Kekasihku Pria Terpoluler

Kekasihku Pria Terpoluler
Bab 21


__ADS_3

Pagi ini ika berjalan ke kelas dengan cerianya. Hatinya masih berbunga karena makan malamnya semalam.


"hallo" ucap ika menyapa laura setelah masuk ke kelas.


"ciee..yang diboncengin sama sadga" laura berdehem.


"ehemmm..ehemmm.."


Laura masih saja menganggap ika memiliki kedekatan khusus dengan sadga, apalagi setelah kemarin pulang sekolah laura mendapati mereka berboncengan.


"sttt...gue ga ada apa2 sama sadga, vera yang naksir sadga" ucap ika lirih ke laura.


Mata laura sempat terbelalak kaget mendengar ucapan ika.


"apa??? Cinta segitiga, sahabat loe sendiri?" tanya laura.


"gue ga keberatan kalo mereka jadian" jawab ika santai sembari duduk disamping laura.


"loe pernah lihat sadga boncengan sama vera ga?" tanya laura.


Ika hanya menggeleng, karena memang setau ika sadga tak pernah mengantar vera pulang kerumah.


"fix, sadga sukanya sama loe, meski gue tau sih, loe pasti ga enak hati kan sama vera" jawab laura yakin.


"gue cuma takut vera salah paham"


"kalo loe suka sama sadga, jujur aja gpp gue yakin vera bisa menerima, ya kudu mentingin hubungan yang didasari saling suka, ini kan jelas sadga ga suka sama vera"


"masalahnya gue juga ga suka sama sadga, jadi kalo vera mau kejar cinta sadga gue mendukung aja" ika lagi2 menegaskan


"udah, ga usah malu ama gue, cerita aja" laura seolah tak percaya ucapan ika.


"aduh gimana ya cara gue kasih tau, gue beneran, beneran ga ada rasa sama sadga" ika berusaha meyakinkan laura.


"mumpung kita lagi ngomongin cowok, gue mau curhat sebenernya gue dijodohkan sama salah satu murid yang sekolah disini juga" ucapan laura udah mulai membuat ika cemas, lagipula sebelumnya laura udah cerita tentang altarik.


makanya saat laura membicarakan tentang Altarik, sangat dihindari ika, ika gamau denger cerita apapun dari laura, nanti kalo Altarik umumkan hubungan mereka, bisa2 malah ika yang dikira ngrebut gebetan orang.


"laura, maaf banget, gue belom ngerjain Tugas, loe cerita ke vera aja ya, gue ga terlalu bisa ngedengerin curhatan!" jawab ika tak melipir dari curhatan laura.


Melihat wajah laura yang lembut dan bersemangat sebenarnya ika tak tega. Tapi mau gimana lagi, mendingan ga usah didengerin daripada nantinya juga akan sama dengan kisah ika dan vera.


"ika, please!!sekali aja"


"sorry laura" ika membuka tas dan buku, seolah akan mengerjakan tugas.


Akirnya Laura mengurungkan niatnya, menepi dan berjalan keluar kelas.

__ADS_1


Sesaat kemudian nampak vera masuk kelas, dan melambaikan tangannya ke ika.


"hei.. Denger2 kata laura loe boncengan sama sadga kemarin?" pertanyaan vera membuat ika kebingungan, takut sahabatnya salah paham.


Kalo laura udah berani cerita ke vera, brati laura mulai mau berteman sama vera.


"anter biasa, ga ada maksud, sorry kalo loe cemburu" jawab ika pasrah, kalo sampe vera marah, udah biasa.


"no!! Tenang aja gue gak cemburu sama sekali" jawab vera tersenyum, ika jadi tambah bingung.


"aneh banget loe!" ika memegang jidat vera.


"kemarin sore sadga kerumah gue,sebentar doang, cuma bilang nyuruh gue siap2 soalnya mau diajak nonton malemnya" vera kembali tertawa.


"seriusan!! Sadga ngajak loe nonton, ada kemajuan brati, baguslah kalo begitu" jawab ika ikut senang.


Sepertinya dugaan laura memang salah. Nyatanya sadga mau mengajak vera nonton.


