Keinginan Sang Pengacau

Keinginan Sang Pengacau
ch.10 " Jajanan Di Pasar "


__ADS_3

Setelah hari ketujuh rombongan Damar melakukan perjalanan menuju Kota Danmia, kini mereka telah berada di depan gerbang Kota Danmia. Setelah kejadian penyerangan bandit yang mereka terima Jendral Alfado meminta izin mengubah kereta yang Damar naiki agar tak terlalu mencolok tapi tetap terlihat Elegan dan Menawan.


Jendral Alfado mempunyai usul yang di terima oleh Damar, dimana kereta Damar berpisah dengan ketiga kereta lainnya, Damar akan melalu jalan memutar bersama kelima kesatria pribadi Damar dan sang Jendral yang meyamar menjadi kesatria, dengan memakai pakaian kesatria dan meyembunyikan semua Lambang Kerajaan.


Selain itu ketiga kereta yang lainya melanjutkan perjalanan seperti rute yang telah di tentukan. Membawa semua prajurit dan kesatria beserta tabib dan barang-barangnya.


Sepengetahuan Damar, itulah cara sang Jendral untuk menjauhkan Damar dari marabahaya yang berkemungkinan dapat datang kembali tapi tanpa Damar sadari sang jendral mempunyai tujuan lain.


Sang jendralpun terus berfikir keras ia berfikir Walaupun kepergian Putra Mahkota mereka tidak secara tertutup tapi juga tidak di publikasikan sedangkan serangan bandit itu terlalu janggal. Kekuatan tempur mereka hanya sebatas bandit liar biasa.


Tapi formasi-formasi kecil yang mereka pakai saat itu dan celah-celah di zirah yang mereka incar saat menyerang itu seperti memang sudah mereka persiapkan. Dengan keadaan melamun sang Jendral terus memikirkannya.


Aku harap para kesatria dan prajurit melakukan tugas seperti yang aku perintahkan..!!


Karna terlalu fokusnya sang Jendral, saat seorang kesatria di sebelahnya menepuk pundaknyapun mengejutkannya.


" Astaga!!?.... Apa yang kau lakukan "


Bentak sang Jendral dengan wajah garangnya hingga membuat lawan bicaranya menjadi ciut dan tergagap menjawabnya.


" M- Maaf Je- Jendral ka- kami telah memanggil anda berulang kali ta- tapi anda tak... "


" Sudahlah... Aku yang memintanya mengganggu lamunanmu Jendral. "


Ucap sang Putra Mahkota membuka gorden jendela keretanya, memperlihatkan wajah imutnya khas anak berumur sepuluh tahun dengan rambut di kuncir kuda serta mengenakan pakaian yang sederhana yang kini berkibar terterpa angin semilir.


" Ah,, yang mulia Putra Mahkota, kalau begitu hamba mohon maaf sebesar besarnya karna tel... "


Oke..


" -Jendral Alfado kau ikut aku jalan-jalan sebentar, sisahnya cari penginapan. "


Perintah Damar kembali tanpa mempedulikan reaksi atau tanggapan dari sang Jendral Alfado dan para kesatria.


.


.


.


Kini Damar berada di tengah pasar, Keadaan saat ini sang Putra Mahkot kita ini sedang membeli beberapa jajanan di pasar memakannya sambil berjalan menikmati keramaian di pasar.


Dengan jubah hitam panjang serta tudung yang menutupi rambut dan matanya juga sang Jendral yang dengan setia mengikuti setiap langkahnya dari belakang kemanapaun Damar melangkah.


Hemm...


Sungguh keajaiban, setelah menempuh tujuh hari perjalanan ke Kota Danmia bayakhal yang telah terjadi.


Dan hal yang paling besar terjadi adalah, yang mulia Putra Mahkotapun tidak lagi menunjukan tatapan dinginnya kepadaku dan para keasatria lagi.

__ADS_1


Kini yangku lihat saat ini yang mulia Putra Mahkota malahan terlihat seperti anak 10 tahun yang sewajarnya. Sungguh keajaiban.


