
Bulan ini adalah bulan kasih sayang. Mario sudah mempersiapkan hadiah untuk Yumna. Dia membeli hadiah itu sejak kemarin. Dan sekarang akan dia berikan di hari kasih sayang ini.
Sore hari, dia sudah berdiri didepan rumah Yumna. Dengan jas rapi dan rambut yang membuatnya terlihat semakin tampan. Yumna sendiri juga sudah siap untuk pergi makan dan jalan-jalan dengan Mario. Tidak hanya jalan-jalan, mereka akan menemui dan makan bersama kliennya yang datang dari Amerika.
"Silahkan masuk!"
Yumna membuka pintu dan mempersilahkan Mario untuk masuk. Saat itu dua orang tetangganya melihat jika Yumna memasukkan seorang pria ketika kedua anaknya tidak ada dirumah. Anaknya tadi terlihat pergi keluar. Dan ayahnya juga keluar tidak lama berselang setelah kedua anaknya pergi. Tetangganya rumahnya agak di seberang rumah Yumna, tidak persis, tapi mereka bisa melihat siapa saja orang yang keluar masuk rumah Yumna.
"Lihat itu Yumna. Akhir-akhir ini pria itu sering terlihat bersamanya. Apakah itu pacarnya?"
Tetangga mulai tidak tahan untuk bergosip dan membicarakan dirinya. Di masyarakat, jika wanita itu berstatus janda, maka entah kenapa sangat menarik perhatian untuk di bicarakan. Apalagi jika mereka punya teman pria, entah itu rekan kerja atau bosnya.
"Mungkin dia juga akan segera menyusul suaminya untuk menikah lagi. Tapi lebih baik begitu Bu, secara, Yumna itu kan cantik dan masih muda. Jika dia menjadi janda terlalu lama, aku khawatir suami kita akan mengintip ke rumahnya,"
"Iya benar Bu. Lebih baik dia menikah saja. Wanita yang cantik dan menjanda, membuat para pria selalu ingin menggodanya."
Yumna keluar dan masuk ke mobil Mario. Mario sejak tadi mengagumi Yumna yang terlihat semakin cantik di matanya. Hatinya terus berdebar dan tidak sabar untuk meminangnya andaikan dia punya keberanian untuk mengatakan isi di hatinya.
Mereka pergi ke restoran dan bertemu dengan kliennya. Satu hal yang membuat Mario tersenyum sendiri. Dia teringat akan ucapan kliennya. Mereka mengatakan jika dia dan Yumna adalah pasangan yang serasi. Apa yang di katakan kliennya itu terus terngiang di telinga Mario dan membuatnya tak berhenti mencuri pandang pada Yumna sejak tadi.
Mario dan Yumna pergi ke pantai karena Yumna sudah lama tidak kesana untuk sekedar melepas penatnya. Suasana dan ketenangan di pantai bisa dengan cepat memperbaiki suasana hati. Yumna melepas sandalnya dan berjalan menyusuri pasir sepanjang pantai itu. Mario diam-diam mengikuti nya di belakangnya dan tidak bicara sepatah katapun. Mario hanya terhanyut dengan pikirannya dan sesekali melihat bagaimana Yumna berjalan dan terlihat begitu indah di matanya.
"Mario!" Yumna menoleh dan membuat langkah Mario terhenti.
"Kita naik kapal kecil itu!" ajaknya
__ADS_1
"Hmm...okey!" Mario berjalan disamping Yumna.
Yumna berlari kecil ke arah perahu yang terparkir. Perahu kecil itu biasa di gunakan oleh para pengunjung. Sebagian pengunjung sudah naik di atas perahu yang lain.
"Pantas saja ramai. Ini kan hari valentine!" gumam Yumna dalam hati. Dan Valentine tahun lalu dia lewati bersama suaminya. Valentine tahun ini, dia menjadi seorang janda. Yumna tersenyum pahit dan hal itu tidak lepas dari tatapan Mario yang memperhatikan gurat kesedihan di balik senyumnya.
Mereka berdua naik perahu dan duduk saling berhadapan. Kini Mario bisa lebih menikmati wajah cantik wanita pujaan hatinya. Dia lalu mengeluarkan sebuah hadiah kecil yang dia persiapkan untuk hari kasih sayang ini.
