
Suara pintu mengagetkan Ika..
"ma..." panggil Ika dari balik kamar.
"lho sayang kamu kenapa?" mama melihat putrinya diatas kasur masih menggunakan seragam sekolah membuatnya kaget.
"gak papa ma, Ika tadi jatuh kaki Ika agak kesleo jadi Ika pulang" jawab Ika memelas.
"kamu pulang diantar siapa Ika?" mama mengelus putrinya.
"tadi dianter Vera, tumben mama udah pulang?" Ika balik bertanya.
"iya tadi badan mama agak pegel, pengen istrahat jadinya mama pulang, ya udah mama ambilin baju ganti ya, jangan pakai seragam sekolah gini ga baik!" mama beranjak membuka lemari baju Ika, dan mengambil salah satu piyama untuk Ika.
"iya mama" jawab Ika pasrah.
"ini kamu pakai, masih bisa kan?" mama menyodorkan piyama ke Ika.
Ika mengangguk dan mulai mengganti bajunya dengan pelan.
"mama ke dapur dulu ya, mau masak buat kamu makan siang, habis ganti baju istrahat biar cepet sembuh" mama melangkah pergi meninggalkan Ika.
Mama masih didapur dan memasak untuk makan siang, sedangkan Ika yang selesai mengganti bajunya mengambil ponselnya dan memainkannya. Matanya terbuka lebar kala melihat status wa Altarik bersama gadis cantik.
"dengan siapa ini" batin Ika sedih.
Ika jadi berfikir apakah benar tak ada tempat baginya di hati Altarik, ataukah Altarik mendekati wanita yang ada di statusnya.
(cieh cocok lho!) Ika mengirimkan pesan ke Altarik.
Setelah lima belas menit berlalu tetap tak ada balasan, karena kakinya kesleo membuat seluruh tubuh Ika melemas, akirnya Ika tertidur tanpa sengaja.
Mama yang selesai memasak dan ingin menyuapi putrinya, mengurungkan niatnya, karena melihat Ika terlelap mama tak tega jika harus membangunkan Ika. Mama menutup pintu kamar Ika dan mengembalikan makanan yang sudah tertata dipiring untuk Ika.
"nanti saja, setelah bangun baru deh nanti mama suruh kamu makan Ika" mama berkata dalam hati.
Karena mama merasa badannya juga pegal mama memutuskan tidur siang dan masuk kedalam kamar.
***
Sore menjelang Ika menggeliatkan badannya, dan membuka mata mengingat apa yang dia alami.
"mama..." teriakannya dari dalam kamar.
Tak ada sahutan dari mama Ika mencoba turun dari kasur, kakinya masih sedikit sakit dicobanya untuk berjalan meski sedikit pincang.
"ah paling besok juga udah sembuh" ucapnya tertatih.
__ADS_1
Dibukanya pintu kamar, Ika yakin pasti mamanya juga tidur karen kelelahan. masih berjala dengan sangat pelan Ika menuju dapur, perutnya lapar dan kehausan. Ika menuang air mineral dan meneguknya sengaja duduk dimeja makan, karena membutuhkan tenaga untuk kembali ke kamar.
"Ika..., maafin mama ya tadi niatnya mau rebahan malah ketiduran, kamu mau makan ya bentar mama siapin ya?" ucap mama keluar dari kamar. Ika hanya mengangguk pelan.
Mama mengambilkan nasi dan lauk untu Ika dan menyodorkannya didepan Ika.
"mama suapi" ucap Ika manja.
"yaudah ini" mama memulai menyuapi putrinya itu.
Aktivitas makan bersama mama tak berlangsung lama karena suapan ke enam Ika sudah kekenyangan.
Ada suara bel rumah berbunyi membuat Ika dan mamanya saling bertatapan.
"sebentar mama bukain pintu ya?" ucap mama berdiri meninggalkan Ika dimeja makan.
Ika kembali meminum air mineral karena makannya sudah selesai. Ingin kembali ke kamar menunggu mama yang sedang membukakan pintu mungkin pelanggannya batin Ika.
Mata Ika tiba2 terbelalak sosok yang selalu dicintainya dipersilahkan mama masuk langsung ke meja makan, Ika berusaha merapikan piyamanya yang kusut karena baru saja bangun tidur, belum lagi rambut yang masih acak2 an.
"aduh mama bisa2nya langsung diajak masuk?" batin Ika.
"hai Ika, aku bawain pizza buat kamu?" Altarik mendorong kursi tepat disamping Ika.
