Kekasihku Pria Terpoluler

Kekasihku Pria Terpoluler
bab 10


__ADS_3

Pagi ini ika sarapan nasi goreng buatan mama, matanya sembab.


"kamu kenapa nangis sampe sembab gitu, ada masalah apa?" tanya mama sambil menambahkan telur mata sapi dipiring ika.


"nasi goreng mama selalu favorit" ika memasukan nasi goreng kemulutnya dibarengi sama kerupuk udang kesukaannya.


"kamu gamau cerita sama mama?" tanya mama sambil ikut menikmati nasi goreng buatannya sendiri.


"bukan gamau cerita, ika kemarin malem ga bisa tidur ma, terus nonton drakor kebetulan ceritanya sedih banget, pemeram utamanya pergi tanpa memperjuangkan cintanya, ika jadi nangis antara sedih dan kesel" jawab ika berbohong.


"terus ceritanya masih bersambung atau tamat?" tanya mama lagi.


"bersambung ma?" jawab ika tak menyelesaikan makannya


"yaudah bisa ajakan nanti diakhir cerita bahagia, namanya juga film mengaduk emosi penonton" jawab mama sekenanya, seakan percaya dengan alasan ika.


"ika udah gamau nonton lanjutannya ma, gamau sedih lagi" ika meneguk air putih tanda sarapannya sudah selesai.


"kok ga dihabisin?" tanya mama, heran ika tak menghabiskan sarapannya.


"udah kenyang mama, yaudah ika pamit dulu, mau berangkat sekolah cari ilmu yang banyak" ika mencium tangan mama.


"iya sayang" jawab mama dibalas senyuman manis dari ika.


Ika berangkat sekolah, seperti biasa menggunakan angkutan umum.


Sampai diujung jalan sadga menghampiri, padahal rumah sadga kerumah ika itu tak sejalan dengan arah sekolah.


"pakai helmnya, kita teman kan? Nanti giliran loe gue tanya tentang vera?" sadga mengulurkan helm


Kali ini ika tak menolak, ika segera naik keboncengan dan mereke berangkat ke sekolah bersama.


Sampai digerbang sekolah sadga Memarkirkan motornya dan ika turun didepan pagar sekolah.


"ika!!" vera melambaikan tangan


"hey" ika menghampiri sahabatnya itu


"gimana? Masih sakit?" tanya vera perhatian


"udah ga kok, nanti pinjem catatan kemarin ya ver?" tanya ika


Mereka berdua berjalan menuju kelas.


"iya tenang aja, oh ya kok berangkat sama sadga bukankah kalian berlawanan arah?"tanya vera.


"iya, tapi tenang aja gue gak ada perasaan kok sama sadga!" tegas ika


"ya udah ayo kita masuk ke kelas" vera merangkul sahabatnya.


Bel berdering semuanya sudah masuk ke dalam kelas, hari ini ika lebih banyak diam daripada biasanya, vera penasaran dengan perubahan sahabatnya. Selama pembelajaran berlangsung ika juga tak bicara sedikitpun sama vera, hingga saat istrahat tiba vera mengoyak tubuh ika.


"ika, loe kenapa? Gak biasa ah loe diem kaya gini, loe ada masalah? Gue masih sahabat loe kan?" tanya vera


"gue cuma pengen jadi murid yang lebih baik kok" jawab ika tak membuat vera percaya


"yaudah perasaan loe lagi ga enak, kita ke kantin aja yuk, loe mau apa gue traktir?" tanya vera menghibur


"iya oke, gue mau" kali ini ika berdiri dan menyetujui tawaran vera.

__ADS_1


Saat berjalan masuk area kantin , ika berpapasan dengan altarik, ika membuang wajah, meyakinkan dirinya harus melupakan altarik.


"cieh, tu idola loe?" bisik vera setelah mereka berlalu.


"loe bisa tenang vera? Gue udah sadar kok, dia bukan idola gue lagi" ika tersenyum kecut


"kok bisa, mana ika yang semangat mematahkan opini gue? tapi ya udah kalo loe sadar daripada sakit hati kan?" vera dan ika duduk disalah satu meja kantin


"gue pesenin deh, loe mau apa?" vera hari ini begitu baik seakan membuat keadaan tak semakin buruk.


"gue makan mie pedes aja level5?" jawab ikq cepat


"perut loe gakpapa? Yakin? Pedes banget lo itu?" vera kaget dengan pesanan ika.


Biasanya level 2 aja ika udah gak kuat gimana sama level 5, vera menunggu jawaban ika.


"udah gue mampu, pedesan kehidupan gue" ika tak mengubah pesanannya.


"oke gue pesenin sebentar, loe tunggu! Kurang apa kebaikan gue, ya kan!" vera pesan makanan sementara ika duduk sendiri dimeja


Seharian ika tak melihat janet dan gengnya baguslah, setidaknya untuk hari ini tidak ada gangguan yang berarti.


"ika, gue gabung ya?" sadga mengagetkan ika


"boleh, silakan aja?" ika tak terganggu dengan kedatangan sadga,


dan hari ini sadga membuktikan ingin menjadi teman yang baik untuk ika, sejak perjalanan dari rumah sampai sekolah pagi tadi, sadga juga tak mengejek ika sama sekali.


"dari pagi loe murung, mata loe sembab kenapa?" tanya sadga


"gue!! gak ada cuman habis nonton drakor kok" jawab ika enteng


"oh ya ika, misal ni vera suka sama cowok lain, menurut loe ada kesempatan ga buat gue?"


