
Di sisi lain luasnya Dimensi, juga bisa di sebut Dimensi 'AGOLA' terdapat sebuah Dunia. Lebih tepatnya di sebut Dunia, 'AKTURS'.
Di Dunia Akturs, terdapat Lima Benua,
Benua DAI, berada di sisi Selatan.
Benua RUI, berada di sisi Timur.
Benua KAI, berada di sisi Utara.
Benua BAN, berada di sisi Barat.
Benua ISA, berada di pertengahan sisi Barat Dan Utara.
Selain itu, tepat berada di tengah semua Benua terdapat Hutan Rimba yang tersegel. Bernama Hutam Tanpa Jejak. Dimana hutan ini tidak dapat dimasuki oleh siapapun dan bagaimanapun caranya, hutan ini adalah bukti nyata adanya perang besar antara Sang Raja Iblis Dan semua Ras Yang menyatukan perbedaan dan kekuatan mereka demi untuk mengalahkan sang penghancur abadi itu sang Raja Iblis.
Sekitar Satu Juta tahun yang lalu, Jurang Hitam Kematian yang berada di tengah hutan itu menjadi tempat berakhirnya hidup sang Raja Iblis dan berakhirnya perang Dunia saat itu.
Tapi dari situlah musnahnya semua ras dari muka Dunia Akturs ini dan hanya menyisahkan Manusia. Walau masih tersisah dari ras non Manusia tapi mungkin keberadaannya sangat-sangat langka dan tersembunyi.
Namun kini setelah Satu Juta tahun berlalu setelah perang besar itu, manusia hidup berkelompok dan membuat wilayahnya masing-masing.
Dari ke Lima Benua di Dunia Aktur, hanya Empat Benua yang berpenghuni yaitu, Benua DAI, RUI, BAN dan KAI. Sedangkan Benua ISA hanya ada Es dan tumpukan Salju sepanjang tahun, jangankan Manusia Hewanpun tak ada yang bertahan hidup di Benua yang amat teramat dingin dan di juluki, Benua Beku ini.
Ini lah yang mengakibatkan Benua ISA tak pernah berpenghuni bahkan lebih dari sebelum perang besar seluruh mahluk dengan sang Raja Iblis Satu Juta tahun yang lalu.
Dan, di setiap Benua terdapat satu Kekaisaran dan tiga tingkatan kerajaan. Julukan Kekaisaran itu sendiri di berikan kepada kerajaan yang menduduki posisi paling tinggi di benua itu sendiri.
Sedangkan posisi Kerajaan, mereka hanya lebih rendah dari kekaisaran, tapi bukan berarti mereka berada di bawah kekaisaran. Kekaisaran dan Kerajaan mempunyai wilayah mereka masing-masing.
Seperti Kerajaan Tingkat Satu, ia memiliki wilayah dan kekuasaan lebih besar dari Kerajaan Tingkat Dua Dan Tiga, tapi juga di bawah tingkat kekaisaran.
Sedangkan Kerajaan tingkat Dua lebih memiliki wilayah dan kekuasaan lebih besar dari Kerajaan Tingkat Tiga.
Dan Kerajaan Tingkat Tiga adalah Kerajaan yang memiliki wilayah dan kekuasaan terendah di benua itu. Tapi tetap saja itu masihlah sebuah kerajaan yang mempunyai wilayah mereka sendiri yang telah di akui.
.
.
.
Dan kini di sebuah Kerajaan bernama 'Karlass' satu dari Lima Kerajaan Tingkat Satu di Benua KAI yang bera di sisi Timur.
__ADS_1
Terjadi kegemparan di ruang belajar Sang Putra Mahkota, di karnakan terjadinya ledakan misterius tepat berada di bawah tempat duduk sang Putra Mahkota hingga mengakibatkan luka pada tubuh peria kecil berumur sepuluh tahun itu.
Saat peristiwa itu terjadi, tepat dikala sang Putra Mahkota tengah menunggu sangguru hadir, yang dimana sang guru masih berada di lorong menuju ruangan belajar Putra Mahkota saat itu.
Kejadian itu menggemparkan Istanah karna Putra Mahkota terluka cukup parah. Sang Raja 'FIRDAL REY ANJAS' yang mendapatti kabar itu begitu murka.
Dengan murkanya sang Raja Firdal, ia langsung menurunkan titah untuk menghukum mati semua yang terlibat tidak becus menjaga dan melindungi sang Putra Mahkota.