"kalian ngobrol aja dulu ya, mama mau mandi udah gerah ini" mama meninggalkan mereka berdua.
"sadga yang kasih tau, kenapa gak suka gue kesini, balik ni gue?" Altarik menggoda Ika
"ya gak gtu juga, makasih buat pizzanya, tapi yang paling penting perhatian loe!" ucap Ika sambil tersenyum tipis.
"bukan perhatian sih, kalau loe sakit siapa yang beresin rumah nenek gue, gue cuman percaya sama loe Ika" Altarik terlihat serius.
Tapi batin Ika teriris hanya karena itu Altarik Dateng bukan karena peduli sama Ika.
"loe mikir gak? kenapa gue mau bantuin loe?" Ika bertanya pada Altarik yang menggeleng.
"karena gue care sama loe, jengukin gue aja cuman karena kepentingan loe sendiri!" Ika sedikit kecewa.
"sory Ika, kita berteman kan jangan gitu lah! oh ya loe ada masalah apa Sama sadga?" tanya Altarik penasaran.
"gak ada masalah apa2 memangnya sadga ngomong apa sama loe?"
"bukan, gak terlalu penting, ini aku bukain pizzanya buat loe ya?" Altarik mengalihkan pembicaraan dan membuka pizza yang ia bawakan untuk Ika.
"gak, nanti aja gue masih kenyang, barusan mama nyiapin gue!" Kali ini wajah Ika mendadak tak bersemangat.
"ya udah, jangan lupa nanti dimakan biar loe cepet sembuh" ucap Altarik kemudian.
__ADS_1
"oh ya, sadga tau ga loe kesini jenguk gue?" tanya Ika entah apa yang ada dibenak ya tiba2 teringat sadga.
"gak ada yang tau gue kesini, pertemanan kita rahasia kan?" jawab Altarik membuat Ika semakin kesal.
"emang kenapa sih? berteman sama gue aja harus rahasia?" Ika mulai protes
"loe tau kan gimana cewek2 sekolah ke gue, loe mau dibuli terus dihina sama mereka, atau lebih baik kita berteman secara rahasia jadi gak ada yang gangguin pertemanan kita, bisa kemana aja tanpa mereka resek, loe siap akirnya pertemanan kita berakir??" kali ini Ika terdiam mendengar jawaban Altarik.
ntah alasan ataupun tidak tapi ucapan Altarik ada benernya.
"siapin gue pizza?" Altarik menatap Ika dengan kaget.
"loe nyuruh gue suapin loe?" Altarik masih tak percaya dengan permintaan Ika.
"kenapa??? gak mau, ya udah gakpapa, gimana kalau gue gak mau lagi bantuin loe?" dengan mengambil nafas panjang dan sangat terpaksa Altarik memenuhi permintaan konyol Ika.
Diambilkanya satu potongan pizza dan diarahkannya kemulut Ika.
"hmmm Enakk banget pizzanya, thankyu loe udah nyiapin gue, udah cukup nanti gue lanjutin sendiri makannya perut gue masih kenyang!"
"gue balik ya Ika, salam buat nyokap loe?"
"lho kok cuman sebentar!" Ika kembali kecewa
"udah cepet sembuh, biar kita bisa berteman lagi loe bantuin gue lagi" Ucap Altarik berdiri.
Kali ini Ika tak bisa protes hanya menatap Altarik lesu.
"makasih ya pizza nya dan perhatian palsu loe!" jawab Ika tak bertenaga.
Altarik membalikan punggungnya dan berlalu. Ika tersenyum meskipun sebentar meskipun hanya perhatian palsu, meskipun untuk kepentingannya Altarik sendiri tapi setidaknya Altarik menjenguknya kerumah dan itu cukup membuat Ika bahagia.
Ika meraih ponselnya dan mengunggah status dimedia sosialnya dengan photo pizza dan caption "thankyu someone spesial" Senyumnya kembali mengembang karena puas.
Ada chat masuk dari Vera dan beberapa teman kelasnya
(dari siapa ka? gimana loe udah baikan?) tanya Vera.
(rahasia ver, orang spesial banget buat gue!) jawab Ika menahan tawa, penasaran juga dia batin Ika.
(alah pasti loe pesen lewat aplikasi online kan, terus loe buat status gue tau elo Ika)Jawaban Vera tak digubris Ika.
Ika memencet nomer Altarik dan mengirim chat
(thankyu gue tetep seneng kok loe jenguk gue apapun alasan loe)
Ika menutup ponselnya dan menunggu mama selesai mandi untuk membantunya berjalan kekamar.
__ADS_1