Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku

Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku
Bab 15


__ADS_3

Mario berada di kantor polisi untuk di mintai keterangan. Dia duduk di hadapan seorang inspektur yang ternyata mereka saling mengenal. Mereka pernah bertemu di luar negeri saat liburan musim dingin.


"Kau!" Inspektur nampak terkejut saat melihat Mario ada dihadapannya.


"Kau!?" Mario juga terkejut karena tidak menduga jika orang yang ngobrol bersamanya saat liburan musim dingin ternyata bertugas disini.


"Apa masalahmu?" Akhirnya dia hanya tersenyum tipis karena tidak menduga akan saling bertemu dalam keadaan bertugas seperti ini.


"Ini pak, berkasnya...." seorang polisi menyerahkan berkas pada inspektur itu. Inspektur nampak melihat berkas itu lalu menatap Mario. beberapa detik kemudian dia mengangguk dan memahami isi berkas itu.


"Jadi ini kecelakaan. Apakah orang yang kau tabrak itu selamat?" Inspektur berharap dia selamat agar Mario mendapatkan hukuman yang lebih ringan.


"Dia terluka. Dan sekarang ada dirumah sakit,"


"Baiklah. Aku akan menemuinya dan mendengar keterangan darinya. Semoga apa yang dia katakan meringankan dirimu kawan!" ucap Inspektur itu dan meninggalkan Mario disana.


.


Yumna dan Ronan hanya berdua saja di rumah sakit saat ini. Anjar menemani Inara karena diapun butuh dukungan darinya. Dan Rachel pulang untuk menemani kakeknya dirumah. Yumna terkejut ketika dua orang polisi datang ke kamar itu.


"Aku inspektur Farhan. Bagaimana keadaanmu?" tanya Inspektur itu.


Ronan tersenyum dan teringat akan cerita ibunya tadi jika Mario ada di kantor polisi.


"Pak, Om Mario tidak bersalah, ini kesalahan ku...." Inspektur nampak bingung karena jarang korban mengenal orang yang menabraknya.


"Jadi kau mengenalnya?"


Yumna lalu menceritakan apa yang terjadi sebenarnya. Inspektur entah kenapa nampak lega, karena ternyata kawannya bisa lepas dari tuntutan. Mantan suaminya yang melaporkan Mario, dan korban serta ibunya mencabut laporan itu. Karena korban telah dewasa dan bisa memutuskan sendiri. Akhirnya masalah ini selesai secara kekeluargaan.


.


Di kantor polisi, Mario sedang duduk bersama beberapa bintang yang terkena masalah yang berbeda. Inspektur melepas seragam nya dan pulang setelah membebaskan Mario. Bahkan Farhan menawari Mario untuk di antar pulang olehnya.


"Biar aku antar kau pulang...."


"Terimakasih..."


Di mobil Mario menceritakan jika ibu dari korban adalah wanita yang pernah dia ceritakan kepadanya ketika liburan musim dingin.


"Jadi...dia wanita yang kau cintai itu yang membuatmu masih betah melajang hingga saat ini?"


"Ya....dia orangnya..."

__ADS_1


"Aku rasa kau akan menemui masalah dengan mantan suaminya. Nampaknya dia tidak menyukaimu?"


"Darimana kau tahu?" Mario tersenyum kecil.


"Firasat ku mengatakan begitu...."


"Hahahaha...." Mario malah tertawa dan menggelengkan kepalanya. Tanpa terasa sudah sampai di depan rumah Mario, dan Farhan lalu pamit untuk pulang.


"Semoga kita tidak bertemu lagi di kantorku! Aku harap kita bertemu di pesta pernikahan mu!"


"Haha...." Mereka lalu berpisah setelah saling bercanda.


.


Ronan akhirnya memilih untuk rawat jalan. Dia dan ibunya saat ini berada di parkiran. Parkiran itu sangat luas, dan tanpa sadar mereka melihat Anjar dan Inara juga disana akan masuk ke mobil.


Inara masuk duluan dan Anjar menoleh ke arah mereka. Anjar nampak menatap beberapa detik ke arah Yumna dan Ronan. Namun Ronan memilih untuk memalingkan wajahnya dan merasa muak.


"Ayo masuk..." Yumna sangat tahu apa yang dirasakan Ronan setiap kali bertemu dengan Inara dan Anjar. Hatinya pasti sakit, nampak jelas dari perubahan roman wajahnya yang menjadi berbeda.


"Apakah kau baik-baik saja?" tanya Yumna menikah ke arah Ronan.


"Jangan khawatir kan aku. Aku tidak akan melakukan hal konyol lagi seperti kemarin,"


"Mobilmu sudah ada di bengkel," ucap Yumna.


