
keringat mengucur dikening Ika, pekerjaannya telah selesai, dia berjalan ke arah dapur dan menuangkan air putih dan segera diteguknya, Ika menghabiskan 2 gelas air putih dengan cepat karena kehausan. diusapnya dahinya dengan tissue.
"siapa kamu!" tanya seorang paruh baya sedikit kaget melihat sosok tak dikenal berada di dapurnya.
Ika yakin pasti ini neneknya Altarik yang sudah bangun, wajahnya tak bersahabat menatap Ika sedikit sinis, takut jika ada orang jahat menerobos rumahnya.
"Ika nek, Ika temennya Altarik?" Ika segera mencium tangan neneknya Altarik yang masih sedikit bingung.
nenek melihat Ika dari ujung kaki sampai ujung rambut.
"sebentar, kamu tau rumah ini darimana? mana Altarik?"
"altarik didepan nek masih ngobrol sama tukang kebun mau Ika panggilkan nek?" tanya Ika lembut nenek mengernyitkan dahinya dan menggeleng.
"gak, ga usah nenek bisa kok keluar sendiri, tapi untuk apa Altarik mengajak kamu kesini?" tanya nenek masih bingung melihat makluk didepannya.
"jadi begini nek, sebenarnya Altarik minta bantuan supaya Ika bisa bersihin rumah nenek setiap Minggu atau seminggu sekali, nenek gak keberatan kan?" kali ini nenek mengangguk dan tersenyum.
"altarik ada aja, kamu yang tadi bersihkan rumah" nenek melihat sekelilingnya yang nampak rapi dan tak berdebu lagi.
"iya nek" Ika mengangguk pelan.
"kerja kamu bagus, kalau kamu teman Altarik pasti kamu tidak jahat, meskipun kamu sangat sederhana siapa tadi nama kamu?" tanya nenek mulai menerima kehadiran Ika.
"Ika nek" Ika terlihat senyum sumringah, setidaknya kesempatannya mendekati Altarik lebih terbuka.
"Ika kamu pesan saja makanan online yang kamu mau, bentuk terimakasih nenek sama kamu!" perintah nenek dan Ika masih terdiam.
"Ika ayoo!! skalian siapkan meja makannya ya nanti kita makan sama-sama, nenek mau mandi sebentar kamu kasih tau Altarik ya?" nenek berjalan menuju kamar.
Ika segera memencet menu-menu kesukaannya, dan memesannya secara online, kesempatan makan enak sayang kalau dilewatkan, Ika terkikik setidaknya lelahnya membawa hasil. selesai memesan Ika tersenyum puas.
"Ika!! kalau sudah selesai kita bisa segera pulang, terimakasih ya udah beres kan?" tanya Altarik berjalan menuju dapur melihat Ika lagi asik bermain ponsel, Altarik kira semua sudah selesai.
"gue mau makan siang dulu!" Ika tersenyum sambil meninggikan alisnya
"oke, tapi nanti take away aja ya? gue ga mau sampai ketemu sama temen sekolah kalau makan diluar sama loe!" altarik membersihkan tangannya diwastafel.
"loe duduk sini Altarik!" Ika menarik kursi agar Altarik duduk di meja makan.
"apaan sih loe!" setelah mengeringkan tangan Altarik menatap Ika sedikit aneh.
"gue udah pesen makanan online nih banyak banget!" tunjuk Ika sambil melihatkan layar handphone nya.
__ADS_1
"kok ga tanya gue dulu!" nada bicara Altarik sedikit kesal tapi dia tetap duduk dikursi yang disiapkan Ika untuknya.
"bukan gue yang mau, tapi nenek loe!" Ika segera menarik kursi lagi untuk dirinya sendiri.
"emangnya nenek udah bangun! kok loe gak ngasih tau gue?" altarik akan beranjak tapi ditarik tangannya oleh Ika sampai terduduk kembali.
"udah, masih mandi kok nanti bentar lagi juga kesini mau makan sama-sama katanya" Ika tersenyum dan Altarik sedikit membuang muka.
kali ini Ika dengan puas menatap Altarik yang tetap saja terlihat sangat tampan.
"Arik ini temen kamu ya? nenek tadi kaget Lo ada orang tak dikenal didapur nenek" nenek yang selesai mandi menarik kursi dan duduk sebelum Ika sempat menarikan kursi untuknya.
"iya nek, temen sekolah Arik maaf ya tadi Arik ga bangunin nenek, pules banget soalnya" jawab Altarik terlihat sangat menyayangi neneknya.
"apa dia teman spesial kamu?" tanya nenek sedikit menggoda, meskipun nenek tahu mustahil baginya cucunya yang tampan jika memilih gadis sederhana seperti Ika.
"bukan nek, hanya teman tapi dia teman yang paling tepat yang bisa membatuku membersihkan rumah nenek" jawab Altarik dengan yakin, membuat Ika menarik nafas panjang sedikit tak terima.
Bel berbunyi dan Ika berdiri seakan tau makanan online yang dia pesan sudah datang. Dengan cepat Ika berjalan keluar tanpa ada yang menyuruh. membuat nenek tersenyum melihat apa yang dilakukan Ika.
"Arik dia memang sederhana, tapi sepertinya dia gadis yang baik" nenek tersenyum dan Altarik seolah tak mendengar ucapan neneknya.
"makanan sudah datang, sebentar Ika siapin dulu ya nek" Ika membawa dua kantong plastik yang pasti berisi makanan yang dia pesan.
