Kekasihku Pria Terpoluler

Kekasihku Pria Terpoluler
Bab 19


__ADS_3

Pukul 15.30 ika selesai bersiap, sampai detik ini ika masih tak menyangka jadi pacar seorang Altarik, mamanya tadi menelpon akan pulang telat. Lagi2 Ika menyemprotkan parfum dibajunya. Tinggal menunggu kedatangan Altarik. Senyumnya mengembang.


"Apa ini first date gue!" ucap ika memutar tubuhnya didepan cermin.


"baju ini kan pemberian Altarik, pasti dia seneng kalo gue pake"


Ika masih berharap Altarik memang ada rasa padanya, ika akan berusaha mempertahankan pencapaiannya ini.


"tokkk...tokkk..tokkkk" Tiba2 terdengar Suara ketukan pintu berbunyi.


Jantung ika mulai berpacu, pasti Altarik sudah datang. Degan perasaan campur aduk ika berjalan ke arah pintu depan. Hatinya melompat kegirangan.


Dibukanya pintu sambil menarik nafas, Ika sangat nervous. Tangannya sedikit bergetar tatkala memutar gagang pintu.


Ketika pintu dibuka ika sempat menunduk dan memberanikan diri menatap lelaki dihadapannya, saat menatap depan ika justru terbelalak. Sayang yang ada bukan Altarik yang ditunggunya dari tadi.


"elo!" ucap ika kaget, sadga kembali kerumahnya masih memakai seragam.


Padahal tadi sudah ika peringatkan ga usah dateng sore hari, Ika sangat kesal, rasanya ingin segera mengusir jauh2 makluk didepannya ini. Bagaimana kalau Altarik datang dan sadga masih berada disini, semuanya pasti runyam. Raut wajah ika mendadak merah.


"kenapa? Kaya lihat hantu loe" kata sadga santai.


"gue udah bersiap, bentar lagi Mama pulang jemput gue, ngapain loe kesini? Udah dikasih tau ga usah kesini" ika bernada tinggi, tak bisa menyembunyikan kepanikannya.


Dan terpaksa masih berbohong pada sadga kalau ada janji dengan mamanya.


"yaelah beneran loe mau pergi sama mama loe, pake parfum? Bajunya lumayan oke, loe pikir gue percaya atau jangan2 mau dijodohin loe?" tanya sadga tak percaya.


"balik sana! Beneran gue buru2" ika mendorong lengan sadga.


Ika tak taulagi bagaimana menghadapi sadga, jam sudah menunjukan 15.45 berarti 15 menit lagi Altarik akan sampai jika dia ontime. Sementara ika belum berhasil membuat sadga pergi. Boro2 pergi sadga malah duduk di teras depan rumah.


"gue tadi ketemu mama loe, katanya ga ada janji ama loe! Bohong kan loe ama gue?" ucapan sadga membuat ika mengernyit.


Dimana sadga ketemu mama batin ika, ika mencoba berfikir pelan, Ika tak boleh langsung percaya jika tak dengar sendiri dari mama, jangan2 ini manipulasi sadga.

__ADS_1


"mana ada, ngarang aja loe! Ini mama aja udah mau sampe, habis chat gue" jawab ika masih berbohong.


"loe ga percaya sama gue!" sadga terlihat meyakinkan.


"gue lebih percaya sama mama gue daripada loe, ntar malem aja loe kesini lagi, lagian loe juga belum ganti baju, bau lagi" ucap ika meyakinkan sadga agar segera pergi.


"halah, mana ada gue bau! Gue ma selalu wangi, btw ngomong dong, daritadi kalo loe nyuruh gue cepet balik supaya nanti malem gue kesini lagi" sadga tertawa.


"ya pengen makan malam aja ama loe, tapi kalo ga bisa, ya udah mau ngomong apa?" ika duduk disamping sadga, tangannya mengepal, berusaha bersabar menghadapi sadga.


padahal sebenarnya tak ada niatan menyuruh sadga kembali kerumahnya. Tapi segera diiyakan ika, siapa tau bisa membuat sadga segera pergi. Apalagi jam bergulir sudah pukul 15.50 hanya tinggal 10 menit lagi. Matilah ika jika sampai jam 16.00 sadga tak juga pergi dari rumahnya, bisa2 Altarik marah. Dan rencananya melindungi vera juga pasti hancur karena sadga merasa dibohonginya. Keringat dingin mulai membasahi kening ika. Masih berfikir cara cepat mengusir makluk didepannya.


