
Ronan benar-benar masuk kedalam kamar mandi. Dia lihat Tiara tergeletak di lantai dengan hanya memakai handuk saja. Sontak saja Ronan membalikkan tubuhnya badan tidak mau menatapnya dalam kondisi seperti itu.
"Heh! Apa yang lalu lakukan? Jika kau memalingkan wajahmu, lalu bagaimana kau akan menolongku?" Teriak Tiara ketika melihat Ronan memalingkan wajahnya.
"Bagaimana aku akan menolongmu. Kau hanya memakai handuk seperti itu?"
"Bajuku basah. Mau bagaimana lagi? Cepat gendong aku ke ranjang. Atau...kau akan membiarkan aku di lantai kamar mandi sampai besok dan aku mati kedinginan disini?"
Deg.
Mendengar kata mati kedinginan, membuat Ronan berfikir. Dia tidak mau melihat Tiara yang hanya memakai handuk saja. Tapi jika tidak menolongnya maka dia bisa mati.
"Baiklah! Awas jika kau macam-macam!" ancam Ronan lalu berjalan sambil menunduk mendekati Tiara.
Kini kakinya yang indah dan jenjang terlihat olehnya, Handuk itu hanya sampai di pahanya saja dan menutupi bagian atas di bawah leher.
"Cepatlah gendong aku. Aku tidak gemuk. Kamu pasti kuat menggendongnya,"
Dengan kesal, dan tanpa mau menatap bagian lainnya, Ronan menggendong Tiara keatas ranjang lalu menyelimuti tubuhnya.
"Heh! Gadis tidak waras! Pakai ini dan keluar dari kamarku!" Raymond memberikan bajunya dan menyuruh Tiara memakainya lalu pergi dari apartemen nya.
"Aku akan tidur disini!" ucap Tiara.
"Heh, dengar! Jika kau nekat tidur disini....maka...."
"Apa?" lanjut Tiara.
"Maka....tidak boleh! Aku akan kasar padamu dan menyeretmu keluar dengan paksa,"
Ronan benar-benar kehilangan kesabaran menghadapi kegilaan Tiara. Tiara merinding saat melihat kemarahan Ronan.
Diapun lalu memakai baju itu tanpa pakaian didalamnya dan hanya mengenakan pakaian luar saja.
"Sudah? Ok. Sekarang, cepat keluar dari sini!" Ronan sudah berdiri di pintu dan membukanya untuk Tiara.
"Tapi....."
"Cepat.....!" Dengan menggertakkan giginya, Ronan menatap tajam wajah Tiara. Akhirnya dengan kecewa, Tiara terpaksa keluar dari apartemen Ronan.
__ADS_1
.
Hari demi hari berlalu. Segala upaya telah di lakukan Tiara untuk meluluhkan hati Ronan. Dari perilaku santun hingga yang keluar dari akal sehat. Namun ternyata semua sia-sia.
Luka di hatinya sangatlah dalam. Luka yang di torehkan Inara benar-benar merenggut kepercayaan nya untuk mempercayai wanita lagi.
Malam ini, Tiara mengepak semua bajunya didalam koper. Besok dia akan pergi dari rumah ini, dan dia sudah kehilangan cara untuk meluluhkan hati Ronan. Rasanya sebagai perempuan, dia sudah mempertaruhkan semua harga dirinya didepan pria itu. Namun dia tetap tak bergeming. Dia tetap menjadi Ronan yang dingin dan tidak tertarik pada hubungan percintaan lagi.
Lusi kaget saat melihat Tiara ada didepan rumahnya.
"Kau?"
"Tante....aku menyerah. Aku sudah kehilangan nilai dan harga diri demi meluluhkan dirinya. Tapi....dia tidak berubah. Dia tetap tidak mau memberi ku kesempatan untuk menggantikan Inara di dalam hatinya..."
Lusi lalu memeluk Tiara.
"Tidak masalah. Kau sudah mencoba dan berusaha. Itu sudah cukup...."
.
