Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku

Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku
Bab 8


__ADS_3

Ronan sedang patah hati, dan ketika berjalan di jalan, dia dihadang beberapa pemuda yang mengejeknya. Karena suasana hatinya sedang kacau, diapun memukul dan menghajar para pemuda itu. Namun karena jumlah mereka lebih banyak, maka Ronan akhirnya dipukuli beramai-ramai. Untunglah Mario yang sudah sembuh dan sudah sehat kembali lewat dan mengenalinya.


Dengan gagah berani, Mario mengajar mereka semua. Dan merekapun lari tunggang langgang. Mario langsung memapah Ronan dan masuk kedalam mobilnya.


"Kau bertengkar dengan para berandalan itu? Bagaimana jika kau terluka? Kau tidak memikirkan ibumu jika sampai terjadi apa-apa denganmu?"


Ronan tertunduk.


"Mereka menggangu ku dan mengejek ku..."


"Lain kali, jangan gunakan emosi dalam keadaan apapun. Tetap berfikir dengan kepala dingin,"


"Jangan kerumahku. Ibu akan sedih melihat keadaan ku,"


Mario menghela nafas dalam dan menatap sekilas wajah Ronan yang tertunduk penuh penyesalan. Mario lalu tersenyum kecil dan hal ini mengingatkanku ketika dia muda dulu.


"Apakah kau sedang patah hati, kawan?"


"Kekasihku menjadi istri ayahku. Aku muak! Tapi aku tidak bisa mengusir dirinya dari dalam hatiku ini. Om, apakah kau pernah patah hati? Beritahu aku, cara untuk melupakan nya?" Ronan menoleh dan menatap Mario yang sedang menyetir.


"Hem....aku patah hati. Tapi aku tidak di khianati. Aku mencintai seorang gadis tapi aku tidak punya keberanian untuk mengatakannya. Hingga gadis itu di lamar oleh orang lain,"


Mario bercerita tentang cintanya yang dia simpan dan tidak pernah dia ungkapkan hingga kini. Sejak dua puluh tahun silam hingga waktu terus berganti, tapi cinta di hatinya masih ada dan masih sama seperti dulu. Ronan tidak tahu jika gadis yang di cintai pria di sebelahnya adalah ibunya. Tentu saja tidak ada yang tahu, kecuali Mario dan Pamannya.


.


Dirumah Mario, Ronan membersihkan dirinya dari beberapa noda darah. Dan Mario dengan sabar mengobatinya.


"Kau sangat baik Om. Tapi kenapa kau tidak menikah? Pasti banyak gadis yang menyukaimu. Kau tampan, kaya, sukses dan baik hati," Ronan bertanya ketika Mario selesai mengobati luka memarnya.


"Aku akan menikah suatu hari nanti,"


.


Rachel tahu jika ayahnya di penjara karena memukuli orang. Dan ibunya sudah mencabut laporan nya. Rachel sangat malu dan kesal dengan sikap ayahnya yang ke kanak-kanakkan.

__ADS_1


"Aku malu jika sampai teman sekolahku mengetahui berita ini. Kakek, kenapa ayah tidak berhenti membuat masalah? Karena ayah, kak Ronan patah hati dan karena ayah, ibu menderita. Apakah semua itu masih belum cukup?" Rachel mengadu pada kakeknya.


Dan saat itu Yumna mendengarnya. Dia baru saja masuk kedalam rumah. Yumna lalu mengelus rambut putrinya.


"Walau bagaimanapun dia tetap ayahmu nak. Jadi tetap hormati dia. Menghormati nya adalah kewajiban mu sebagai anak,"


Rachel memeluk Ibunya dan kakeknya mengangguk, tanda dia setuju dengan apa yang dikatakan Yumna, putrinya.


.


Hari semakin larut, Mario menyuruh Ronan pulang agar ibunya tidak cemas dirumahnya. Ronan lalu keluar dan naik ojek ke rumahnya. Mobilnya dia taruh di bengkel karena pintunya sedikit penyok.


Sesekali Mario menatap bintang yang tinggi di langit bertaburan begitu indah. Dulu dia dan Inara sering berjalan-jalan dimalam hari sekedar untuk menikmati indahnya bintang di langit. Inara akan menyandarkan kepalanya di bahunya. Dan mereka berdua menatap ke atas sambil tertawa bahagia.


"Ah sial! Aku ingat dia lagi!" Ronan menoleh ke arah lain untuk mengusir kenangan manis itu.


