
Ika berjalan lesu menuju kelas, jadi gak enak hati sama vera. Sesampainya dikelas ika menatap vera yang sedang mengobrol dengan temannya yang lain, melihat kedatangan ika, vera buru2 menarik sahabatnya itu.
"sini, gimana? Dia mau anterin gue pulang? Kalau diajak mampir dulu kemana gitu mau gak ya?" tanya vera antusias
"sorry, sadga bilang saudara jauhnya dateng, jadi harus buru2 pulang, gue juga kesel sama dia" jawab ika lirih
"tuh kan! Kalau nie ya, dia suka ama gue harusnya ga menyiakan kesempatan, ika denger kalau dia ga ada niatan langsung ajak gue, udah deh loe ga usah bantuin jadi mak comblang, yang ada sakit hati gue" vera meluapkan kekesalannya
"makanya ngaku kalau loe juga suka sama dia" ika menahan senyum.
"ga usah ngaku loe juga udah tau jawabannya kan?" tembak vera.
"ya, yaudah lain kali biar dia usaha sendiri ya?" ucap ika sambil membuka buku pelajaranya meski bel masuk belum berbunyi .
"tapi tunggu!! Gue percaya loe ga mungkin suka sama sadga karena kebucinan loe sama altarik, tapi jangan2 sadga sukanya sama elo ika!!!" vera meninggikan suaranya.
"ver, jangan kenceng2 ga enak didengar sama yang lainnya, dugaan loe ga mungkin" tepis ika
"apanya yang ga mungkin, dimana ada loe sekarang ada dia, gini aja!! Nanti loe balik sendiri deh, gausah bareng gue?"
"loe marah ver sama gue, segitunya ga jadi kasih tumpangan sama gue, dari pagi gue udah belajar jadi anak sekolah yang lebih pendiam, ini malah loe cari perkara baru" muka ika mendadak cemberut.
"bukan, maksud gue, gimana kalau kita uji sadga? Kalau misal loe ga jadi bareng gue, dia bakal anterin loe atau ga?" vera membuat ika menatap wajahnya
"terus gue gimana kalau dia tetep pulang" kini ika yang bingung.
"gampang, loe chat gue aja gue pesenin taxi online pake ponsel gue, gue bayarin sampe lo nyampe rumah dengan aman" jawab vera.
"sebentar!! Kalau dia beneran anterin gue, itu juga belum cukup bukti kan ver dia suka sama gue, satu lagi kalau dia beneran suka ya ampun akirnya ada juga orang yang suka sama gue" ika tertawa sedangkan muka vera kebalikannya.
"ya gakpapa loe jadian aja sama dia?" vera melipat kedua tangannya.
"becanda ver, gaklah masa gue rebut gebetan sahabat gue!" ika mengedipkan mata genitnya.
Setidaknya kegelisahan dan kesedihan karena altarik sedikit terobati karena antusias vera membuktikan perasaan sadga.
__ADS_1
"tapi ika, jujur gue emang suka sama sadga, tapi ga sebucin loe ke altarik, jadi misalnya suatu saat loe juga suka sama sadga gue gak masalah, ga ada dikamus gue istilah rebut cowok temen!! Karena gue sama sadga juga gak pacaran kan, jadi kalau emang ga ada hubungan ga ada hak juga, loe gak ngrebut siapapun" Kali ini ika mencoba mencerna ocehan vera.
"tunggu, hati gue masih luka, masih perlu waktu penyembuhan, berteman boleh sama siapapun, membuka hati ga semudah itu kawan" perkataan ika sok bijak.
"tapi ika, kalau dia ga jadi anterin loe kita uji lagi!! Duh jadi ga sabar gue jalankan misi mencari jawaban siapa cinta sadga sesungguhnya?" vera kembali bersemangat.
"apa ujiannya?" tanya ika tak begitu antusias.
"ya pilih gue apa loe?" jawab vera membuat ika semakin tak mengerti.
"apa maksudnya, gimana?"
" kita sama2 chat dalam waktu bersamaan, minta tolong apalah ke dia dengan permintaan yang berbeda, dia duluin permintaan siapa?" vera mengembangkan senyumnya.
