
Kala yang sudah siap untuk pergi ke rumah orang tua Jem setelah malam itu dia gagal bersama dengan Jem. Tapi Kala yang masih tidak tahu kenapa Jem menolek dia juga mencari tahu tentang Jem. Di perjalanan menuju ke tempat orang tua Jem Kala menaiki mobil sendiri dengan membawa bingkisan yang sudah dia siapkan.
Di depan rumah penjaga yang sudah membuka pintu untuk Kala. Kala yang masuk setelah disambut oleh pelayan di rumah orang tua Jem.”Nona mencari tuan dan nyonya ya,”ucap Pelayan.
“Apa ibu dan ayah ada didalam aku ingin mengunjunginya,”ucap Kala yang bersikap polos dan baik. Pelayan yang mengantarkan Kala masuk dan memberitahukan juga kepada Kala. Kalau yang ada dirumah adalah nyonya saja, untuk tuan sedang ada di kantor perusahaan.
Kala yang tahu hanya diam saja sampai dia duduk menuggu ibu mertuanya datang. Pelayan itu menyampaikan kepada nyonya yang ada dibelakang kalau nona Kala datang ke rumah.”Nyonya ada nona Kala yang berkunjung dia sekarang ada di ruang tamu menuggu nyonya,”ucap Pelayan.
“Aku mengerti, kamu bisa pergi,”kata Ibu Jem. Ibu Jem sudah tidak suka dengan Kala datang karena sudah tahu kelakukan dia dibelakang Jem. Membuat ibu Jem merasa jijk dekat dengan Kala, tapi untuk kepentingan dirinya dan Jem menyembunyikan Kiyan dan anaknya. Hanya bisa menahan rasa tidak suka itu. Ibu Jem berjalan di mana Kala berada, tampak Kala yang menuggu dia dengan wajah cantik dan polosnya.
“Apa kamu menuggu lama menantuku,”ucap Ibu Jem yang bersikap biasa saja.
“Ibu aku rindu ibu, bagaimana kabar ibu apa baik saja,”kata Kala yang berbasa-basi.
“Ibu baik saja bagaimana dengan kamu apa yang membuat kamu datang ke sini,”kata Ibu Jem.
Kala sedikit malu-malu tapi dia berkata dengan berhati-hati.”Begini ini aku datang ke sini mau meminta tolong kepada ibu. Bujuklah Jem untuk mau memiliki anak denganku, aku sudah siap sekarang,”kata Kala.
__ADS_1
“Kenapa kamu berbicara seperti itu, itu kamu harus bujuk sendiri Jem. Anak itu sedikit keras kepala kalau ibu yang bilang,”kata ibu Jem.
“Aku sudah bujuk dia ibu, tapi dia menolak. Apa dia memiliki wanita lain dibelakangku. Aku sudah berpenampilan cantik didepan dia tapi dia sama sekali tidak tergoda. Malah dia berkata kalau dia tidak tertarik memiliki anak denganku. Apa aku salah jika menunda kehamilanku ibu,”ucap Kala yang bersikap sedih mencari perhatian dari ibunya.
“Menantuku yang baik dan cantik kasihannya kamu. Mungkin saja Jem berkata seperti itu dia sedang sibuk. Apa lagi perusahan sekarang sedang mendapatkan proyek besar,”kata Ibu Jem. Dia akhir membicaraan Ibu Jem dan Kala kalau ibunya akan membicarakan ini kepada Jem jika dia datang ke rumah. Kala yang sudah mendapatkan sedikit bantuan dari ibunya segera pergi dari rumah mertuanya.
Karena dia ada pertemuan dengan seorang, Kala yang sudah berpamitan masuk ke dalam mobil. Ibu Jem yang sudah melihatnya hanya pergi masuk dan mencuci tangannya. Dimana Ibu Jem sudah melupakan apa yang dikatakan oleh Kala. Berganti dengan suasana yang lain setelah melihat jam di dinding kalau sudah waktunya dia bersiap sambil menuggu suaminya kembali ke rumah.
Ayah Jem yang sudah kembali langsung pergi ke kamar dimana istrinya sudah berdandan. Ayah Jem yang segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. “Sayang apa sudah siap, kita harus pergi ke toko ini,”kata ibu Jem.
