Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku

Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku
Bab 18


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama untuk menemukan kantor Giantoro yang orang sebut bos komplek itu. Dia langsung dipersilahkan masuk kedalam oleh anak buahnya saat dia datang dengan mobil yang mewah. Dia di sambut dengan ramah.


Begitu sampai di depan pintu Giantoro, Mario mengetuk pintu. Dan Bos komplek sudah melihatnya dari cctv yang terpasang dimana-mana.


"Kantormu sangat mewah dan bagus!" puji Mario saat bertatap muka dengan Giantoro sebelum dia akan memberinya pelajaran.


"Ohh, biasa saja. Silahkan duduk...." sambutnya dengan ramah.


Mario lalu memberikan foto Yumna ke hadapan Giantoro. Ketika foto itu diperlihatkan padanya, dia mengerutkan keningnya dan menatap wajah Mario.


"Jangan ganggu wanita ini. Aku datang karena dirinya. Jauhi dia atau aku beli semua komplek, kantor juga rumahmu! Dan kau akan tinggal didalam penjara karena beberapa kasus pembelian tanah!"


Bos komplek nampak ternganga. Matanya membelalak lebar. Dan dia menatap Mario dengan tajam.


Bos Komplek nampak gelagapan. Dia heran, bagaimana pria ini tahu semua kasusnya di pengadilan. Dan juga, dia ternyata Bos besar. Lebih kaya darinya. Dia bahkan bisa menghancurkan bisnisnya.


Bos komplek menarik nafas dalam lalu berkata dengan pelan.


"Aku tidak akan mengganggu wanita ini. Tapi, jangan hancurkan Bisnisku...." pintanya dengan rasa takut terlihat jelas dari roman wajahnya.


"Hem.....jangan ulangi perbuatan mu pada wanita lainnya! Jika aku sampai tahu kau mengancam para wanita! Pasti akan aku hancurkan bisnismu dan mengirimmu ke penjara!"


"Tidak! tidak! tidak! Aku berjanji padamu....!"


Mario mengangguk, lalu pergi setelah mengambil foto Yumna.


Setelah Mario pergi, Bos Komplek itu sangat marah dan kesal.


"Kurang ajar! Ternyata wanita itu punya dukungan dari orang kaya! Dia adalah pengusaha kelas kakap! Aku tidak bisa melawannya! Dia tahu banyak tentang kasusku! Sial!"


.


Keesokan harinya, Yumna akan ke kantor Bos komplek. Dan saat dijalan, dia justru berpapasan dengannya. Dan Bos Komplek itu mengatakan sesuatu dengan cepat lalu pergi.


"Lupakan soal kemarin! Aku tidak akan mengganggumu lagi!"


Yumna berhenti dan kaget. Bagaimana dia bisa berubah pikiran dalam waktu semalam. Dan artinya aku selamat dari ancaman nya?


Yumna kembali ke rumahnya dan menceritakan hal itu pada ayah serta Ronan yang sedang duduk di ruang tamu.


Ronan tersenyum mendengar cerita ibunya. Sementara ayahnya menatap Yumna dan Ronan secara bergantian. Baru saja Ronan menceritakan jika dia meminta bantuan Mario untuk melindungi ibunya.


"Aku heran. Sikapnya sangat berbeda. Apa yang terjadi dalam satu malam!"


"Sudah Bu....jangan pikirkan dia. Dia tidak akan berani mengganggu ibu lagi," sahut Ronan.


"Ya. Hanya saja....ibu masih tidak mengerti,"


Yumna lalu kedapur dan mengambil segelas air mineral.


Tiba-tiba ada tamu yang mengetuk pintu. Ternyata dia adalah Mario. Kali ini Mario disambut hangat oleh Ronan yang telah memberikan lampu hijau padanya untuk meminang ibunya.

__ADS_1


"Wah, Om....silahkan masuk!" Ronan berbisik pada Mario. Mereka berbicara lalu tertawa berdua.


Yumna keluar dari dapur dan heran melihat Ronan terlihat menyukai Mario. Ada apa dengan mereka berdua? batin Yumna.


"Ibu.....!" Panggil Ronan menoleh ke arah ibunya.


