Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku

Kekasih Putraku Istri Kedua Suamiku
Bab 17


__ADS_3

Yumna di bawa ke sebuah rumah yang besar dan mewah. Dia lalu di suruh jalan masuk kedalam oleh orang yang menangkapnya. Yumna sendiri bingung, kenapa dia dibawa kesini. Rumah ini terlalu mewah jika disebut rumah, bangunan ini mirip dengan istana. Beberapa tiangnya bahkan berlapis emas dan perak.


"Masuklah! Bos sudah menunggu didalam!"


Dua pelayan membuka pintu untuk Yumna.


"Silahkan masuk nona, Tuan sudah menunggu Nona sejak tadi," ucap dua pelayan yang membuka pintu berukuran besar itu.


Yumna masih bingung dengan keadaan ini. Siapa yang di maksud Bos dan Tuan. Rasanya dia tidak punya masalah dengan siapapun. Dia juga tidak punya hutang, kecuali dengan Mario. Beberapa orang menculik karena masalah hutang piutang.


Apa semua ini?


"Ke arah sini Nona...." sahut seorang pelayan memberi petunjuk arah pada Yumna.


"Masuklah kedalam. Tuan ada didalam,"


Yumna mengangguk kendati dia tetap tidak mengerti apa yang terjadi.


Perlahan dia membuka pintu. Dan saat pintu terbuka, dia melihat seorang pria parlente duduk di kursi bak seorang raja.


"Maaf, aku mengundangmu dengan cara seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi. Seperti inilah cara pria berkuasa bertindak!" ucapnya dengan sangat sombong dan sedikit menakuti Yumna agar nyalinya kecil dan menurut pada keinginannya.


"Jadi, kau di balik penculikan ini?"


"Ya. Aku yang menyuruh mereka. Hari ini aku ingin mendengar jawabanmu atas lamaranku. Makanya aku menyuruhmu datang. Dan sebenarnya cara seperti ini tidak berlaku untuk kekasihku...."


"Apa!?"


"Silahkan duduk dulu. Kita bisa bicara dengan tenang jika kau duduk di hadapan ku," imbuhnya lagi sambil tersenyum menyeringai.


"Tidak! Ini tidak benar!"


Yumna berbalik dan siap berlari.


"Jika kau lari, ayahmu tidak akan selamat!" Teriak Bos kompleks itu serentak membuat langkah kaki Yumna terhenti.


Yumna masih berdiri memunggungi Bos Kompleks itu. Dan pria itu terdengar tersenyum kecil.


"Aku tidak ingin mengancam keluargamu. Lagi-lagi perilaku kasar tidak berlaku untuk kekasihku. Tapi aku terpaksa melakukannya,"

__ADS_1


Astaga. Pria ini sangat jahat. Selain itu, bagaimana jika ancamannya benar?


Yumna lalu berbalik dan menatap pria itu.


"Apa mau mu?"


"Mari kita menikah. Aku tahu, banyak gadis yang bersedia menjadi istriku. Tapi sayangnya, aku hanya ingin kau yang menjadi istriku. Semakin kau menolaknya, rasa cintaku padamu semakin bertambah besar," ucap Pria itu.


"Apa?!"


Yumna benar-benar terdesak dengan keadaan ini. Namun dia masih diam dan berharap Mario akan datang menyelamatkan nya. Meskipun itu mustahil. Mana mungkin dia datang kemari? Apakah dia sehebat itu, hingga bisa menemukan dirinya dirumah besar ini layaknya detektif? Yumna sedikit putus asa. Kecil sekali ada kemungkinan seperti yang dia harapkan.


"Biarkan aku pulang dan bertemu dengan keluarga ku. Aku harus bicara pada mereka. Aku akan menjawabmu esok hari," ucap Yumna setidaknya hari ini dia harus lolos dari rumah mewah ini.


Bos komplek menatapnya. Dia sangat meremehkan wanita di hadapannya ini yang seperti semut kecil di bawah kekuasaannya. Dia janda! Ayahnya sudah tua! Dia juga bukan keluarga konglomerat yang bisa berpengaruh padanya! Tentu saja dia tidak akan bisa lari darinya. Kenapa aku harus takut dia akan lari dariku?