Tak peduli, kesatria pelindung sang Putra Mahkota, perajurit dan para dayang yang berada di sekitar tempat kejadian sang Putra Mahkota celaka tak ada yang terlepas dari hukuman mati.
Setelah lima hari berlalu semenjak terjadinya kecelakaan yang menimpa Putra Mahkota dan kemurkaan sang Raja, kini Putra Mahkota mulai melihatkan tada-tanda akan segera sadarkan diri.
.
.
.
Alam bawah sadar Damar
Hanya kegelapan, yang terlihat.. Sial,, Bagaiman bisa aku sudah mati lagi.. Ini gara gara Rubik sialan aneh itu gerrr.
Mau meyesal juga percumah, Tapi.. Yasudahlah aku takboleh serakah. Jugaan aku sudah pernah merasakan yang namanya hidup bahagia itu seperti apa.
Karna, tidak mungkin kan aku bakalan ber Rengkarnasi lagi..! Itu hal yang tidak mungkin.
Damar yang berada di bawah alam sadarnya terus mengoceh sendiri dengan sangat percaya diri, karna tak dapatnya ia melihat dan merasakan apa pun. Namun tanpa di duga tiba-tiba ia merasakan sesuatu yaitu serang mendadak rasa sakit yang amat teramat, dinsekujur tubuhnya.
Ahh... Sakit apa ini, akukan udah mati masa masih ngerasain sakit sih. Eh, atau jangan jangan aku masuk neraka. yatuhan!! yang benar saja..
Aku ini anak baik loh.. Aghh??!
Erang Damar yang hanya bisa di dengar olehnya sendiri, merasakan rasa sakit yang entah mengapa malah bertambah perih saat dia mengomel. Saat rasa sakit mulai mereda Damar membuka matanya tapi karna sinar cahaya yang terlalau melimpah Damar mengerjapkan matanya lantas menutup matanya dengan tangan kirinya.
Ah,
Seakan Damar meyadari sesuatu dia lantas terbangun dari tidurnya, masih dalam posisi duduk mengerjapkan matanya berkali-kali dan terlihat pupil matanya yang berwarna ungu kental bergetar, lantas ia menatap kedua tangannya yang kecil dan beberapa helai rambut panjangnya yang berwarna hitam pekat menjuntai mengenai tangan lecilnya.
Dengan rasa tak percaya bercampur shok yang ia rasakan, Damar menggelengkan kepalanya pelan dan nafasnya mulai tak teratur dia mengangkat wajahnya dan melihat sekelilingnya. Dimana terdapat kesatria dan beberapa pelayan yang dengan sigap berdiri di setiap sudut ruangan besar ini. Yang tidak lain adalah kamar mewahnya.
" I- ini, ini tidak mungkin kan..?? I, ini keyataan?? Tu, tubuh ku? Kasur ini? Aku? Ruangan ini ?? Sial... Ini mimpi,, harusnya, tapi ini..?? Apa maksudnya ini..?? A-Aku, haiihh.. Masa kembali ke masa lalu?! Ini tidak masuk akal !! Sungguh,, Aku seius..!! "
Gumam Damar dengan suara bergetar tak kuasa seperti mandapat timpahan gunung besi di tubuhnya yang kecil ini. Perasaan Shok dan tak kuasa yang ia rasakan, sungguh membuatnya hampir gila saat ini juga.
__ADS_1
Damar berusaha memutar otaknya untuk tenang sejenak dan mulai berkerja sangat keras hingga tanpa di duga pintu kamar Damar terbuka lebar.
Kini seluruh pelayan dan kesatria maupun prajurit yang berada di dalam ruang kamar mewah itu untuk menjaga Putra Mahkota, dengan berdiri di setiap sudut ruangan memberi hormat patuh ke pada seorang yang datang kini, yang tidak lain adalah sang Raja dan Ratu penguasa kerajaan karlarss, serta tabib istanah dan banyak pelayan di belakang mereka yang tengah mengikuti dengan setianya.
Sedangkan Damar yang belum benar-benar sadar akan situasinya masih dengan posisi menundukan kepala dengan kedua tangan menutupi wajahnya namun ia di kejutkan dengan suara yang berwibawa nan berat.
" Putra mahkota beginikah caramu meyambut Zhen!! " Suara berwibawa nan berat juga sombong itu tidak lain adalah suara sang Raja dari Kerajaan Karlars, sekaligus ayah kandung dari Putra Mahkota atau Damar di kehidupan pertamanya.
