.


Rapat di mulai setelah pulang sekolah atau setelah kegiatan belajar mengajar selesai.


Teng... Teng... Teng...


Bel berbunyi sebagai tanda kegiatan belajar mengajar telah selesai. Sebagai yang telah terjadwalkan, hari ini ada rapat


OSiS, maka semua anggota OSIS pun berjalan keluar dari kelas mereka masing-masing menuju sanggar OSIS.


Cahyana pun di panggil oleh salah satu anggota OSIS setelah semua anak-anak kumpul.


"Assalamu'alaikum, pak iyan. Sudah di tunggu sama anak-anak di sanggar OSIS untuk rapat". Cahyana hanya


menjawab dengan menganggukkan kepala dan berlalu pergi menuju ruang rapat.

__ADS_1


Hati Cahyana sedikit berbunga-bunga mengingat Oriza pun pasti mengikuti rapat dan sedang berada di ruang itu.


Melangkah dengan pasti Cahyana pun masuk ke ruang rapat. Mengedarkan pandangan, yang pertama kali dia cari adalah sosok Oriza.


Setelah menemukan Oriza, Cahyana sedikit menyembunyikan senyum. Menarik nafas lalu memulai rapat.


"Assalamu'alaikum, terimakasih kepada rekan-rekan yang sudah mau meluangkan waktu nya untuk menghadiri rapat ini". Sebenarnya Cahyana sedikit gugup


dan malu berbicara di depan Oriza, namun Cahyana berusaha bersikap se profesional mungkin.


Rapat berjalan dengan lancar, menggunakan sistem voting untuk beberapa tempat objek wisata yang ada di kota XX. Ada beberapa objek wisata yang menjadi pilihan,


kolam pemandian air panas, Kebun Binatang, dan Kawah Putih.


Setelah voting hasil akhir keluar, suara terbanyak jatuh kepada kolam air panasi, dan Kawah Putih. Maka di putuskanlah minggu depan akan berlibur ke daerah pegunungan yang ada di kota XX.


Besok profosal kegiatan akan di buat dan akan secepatnya di serahkan kepada kepala sekolah untuk meminta izin di selenggarakannya kegiatan ini.


Semoga dapat acc. Batin semua anggota


***


Ke esokan harinya, beberapa anak OSIS berbagi tugas. Ada yang menyiapkan profosal, membuat susunan


acara, dan berkeliling ke setiap kelas untuk mengajak siswa siswi dari kelas lain di luar OSIS barang kali ada yang mau ikut.


Oriza adalah salah satu anggota yang berkeliling kelas guna mengajak dan mencatat siapa-siapa saja yang mau ikut.


Dengan biaya yang cukup terjangkau untuk kalangan pelajar. Sudah termasuk biaya tranport dan tiket masuk, jadi untuk bekal bawa masing-masing.


Kenapa Oriza tidak pernah mau menghubungi ku terlebih dahulu. Cahyana membatin,


seperti ada yang mencubit hatinya, terasa sedikit sakit dan merasa di abaikan.


Lama Cahyana melihat-lihat pesan dari Oriza yang telah lalu, Cahyana sedikit bingung membuka pesan


draf yang tiba-tiba terlihat seperti ada tulisan, karena penasaran Cahyana pun membuka pesan tersebut dan membacanya.


Cantik memang aku akui


Usia muda pun ia miliki


Lain dengan diri ku ini


Yang telah lama engkau gauli


Pantas saja


Kau sampai mabuk kepayang


Kau sampai lupa daratan


Hingga


Aku tak lagi dibutuhkan

__ADS_1


Baju baru kau sayang-sayang


Kain lapuk kau buang-buang


Dulu 'ku kau bangga-banggakan


Setelah bosan engkau campakkan


Kutersisih tak terpakai lagi


Dari pelukanmu dan kasih sayangmu


Kutersisih tak dikenal lagi


Dari pandanganmu dan perhatianmu


Cahyana mengkerutkan kening tanda dia sedang berpikir.


Siapa kiranya yang menulis kata-kata ini? Seingatku, tak ada yang meminjam ponselku.


Sambil memijat keningnya di bersandar pada sandaran kursi.


Atau ini tulisan Dina?. Mata Cahyana melotot. Berarti dia sudah mengetahui kalau aku sering menghubungi Oriza.


Cahyana tampak lemas bersandar pada sandaran kursi di kantor nya.


***


Berada di rumah dan dekat dengan Dina istrinya, Cahyana merasa ada yang berbeda dari Dina.


*Benarkan, sepertinya Dina sudah mengetahui perselingkuhanku.


Tapi kenapa dia tidak marah-marah seperti seperti kebanyakan wanita*?


Tidak biasa nya Dina hanya diam saja. sambil menyiapkan makan, biasanya dengan cerianya Dina bercerita tentang ketiga anak nya yang masih kecil-kecil dan belum sekolah itu.


Bercerita tentang keseruan dan keruwetan dalam mengurus ketiga anaknya, dari Cahyana berangkat di pagi hari, hingga Cahyana pulang menjelang sore hari.


Namun kali ini rumah terasa sunyi, tidak ada lagi keceriaan dan suka cita.


Yang aku tahu, wanita mampu menyembunyikan rasa cinta nya. Namun seorang wanita tidak akan mampu menyembunyikan rasa cemburunya.


Benar kata pepatah yang menyebutkan


"seorang ibu adalah jantung di dalam rumah tangga, pusat kehidupan".


*Ya Tuhaaannnn, aku harus bagaimana? Aku tidak ingin jauh dengan Oriza, tapi aku pun tidak akan sanggup jika


harus berpisah dengan ketiga anakku, apalagi berpisah dengan Use anak lelakiku*.


Cahyana mengadu kepada Tuhannya di ujung malam yang panjang, malam yang sunyi.


Menurut Cahyana, dia telah dengan tidak sengaja menyakiti hati istrinya, yang dulu sangat dia cintai.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2