"Baiklah!"


"Pengawal! Antarkan kekasihku ini pulang dengan selamat!"


Titahnya pada anak buahnya. Dan Yumna merasa muak di panggil kekasih oleh pria ini. Siapa dia, berani memanggilnya dengan sebutan kekasih tanpa izin darinya. Tapi melawannya? Sangat mustahil. Bahkan dia tidak berani mengatakan jika dia keberatan dengan sebutan itu ketika mendengar ancamannya akan membahayakan jiwa ayahnya.


"Tidak perlu! Aku bisa pulang sendiri dengan selamat!"


Yumna melangkah dengan cepat dan masuk ke mobilnya.


.


Sampai dirumahnya, dia melihat ayahnya sedang duduk di teras sambil minum teh dan makan cemilan. Yumna berdiri didekat mobilnya dan memandangi wajah ayahnya dari jauh sambil memikirkan ancaman Bos komplek itu.


Ayah, aku sangat takut pada ancaman Bos Komplek itu. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepadamu. Tapi aku juga tidak sanggup jika harus menjadi istrinya. Dia kejam! Aku takut berada di dekatnya hanya untuk sebentar saja. Lalu bagaimana aku bisa menjadi istrinya? Lebih baik aku tiada daripada menjadi istrinya!


Ayahnya melambai saat tahu putrinya melamun.


"Kemarilah. Minum teh bersama ayah. Sudah lama kita tidak minum teh bersama di teras...." ucap ayahnya. Dan Yumna langsung duduk dan menuang teh dan tersenyum hangat menatap wajah ayahnya yang semakin tua saja.


"Kau seperti nya sedang memikirkan sesuatu. Apa apa? Ceritakan pada ayahmu. Agar bebannya berkurang....siapa tahu aku bisa membantu mu...." ucap Ayahnya.


"Emm .......,"

__ADS_1


Yumna lalu menceritakan apa yang baru saja dia alami. Dan tanpa dia tahu, Ronan mendengar semua itu dari dalam ketika dia akan keluar ke teras.


"Jadi, dia mengancammu?!" Ayahnya sangat terkejut mendengar apa yang di katakan Yumna.


"Berani sekali dia mengancam putriku!" Ayahnya terlihat sangat geram.


"Jadi Bos komplek itu senekat ini? Dia bahkan mengancam ibu? Ini tidak bisa di biarkan! Tapi.....apa yang harus aku lakukan?" Ronan melihat ke ruang hampa dan memikirkan sesuatu.


"Aku tahu! Siapa lawan yang pas untuknya! Aku tahu orang yang bisa membuat Bos komplek jera!"


"Om Mario!"


Ronan langsung masuk ke kamarnya dan akan menghubungi Mario. Kini dia berubah pikiran. Kini dia merasa, jika ibunya butuh pria pelindung yang kuat seperti Mario. Mario terlihat pria yang baik dan tulus. Apalagi mereka bersahabat, dan Om Mario juga menyukai ibunya sejak lama.


Ronan menelpon dan menceritakan bapa yang di alami ibunya pada Mario secara diam-diam.


"Apakah dia pria yang datang kerumahmu itu?" tanya Mario melaluinya telepon setelah mendengarkan dari Ronan apa yang di alami ibunya.


"Benar Om!"


"Kurang ajar! Berani sekali dia!"


Telepon di tutup. Ronan merasa lebih baik sekarang. Dan Mario tidak sabar untuk memberi pelajaran pada pria itu, setelah Ronan meminta bantuannya.


"Aku akan memberi pelajaran pada pria itu!"


"Berani sekali dia mengancam Yumna!"


Mario lalu membuka laptopnya. Dia mencari nama pengusaha yang saat ini membangun bisnis di komplek perumahan di dekat rumah Yumna.


"Namanya Giantoro!"


"Akan aku cari data tentang dirinya!"


"Terlibat kasus hukum soal mafia tanah!"


"Bagus! Ini akan membuatnya jera!"


Mario menarik nafas dalam dan mencatat alamat kantor Giantoro. Setelah itu dia keluar dari kamarnya dan akan pergi menemuinya.

__ADS_1


__ADS_2