Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku

Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku
Bab 7


__ADS_3

Yumna tidak menyangka jika Anjar adalah pelaku utama di balik penyerangan terhadap Mario. Dia heran dan kesal, kenapa setelah berpisah dengan Anjar, masih saja mereka berdua harus terlibat konflik. Yumna menggumam dalam hati, jika mantan suaminya itu masih saja tidak bisa membiarkan Yumna untuk dekat atau bersahabat dengan seorang pria.


Kali ini mau tidak mau Inara harus menemui Yumna. Dia harus memohon padanya agar mencabut laporannya. Sebenarnya Inara malu bertemu dengan Yumna. Bagaimana pun dia adalah wanita lain penyebab perceraiannya dengan suaminya. Selain itu dia juga malu kerena sebelumnya, Yumna adalah calon ibu mertuanya.


Dengan langkah takut-takut Inara mendekati Yumna sebelum mereka sampai di kantor.


"Mbak Yumna!" Panggilan yang langsung berubah setelah dia resmi menjadi istrinya Anjar, mantan suami Yumna. Saat masih menjadi kekasih putranya, dia memanggilnya dengan sebutan Tante. Kini sebutan itu berubah karena status mereka.


Yumna menoleh dan memasang wajah datar serta muak melihat gadis yang membuat patah hati putranya dan juga dirinya.


Langkahnya terhenti dan menunggu apa yang akan di katakan wanita itu hingga dia datang untuk menemuinya.


"Ini tentang mas Anjar!"


Yumna tersentak. Ya, tentu saja dia datang untuk suaminya. Dia datang agar Yumna mencabut laporan yang sudah dia buat untuk bosnya, Mario.


"Apa yang kau inginkan?" Yumna tidak mau berlama-lama bersama wanita ini.


"Aku ingin kau mencabut laporan untuk Mas Anjar. Aku sedang hamil. Setidaknya pikirkan tentang bayi didalam kandungan ku. Dia membutuhkan ayahnya,"


Wanita ini benar-benar tidak tahu malu, batin Yumna. Baguslah, putranya tidak menikah dengannya.


"Maaf. aku sangat sibuk!"


Inara berusaha mengejarnya. Namun Yumna tidak mempedulikan dirinya dan tidak menoleh ke belakang meskipun hanya sekali saja.


.

__ADS_1


Pulang dari kantor, Yumna lalu ke rumah sakit. Hari ini Mario sudah bisa pulang dan menjalani rawat jalan. Yumna senang akhirnya Bosnya tidak di rawat di rumah sakit lagi. Di kamar pasien, ada juga pamannya yang setia menemaninya sejak pagi tadi. Yumna hari ini belum melihatnya karena ada urusan di kantor yang tidak bisa di tinggalkan.


Mario terus saja menatap ke arah pintu sejak beberapa waktu lalu. Dia menunggu Yumna datang, dan akhirnya sekarang dia benar-benar melihatnya datang sepulang dari kantor.


Mario yang mendengar dari pamannya jika yang memukulnya adalah orang suruhan Anjar, malah merasa kasihan pada Yumna. Selama dua puluh tahun Yumna bersama pria kasar seperti Anjar. Dan itu karena kesalahannya juga, andai dia mengungkapkan isi hatinya lebih cepat, mungkin Yumna tidak akan mengalami masa sulit selama itu.


"Mario....mari aku bantu...." Yumna membantu Mario untuk duduk di kursi roda.


Mario sangat senang atas perhatian yang diberikan Yumna selama ini.


Andaikan aku suamimu, maka aku pasti sangat bahagia memiliki istri seperti dirimu.


.


Mereka sampai dirumah Mario dan Yumna sekarang ada di kamar Mario. Tiba-tiba dia melihat foto kecil mirip dirinya di atas meja di kamarnya.


Mario segera menoleh ke arah yang di lihat Yumna. Dan Mario kaget karena itu adalah foto Yumna dua puluh tahun yang lalu. Tentu saja dia masih menyimpannya. Dia bahkan menyimpan semua barang pemberian Yumna kala itu hingga sekarang. Semuanya masih tersimpan rapi dan akan dia lihat sesekali ketika dia sangat merindukan Yumna.


"Jangan!" Mario melarang Yumna untuk melihatnya.


"Ohh, tapi ini seperti diriku...." Yumna tentu saja mengenali sebuah kalung yang dia pakai dan baju yang dia kenakan.


"Hehe, itu....."


Yumna memegang foto dirinya dan manatapnya lama. Maria menjadi salah tingkah. Astaga, paman, kenapa kau tidak menyingkirkan foto itu. Yumna sudah melihatnya. Sekarang apa reaksinya?


Jantung Mario berdebar sangat kencang. Dia sungguh takut jika Yumna akan marah karena Mario menyimpan foto dirinya ketika masih muda.

__ADS_1


"Boleh aku bawa pulang?"


"Apa!? Iya, iya, bawa saja,"


Syukurlah Yumna tidak berpikir kenapa Mario menyimpan foto dirinya didalam kamarnya. Dasar Yumna, dia memang polos dan tidak mengerti bahasa cinta pria. Sejak masih muda hingga sekarang, dia masih sama. Tidak memahami cinta didalam hati Mario.


.


Mario menatap Yumna ketika mereka selesai makan. Dan bibirnya tersenyum kecil dalam diam.


"Yumna, apakah kau tidak akan mencabut laporan mu?" tanya Mario saat dia tahu jika ternyata Anjar di balik semua ini.


Yumna terdiam sesaat. Mario mengerti jika Yumna pasti bingung. Di satu sisi mantan suaminya berada didalam penjara, dan disisi lain korbannya adalah Bosnya sekaligus temannya.


"Aku tahu ini sulit untukmu. Tapi kau bisa mencabut laporannya, pikirkan tentang kedua anakmu. Mereka pasti malu saat temannya mengetahui jika ayahnya masuk penjara," Mario menasehati nya.


Mario juga kesal pada Anjar, tapi dia tidak ingin Yumna terkena masalah karena tekanan dari keluarga mantan suaminya itu. Mario yakin, keluarga Anjar pasti sudah menemui Yumna dan menyalahkan dirinya.


"Apakah kau tidak papa, jika aku mencabut laporannya?" Yumna senang karena Mario sangat baik dan memikirkan tentang rasa malu yang akan di hadapi kedua anaknya akibat ulah ayahnya.


"Ya. Kau bisa mencabut laporannya. Ini masalah para pria. Kami akan menyelesaikan ketika bertemu nanti,"


.


Yumna pergi ke kantor polisi untuk membebaskan mantan suaminya. Dan ketika sudah bebas, lagi-lagi Anjar menghina dirinya.


"Ternyata kau masih menyimpan perasaan padaku,"

__ADS_1


"Apa katamu!?" Yumna menoleh dan meradang. Namun dia tidak mau meladeni ejekan Anjar dan bertengkar di jalanan. Dia mempercepat langkahnya dan pulang kerumahnya.


__ADS_2