"silakan nek, mau pakai lauk yang mana, semoga nenek suka ya sama yang dipesan Ika?" Ika sedikit cemas.
"semua makanan yang kamu pesan nenek suka kok, lagipula meskipun sudah tua nenek gak ada pantangan makanan" nenek terlihat lebih ramah dibanding awal melihat Ika.
Ika mengambilkan sedikit nasi dan olahan ikan yang dimasak ala Chinese food dipiring nenek Altarik, disisi lain Altarik enggan mengambil makanan yang beraneka didepannya.
"ini nek" Ika meyerahkan nasi lengkap dengan beberapa lauk.
"terimakasih ya" nenek segera menyantap makanan yang disiapkan Ika.
"Arik, mau gue ambilin juga?" tanya Ika sok perhatian.
"gue bisa ambil sendiri, loe makan dulu aja gue belum laper!" jawab Altarik sedikit dingin.
seakan tak peduli dengan penolakan Altarik Ika justru mengambil lauk2 kesukaannya dan makan dengan sangat lahap, ditengah Ika dan nenek yang sedang menikmati makanan ada suara perut membuat Ika sedikit tertawa menatap Altarik.
"masih gak ngaku kalo laper!! buruan ambil makan, udah ga usah gengsi, loe pengen kita cepet balik kan, loe ga suka lama-lama Deket gue kan?" Ika menggoda Altarik.
Akirnya Altarik mengambil piring nasi dan lauk untuk mengisi perutnya.
__ADS_1
Selesai makan ika membersihkan meja dan segera mencuci piring hanya dalam sekejap semua kembali bersih seperti semula.
"nenek, Ika pamit dulu ya nek sampai ketemu Minggu depan ya nek" Ika kembali mencium tangan nenek Altarik.
"terimakasih ya Ika" nenek mengelus kepala Ika.
"Arik balik ya nek, kalau butuh apa2 kabari Arik" Altarik memeluk nenek yang dikawatirkaya.
"salam buat papa dan mama kamu ya!" nenek mencium kening cucu kesayngannya.
Altarik dan Ika meninggalkan rumah nenek saat sore menjelang, tak terasa mereka menghabiskan waktu lumayan lama. Ika tak kuasa menahan rasa kantuk sesekali kepalanya menunduk di punggung Altarik lalu kembali tersadar dan terulang beberapa kali, Altarik yang menyadari Ika mengantuk melajukan motornya lebih cepat agar segera sampai dirumah Ika. Sesampainya dirumah Ika, wajah Ika nampak lesu terlihat sangat kecapekan. Altarik merasa tak enak hati jangan2 karena permintaanya membuat Ika seperti kehilangan tenaga.
"Ika loe gakpapa?" tanya Altarik lirih didepan rumah Ika.
"gue baik baik aja loe ga usah kawatir!" Ika turun dari motor dengan pelan.
"gue pamitan sama mama loe dulu ya!" setelah altarik memarkirkan motornya dia ikut mengikuti langkah Ika.
Sesaat mengetok pintu rumahnya yang terkunci, mamanya Ika dengan wajah sedikit bertanya membukakan pintu seraya melihat kedua bocah ini.
"darimana aja kalian lama banget, ngerjain tugas dimana?" mama melipatkan kedua tangannya didepan dadanya sambil bertanya tegas.
"maaf Tante" Altarik menganggukan kepalanya bentuk dari minta maaf ke pada mama Ika.
"ya udah gakpapa tapi kerjaannya udah beres kan, belajarnya?" tanya mama Ika lagi.
"udah kok ma, udah beres" Ika mengangkat tangan tanda hormat dengan senyum khasnya agar mama tak cemberut melihat putri kesayangannya pulang terlalu sore.
"Tante, Altarik pamit Dulu ya?" altarik mencium tangan mama Ika dan kali ini mamanya Ika kembali tersenyum seakan melupakan kemarahannya beberapa menit yang lalu.
"kamu hati-hati dijalan ya!" jawab mama Ika dan Altarik membalikan tubuhnya menuju motor kesayangannya.
Altarik menghidupkan motornya dan berlalu, Ika memandang punggung pria yang ada dihatinya itu menjauh dari pandangannya, tidak disangka bersama Altarik selama ini dari pagi hingga sore membuat hatinya bergambarkan bunga bermekaran.
"ayo mandi Ika, darimana aja sih kucel gini?" tanya mama, Ika ngeloyor masuk ke dalam rumah tanpa menjawab pertanyaan dari mamanya.
***
Selesai mandi dan membersihkan badannya Ika merebahkan tubuhnya dikamar, menarik nafas panjang dan mengeluarkannya dengan perlahan. Sedikit menggerakkan badannya yang mulai pegal. Dilihatnya jam menunjukan pukul 6 sore. Diraihnya ponsel dalam tasnya berharap akan ada chat dari Altarik sayang ponsel dalam genggamannya mati kehabisan batrai.
"uh... gimana bisa sih gue lupa nge-charge, tau gitu tadi pas mandi gue charge dulu ini hp!" gerutunya seorang diri dikamar.
dengan terpaksa Ika mengambil kabel charge dan mengisi hpnya yang mati total. Awalnya ingin menunggu barang sejam untuk segera membuka hp yang kembali menyala, belum juga sejam baru sekitar sepuluh menitan Ika justru sudah terlelap karena rasa lelah yang menyelimutinya.
__ADS_1