"Iya Bu...."


Sampai dirumah, Rachel dan Kakeknya serta keluarga dari mantan suami ibunya datang untuk melihat keadaannya.


"Cucuku....." Neneknya atau ibu dari Tuan Anjar nampak berlebihan saat memeluknya.


"Aaoooo...."


"Pelan-pelan Bu...." bisik Yumna. Dan di jawab tatapan tajam oleh mantan ibu mertuanya.


"Aku dengar kau membebaskan si penabrak itu. Dia pantas di hukum seberat-beratnya. Kenapa malah kau biarkan dia terbebas dari hukuman?!" Neneknya menatap tajam ke arah Yumna.


"Pasti ibumu yang sudah menghasut mu bukan?" sang nenek langsung menuduh Yumna. Karena dia tahu jika Mario si penabrak itu adalah Tan lama sekaligus bosnya.


"Tidak ku sangka kau lebih mementingkan bosmu daripada nyawa putramu sendiri!" Yumna tetap diam meskipun ibu mertuanya terus menyalahkan dan memojokkan nya. Hingga akhirnya Ronan menjelaskan jika itu adalah kesalahannya.


Sang nenek nampak tidak suka dengan apa yang di ceritakan oleh cucunya. Dia kecewa karena Mario tidak di penjara. Dia telah memecat putranya, dan itu membuatnya membencinya.

__ADS_1


.


Esok harinya,


Mario membawa makanan dan akan memberikan untuk Ronan, karena dia akan menjenguknya. Dia juga akan mengucapkan terimakasih, karena Ronan menjelaskan semuanya dan dia terbebas dari penjara dan segala tuduhan.


Di depan pintu rumah Yumna, Mario nampak berulang kali menghela nafas dalam. Sepertinya dia merasa berdebar dan ini akibat cintanya pada Yumna.


Mario masuk kembali kedalam mobil, saat tahu mereka sedang ada tamu.


Namun ternyata didalam ada seorang pria tua yang akan melamar Yumna. Dia sangat parlente dan ternyata dia adalah bos perumahan di komplek itu. Ternyata dia sudah lama memperhatikan Yumna. Karena dia adalah duda, maka dia berniat melamarnya sebelum di dahului oleh orang lain.


"Kami baru saja mengalami musibah, cucuku kecelakaan...." ucap ayahnya Yumna ketika tamu itu tiba-tiba datang dan akan melamar Yumna.


Yumna menatap ayahnya dengan rasa takut dan cemas. Dia sangat tahu siapa pria parlente itu. Dia adalah orang berkuasa dan kaya raya. Dia bisa membuat keluarganya dalam masalah besar dengan kekuasaan buang di milikinya.


"Ohh, kalau begitu saya akan datang lagi nanti. Maaf, saya datang di waktu yang tidak tepat. Tapi sebenarnya, saya sudah lama memperhatikan putrimu. Dan dia adalah wanita yang baik,"


Ayahnya Yumna juga merasa tidak tenang. Dia juga tahu siapa pria ini. Dia berkuasa dan dia semakin khawatir pada Yumna.


Yumna dan ayahnya mengantar sampai ke pintu, pria itu keluar dan Mario ada didalam mobil. Mario nampak memperhatikan pria itu dari dalam mobilnya. Setelah pria itu pergi, Mario turun dan tersenyum pada Yumna yang berdiri di pintu.


"Mario?" Yumna terkejut.


"Kau sudah dari tadi? Kenapa tidak masuk kedalam?" tanya Yumna dengan senyum tertahan.


"Siapa pria tadi? Aku baru melihatnya?"


"Dia bos di komplek. Dia membeli tanah warga untuk di jadikan perumahan,"


"Ohh, apakah dia juga akan membeli tanah pada keluarga mu?" Mario ingin tahu.


"Tidak. Dia datang untuk melamarku. Dan aku sangat takut. Kau tahu, dia adalah orang berkuasa. Aku mengkhawatirkan keluarga ku jika harus berurusan dengannya," sahut Yumna dengan wajah cemas dan tertekan.


"Apa? Setua itu?"


Yumna hanya menatap lalu sedetik kemudian mengangguk.


"Lalu, apa jawabanmu?" Kini Mario berdebar setelah mendengar semua ini.


"Sudahlah. Nanti akan aku pikirkan bagaimana menghadapinya.... ayo masuk!"


Mario menarik nafas dalam dan memikirkan kembali apa yang pamannya katakan. Dan sekarang sudah terbukti. Jika Mario tidak segera melamar Yumna, maka orang lain akan mendahuluinya. Dan jika itu sampai terjadi, maka dia akan kehilangan Yumna untuk selama-lamanya.

__ADS_1


__ADS_2