"iya, serius! Terus ya udah, dia balik kerumah, terus gue siap2lah cari baju yang cocok, dandan biar cantik! Eh...beneran habis magrib dia kerumah gue lagi, yaudah kita nonton" vera tersenyum bahagia.


"akhirnya, gimana first date nya?" tanya ika penasaran.


Sebenernya kemarin ika juga first date, ingin banget ngobrol tapi ga mungkin juga cerita ke vera.


"happy" vera memeluk ika.


"wah, ada yang happy! Tadi aja gak mau dengerin cerita gue, sekarang pelukan sama vera" canda laura.


Ika dan vera melepaskan pelukan mereka.


"bukan gitu laura, tadi vera udah minjemin pr nya, jadi ngerjainnya lebih cepet" ucap ika sambil menyenggol lengan vera.


"iya bener" jawab vera, menegerti kode yang diberikan ika.


"bel udah berdering, gue duduk samping ika boleh?" laura menyuruh vera kembali ke bangkunya.


"oke" jawab vera.


"maaf laura, bukannya gak mau dengerin curhatan loe, Tapi ada hal yang gue hindari dan ga bisa gue ceritakan sama loe" pernyataan ika membuat laura berfikir.


"apa? Loe dilarang punya temen baru, atau apa? Kita masih muda, bisa bergaul sama siapa saja kan, jangan loe dengerin, apalagi kalo dari janet?" laura menatap ika serius.


"bukan, ini masalah pribadi kok, ga ada hubungan sama janet"


"terus!! Gue makin penasaran sama maksud loe?" laura semakin ingin tau.


"oke, gue mau jujur sama loe, ini vera juga belum tau dan loe bisa jaga rahasia" ucap ika berhati2.

__ADS_1


"siap" laura siap mendengarkan ika.


"gue punya pacar, kita jadian 4hari yang lalu" ika memberanikan diri cerita ke laura, meski tanpa menyebut namanya.


"4hari yang lalu! Ini hari kamis, kalo 4hari yang lalu minggu, brati pas ketemu gue. Jangan2 loe beneran jadian sama sadga" laura menebak.


"bukan, bukan sadga! Ada cowok lain, kita sepakat merahasiakan hubungan ini, sampai bulan depan" jawab ika.


"ya loe gak ngaku kan karena kalian sepakat rahasiakan, gpp ika tenang aja, gue bisa jaga rahasia" laura tersenyum.


"tapi beneran, bukan sadga orangnya!"


"masih malu aja ngakuinnya?" laura masih menggoda ika.


"kalo ga percaya loe tanya aja sama sadga, dia jadian ga sama gue, pasti dijawab ga"


"terus, jadian sama siapa? Gue kenal ga? Sekolah disini ga?" laura makin penasaran.


"gue gak bisa jawab banyak"


"cowok seperti apa yang loe suka?"


"susah buat didapatkan!" jawab ika


"wow.., jadi penasaran"


"gue mau kok dengerin curhatan loe, tapi nanti setelah pacar gue umumin hubungan gue sama dia" tawar ika ke laura.


"yah lama amat" jawab laura.


"atau gini aja, oke! Gue dengerin semua cerita loe tentang perjodohan dan semuanya, tapi!! Loe ga usah sebutkan namanya dan siapa orangnya" tawar ika lagi.


"kenapa harus begitu? atau loe tau siapa orang yang gue maksud" jawab laura membuat ika panik.


"ya gak lah!! Darimana gue tau, loe aja baru kan pindah kesini, maksud gue biar kita seimbang, kan gue juga ga bilang siapa pacar gue" jawab ika agar laura tak curiga


"gue kira orang kaya loe simple ternyata ribet banget, oke deh" jawab laura setuju.


"oke" ika mengembangkan senyum.


Obrolan mereka terhenti, ketika seorang guru memasuki kelas mereka, tanda pelajaran segera dimulai.


***


Vera segera menghampiri ika saat bel berdering tanda istirahat.


"ayoo, ikut gue!" vera menarik tangan ika.

__ADS_1


"iya sebentar" ika berdiri dan mengikuti vera.


__ADS_2