Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku

Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku
Bab 13


__ADS_3

Yumna mondar-mandir didalam rumahnya karena sudah malam dan Ronan belum juga pulang. Dia berulang kali melihat jam tangannya. Rachel menatap ibunya yang terlihat sangat cemas. Dia juga sama seperti ibunya, mengkhawatirkan kakaknya.


"Ibu akan menelpon ayahmu" Yumna langsung menelpon mantan suaminya. Berulang kali dia menghubungi nya namun tidak ada jawaban.


"Ayahmu tidak mengangkatnya," Yumna sedikit putus asa. Wanita dengan status janda, keluar dari rumah di jam hampir tengah malam, sangatlah berbahaya. Orang jahat bisa mencelakai nya, dan mulut jahat akan menfitnah dirinya.


"Dia mungkin bisa membantu ibu..."


Yumna akhirnya bicara dengan sahabatnya. Mario baru saja akan naik ke kasur empuknya dan tidur karena sangat lelah setelah bekerja seharian. Namun saat melihat siapa yang menelepon, maka dia langsung bersemangat.


"Aku akan mencarinya. Kau tetaplah dirumahmu. Jangan keluar di jam segini, sangat berbahaya bagi wanita di jalanan saat malam hari," Mario lalu menutup handphonenya dan menarik nafas dalam.


Sambil keluar dia tersenyum tipis. Entah kenapa hatinya merasa bahagia jika bisa melakukan sesuatu untuk orang yang dia cintai.


.


Ronan duduk termenung di dekat jembatan yang tinggi. Tangan yang tadi terluka akibat memukul tembok juga masih berdarah. Dia tidak peduli pada luka di tangan nya. Tapi dia merasakan sakit dan hancur di dalam jiwanya.


Dia menatap ke aliran sungai di bawah jembatan yang mengalir deras. Sejak tadi dia ada disana. Tidak peduli jika dia tidak makan seharian.


"Kenapa aku masih saja belum melupakan dirinya!? Kenapa!?"


Ronan benar-benar hancur akibat pertemuan nya dengan mantan kekasihnya juga ayahnya itu. Melihat langsung mereka bersama lebih menyakiti hatinya daripada hari-hari kemarin saat dia hanya membayangkan kebersamaan mereka.

__ADS_1


"Kenapa kau membuat aku jatuh cinta. Membiarkan aku dan dia bersama. Lalu kau rusak hubungan kami dan menghancurkan hubungan yang lainnya! Aku terluka. Ibu juga terluka. Bagaimana bisa Dia membiarkan kami mengalami semua ini!?"


Dia berbicara lantang sambil menengadah ke langit. Dia marah, karena Tuhan membiarkan hal itu terjadi pada keluarganya.


Mario mengelilingi jalanan dan mencari keberadaan Ronan. Dan saat akan melewati jembatan dia membunyikan klakson karena seorang pria tertunduk tiba-tiba melintas di hadapannya.


Mario menginjak rem secara mendadak, dan Pria itu sedikit terpental karenanya.


Siiiiiiittttt!


Suara rem memekakkan telinga dan membuat kaget pengendara motor yang lewat.


Mario segera turun dan akan melihat keadaan pria itu.


"Dia seperti akan bunuh diri. Dia melintas tanpa melihat kanan dan kiri," Mario mengatakan hal yang sebenarnya saat begitu banyak pengendara motor menatap tajam ke arahnya.


Mario kaget saat salah seorang pengendara motor membalikkan tubuh pria itu.


Mario sangat terkejut dan benar-benar tidak menyangka jika pria yang dia tabrak adalah Ronan. Dia mencarinya sejak tadi, dan kini dia malah menabraknya.


Mario dibantu oleh para pengendara yang lainnya mengangkat tubuh Ronan untuk di masukkan ke mobil Mario. Dia lalu membawanya kerumah sakit. Mario sangat panik, dan dia bingung bagaimana harus menjelaskan pada Yumna apa yang terjadi ini.


.

__ADS_1


Mendengar jika Ronan mengalami kecelakaan, Yumna langsung lemas. Seluruh tulangnya seakan terlepas dari raganya. Semua mendadak gelap dalam pandangan nya.


"Bu...ada apa?" Rachel yang melihat ibunya limbung segera memegang bahunya dan menarik kursi untuk duduk.


"Ronan.... kecelakaan..." Yumna berkata dengan terbata dan lirih. Bahkan dia tidak bisa menangis saat ini saking shocknya.


"Kita harus kerumah sakit...." Mereka lalu pergi kerumah sakit bersama-sama.


"Kita naik taksi saja Bu. Sangat berbahaya menyetir saat ibu sedang panik dan cemas...." Rachel mengingatkan ibunya ketika dia akan mengambil kunci mobil.


.


Sampai dirumah sakit, Yumna mencari kamar Ronan. Dan sebelum sampai di kamar yang dia tuju, dia melihat mantan suaminya sedang menyuapi Inara. Pintu itu sedikit terbuka, dan Yumna berhenti sesaat disana. Menatap mereka berdua dengan hati yang sedih.


Aku menelpon mu berulang kali. Tapi kau tidak mengangkat nya. Andai saja kau mengangkatnya mungkin Ronan tidak akan mengalami kecelakaan ini.


Yumna berdiri menatap tanpa bicara dan hanya bergumam dalam hati. Rachel menyentuh bahu ibunya perlahan dan mengajaknya mencari kamar Ronan.


Sampai di kamar yang dituju, terlihat Mario duduk dengan memegang kepalanya dengan kedua tangannya sambil tertunduk menatap lantai.


Mario merasakan kehadiran Yumna dan dia mendongakkan kepalanya. Bertatapan dengan Yumna membuat Mario putus asa dan merasa sangat bersalah. Mario hanya diam dan belum mengatakan siapa yang sudah menabrak Ronan.


"Mario...." Yumna berjalan dengan langkah cepat mendekatinya. Mario berdiri dan mereka bertatapan saling berhadapan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya Yumna.


Dan saat Mario akan menjawabnya dengan kedua bibir yang bergetar, tiba-tiba dokter datang dan meminta salah satu dari mereka yang punya golongan darah sama dengan Ronan untuk mendonorkan darahnya.


__ADS_2