"Ini untukmu," ucap Mario dan mengeluarkan hadiahnya.
"Untukku?" Yumna terkejut sambil memperhatikan kotak hadiah dari Mario.
"Apa ini?"
"Buka saja,"
"Kau seperti gadis didalam kotak musik ini. Dia melambangkan dirimu yang kini mandiri,"
Yumna lalu memencet tombol itu dan gadis itu berputar dengan cantiknya. Kedua bibir Yumna tersenyum dan menikmati alunan irama musik itu. Mario tidak melewatkan untuk melihat senyum manis Yumna.
Aku ingin selalu melihatmu tersenyum seperti ini, gumamnya.
"Terimakasih, ini sangat indah!"
Yumna lalu menyimpan kotak musik itu kedalam tasnya. Sekarang dia menikmati suasana laut yang benar-benar bisa membawa semua masalah nya dan menenggelamkanya didasar palung laut yang paling dalam.
__ADS_1
.
Dari jauh, Inara dan Anjar juga datang ke tempat yang sama. Inara nampak menyandarkan kepalanya ke bahu Anjar.
"Aku tidak mengerti kenapa aku jatuh cinta padamu. Dan cintaku itu telah menyikiti hati orang lain," bisik Inara dan membuat Anjar terdiam.
"Kau menyesal?"
"Hem, tidak. Aku memang mencintai pria yang lebih dewasa. Dan aku baru menyadari tipe pria yang ku inginkan setelah bertemu denganmu," Inara mengingat beberapa momen sebelum dia berselingkuh dengan ayahnya kekasihnya.
"Dengan Yumna, kami tidak mempunyai visi dan misi yang sama. Dia adalah ibu yang baik, tapi bagiku dia bukan istri yang baik. Dia merawat semua anak-anakku dan keluargaku. Tapi aku dan dia jarang menghabiskan waktu bersama-sama. Dan itu yang membuat cinta kami hilang tanpa kami sadari,"
Anjar dan Yumna memang jarang pergi bersama, jalan-jalan berdua dan hal seperti itu tidak pernah mereka pikirkan saat mereka berumah tangga. Hingga akhirnya cinta itu terkikis dan hilang tanpa di sadari. Mereka bersama tapi tidak meluangkan waktu untuk berduaan dan memupuk rasa cinta.
Anjar menemukan Inara dan memperoleh semua itu darinya. Sedangkan Yumna, merasa jika suaminya itu tidak pernah perhatian padanya sejak mereka menikah. Dia tidak romantis dan tidak pernah mengajaknya keluar jalan-jalan. Setelah menikah, Yumna merasa jika hanya diperlakukan seperti pembantu saja di rumah mertuanya. Dia mengurus banyak hal, dan ketika suaminya pulang, dia sudah merasa sangat lelah. Namun dia tetap bersabar karena baginya cinta setelah menikah adalah sebuah pengabdian.
Namun ternyata semua itu tidak cukup bagi suaminya. Dia merasa bahwa istrinya selalu saja kurang dalam melayaninya. Dia hanya melihat kekurangan dari wanita yang dia nikahi, tanpa melihat kelebihan yang dia miliki. Hingga dia bertemu Inara dan entah sejak kapan mereka berhubungan secara diam-diam, Yumna tidak tahu. Karena Inara adalah kekasih Ronan. Awalnya dia mengira jika Inara hamil anak Ronan. Dan saat Inara mengatakan jika itu adalah anak Anjar, maka dunia seakaan runtuh di atas tubuhnya. Mengoyakkan seluruh tulang dan kulitnya, hingga hancur lebur menjadi kepingan tanah.
.
Yumna meneteskan airmata saat teringat hari paling menyedihkan sepanjang hidupnya.
Mario mengambil sapu tangan dari kantongnya, dan memberikanya pada Yumna. Dengan memalingkan wajahnya, Yumna mengusap airmatanya.
"Maafkan aku....aku ingat kejadian pahit itu," Yumna mengusap airmata yang jatuh tanpa dia sadari.
__ADS_1
Mario mengangguk pelan dan dalam hati meronta. Ingin rasanya dia memeluk Yumna, namun dia tidak punya keberanian untuk melakukannya.