Tapi walau terlihat wajar bukankah yang mulia Putra Mahkota tetaplah seorang yang amat terdidik, orang yang paling beretika, terkenal akan tingkah kedewasaannya walau faktanya masihlah seorang anak-anak dan selau bersikap dinginnya ??! Tapi sekarang... ??


Pikir sang jendral yang terheran melihat tingkah Damar. Walau ia senang dengan perubahan yang mulianya tapi dia juga bingung dengan cara Putra Pertama Kerajaan Karlarss ini berintraksi dan beradap tasi dengan cepat.


" Bibi yang di tusuk-tusuk ini apa? "


Tanya Damar kepada bibi penjual makanan di pinggir jalan. cara bertanyanya pun sangat lucu hingga sang bibik penjual makanan itu tertawa kecil mendengar pertanyaan anak kecil di depannya.


" Itu satotu cemilan khas kota ini, apa adek kecil ini ingin beli akan bibi bungkuskan "


" Iya mau, bungkuskan sepuluh biji saja bibi "


" Baiklah tunggu sebentar ya sayang, Ah, akan bibi tambah dua tusuk lagi sebagai bonus, kepada adik manis ini "


" Hn "


Angguk Damar menyetujuinya. walau tak terlihat seperti apa wajah dari peria kecil di depannya karna memakai tudung hitam yang agak tertutup seluruh wajahnya tapi sang bibik yakin peria kecil ini pasti sangat manis dan menggemaskan.


Hingga Sang bibi selesai membungkuskan pesanan Damar lantas Jendral berbisik kepada Damar.


" Yang mulia Putra Mahkota apa tidak apa-apa ada begini, apa yang mulia tidak tersinggung "


" Nyam, hemm.. kenapa?? bukankah jelas aku sedang menyamar "


Nyam..nyam..


Setelah menerima cemilan satotunya Damarpun pergi ke kedai jajanan lainnya tanpa memedulikan sang Jendral yang henya bisa menghela nafas panjang dengan tindak tingkah Putra Mahkota ini yang berkebalikan dengan sifatnya saat berada di dalam Istanah.


Siang itupun cepet berlalu hingga menjelang sore, kini Damar berjalan santai melewati pasar yang telah mulai sepi pengunjung sedangkan sang Jendral yang mengikuti dari belakang kesusahan dengan kantung-kantung kain makanan yang terlalau banyak yang Peria kecil ini beli.


Hemm... Damai juga kota ini..


Terukir senyum tipis di bibir merah cerry peria yang terlihat berumur 10 tahun ini. Melihat adanya banyak orang mengerubungi suatu tempat, Damar pun tak kuasa menahan penasarannya hingga ia masuk dalam keramaian itu.


Karna tubuh Damar yang kecil jadi mudah meyelinap masuk kedalamnya.


" Para warga sekalian bila kalian meninginginkannya silahkan datang besok sore ke rumah lelang Tangkai Melati milik kami dan juga ad.... "


Itu adalah kata-kata peria gemuk yang berdiri di depan tiga kotak jeruji besi yang berisi tiga wanita.


Yang di jeruji posisi kanan adalah seorang anak kecil yang masih sekitar berumur 7 tahun, ia hanya terduduk lemas, warna bola mata yang hijau begitupun dengan warna rambut hijau cerah panjangnya.


Ini adalah hal langka, di katakan bila seseorang memiliki bola mata dan rambut berwarna hijau cerah berarti dia di sukai Alam dan dapat berkomunikasi dengan Alam.


Di posisi tengah seorang gadis yang begitu cantik duduk acuh tak acuh menutup matanya, ia sekitar berumur sekitar 18 tahun dengan rambut putih yang cukup acak-acakan, juga banyak goresan pedang di bagian wajah, tangan, pinggang dan pahanya, hingga pakaian yang ia pakaipun terlihat jelas banyak robekan.


Sedangkan di sebelah kiri terdapat wanita berambut coklat kemerahan sebahu menatap jijik kesetiap orang yang menatap mereka dengan nafsu keadaannya pun tak jauh berbeda dengan gadis berambut putih.

__ADS_1


Ketiga gadis itu telah di pasang rantai budak di leher mereka dengan setiap segel di rantainya.