Sementara Ronan kembali kerumah setelah tahu jika Tiara tidak ada dirumahnya lagi. Dia berteriak pada Rachel adiknya dan memintanya membuatkan jus untuknya.
"Kau kembali?" Rachel terpana melihat kakaknya datang dengan koper. Artinya dia akan tinggal dirumah ini dan tidak di apartemen lagi.
"Ya. Aku akan tinggal disini lagi...."
"Dia sudah pergi bukan?" tanya Ronan dan membuat Rachel terpana.
"Maksudmu...kak Tiara?"
"Hem....." Ronan mengangguk.
.
Beberapa bulan kemudian.....
Terdengar kabar perceraian Inara dengan Anjar. Inara kecewa dengan Anjar karena ternyata cinta beda usia yang mereka jalani tidak berjalan dengan mulus seperti diawal hubungan itu terjalin.
Setiap hari kebiasaan baru mulai terlihat entah itu dari Anjar maupun dari Inara. Dan mereka sering cekcok dan bertengkar setiap hari. Anjar menyebut Inara malas dan tidak seperti Yumna. Inara kesal, dan menyebut jika Anjar tidak sebaik Ronan. Dan dia menyesal telah tergoda olehnya.
__ADS_1
Akhirnya mereka resmi bercerai. Dan Inara kini mendatangi Ronan dan memohon untuk kembali padanya.
Ronan baru saja keluar dari kantor di jam lima sore. Matahari hampir tenggelam di barat kota. Kedatangan Inara membuat nya kaget dan terbelalak.
"Kau!"
"Bisa kita bicara?" tanya Inara dengan wajah memelas.
"Ya......!" Ronan dan Inara lalu pergi ke taman yang ada didekat kantor itu.
"Katakan! Kenapa datang mencariku?" ucap Ronan dingin.
"Aku ingin kembali padamu. Aku sudah menyesali kesalahan terbesarku dengan meninggalkan kamu mu. Sekarang aku tahu, ternyata hanya kau yang memahamiku?" ucap Inara dengan bersimpuh di kaki Ronan.
Ronan menunduk dan akan memegang bahunya. Sesaat cinta di hatinya muncul. Namun disaat yang sama, apa yang dilakukan Inara tidak bisa dimaafkan. Ronan lalu bernafas dengan berat.
"Bangunlah!" ucapnya dingin.
"Apakah kau sudah memaafkanku?"
"Maafkan aku Inara. Tapi kau terlambat. Saat ini sudah ada wanita lain didalam hatiku. Namanya Tiara," ucap Ronan hingga membuat wajah Inara merah karena malu.
"Nama kalian memang mirip. Tapi dia tidak akan mengkhianati ku seperti yang kau lakukan padaku!"
Kata terakhir yang diucapkan Ronan benar-benar sangat menusuk seperti belati tepat ke jantung hati Inara.
Dan tiba-tiba diseberang sana, seorang gadis membawa koper baru datang dari luar negeri, memanggil Ronan.
"Honey......!" Tiara akhirnya kembali. Ronan kini sudah membuka hatinya untuk Tiara. Beberapa hari setelah Tiara pergi, Ronan merasa kesepian dan muncul perasaan aneh didalam hatinya.
Bahkan dia tak jarang tertawa sendiri ketika teringat akan kekonyolan Tiara saat berusaha meluluhkan hatinya. Akhirnya dia meminta Tiara datang lagi dan akan membuka hati untuknya dan melupakan kenangan pahitnya bersama mantan kekasihnya.
Melihat hal itu....hancur sudah harapan Inara. Dia bercerai, dan dia di tolak oleh Ronan. Tidak ada kata kembali dan mengulang lagi kebahagiaan yang pernah di lalui bersama kekasihnya itu.
Tamat
Terimakasih Teman-teman atas dukungannya....seperti biasa..cerita dalam novel ini tidak terlalu panjang 🙏
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan 🙏
__ADS_1
Sekali lagi... terimakasih untuk teman-teman yang sudah menyempatkan untuk mampir dan membaca novel yang saya tulis, semoga bisa menghibur........😍🥰🙏