Kekasihku Pria Terpoluler

Kekasihku Pria Terpoluler
Bab 14


__ADS_3

Ika berjalan lesu kembali ke meja sadga, jika tadi keceriaannya mulai kembali, ika kini lebih banyak terdiam. Hanya mengaduk2 makanan dipiringnya.


"ika, loe bertengkar sama vera?" tanya sadga, karena sejak mengobrol dengan vera, ika tak lagi berbicara.


"kenapa loe ga panik?" tanya ika, sambil melihat reaksi sadga.


"panik kenapa?" tanya sadga balik.


"vera marah lihat kita berdua, loe kenapa diam?"


"kan gue ga tau vera marah, memangnya kenapa marah, loe jawab aja kita ga ada hubungan apapun" jawab sadga santai melanjutkan makannya.


"loe beneran tertarik gak sih sama vera, atau loe bohongi gue" ika mencari jawaban.


"gue udah ga tertarik sama sahabat loe, gue jatuh cinta sama orang lain" jawab sadga enteng.


"apa? Gila loe! Terus gue harus gimana jelasin ke vera, tega banget sih? Cepet banget loe jatuh cinta, brengsek loe!" umpat ika.


"ya gimana, hati kan ga bisa dipaksa" sadga tak peduli ocehan ika.


"jatuh cinta sama siapa loe? Emang vera kurang apa?" ika semakin melotot.


"vera itu hidupnya terlalu diatur, terarah, gue ga bisa jalan sama cewek kaya gitu, gue jatuh cinta sama anak sma lain"


"brengsek loe, kalau ga karena loe bisa bantuin gue deket sama altarik, ogah gue temenan sama loe, ga punya hati loe"


"hei..! Gue ga pernah nyatain cinta ke vera, gue sama vera juga ga jadian, vera bukan pacar gue! Kenapa gue harus mikirin perasaannya, loe yang aneh! Nyalahin gue, salah apa gue" sadga tak sependapat dengan ika.


"loe lupa, loe bilang deketin gue mau cari tau tentang vera, karena loe suka sama vera" ika semakin marah.


"suka sama cinta beda, apapun itu loe harusnya jaga rahasia gue saat itu, ngapain loe ceritakan ke vera, salah loe sendiri ember mulutnya, kan bukan salah gue"


"terus loe udah brantakin hubungan gue sama vera, ga ada prihatinnya loe"


"kasih waktu buat dia, besok loe jelaskan lagi, untung gue ga jadi tertarik sama vera, belum jadian udah marah2"


"gampang banget loe ngomong"


Ditengah2 perdebatannya sama Sadga Ika melihat Altarik berjalan sejajar dengan cewek yang tak ika kenal.


Melihat ika yang mengoceh tiba2 terdiam sadga mengarahkan pandangannya melihat apa yang dipandang ika.


"busyett hari sial buat loe ika, dia sama cewek" jawab sadga cengengesan.


"diem!" ika menggebrak meja.


"hei, jangan brutal ini restoran mewah" ujar sadga malu,karena beberapa pengunjung meja sekitar menatap kearah mereka, akibat gebrakan meja ika.

__ADS_1


"gue akan bantu loe cari tau siapa cewek itu, loe bisa tenangin diri dulu" sadga berusaha membujuk ika.


Seakan darahnya mendidih melihat altarik bersama cewek, ika ingin menyerah.


"gue nyerah" jawab ika seakan tenaganya habis.


"cuma sampe disini usaha loe?" tanya sadga tertawa.


Jika kembali menyerah, dan cewek itu bukan siapa2 ika takut akan kehilangan kesempatan lagi.


"gue ketempat altarik dulu ya" sadga beranjak sebelum ika menghentikannya.


Sadga berjalan ke arah altarik mereka saling menyapa, bahkan sadga terlihat berkenalan dengan cewek yang dibawa altarik. Altarik sempat mengarahkan pandangannya ke Ika.


Pandangan saling beradu ika langsung melempar pandangannya ke arah lain. Usai berbincang sebentar sadga kembali ke meja ika.


"terlambat loe" sadga tersenyum seolah ejekan.


"apanya?" ika penasaran.


"tu cewek namanya laura, dia yang kemarin dijodohkan sama Altarik" jawab sadga.


"kemarin? Maksudnya loe tau altarik dijodohkan?" ika mendelik.