"brati gue ada kesempatan" sadga tertawa


"tapi setau gue vera suka sama loe, ga ada tu cowok lain, yaudah tembak aja langsung" ika menatap sadga yang sedikit bingung menjawab pertanyaannya.


"ya tapi ga sekarang, nanti harus disiapkan dulu biar momennya pas"


"kok loe ga pernah nanyain gue makanan kesukaan vera, atau pertanyaan tentang vera secara detail?"


"ika, vera udah mau balik kemeja, nanti ya gue anter loe pulang masih ada yang mau gue tanyain?" sadga beranjak pergi


Ika sendiri merasa sadga kurang mendekati vera, malah selalu menghindar gimana mau jadian.


"ngapain sadga kesini? Ada gue dia cabut kenapa? Loe sekarang deket banget sama dia?" tanya ika sambil membawakan 2 gelas es jeruk.


Ika segera menyeruput es yang dibawa vera


"seger banget vera, kayaknya dia suka sama loe deh ver?" ika menjawab pertanyaan vera


"gue udah ga percaya kalau loe bilang gitu, orang suka itu ngedeketin, la ini menghindar mulu dari gue, mana ada ngedeketin gitu" vera sedikit kesal


"yee gue tebak, loe juga suka kan sama dia?" kali ini ika bisa tersenyum


"selama dia ga ngomong suka mending jaga hati aja deh,,males berharap" jawaban vera ada benernya


"kali ini gue setuju, selama ga ada kata2 cinta kita ga boleh ada harapan ke cowok, mencintai itu tidak mudah" ika antusias mendengar kata vera

__ADS_1


"loe udah nyerah ngejar altarik, mana ika yang bilang gue yakin altarik juga suka sama gue, altarik itu perhatian sama gue, bawain makanan kesukaan gue" canda vera


"gue lupa sama ika yang itu" mereka tertawa lagi bersahutan.


seperti dugaan vera ika tak menghabiskan mie levelnya.


"udah dikasih tau tetep aja ngotot, ga habis kan?" gerutu vera


"gue gak mau nyiksa perut gue! gue minta maaf ver, besok gantian deh gue yang traktir" ika mengelus perutnya yang mulai melilit.


"pulang sekolah pesen taxi online barengan aja ika, supir gue gak bisa jemput, gue yang bayar lagian loe belum bener2 sembuh kan, kasian kalau naik angkutan umum"


"gue pakai taxi loe, loe dianter sadga aja?" ika mrmbuat vera bingung


"maksdunya??"


"sadga kan nawarin anter gue pulang, jadi dibalik aja dia anterin loe naik motornya, gue pakai taxi online loe, bayaran ga mahal kan biar kalian bisa berduaan?" tawaran ika membuat vera sedikit salah tingkah.


"ya kalau sadga bisa gue oke!!" jawab vera tanpa basa basi


"yaudah loe balik kelas duluan, gue cari sadga ya?"


"siap" vera kembali ke kelas terlebih dahulu.


Saat ika akan berdiri tiba2 altarik menghampirinya.


"ika" suaranya tak lantang seperti biasa


Ika hanya menatap altarik tanpa suara, banyak pasang mata menatap mereka, dan bukan hal biasa altarik mau menyapa ika disekolah apalagi kantin.


"sabtu ini loe ga usah bantuin nenek, tapi temenin nenek belanja sama masak, gue udah nemuin orang yang bisa bantuin nenek beresin rumah" altarik mengecilkan suara agar tak terdengar siapapun


"oh ya bagus, udah ga perlu gue lagi kan, gue juga pengen kasih tau udah ga bisa bantuin loe lagi" jawab ika dengan nada malas


"tapi loe temenin nenek belanja ya? Nenek suka sama loe terhibur katanya kalau ada loe"


"sorry gue ga bisa, sampaikan ke nenek gue gak bisa!" ika meninggalkan altarik dan sedikit menahan tangis.


Seandainnya altarik tak memiliki kekasih, dengan senang hati pasti ika menerima tawaran itu, secepat ini ika harus mengubur semua impiannya.


Kali ini ika mencari keberadaan sadga, yang belum dia temukan.


"eko, loe lihat sadga ga?" tanya ika ke salah satu teman mereka.


"tadi dilapangan basket loe kesana aja, seneng pasti loe samperin" eko membuat ika mendelik


Setelah mendapatkan info ika langsung menuju lapangan basket. Benar ada sadga disana, ika melambaikan tangannya dan sadga dengan cepat berlari ke arahnya.


"apa??" tanya sadga


"gue ada kabar baik buat loe? Vera hari ini ga dijemput sama supirnya, dia nawarin gue pulang bareng dia naik taxi online, jadi loe aja yang anterin dia balik ya?" ika merasa tawarannya ini akan membuat sadga senang


"terus loe naik apa?" sadga tidak tampak senang sedikitpun


"taxi online lah, daripada motor loe! Gimana, oke kan! Vera juga oke kok, ini kesempatan emas loe bisa berduaan sama dia?" ika meyakinkan sadga agar semangat mengejar cintanya.


"sorry ika, loe pulang balik sama vera aja ya! Baru aja gue mau ngabarin loe kalau siang ini ga bisa anterin loe balik, ada saudara jauh gue yang dateng kerumah, jadi harus balik cepet" jawaban sadga mengecewakan ika


"yaelah bentar aja ga bisa anter vera?"

__ADS_1


"ya gimana? Lain kali oke!" sadga kembali berbaur dengan temannya dilapangan basket.


Ika melihat altarik menatapnya dari kejauhan tatapan yang tajam, yang dirindukannya. Tapi harus segera ditepis ika. Ika berjalan kembali menuju kelas.


__ADS_2