Kehidupan Manis Setelah Patah Hati

Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Senang Dan Sedih


__ADS_3

"Apa kamu pulang bersama cucuku?" Tanya ibu nya Cahyana, kehkawatiran terlihat jelas pada garis wajahnya.


"Iya mah, sekarang Nazwa sedang tidur. Aku mau mandi dulu". Ibunya Cahyana hanya mengangguk.


Dia berlalu menuju rumah Cahyana ingin melihat Nazwa cucu nya yang sedang tidur, rasa nya rindu sekali.


Cahyana tidak menceritakan tentang dua anak nya yang lain, takut mempengaruhi kondisi kesehatan ibunya.


Cahyana hanya berbagi cerita kepada adik bungsunya.


"Aa sudah sampai di rumah". Tidak lupa Cahyana mengabari Oriza.


Loh, tidak lama?


"Istirahat lah".


"Nanti malam aa telpon yaa".


Kenapa kalau telpon harus malam sih? Aku juga kan ingin istirahat.


"Iya".


Nazwa sudah tidur mungkin dia sangat lelah karena memang perjalanan yang cukup jauh memakan waktu hingga tiga jam.


Cahyana segera membersihkan diri di kamar mandi, melepas semua lelah dan keringat setelah seharian di luar rumah.


Hati nya sungguh bahagia bisa membawa Nazwa pulang, dan perjalanan yang jauh nya tidak berakhir dengan sia-sia.


Perasaannya kepada Dina sudah habis tidak tersisa. Sekarang Cahyana mencurahkan cinta kasih kepada ke tiga anaknya juga Oriza.


Saat Cahyana keluar dari kamar mandi, Nazwa rupanya sudah bangun dan sedang duduk di pangkuan abah nya, ayah dari Cahyana.


"Nazwa makan yaa? Ayah siapkan?".


Nazwa mengangguk sambil bergumam "Mamam mamam... ".


Segera Cahyana masuk kedalam rumah dan sedikit menyisir rambutnya. Cahyana lalu menyiapkan nasi dan menyiramnya dengan kuah sayur.


Prok.. Prok..


Nazwa bertepuk tangan, sepertinya dia juga sudah sangat lapar. Nazwa makan dengan lahap, Cahyana menyuapi Nazwa hingga tidak terasa nasi beserta sayur yang ada di mangkok tandas tidak tersisa.


Malam pun tiba, Nazwa ingin tidur bersama neneknya. Cahyana pun tidak bisa memaksa, mungkin kedua orang itu sedang saling merindukan.


Panggilan terhubung.


"Sudah tidur?". Ucap Cahyana kepada Oriza.


"Belum".


"Apa sedang ada yang di kerjakan?". Takutnya mengganggu begitu pikirnya.


"Hanya sedang menyiapkan baju untuk praktek renang besok".


"Oohhh. Di kolam renang mana?".


"Di kolam renang XX".


"Kebetulan itu kolam renang dekat dengan rumah Aa".


Terus?


" Ohya?"


"Besok sebelum berangkat ke kantor Aa dulu ya".


"Ada apa?".

__ADS_1


"Ada sesuatu yang ingin Aa sampaikan".


Apa itu?


"Iya"


"Ya sudah selamat tidur dan beristirahat".


Begitu saja telpon nya? Tidak penting.


Ke duanya sepakat mengakhiri telpon.


" Hhhaaaahhhh...". Cahyana pun mulai berbaring di kasur nya yang nyaman.


Meluruskan pinggang dan punggung nya yang sangat pegal setelah perjalanan jauhnya tadi pagi hingga sore hari.


Diam hening Cahyana menatap langit-langit kamarnya, Perlahan matanya mulai berat dan berair karena sangat lelah


dan mengantuk, hingga tidak terasa matanya mulai terpejam dan tenggelam dalam tidur nya. Bersiap menyambut hari esok.


Pagi hari Cahyana telah bersiap dan tubuh nya sudah segar seperti menemukan semangat baru.


Beberapa siswa-siswi sudah ramai berdatangan menuju gerbang sekolah. Di halaman sekolah pun terlihat di beberapa sudut ada


siswa-siswi yang sedang ngobrol, jajan di kantin, ngemil sambil ngobrol kesana kemari, ada juga beberapa siswa yang main bola ringan.


Cahyana pun sudah sampai di kantor nya.


"Sudah berangkat?". Seperti biasa Cahyana pasti mengirim pesan kepada Oriza.