"alah ini cara loe biar bisa deketin dia juga, pake alasan gue segala, ya nanti kuta babas lagi, bel udah bunyi saatnya cari ilmu lagi" jawab ika menutup obrolan mereka.
Mereka melanjutkan pelajaran yang dimulai.
***
Bel pulang sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu, ika dan vera menjalankan aksinya.
Waktu yang ditunggu sadga mulai mengambil motornya, seperti dugaan vera, laju motor sadga terhenti di hadapan ika.
"mana vera? Mana taxi online kok masih disini aja?" tanya sadga membuka helmnya.
"udah nasib gue vera ga jadi anterin gue, gara2 loe sii ga mau anterin dia pulang" ucap ika sambil sedikit acting.
" kasian banget loe, mana kaki loe masih belum beneran sembuh kan" tanya sadga lagi.
"loe mau kan anterin gue tadi loe bilang mau anterin gue" tanya ika memohon.
"sorry gue gak bisa, udah ya gue balik" sadga melajukan motornya tanpa ika.
Ika tersenyum, ternyata dugaan vera salah, berarti sadga memang kedatangan saudara jauh.
__ADS_1
Tak lama, Altarik menghampiri ika dengan motornya.
"ayo naik!" ucapnya dingin
"gue!!" ika celengak celengok memang tak ada orang lain lagi disekitaran mereka.
"ya gue anter loe pulang" jawab altarik
"loe ga malu anter gue pulang? Lagian nanti ada yang marah, sorry gue bisa naik taxi online" ika menjawab dengan dada berdegub.
"keras kepala, beneran ga mau? Loe kenapa si? Aneh!" altarik memberikan tawaran lagi.
"cukup!! Udah anggep kita udah ga kenal? Gausah loe ajak ngobrol gue lagi!!" ika berjalan menjauh, hatinya kembali lara.
Pulang sekolah bersama Altarik adalah impiannya, menolak altarik dengan nada tinggi juga menyakiti batinnya, tapi mau bagaimana siapa my angel dalam postingan terakir altarik, mereka juga saling berpelukan mesra. Ika sudah tidak ingin mempermainkam hatinya sendiri, Altarik terlalu sulit dijangkau lebih baik ika berhenti berharap.
Kali ini ika mengabari vera, dan vera memesankan taxi online sesuai kesepakatan mereka berdua.
Ika kali ini pulang sendirian tanpa vera, sadga ataupun altarik.
***
Hari sudah larut malam, ika sudah siap menarik selimut untuk segera memejamkan mata, hari yang melelahkan tanpa semangat. Sebelum tidur ika masih kepo dengan medsos altarik, dibukanya lagi ingin memastikan apakah ada postingan baru yang akan membuat hati ika lebih terluka.
Mata ika kembali terbelalak, postingan terakir itu justru terhapus. Ada tanda kedip distatus altarik tanda baru saja membuat story baru.
Tanpa menunggu waktu dengan cepat ika klik story baru altarik.
..."udah ya kawan, tantangan loe udah gue penuhi, gara2 kalah tanding basket, poto kemarin sama melia udah gue posting 24jam, sportif kan gue, terima tantangan kalian, buat fans gue jangan baper ya, buat melia udah bisa ketawa loe!! Buat semua fans gue waktu dan tempat dipersahkan"...
Glekkk ... Dada ika berdesir, tantangan.
Keringat dingin mengucur diseluruh badan ika.
"berarti bukan pacar altarik dong!!! Terus gue udah tolak neneknya ngajakin belanja sama masak, gue juga udah tolak tawaran anterin gue pulang, tolak kesempatan emas didepan mata, bego banget sii gue!!!" ika mengacak acak rambutnya sendiri.
__ADS_1
"terus gue harus apa??sumpah nyesel banget gue atau besok gue Ngomong kedia nerima tawaran neneknya, ga? Gue kudu tetep diem staycoll nyatanya tadi habis gue cuekin altarik masih ngedeketin gue kan, siapa tau besok dia nawarin gue lagi!! Ya bener, gue tunggu aja tawaran dari dia"
Kali ini mata ika berbinar dan tertawa bahagia, harapannya bersama Altarik masih terbuka sangat lebar, ditariknya selimut, tidurnya kali ini akan lebih nyeyak tak seperti kemarin.