
Hari berganti ika masih belum mau masuk kelas, belum mau karena sebenarnya bisa saja dia masuk, kakinya sudah membaik meski belum sepenuhnya.
"mama udah bikinin susu hangat buat kamu, sanwich juga udah siap dimeja buat isi perut kamu, mama berangkat!! Kamu gak papa kan sendiri?" tanya mama sedikit kawatir.
"no problem ma it's okey!" dengan gaya manja ika menjawab pertanyaan mamanya.
Dilihatnya putrinya itu memang sudah sembuh, mama lebih tenang meninggalkannya kini.
Setelah mamanya pergi ika merasa kesepian, diambilnya buku diary yang sudah tak pernah ia tulis, ika tersenyum dan menulis beberapa kalimat untuk mencurahkan isi hatinya, masih ada harapan dan cinta untuk altarik yang hanya ditulis inisial AI di diarynya.
Bel berbunyi membuat ika berdiri menuju depan dengan kaki yang masih sedikit pincang untuk berjalan. Matanya membulat melihat sadga yang kemarin sempat memakinya. Ika enggan menyuruh sadga masuk apalagi dalam kondisi malas bertengkar ataupun dihina.
"ada perlu apa?" tanya ika dingin.
"mau jengukin loe! Ga boleh, udahlah suruh gue masuk, gue tau loe butuh temen!" sadga membuka lebih lebar pintu rumah ika dan berusaha menerobos masuk.
"sadga gue ga ijinin loe masuk, kita ngobrol diteras!" ika berjalan keluar dan menunggu sadga dikursi teras.
"kenapa ika? Kemarin siapa yang bawain loe pizza?! Oh gue tau imajinasi loe?" sadga tertawa mengejek
"jujur gue males banget berdebat, loe hina kaya gini, kedatangan loe cuman mau bikin gue semakin sakit, mendingan loe cabut?"
"oke sorry, gue janji ga ngatain loe lagi, tapi hari ini ya jangan gr dulu cuman karena loe sakit aja, gimana kondisi loe?"
"baik, membaik sebelum loe dateng!" jawab ika ketus.
"oke kita berteman ya? Gue gak bakal ngejek loe lagi" kali ini sadga mengulurkan tangannya, ika sedikit curiga dengan tawaran sadga.
Mana ada sadga mengajaknya berteman, tapi tetap dibalasnya uluran tangan sadga tanpa jawaban.
"oke, bagus lagian ya ika, gue capek berantem sama loe? Karena kita udah berteman loe boleh curhat apa aja ke gue bahkan tentang cowok yang loe suka, siapa??? Altarik kan?" tanya sadga.
"ini bukan jebakan kan?" tanya ika sanksi
"buat apa gue jebak loe? Apa untungnya buat gue" sadga menatap ika.
Entah kenapa ika melihat tawaran pertemanan sadga kali ini tulus, tapi untuk berbagi cerita ika sudah tak ingin, palingan hanya ditertawakan
"oke gue percaya, loe sebenci apa si sama gue?" tanya ika penasaran
"benci oh ga? Sekarang gue mau temenan sama loe brati ga benci kan!" sadga tiba2 berubah sok asik.
__ADS_1
"boleh ga gue tanya loe?" tanya sadga lagi ke ika
"apaan?"
"cewek itu biasanya ngelihat cowok dari apanya, muka ganteng ato apa?" sadga lebih serius memberikan pertanyaan ke ika.
"kalo gue sih perhatian, loe pikir gue suka altarik karena dia ganteng doang, gaklah!" jawab ika terpancing
"ya kan brati pizza kemarin loe bikin seolah altarik kasih ke loe?"
"tuh kan mulai resek lagi!" ika kembali dingin
"oke sorry, maksud loe altarik pernah perhatian sama loe?" tanya sadga
"tunggu bentar, gue ambil hp dulu jangan kemana2 ataupun kepo ngikutin gue" kali ini ika masuk kedalam rumah
Apa yang akan dilakukan ika, batin sadga. Tak lama ika kembali membawa hpnya
"loe jangan kaget ya, ini lo lihat baik2" ika menunjukan photo altarik didepan pizza yang kemarin dipajang di status ika.