"Ya...ada apa?" Yumna menoleh pada Ronan.


"Emm, Om Mario mau mengajak ibu jalan-jalan," jawab Ronan.


"Tapi...." Yumna bingung menatap Ronan yang berbeda sikapnya.


"Sudahlah ibu....ambil tas mu, dan kalian bisa berjalan-jalan..." Ronan lalu mengambilkan tas ibunya dan memberikannya padanya.


Yumna menatap Mario dan Ronan secara bergantian dengan bingung.


"Mari.......!" Mario menatap Yumna dan Yumna mengangguk dengan hati bimbang karena sikap putranya itu.


.


Mario mengajak Yumna pergi ke Mall! Disana dia mengajaknya ke toko perhiasan.


"Kenapa mengajakku kemari?"


"Bisa pilihkan hadiah untuk temanku?"


"Ohh....ya tentu saja..."


"Kau menyukainya?" tanya Mario.


Yumna mengangguk.


"Satu yang ini!" ucap Mario pada penjaga toko itu.


Setelah itu mereka pergi ke toko baju branded. Yumna juga berfikir jika Mario akan membeli hadiah baju untuk temannya.


"Pilihlah beberapa yang bagus...."


"Kau juga akan membeli hadiah baju untuk temanmu!" tanya Yumna ketika masuk ke kedalam toko itu.


"He-em......"


Mario tersenyum kecil.


Yumna lalu memilih beberapa baju dan setelah Mario membayarnya.


"Kau akan kemana lagi?"


"Ke toko sepatu!" Ucap Mario dan berjalan didepan Yumna. Mario nampak sangat bersemangat.


Yumna, entah kenapa merasa takut dan cemas. Biasanya dia tidak merasakan debaran seperti ini. Tapi melihat perhiasan dan baju yang di beli Mario. Dia menjadi bertanya-tanya dalam hati

__ADS_1


Apakah Mario akan melamar seorang gadis? batin Yumna.


Syukurlah jika begitu. Akhirnya menemukan gadis yang pantas untuknya.


Namun, entah mengapa saat hatinya berkata demikian, perasaan terluka dan kehilangan. Apakah karena Mario adalah salah satu teman baiknya? Atau karena selama ini dia terbiasa bersamanya?


Perasaan egois apa ini?


Batin Yumna lagi. Temannya akan bahagia, tapi dia justru sedih?


"Hai...kok malah melamun?"


"Emm....maaf..."


"Itu, sepertinya bagus, coba pakai di kakimu. Biar aku lihat...."


Yumna lalu mencoba sepatu yang dipilih Mario.


"Hem...bagus....!" puji Mario ketika Yumna memakai sepatu yang dia lihat cantik jika di pakai oleh Yumna.


"Yang ini ya....!" kata Mario pada pelayan yang melayani mereka berdua. Mereka melakukan semua itu dalam waktu singkat.


Mario dan Yumna lalu kembali kedalam mobil. Dan mereka akan makan ke restoran setelah ini.


"Apakah kau akan melamar seorang gadis?" tanya Yumna memberanikan diri untuk bertanya.


"Ya....aku akan melamarnya...." ucap Mario tersenyum tipis.


Deg.


Aku akan memberikan kejutan untukmu Yumna. Akhirnya keluargamu mendukung cinta yang sudah aku pendam padamu selama ini.


Putramu Ronan juga tidak keberatan aku meminangmu. Kau bukan istri siapapun. Dan aku tidak merebutmu dari siapapun


Sampai di restoran.


Yumna turun perlahan. Lalu dia berjalan lebih dulu. Dan Mario menurunkan semua barang yang tadi dia beli dari mobil.


"Pakailah ini! Aku membeli semua ini untukmu,"


"Apa.....?"


Belum sempat menjawab, terdengar suara dari belakang mereka.


"Ibu....." Panggil Ronan dan Rachel. Yumna menoleh dan terkejut melihat keluarga nya ada di restoran itu.


"Kalian?"


Ternyata di restoran itu sudah menunggu Ronan, Rachel dan ayahnya Yumna serta paman Billy.


Jadi...ini kejutan?!

__ADS_1


__ADS_2