
Yumna dan Mario pergi berbulan madu ke luar negeri dengan jet pribadi milik Mario. Masih dengan memakai baju pengantin yang elegan, Yumna duduk disamping Mario yang kini telah resmi menjadi suaminya.
Yumna sendiri benar-benar tidak menyangka, dia akan membina hubungan baru lagi diusianya yang tidak lagi muda. Dan dia menjadi istri pria sukses dan kaya seperti Mario.
Semua kenyataan ini serasa mimpi baginya. Perlakuan Mario benar-benar membuatnya menjadi seorang ratu. Cinta tulus di hati Mario benar-benar dia tunjukkan melalui sikapnya dalam memperlakukan Yumna. Dia memberikan semua yang menjadi impian para wanita.
Pria yang tampan, kaya dan sukses. Pria yang bisa menghormatinya dan menghargainya. Pria yang menganggap istri bukanlah wanita yang bisanya hanya disuruh-suruh saja layaknya pembantu rumah tangga. Mario benar-benar pria yang memenuhi semua kriteria kekasih ideal dambaan setiap wanita.
Dan Yumna, dia wanita yang sangat beruntung. Ternyata ada pria yang mencintainya dengan tulus selama dua puluh tahun. Yang masih tetap mencintai nya meskipun dia telah menjadi milik pria lain. Dan tetap menunggu nya meskipun tidak ada harapan untuk bersama.
Mario menoleh kearah Yumna yang menatap wajah Mario dalam keheningan didalam jet pribadi.
"Apa yang kau pikirkan? Boleh aku tahu?" tanya Mario ketika Yumna menatapnya sangat lama namun tidak bicara sepatah katapun.
"Aku sedang mengagumi suamiku. Betapa beruntungnya aku, di cintai oleh pria seperti dirimu," ucap Yumna membuat hati Mario mengembang.
"Aku juga sangat beruntung. Akhirnya aku benar-benar memilikimu. Selama ini, aku hanya mencintai dalam hati saja. Dan sekarang, aku bisa menyatakan cintaku dan akan aku buktikan jika mencintai itu adalah keindahan jika kita tahu maknanya,"
"Mario... terimakasih kau sudah mencintaiku dan menunggu ku selama ini,"
Mario lalu menggenggam tangan Yumna dan menaruhnya di pangkuannya.
"Aku masih merasa ini seperti mimpi...." ucap Mario sambil mengecup lembut kening Yumna.
.
__ADS_1
Sementara dirumahnya. Ayahnya Yumna, Rachel dan Ronan sedang makan bersama dan membicarakan ibunya yang sedang pergi bulan madu bersama Mario yang kini sudah resmi menjadi suami ibunya atau ayah sambung untuk mereka.
"Jika hamil, aku mau adik perempuan...." ucap Rachel tiba-tiba.
"Apa! Tidak! Jika ibu hamil lagi. Aku ingin adik laki-laki!"
"Perempuan!" Rachel tidak mau kalah.
"Laki-laki!" Ronan juga tidak mau mengalah.
"Sudah-sudah hentikan! Jangan bertengkar. Ayo makan.... doakan saja ibumu punya anak kembar. Satu laki-laki dan satu perempuan...." ucap ayahnya Yumna dengan perasaan bahagia.
Ronan dan Rachel saling berpandangan lalu tertawa bersama.
Ayahnya Yumna merasa tugasnya sebagai ayah sudah dia tunaikan. Dia menikahkan lagi putrinya dengan pria yang baik. Yang akan menghormati nya sebagai seorang istri.
Putrinya masih muda. Dan lagi dia cantik di usianya itu. Dengan menjadi janda, terlalu banyak resiko dari pria hidung belang yang akan mengganggu dirinya.
Sekarang dia tidak perlu cemas lagi. Dia bukan janda yang akan sembarangan orang mengganggunya. Dia sekarang sudah menjadi istri Mario, dan ayahnya berharap, dia bahagia di pernikahan yang kedua ini.
Setelah melewati kepahitan dalam hidup, akhirnya dia merasakan kebahagiaan, batin ayahnya sambil tersenyum.
.
Beberapa bulan kemudian,
__ADS_1
Seluruh keluarga Yumna pindah ke rumah mewah milik Mario. Karena saat ini Yumna sedang hamil dan dia tidak ingin Yumna mondar-mandir dari rumahnya ke rumah ayahnya.
Mario ingin rumahnya menjadi ramai dengan kehadiran keluarga Yumna. Apalagi saat ini, pamannya pindah ke luar negeri. Rumahnya begitu besar, dan terlalu besar jika hanya ditempati dia dan Yumna saja.
Pamannya merasa sangat bahagia akhirnya Mario menikah dan tidak melajang seperti dirinya. Dan pamannya memutuskan untuk mengurus bisnisnya yang ada di luar negeri.
"Paman....aku sangat merindukanmu. Bagaimana keadaanmu?" tanya Mario melalui telepon.
"....."
Setelah berbicara sebentar dengan pamannya, Mario lalu menutup teleponnya.
Dan Yumna sudah duduk disampingnya dan memegang tangan Mario.
Mario menoleh padanya.
"Istirahatlah didalam. Kenapa kau jalan-jalan. Bagaimana jika kau terpeleset di tangga. Kau sedang hamil anak kita...."
"Mario. Kenapa kau sangat cemas? Aku akan hati-hati. Dan aku pernah hamil Ronan juga Rachel...ini bukan pertama kalinya bagiku...." kata Yumna sambil merangkul memegang tangan suaminya.
"Tetap saja. Kau harus banyak istirahat. Ada banyak pelayan dirumah ini. Kau tidak boleh ke dapur. Dan kau harus menurutinya, kali ini..."
"Mario....kau terlalu memanjakan ku...."
"Karena aku tidak akan membiarkan jarimu terluka sedikit saja. Aku sangat mencintaimu,"
__ADS_1
Tiba-tiba wajah Mario mendekat dan mencium bibir Yumna.