"kan ga ada loe?" tanya sadga heran
"ya tapi ini kan meja makan gue, loe bisa cek dibelakang kalau mau lihat, brati kan kerumah gue, perhatian kan?" tanya ika
"kenapa?" tanya ika bingung melihat sadga terdiam
"oke! Ya udah semangat kejar cinta loe?" ucap sadga kemudian.
"karena kita berteman, gue ga akan biarkan janet dan temannya atau siapapun ganggu loe lagi, gue balik ya ika semoga segera masuk sekolah lagi, sorry gue kesini ga bawain loe apa2" sadga berpamitan
"halah santai aja kaya sama siapa loe, tapi thankyu loe udah jauh2 nyamperin gue, kasih semangat gue, kalau loe masih suka sama vera gua bakal bantuin loe kok" jawab ika
"janji ya bantuin gue, tapi loe kudu rahasiain perasaan gue ya" kali ini sadga berjalan ke arah motor dengan cepat menaikinya dan berlalu.
Ika tersenyum memiliki kawan baru, semoga saja sadga memenuhi janjinya untuk menjaganya dari janet, meski untuk ika sedikit mustahil sadga saja sering mengejeknya, ika merasa tetap harus waspada.
Ika berjalan masuk kedalam rumah, ponselnya berdering diangkatnya.
"hallo"
"ika ini mama, udah mau pulang kamu mau nitip apa?" tanya mama
__ADS_1
"apa ya ma, bingung ah! Terserah mama aja" jawab ika
"ya udah" mama menutup sambungan telponya.
Setelah menutup telpon mama, ika membuka2 media sosialnya matanya memerah dan menangis. Dizoomnya gambar dilayar ponselnya
"ini altarik sama siapa, kok tulisannnya my angel, apaa ini!!!"
Di scroll kebawah ika ingin membuka kolom komentar tapi sayang dinonaktifkan. Tag nama perempuan ini juga tak tersemat di gambar.
"ya Tuhan, gue patah hati dong" ika kembali menangis
"bener nie gue halu, lagipula altarik sendiri yang bilang berteman, selain itu cuma suruh gue beresin rumah neneknya, jadi gue kudu nyerah nie?" ika berdiri menatap kaca
"tuh kan gue aja mukanya standart, beneran ini altarik punya cewek baru" ika menyesal memasang status pizza
Ika kembali ketempat tidur memeluk guling dan menangis.
Entah apa rencananya kini, biasanya ika pantang menyerah. Tapi kali ini ika ingin mundur dari misinya mendapatkan hati altarik.
Mematahkan semangatnya, ika yang sudah kecapekan menangis membuka kembali diary yang tadi pagi baru saja diisinya.
"the end" Tulis ika dengan huruf besar.
Kali ini harapannya telah pupus, pasti sadga menertawakannya, ika menyesal memamerkan photo altarik dari jepretan hpnya. Jika saja ika tau akan seperti ini.
Ika mengelus perutnya yang keroncongan ditepisnya altarik dari pikirannya. Ika menuju meja makan, dilahapnya sanwich buatan mamanya. dan diteguknya sampai habis susu hangat yang sudah tak hangat lagi. Kini perutnya terasa kenyang.
Tapi hatinya masih terasa perih, ika harus memutar rencana untuk menghapus altarik dari harapannya.
Dimulai dengan penolakannya untuk membantu altarik lagi.
"ya gue harus tolak kalau dia nyuruh gue bantuin neneknya" ucap ika lantang karena tidak ada siapapun.
Pintu depan terbuka, mama sudah pulang kerumah ika lupa mengunci pintu.
"ika, mama bawain kamu gado2 kamu suka kan?" tanya mama.
"iya ma, tapi nanti aja makannya barusan ika habisin sanwich mama, ika istrahat dulu ya ma?" ika masuk kedalam kamar.
"yaudah sana istrahat, besok masuk sekolah ya, udah membaik itu" jawab mama
__ADS_1
"siap ma" ika menjawab dengan suara lirih.
Sementara masuk kamar, mama ke dapur menyiapkan gado2 ika.