Dan tiba-tiba ketika dia menoleh, dia melihat Inara keluar dari sebuah supermarket dan diganggu oleh beberapa pemuda. Salah satu dari mereka bahkan menarik tas cangklong nya.


"Pak! pak! Berhenti!"


"Woiiii! Apa yang kalian lakukan?"


Ketika aksinya di lihat dua orang pria, merekapun kabur dan melarikan diri.


"Jangan lari! Wooiiii!" Sopir ojek juga ikut berteriak.


Inara menoleh ke arah suara yang sudah menolongnya. Dan saat tahu jika itu adalah mantan kekasihnya, Ronan. Maka diapun menjadi berdebar. Ini pertama kalinya dia bertemu sejak dia resmi menjadi istri ayahnya.


Inara tertunduk tidak berani menatap wajah Ronan karena dia menyadari dia bersalah dan telah mengkhianati nya.


"Dimana mobilmu?" tanya Ronan melihat Inara yang ketakutan dan tertunduk malu.


"Disana!" Inara menunjuk mobilnya yang terparkir agak jauh karena dia memang membeli beberapa barang di toko yang berbaris dengan letak berdekatan. Namun naasnya saat keluar dari supermarket, dia justru bertemu dengan pemuda berandalan itu dan kebetulan saat itu tidak ada satupun orang yang lewat. Suasana jalan itu begitu sepi.


"Aku antar kau kesana!"

__ADS_1


Inara mengangguk tanpa berani sedikitpun menatap mata mantan kekasihnya itu. Ronan sendiri juga tidak menyangka jika wanita yang dia selamatkan adalah Inara. Gadis yang dia sayangi juga dia benci.


"Aku akan menjelaskan sesuatu!"


"Tidak perlu. Sudahlah!" pungkas Ronan.


"Aku hanya ingin minta maaf padamu. Aku jatuh cinta pada pria dewasa dan mengkhianati cinta kita," Inara tetap berbicara karena sejak Ronan mengetahui perselingkuhannya, mereka tidak bicara sama sekali. Dan ini kali pertama mereka bicara.


Langkah kaki Ronan terhenti. Dia menoleh sekilas lalu membuang pandangannya lagi.


"Cepat masuk ke mobilmu!"


Ronan seakan tidak ingin mendengar alasan kenapa Inara berselingkuh. Dan menurutnya itu sudah tidak penting lagi. Kesalahan lain bisa dia maklumi dan dia maafkan. Tapi pengkhianatan, apapun alasannya, dia tetap bersalah dimata Ronan.


.


Yumna gelisah karena Ronan tidak kunjung pulang. Dia terus duduk menunggu di teras dan sesekali melihat ke gerbang rumahnya.


Tiba-tiba dia melihat seseorang turun dari motor dan masuk ke halaman. Dan dia mengenali jika itu adalah Ronan.


Yumna menarik nafas dalam dan berdiri. Dan harus mengingatkan putranya jika tidak baik berkeliaran dimalam hari.


"Ronan, kau darimana saja? Dan keningmu serta bibirmu? Kau berkelahi?"


Yumna terkejut melihat wajah Ronan yang agak kebiruan.


"Sudah di obati Bu, oleh Om Mario. Sekarang aku akan ke kamar!"


"Mario! Kamu bertemu dengannya?" Yumna bingung kenapa Ronan bisa bersama Mario. Apa yang sudah terjadi?


"Sudah ya Bu. Besok aku ceritakan."


Ronan berjalan ke kamarnya. Hatinya sedang gelisah karena dia baru saja bertemu dengan Inara. Sedangkan Yumna, dia berdiri terpaku menatap punggung putranya yang masuk ke kamarnya.


Putranya telah dewasa, jika dia akan bercerita besok, maka seberapa pun ke ingintahuan Yumna tentang apa yang terjadi, dia tidak bisa memaksanya bercerita saat ini.

__ADS_1


Yumna lalu menutup pintu dan dia juga masuk ke kamarnya. Dia tahu jika putranya masih sedih karena patah hatinya. Tidak akan mudah memaafkan dan melupakan tragedi cintanya. Bahkan hingga saat ini, dia tidak mau bertemu dengan ayahnya dan memanggil dengan sebutan ayah. Dia mulai memanggil ayahnya dengan sebutan Pak Anjar. Baginya, ayahnya sudah tiada.


__ADS_2