Ayah dari Damar ini mempunyai fisik yang tegap gagah dengan aura menindasnya wajahnya tampan, mirip dengan Damar saat ini tapi Damar lebih imut dan putih, mempunyai rambut berwarna hitam pekat dan pupil mata berwarna ungu kental, tatapannyapun tajam dan tegas.
Saat ini situasinya sangatlah rumit bagi Damar untuk mencernanya saja itu terdengar tak masuk akal. Rasanya benar-benar hampir gila karna setelah mati malah harus kembali ke dunia yang membwa kesan amat buruk baginya ini.
Damar yang terkejut secara reflek menurunkan tangannya dan menatap tajam kearah asal suara yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.
Kejadian ini di saksikan oleh seluruh orang yang berada di dalam ruangan itu saat Damar menatap tajam ke arah sang raja seketika semua orang seakan berteriak di dalam hati mereka ingin keluar dari ruangan itu karna bisa saja kematian menghampiri mereka saat itu juga, dari semua pelayan, prajurit, kesatria bahkan tabib istanapun bergetar mereka tahu betapa mengerikannya sang Raja saat marah.
Di sisi lain Damar pun akhirnya sadar dia telah menatap tajam ke seorang yang seharusnya tak di ganggu.
Astaga,, apa yang ku lakukan. Aku malah menatap seorang yang gila akan hormat itu. Gila aku ceroboh, walaupun kepalaku tidak akan hilang dari tempatnya karna aku anaknya tapi aku pasti akan tetap mendapat hukuman. Ahh,, bodohnya, seterah deh, Jangan harap aku meminta maaf padamu..
Damar seketika mengubah posisinya dia turun dari ranjangnya dan memberi hormat secara etika bangsawan kepada sang ayah yang tidak lain Raja dari kerajaan Karlarss.
" Semoga Kesejahteraan dan Keagungan selalu melimpahimu Ayahanda " Hormat Damar penuh ketegasan seakan hal tadi tak pernah terjadi.
Setelah itu diapun melakukan hal yang sama kepada sang ibunda Ratu yang masih terlihat amat cantik itu, dengan tubuh indahnya bolamat berwarna biru cerah dan rambut kuning emas panjangnya. Semua orang yang berada di ruangan itu benar-benar shok di buatnya, mereka benar-benar telah kehabisan kata-kata melihat yang mulia Putra Mahkota mereka yang seakan mengatakan dia tak bersalah apapun.
Ratu terlihat cemas begitupun dengan semua orang yang berada di ruangan itu seakan jantung mereka di pompa lebih cepat berkali-kali lipat. Damar mengangkat wajahnya untuk melihat ekspresi apa yang akan di tunjukan sang Raja mereka.
Raja menatap putranya dengan tatapan datarnya ia tak melihat adanya nada penyesalan atau perasaan bersalah dari kedua bola mata unggu kental milik putranya ini. Bahkan sang Raja kini tak dapat membaca isi pikiran Damar sang anaknya ini, seketika terlihat senyum miring dengan tatapan mengerikan dari sang Raja.
Damar yang melihat itu sama sekali tak bergeming tetapi berbeda dengan semua orang yang berada di ruangan itu mereka merasa terintimindasi. Entah mengapa senyum Sang Raja itu semakin mengembang melihat Damar yang sama sekali tak bergeming sedikitpun.
Sang Raja tiba-tiba berbalik dari posisinya berdiri lantas berkata.
" Zhen ingin kau datang keruangan zhen, setelah makan malam " kata Sang Raja lalu melangkahkan kakinya keluar sebelum Raja itu melewati pintu ia memetikan jari sebanyak dua kali pada tangan kirinya secara pelan dan tak ada yang menyadarinya itu, tapi itu tak berlaku bagi Damar.Damar berdecak kesal dia tau itu adalah sebuah kode untuk penjaga bayangan.
Ah,, itu kode kepada para penjaga bayangan ya,, hemm.. Dia terus mengawasiku rupanya.
Dasar tua bangka licik,, kalau ada penjaga bayangan kenapa aku dulu sampai terluka parah gara-gara cuma ledakan sihir aneh itu?! Sialan!!
fikir Damar tak terima dengan banyaknya kerutan di dahinya karna terlalu kesal.
####
__ADS_1