"kenapa sampe berkeringat gitu, gue tunggu ya sampe Mama loe dateng" jawab sadga.


Ika semakin geram, mencoba berusaha membujuk sadga kembali.


"loe ntar malem ga bisa kesini brati, ya udah ngomong aja sekarang, gue chat mama aja supaya ga jadi pergi" ika berharap sadga lebih memilih ketemu nanti malam, daripada melanjutkan obrolan mereka.


ada sedikit keyakinan ucapan laura benar jika sadga memang tertarik pada ika. Tinggal 5 menit lagi, dan sadga masih terdiam, seolah memang tak ada niatan untuk segera pergi. Ika takut jika Altarik tiba2 datang semuanya Pasti berantakan.


"iya" jawab sadga. Ntah apa yang dibicarakan lawan bicaranya.


"nanti malem gue gak bisa, ada janji" ucapnya sambil melirik ika.


"oke gue kesana, sekarang!" sadga menutup ponselnya. Dan memandang Ika.


"ika sorry gue ga bisa temenin loe nunggu mama, gue harus cabut, ntar malem gue kesini, loe gak papa kan?" tanya sadga sambil naik ke motor, seolah ika bersedih dia meninggalkannya, padahal sebaliknya.


"oke!" jawab ika spontan,


"yesss!" batinnya dalam hati.


Justru ini yang Ika mau, Untunglah ada yang menelponnya, siapapun itu ika berterimakasih karena bisa membuat sadga pergi. Senyumnya kembali mengembang.


Ika kembali masuk ke dalam rumah dan merapikan rambutnya lagi. 5 menit berlalu sudah jam 16.05 dan Altarik belum datang.

__ADS_1


Ika mengambil majalah dan membaca cerpen sambil menunggu Altarik, sampai 2 cerpen terbaca Altarik tak kunjung tiba. Sudah jam 16.15. Ika mengambil ponsel siapa tau ada chat dari Altarik ternyata tidak.


Ika mulai cemas, bagaimana jika Altarik membatalkan sepihak pertemuannya. Hatinya yang tadi riang menjadi was2.


Ketukan pintu membuyarkan lamunan ika, segera meloncat turun sofa untuk membuka pintu, Akhirnya dateng juga ungkapnya dalam hati.


Ika membuka pintu dengan semangat. Lagi2 matanya terbelalak tak mendapati Altarik didepannya.


"hai non, masih ingat saya?" ucapnya, ika mengangguk.


"yang memberiku baju utusan Altarik kan? Ada perlu apa pak, apa Altarik tak bisa datang?" tanya ika, tanpa mempersilahkan masuk.


"iya benar, tuan Altarik tidak bisa datang" mendengar jawaban itu Hati ika langsung kecewa. Sejak siang padahal ika sudah bersemangat, berdandan semaksimal mungkin.


Apa yang ika harapkan dari Altarik, toh belum tentu Altarik menyukainya. Mungkin mimpinya teralalu jauh, sudah menjadi pacarnya saja masih diberikan harapan palsu. Ika mulai manyun.


"non ,sudah siap?" tanyanya membuat ika kembali menatap Bapak2 didepannya itu


"bersiap?" tanya ika balik.


"Tuan meminta saya menjemput non, sudah ditunggu diresto, kalau sudah siap ayo" ucapnya ramah.


Ika kembali melotot, oh jadi Altarik tak kesini tapi bapak2 ini menjemputnya. Senyumnya lagi2 tersungging.


"sudah siap, tunggu sebentar saya ambil tas, bapak tunggi dimobil ya" ucap ika lancar.


"baik" jawabnya berlalu.


Ika masuk kedalam rumah sambil mengambil tas dan melompat- lompat.


"mimpi apa gue, beneran ngedate, ponsel kudu dibawa kudu diabadikan moment ini, biar vera percaya sama gue, ya Tuhan" ika kembali mencubit pipinya sendiri.


"auu..." teriaknya lagi


Selesai membawa tas, ika segera berjalan keluar mengunci pintu rumah, lalu menutup pintu pagar, dan segera masuk ke dalam mobil yang disediakan Altarik untuk menjemputnya.

__ADS_1


"wajar sih, seorang pacar diperlakukan sangat istimewa" batin ika, sok iye.


__ADS_2