
"kenapa loe bilang ga mungkin laura suka sama sadga?" vera menagih jawaban seusai memesan makanan.
"setau gue laura suka sama Altarik, dia ditempat makan yang sama saat loe marah sama gue" jawab ika mulai memasukan mie goreng pesanannya ke mulut.
"what?? Dan loe masih bersemangat melihat saingan loe, sorry bukannya gue bikin loe sedih tapi, loe lihat sendiri kan" vera mengamati ika, karena pesanannya belum datang.
"ya, dia sangat cantik bahkan setara dengan abigael mantan Altarik" jawab ika enteng.
"pertanyaan gue, loe bakal lanjutin berjuang mendapatkan Altarik"
"of course, why not!" jawab ika yakin.
Vera terbelalak mendengar jawaban sahabatnya.
"okey, gue doakan loe berhasil" dengan keraguan vera memberi semangat.
"ver, ga ada yang ga mungkin kan didunia ini, gue tau laura mungkin tak sebanding dengan gue"
"terus?" tanya vera.
"bisa saja selera Altarik sekarang berubah" jawab ika tersenyum.
"hai ver, pulang sekolah bisa gue main kerumah loe?" tanya sadga menghampiri vera.
Ika sebenarnya kesal melihat tingkah sadga, setelah pernyataannya kemarin yang katanya sudah tak memiliki perasaan pada vera, lalu bagaimana ika menjelaskan jika sadga mencuri start sebelum ika menjelaskan dan menceritakan semuanya, sedangkan vera terlihat menyukai pertanyaan sadga.
"sebenernya gue ada janji sama ika, tapi" vera menendang2 kaki ika dari bawah meja, seakan isyarat agar ika membatalkan janji mereka.
"mendingan loe kerumah vera nanti sore, gue masih ada perlu sama vera" jawab ika ketus
"terus gue kudu nurut apa kata loe?" ucap sadga dengan nada tinggi.
"ver, loe pilih sekarang gue atau ika yang loe ijinin maen kerumah loe?" tanya sadga membuat vera bingung.
"oke, janji kita tunda besok aja ver" ika mengalah.
Ika tak ingin vera menganggap tak memberikan kesempatan dekat dengan sadga meskipun sebenarnya ika sudah tak respek dengan sadga.
"oke, sampai nanti ya ver" sadga meninggalkan mereka
"gue percaya loe gak ada apa2 sama dia, loe kan yang bikin dia mau kerumah gue" vera tersenyum bahagia.
Ika tersenyum kecut, tak tau harus menjawab apa.
"makasih loe udah traktir gue, ya udah gue doain loe berhasil dapetin hati Altarik" ucap vera seakan igin memberikan semangat pada ika.
"aminn, doain ya" jawab ika kembali tersenyum.
"gue duduknya masih sama ine, loe gpp kan deket sama laura"
__ADS_1
"terserah" jawab ika malas.
Asik mengobrol bel kembali berdering tanda pelajaran kembali dimulai.
"ayoo, kita balik ke kelas" vera lebih bersemangat dari sebelumnya.
Beda dengan ika, tak bersemangat.
****
Ika lebih banyak terdiam mengerjakan tugas dari guru yang harus dikumpulkan sebelum kelas selesai.
Laura terlihat mengerjakan dengan cepat, hanya seperempat jam, mampu mengerjakan 40soal. Ika sedikit takjub dengan teman barunya itu.
"semangat ika" laura memberi semangat selepas mengumpulkan tugasnya.
"ika, boleh gue maen kerumah loe?" tanya laura membuat ika kaget.
"maaf laura, gue jarang ada waktu maen" elak ika.
"padahal gue pengen banget bisa dekat sama loe" jawab laura kecewa.
Ika kembali mengerjakan tugasnya, setengah jam lebih lama dari laura. Selepas mengumpulkan tugas, ika merasa lega.
"ika, menurut loe? Gimana Altarik?" tanya laura membuat ika membulatkan kedua bola matanya.
"atau jangan2 loe gak kenal? Masa sih, loe ga kenal, dia cakep banget ika, nice, ramah, idaman wanita" laura bercerita dengan pipi memerah.
"gue jatuh cinta pada Altarik" dengan tegas laura mengatakan perasaanya didepan ika.
Ini yang sejak tadi ditakutkan ika, laura menceritakan kedekatannya dengan Altarik. Ika sudah berusaha menghindar, bagaimana jika laura tau, orang yang sedang diajaknya curhat adalah pacar Altarik.
"ika, kok bengong, loe kenal ga?" tanya laura dengan nada lembut.
"kenal" jawab ika ngasal.