"Sudah, ini di kelas lagi sarapan". Tumben Oriza sepagi ini sudah ada di kelasnya, begitu pikir Cahyana.


"Ya sudah nanti bisakan jam istirahat ke kantor Aa?".


"Iya". Aku juga ingat. Begitu maksud Oriza.


Teng... Teng... Teng...


Jam istirahat pun tiba.


Dari kejauhan, Cahyana melihat Oriza menuruni tangga dia berjalan menuju kantin sebelum akhirnya Oriza menghampiri Cahyana yang sedang berada di depan pintu kantor nya.


"Masuk yuk".


"Makanannya?"


"Tidak apa-apa, bawa masuk saja".


"Baiklah". Oriza mengikuti langkah Cahyana dari belakang. Dan duduk di kursi yang di tunjuk oleh Cahyana.


"Kemarin Aa sudah berhasil membawa Nazwa pulang". Sengaja Cahyana menggantungkan kalimatnya.


" Syukurlah".


"Tapi... ". Cahyana tampak ragu melanjutkan kalimatnya, dia menunduk.


Tapi apa?


"Ada apa? Apa semua baik-baik saja?". Tanya Oriza.


"Annisa dan Use tidak pulang bersama ku". Suara Cahyana agak berat.


"Kenapa?".


"Dina mengirim mereka ke panti asuhan, dan aku tidak tau di panti asuhan mana serta di kota mana mereka


tinggal". Terlihat gurat kesedihan pada wajah Cahyana.

__ADS_1


Aku harus menjawab apa?


Oriza hanya diam saja menanggapi cerita Cahyana. Tapi bagi Cahyana itu saja cukup membuatnya lega, setidaknya Cahyana ada teman untuk berbagi lukanya.


"Jadi renang setelah pulang sekolah?". Cahyana mencoba mengalihkan pembicaraan agar tidak terlalu sedih.


"Iya".


"ini". Cahyana memberi sesuatu kepada Oriza.


"Apa ini?".


"Ini adalah kartu akses masuk ke kolam renang itu. Tunjukkan saja kartu ini kepada petugas tiket, dia akan langsung tau pemilik kartu ini.


kamu tinggal masuk saja, tidak usah bayar".


Oriza manggut "Terimakasih". Cahyana hanya tersenyum


Oriza pun pamit untuk kembali menuju kelasnya.


Tidak terasa jam belajar mengajar telah selesai untuk hari ini, siswa-siswi berhamburan keluar dari kelasnya.


Oriza pun terlihat berjalan sendiri menuju gerbang setelah sebelum nya Oriza pamit kepada Cahyana yang selalu setia menunggu di depan pintu kantornya ketika jam pulang tiba.


***


Sepulang sekolah...


[Za kamu jadi renang sepulang sekolah?]. Pesan dari teman Oriza


[Memangnya Kenapa?].


[Mau bareng tidak? Kebetulan satu arah].


Kebetulan juga aku tidak punya ongkos, hihi


[Ayo, tunggu aku di depan gerbang yaa].


[Oke].


Pria itu adalah Seno, dia adalah seorang ketua karang taruna sama seperti Oriza. Bedanya, Oriza menjabat sebagai bendahara.


Oriza dan Seno juga cukup dekat selain karena rumah mereka bertetangga, Seno juga sebagai ketua Paskibra serta kakak kelas Oriza di jenjang menengah pertama.


Dalam rapat karang taruna kemarin, Oriza sudah mengatakan bahwa dia tidak bisa hadir di rapat selanjutnya


karena ada kegiatan renang dari sekolah, otomatis Seno mengetahui hal ini.


Kebetulan sekali rapat karang taruna telah selesai, masih ada cukup waktu bagi Seno untuk menjemput Oriza.


Seperti yang telah di perkirakan, Seni tiba di sekolah XX sebelum jam pulang sekolah. Menunggu sebentar, muncullah Oriza dari belakang motor Seni.


Sudah sampai rupanya.


"Ayo". Ajak Oriza


Seno pun mengangguk. Menyalakan mesin motor nya dan berlalu meninggalkan sekolah setelah Oriza naik di kursi belakang.


Epilog


Cahyana pun dengan semangat nya langsung pulang setelah selesai jam mengajar sore karena ingin segera bertemu dengan Nazwa, anak bungsunya.


Setelah sampai di rumah, Tiba-tiba ponsel Cahyana berbunyi tanda ada pesan masuk.


Namun raut wajah Cahyana berubah masam setelah membaca pesan dari seseorang itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2