"gue kira ga secepet ini tu cewek dateng, dia akan sekolah di sekolah kita"


"besok"


Tiba2 ada pramusaji tak sengaja tersandung, menumpahkan minuman dibaju ika.


"brakk"


"maaf, maafkan saya" ucapnya menyesal.


"its oke!" jawab ika.


"permisi" ucapnya lagi merasa bersalah.


"gue ketoilet sebentar, baju gue basah" ika berdiri berjalan kearah toilet.


Hari yang sial batin ika, berjalan ke toilet dengan kesal. ika membersihkan bajunya ditoilet dan menggeringkanya. Usai setengah kering ika kembali berjalan keluar toilet.


"gue butuh bantuan?"


Ika mencari asal suara yang tak asing baginya, dadanya berdegup tak menyangka Altarik berdiri dihadapannya.


"gue minta maaf ga bisa bantu nenek kemarin, tapi tadi gue kesana, tapi nenek ga ada, kalau loe butuh bantuan apapun gue akan bantu" jawab ika antusias tak ingin menyiakan kesempatan.

__ADS_1


"bukan tentang nenek, ini hal lain" tatapan Altarik tiba2 serius.


"apa?" ika takut jika Altarik memintanya untuk menjauh, karena seperti yang ika tau kini Altarik dijodohkan.


"menjadikan loe kekasih gue" ucapan altarik sangat lantang.


Ika seakan ingin pingsan ditempat mendengarnya, bulu kuduknya berdiri. Tubuhnya seolah tak kuasa menopang.


"guee....guee. " ika bingung bagaimana menjawabnya, ini mimpi atau nyata.


Altarik menembaknya, dan didepan toilet wanita. Sangat tidak romantis, ingin membalas tatapan altarik ika tak kuasa.


"jawabannya ya dan tidak" altarik semakin mendekat.


Ika lagi2 tercekat, jika langsung mengiyakan seolah ika tak memiliki harga diri, tapi jika ditolak mana mungkin kesempatan akan datang dua kali. Tapi bagaimana bisa Altarik menembaknya, Apa yang ada dipikirannya.


"terlalu lama kau diam? Iya atau tidak?" tanya Altarik bertanya sekali lagi.


"iya" jawab ika yakin.


Ika bahkan tak peduli, dengan perkataan sadga jika altarik dijodohkan.


"Aku akan memperkenalkanmu sebagai cewekku bulan depan, saat ulang Tahun, mulai sekarang berusahalah merubah penampilan, bukan karena aku tak menyukaimu apa adanya, tapi karena aku tak ingin kau direndahkan" perkataan Altarik membuat ika menarik nafas.


"kamu dan aku" ucap ika tak lagi menggunakan kata gue loe.


"ya mulai sekarang kamu cewekku kan?"


"ya altarik" jawab ika.


"aku lihat kau datang bersama sadga, pulanglah bersamanya, karena aku harus mengantar laura pulang" altarik berbalik dan berjalan meninggalkan toilet.


Sejak tadi seolah jantung ika tak berhenti melompat, ika tak peduli altarik dekat dengan laura itu. Setidaknya ada waktu satu bulan untuk membuat altarik terpikat padanya, satu bulan ini tak mungkin altarik akan memutuskannya.


Ika berjalan kemeja masih mengatur nafas. senyumnya tak kuasa ditahan.


"kesambet apa loe?" tanya sadga.


"ga kesambet, oh ya sadga gue pikir loe mulai sekarang ga perlu bantuin gue deket sama altarik karena gue gak mau vera salah paham" ika yakin dengan ucapannya.


"beneran loe nyerah?" tanya sadga kecewa.


"loe ga perlu tau urusan gue, semoga cinta loe sukses buat anak beda sekolahan itu" ika sedikit memutar kepala mencari keberadaan pacar barunya itu.


"ika, loe aja masih cari altarik tu, masa loe udah mau nyerah" sadga membujuk ika.


"gue mau pulang naik ojol aja, thankyu buat traktiran loe, dan bungkusan buat mama gue, gue balik sadga" ika membawa bungkusan dan memasukan ke dalam tas, beranjak meninggalkan sadga, matanya sedikit melirik altarik yang masih menikmati makanan bersama laura.

__ADS_1


__ADS_2