Itulah yang menyebabkan mereka tak dapat memberontak, walau terlihat jelas bahwa dua waniata berusia 18 tahun itu adalah seorang pendekar tapi sekali mereka terpasang rantai budak, ilmu tenaga dalam mereka akan terkunci.


Keadaan inilah yang menguntungkan si penjual budak karna kedua gadis ini begitu cantik jadi keuntungan mereka akan berlibat ganda bila kedua gadis ini di lelang.


" Aku dengar wanita berambut putih itu dari benua lain dan berkekuatan es loh " Ucap seorang peria muda di belakang Damar.


" Iya dan kalao yang berambut coklat itu katanya berkekuatan racun " Balas orang di sebelahnya.


" Sungguh... " Teriak seorang yang ikut dalam obrolan itu.


" Wah pelelangan kali ini pasti bakalan seru nih " Tambahnya lagi.


" Belum lagi katanya ada pendekar juga yang akan di lelang loh " Seru kembali orang yang berada di belakang Damar.


" Serius... "


Damar mendengarkan percakapan orang orang di samping dan belakngnya mengenai pelelangan menjadi bersemangat pikiran nakal dan jahilnya mulai bermunculan iapun menggembangkan di bibir kecilnya.


Sesaat kemudian semakin ramai yang mendatangi tempat itu hingga semakin riuhlah suasana.


Tiba-tiba Damar merasakan sebuah tatapan kearahnya, itu berasal dari sang gadis kecil berambut hijau panjang itu. gadis kecil itu menatap Damar serius, tangannya memegang jeruji erat, dia berguman yang diarahkan kepada Damar.


" Tolong... Aku yakin kau dapat menolong ku... Aku mohon... Tolonglah aku...Aku mohon... Tolong... "


Gumaman gadis kecil itu teryata terdengar oleh wanit berambut putih di kotak jeruji samping kanannya hingga gadis berambut putih itu membuka matanya perlahan menatap gadis kecil itu dengan lekat lalau mengikuti arah tatapan sang gadis kecil itu.


Alangkah terkejutnya wanita berambut putih itu melihat arah yang ditatap oleh sang gadis kecil berambut hijau itu, kini yang ia lihat adalah sosok peria kecil yang sekitar berumur 10 tahun.


Peria itu tengah memakai jubah hitam dengan tudung mentutupi rambut dan sebagian wajahnya hanya terlihat bibirnya yang kini tengah tersenyum tapi senyum yang di perlihatkan itu bukanlah senyum tulus, sedih atau senyum penyemangat.


Tetapi itu adalah senyum paling mengerikan di bibir anak kecil yang berusia 10 tahun dimana terdapat kilatan mata tajam berwarna ungu di balik tudung yang menutupi kepalanya itu.


Apa yang wanita berambut putih itu lihat berhasil membuat bulu kuduknya berdiri seketika.


Aku yakin dia anak kecil yang berusia sekitar sepuluh tahun tapi,, Aura menyeramkan apa yang aku lihat ini. Jugaan, Apa-apaan senyum yang mengerikan di bibirnya itu.


Dan kenapa gadis kecil ini ingin mita bantuan dengan anak yang seperti itu. Padahal sebelumnya aku kira gadis kecil ini bisu karna tak pernah bicara...


Wanita berambut putih itu kembali menatap gadis kecil berambut hijau itu tapi gadis kecil itu seketika menunduk dan menangis tersedu sedu, itu membuat wanita berambut putih itu tersentak dan bertambah bingung.


Matanyapun beralih kembali ke arah anak berjubah hitam itu, namun kini tampat itu telah kosong membuat wanita berambut putih itu membelalakkan matanya, pandangannyapun menyapu keramaian di depannya tapi hasilnya nihil.


Dia tak menemukan anak berjubah hitam itu lagi.


Hah,, kemana anak beraura menyeramkan tadi..?? Bagaimana dia dapat menghilang secepat itu..?? Aku hanya mengalihkan mataku sebentar..!! Anak yang menyeramkan, Jangan sampai aku terlibat dengannya.


####

__ADS_1


__ADS_2