"oh ya, hebat!! Loe kenal Altarik? Gue udah duga loe bukan anak sembarangan, nyatanya kemarin sadga makan sama loe" laura semakin bersemangat.
"gue.. Sama Altarik" belum selesai ika menjawab, laura memotong pembicaraan ika.
"gue doakan loe sama sadga cepet jadian" laura menepuk pundak ika.
"amit2" jawab ika reflek.
"loe ga suka sama sadga? dia super baik lho! loe tau kenapa alasan gue seneng banget pas tau bangku samping loe kosong, terus kenapa gue pengen temenan sama loe?" laura membuat ika menggeleng.
"karena sadga sering banget cerita tentang loe, loe jangan cerita ke dia ya? Nanti dia malu, dia itu kalau suka ama cewek malah berusaha bikin ceweknya kesel" ucapan laura kali ini berusaha dimengerti ika.
"sebentar, maksud loe gimana? sadga cerita tentang gue?" ika mulai serius menanggapi cerita laura.
__ADS_1
"ups! Ya kan, gue keceplosan! Ya udah terlanjur juga, sadga suka sama loe, ya awalnya dia kasian lihat loe diganggu sama janet, karena sering merhatiin loe akhirnya suka" laura melanjutkan ceritanya.
Ika tak tau harus bagaimana, apa benar semua yang dikatakan laura. Tapi apa mungkin sadga jatuh cinta padanya. Sedangkan awal perkenalan mereka selalu bertengkar. Lalu bagaimana ungkapan sadga yang suka sama vera terus suka sama anak sma lain.
"dia bilang sama gue, suka sama anak sma lain" jawab ika.
"gaklah,tiap hari telpon gue cerita tentang loe, dia itu temen sd gue, dia sahabat gue, gue kenal banget2 sama dia, omongan gue semuanya bisa gue pertanggung jawabkan ika, udah kalau loe juga ada rasa sama sadga buruan jadian"
"gue kira sadga awalnya suka sama sahabat gue" ika masih bingung.
"harusnya dari sikapnya udah kelihatan, loe nya aja yang ga ngrasa kalo selama ini dia berusaha banget ngedeketin loe, loe inget2" laura seakan ingin meyakinkan ika.
Ika terdiam, jika semua yang dikatakan laura benar, bagaimana dengan vera. Hari ini sadga ingin maen kerumah vera untuk apa? Batin ika bertanya.
Bel berdering pertanda kelas sudah usai. Vera tersenyum dari kejauhan mengisyaratkan kebahagiaan dan bergegas pulang.
"beneran, ga mau gue anterin pulang" tawar laura.
"makasih laura, gue balik ya" jawab ika cepat.
Ika berusaha berlari keluar, berniat berbicara pada sadga, ika tak ingin sadga mempermainkan vera. Ika menunggu sadga tepat diparkiran motor sportnya.
Tak berselang lama sadga datang, langsung mengenakan helm seakan tak melihat ika.
"gue mau bicara sama loe?" ika menarik helm sadga sebelum terpakai.
Sadga memandang tajam ika tanpa mengeluarkan suara. Kali ini ika berusaha menstabilkan nafasnya, Apa benar cowok didepannya ini menyukainya.
"sadga pliss, loe mau anter gue pulang?" tanya ika.
"bukannya loe yang memutuskan pertemanan kita, apa loe lupa?" akhirnya sadga mengeluarkan suaranya.
"sorry, gue berubah pikiran" jika ika langsung menentang sadga, pasti sadga malah berusaha mendekati vera.
Tak ada cara lain untuk menghentikan niat sadga mendekati vera,kecuali dengan sikap manis, Ika takut sadga mendekati vera hanya untuk menyakiti sahabatnya itu. Sekalian ika ingin mengetes apakah yang dikatakan laura benar kalau sadga menyukai ika.
"apa alasannya?" sadga menunggu jawaban ika
"loe bener, gue gatau gimana caranya deket sama Altarik tanpa loe" dusta ika, agar sadga percaya.
"okey, loe percaya sama gue" sadga tersenyum.
"apa loe mau anterin gue pulang? tapi khsusus hari ini gue ga pengen bahas Altarik,jujur gue sedih lihat Altarik dijodohkan" ika berusaha meyakinkan sadga.
"loe pikir gue mau menghibur loe, gue ada janji sama vera" jawaban sadga membuat ika lega, sepertinya laura salah menilai, nyatanya sadga masih ingin menepati janjinya menemui vera.
"oke, bye" ika berbalik dan berjalan keluar sekolah mencari ojol.
sedangkan vera sudah pulang terlebih dulu dijemput supir pribadinya.
__ADS_1