Ibu Jem memberitahukan kepada suaminya tentang Kala yang meminat bantuan dirinya untuk membujuk Jem.”Jadi apa yang ingin kamu lakukan setelah ini sayang,”ucap Ayah Jem.
Ibu Jem hanya diam saja saat mobil sudah berhenti.”Kita sudah sampai sayang,”kata Ibu Jem melihat ke arah jendela. Dimana toko Kiyan berdiri dan tempat tinggalnya, ayah Jem yang sudah tidak perduli dengan jawaban dari istrinya hanya bisa melihat kedua cucuk mereka membantu kiyan.
“Wajah mereka sama persis dengan Jem saat kecil sayang,”kata Ayah Jem. Ibu jem hanya tersenyum saja sampai akhrinya mereka berdua keluar dari mobil. Berjalan menuju toko Kiyan dimana jenis makanan sudah disajikan untuk para pelangan bisa memilih. Apa lagi jenis makanan yang diberikan beragam dan masih baru.
Ibu Jem dan ayah Jem masuk ke dalam berakting membeli makanan yang ada didepan mereka. Sambil memilih apa yang mereka inginkan mereka sempat untuk melihat ke arah Sara dan Say yang membantu Kiyan. Wajah mereka berdua saat pertama kali melihat wajah kedua cucu mereka berdua sangat senang.
__ADS_1
Tapi disaat orang tua Jem sedang fokus melihat kedua cucunya Celsi keluar dari dapur menatap ke arah mereka.”Bukan itu orang tua Jem, bagaimana mereka bisa datang ke sini. Apa Jem juga sudah tahu kalau Kiyan ada disini,”ucap Celsi setelah melihatnya.
Tapi pada saat yang sama ayah Jem melihat ke arah Celsi yang menatap mereka.”Celsi,”ucap Ayah Jem dengan suara kecil. Ayah Jem segera memberitahukan kepada istrinya kalau ada Celsi yang melihat mereka. Karena seperti sudah ketahuan mereka segera memilih apa yang mereka inginkan dan bertatap muka dengan Kiyan yang menjadi kasirnya.
Orang tua Jem melihat Kiyan dengan penuh kehatian dan keperdulian mereka. Celsi yang melihat itu hanya bisa diam untuk sesaat. Tapi mata Sara dan Say melihat ke arah Celsi,”Itu tante Celsi melihat ke arah siapa.”
“Itu tante Celsi melihat ke arah kedua nenek itu, tapi apa hubungan mereka berdua dengan Celsi,”ucap Say. Sara yang mendengar itu sedikit curiga sehingga mereka berdua bersengkokol untuk mencari tahu. Setelah kedua pelanggan yang dilihat oleh Celsi pergi Celsi ikut pergi keluar sebentar. Sara dan Say melihat itu mengikuti mereka dimana kedua berhenti disalah satu toko yang ada disampingnya.
“Tante om kenapa ada disini?,”ucap Celsi dari belakang mereka.
“Celsi aku tahu kamu masih ingin melindungi Kiyan dan anaknya. Tapi jika bisa tolong jangan beritahukan kepada Kiyan soal keberadaan kami,”kata Ibu Jem.
“Kenapa apa ini Jem sudah tahu tentang tempat tinggal baru Kiyan,”kata Celsi. Orang tua Jem hanya bisa menggelengkan kepala. Tapi Celsi yang tidak tahu kenapa hanya bisa bertanya kepada mereka berdua.”Jem belum tahu tentang Kiyan yang ada disini. Tapi kenapa tante dan om menyembunyikannya, bukan kalian datang ke sini karena anak dari Kiyan bukan,”ucap Celsi.
“Itu benar, tapi kami juga tahu perasaan Kiyan kenapa dia menjauh dari Jem. Putra kami memang bersalah tidak bertanggung jawab karena Kiyan. Jadi kami ingin putra kami mencari sendiri keberadaan Kiyan agar dia tahu kalau dia bersalah kepada Kiyan. Jadi kami datang bukan untuk membawa Kiyan dan anaknya, hanya melihat saja kondisi mereka dan melihat cucu kami,”ucap ibu Jem.
Tapi apa yang akan diberikan oleh Celsi apa menerima tawaran itu atau tidak untuk menyembunyikan identitas orang tua Jem. Lalu bagaimana dengan Sara dan Say setelah mereka tahu tentang kebenarannya?.
__ADS_1