
Jem setelah berkata ingin bercerai dengan Kala ibunya sedikit tidak percaya. Tapi dari sorotan mata Jem yang serius hanya bisa berkata apa yang dia ingin tahu.”Ibu tahu tidak kalau aku baru ini baru saja tahu kalau Kala bertemu dengan laki-laki lain dibelakangku. Dia hanya ingin uang dan hartaku saja ibu tahukan kalau aku ingin memiliki anak darinya. Tapi dia berkata kalau belum siap tapi ini sudah satu tahun. Lalu sampai kapan aku harus menuggu lagi,”kata Jem yang tertunduk dengan apa yang dia katakan kepada ibunya.
“Apa Kala bersama dengan laki-laki lain. Apa ada buktinya Jem jangan mengambil kesimpulan sendiri,”kata Ibunya.
“Mana mungkin aku tidak ada buktinya ibu aku berkata seperti itu karena ada buktinya,”ucap Jem dimana dia segera mengirim email kepada ibunya. Semua bukti yang dia dapatkan dari orang suruhannya. Ibu Jem segera membuka email itu dan melihat ke layar ponsel dimana semua yang dikatakan oleh Jem itu benar membuat dia tidak percaya.
“Ini tidak mungkin Jem sudah selama ini dia melakukan ini kepada kamu. Jika seperti ini ibu juga tidak mau kalau kamu bersama wanita ini,”kata Ibunya.
“Tapi ibu harus tunggu dulu, belum waktunya kita percerai sampai semuanya terbukti dan apa lagi aku harus mencari kebenaran tentang Kiyan dan anaknya ini,”kata Jem.
“Kamu harus segera mencari kebanaran ini Jem. Jangan sampai Kala tahu, jika dia tahu aku tidak tahu bagaimana dengan cucuku ini,”kata Ibunya.
Jem yang tahu kalau Kala tahu tentang semua ini dia bisa saja menggagalkan semua rencana yang dia buat. Tapi disisi lain Kiyan yang selesai dengan dagangannya segera kembali ke rumah bertemu dengan Sara dan Say. Sampai di rumah Kiyan melepaskan lelah dipelukan kedua anaknya yang dia rindukan seharian itu.
“Sara Say mama kangen dengan kalian berdua. Apa kalian berdua tidak nakal dengan tante Celsi dan nenek saat mama tidak adakan,”ucap Kiyan.
Sara dan Say menggelengkan kepala mereka sampai Celsi yang baru saja selesai mandi melihat Kiyan.”Hai Kiyan apa kamu tidak lelah berjualan dan kerja di supermarket,”kata Celsi.
“Lelah pasti adalah Celsi, tapi buat mereka aku akan lakukan semuanya,”ucap Kiyan.
“Bagaimana kalau kita menyewa satu kontrakan dan sau toko Kiyan,”ucap Celsi. Nenek yang mendengar itu hanya bisa setuju saja dengan usulan Celsi.
“Itu benar Kiyan kamu bisa pindah mencari tempat yang lebih baik dari tempat ini untuk anak kamu,”kata Nenek.
__ADS_1
“Tapi nenek mau sama dengan nenek,”ucap Sara yang sudah sedikit bisa bicara. Nenek yang mendengarnya sedikit terharu.
“Itu benar mana mungkin aku pergi jika tidak bersama dengan nenek. Apa lagi hanya nenek yang selalu ada untuk Kiyan dan kedua anakku. Saat semua orang tidak ada,”ucap Kiyan yang memeluk Nenek.
Celsi yang melihat mereka berpelukan juga ingin memeluk mereka semua.”Bagaimana jika nenek ikut saja dengan kami jika kita pindah, bukan ini ide bagus keluarga baru untu Kiyan,”kata Celsi yang seperti kelupaan sesuatu.
“Kiyan kamu sudah membuat kartu kelurga bukan,”ucap Celsi.
“Kartu keluarga ya sudah aku buat. Itu baru saja aku buat dan ada nama nenek juga sebagai waki kita saya,”kata Kiyan. Nenek yang sudah tahu mencium kening Kiyan dan kedua cucuknya dimana dia memiliki keluarga barunya. Nenek di sini adalah nenek pemilik kontrakan Kiyan yang bernama Ija.
“Kalau begitu bagus jika nenek sudah ada dalam daftar keluarga baru kamu Kiyan. Jadi nenek haru ikut dengan Kiyan dan kedua cucu nenek jika mau pindahan nanti,”kata Celsi.
“Tapi Celsi mau pindah harus mengumpulkan uang dulu. Apa ada tempat yang bagus dengan dua bangunan bersebelahan agar aku bisa jualan didekat rumah nanti. Tapi harga tidak terlalu mahal,”ucap Kiyan.
“Kamu tenang saja aku yang akan mencarikan untuk kamu nanti,”kata Celsi.
Nenek dan Celsi berkata kalau tidak ada yang enah dengan lingkungan sekitarnya. Setelah mendengar itu Kiyan masuk ke dalam kamar mandi membersihkan dirinya. Di sisi lain setelah selesai mandi Kiyan melihat Sara dan Say yang sudah tidur bersama dengan nenek hanya bisa duduk santai. “Apa yang kamu pikirkan Kiyan?,”ucap Celsi.
“Celsi belum tidur kamu,”kata Kiyan yang meminum segelah teh hangat yang baru saja dia buat.
“Belumlah, tapi Kiyan apa kamu tidak menu jualan lainnya,”kata Celsi.
“Itu dia aku sedang memikirkannya. Besok aku libur dari jualanku karena hari jumat aku akan bersama dengan anak-anak. Sekalian besok mau mencoba membuat menu lain,”kata Kiyan.
__ADS_1
“Apa yang ingin kamu buat besok,”kata Celsi. Kiyan melihat ke arah Celsi dengan tatapan menghela nafas.
“Aku tebak kamu belum menemukan ide ya,”kata Celsi.
“Jika kamu ada beritahukan aku dong,”kata Kiyan.
“Kenapa kamu tidak jualan cemilan seperti goregan pisang begitu atau minuman, buah,”ucap Celsi menyembut semua menu yang dia kenal.
“Jika tidak bisa kenapa kamu tidak membuat variasi yang ada saja,’”kata Celsi.
“Itu ide yang bagus Celsi. Tapi aku mau mencoba yang lain seperti serabi bundar atau membuat bulat talas,”kata Kiyan.
“Bahan ada?,”kata Celsi. Kiyan sedikit tersenyum kepada Celsi karena itu baru ide dan Kiyan juga belum ada bahan untuk membuatnya.
“Bahan saja belum ada kamu mau mencoba bagaimana,”kata Celsi. Setelah Kiyan berdiskusi dengan Celsi apa yang akan dia jual selain dua menu yang biasa saja itu. Tapi di saat yang sama Celsi bertanya dengan topik Kiyan topik yang lain.
“Kiyan jika seandainya Jem mencari kamu, apa yang ingin kamu lakukan?,”kata Celsi setelah siang tadi dia mendapatkan panggilan dari Jem yang tidak biasa ke tempat dirinya. Apa lagi Jem menayakan tentang keberadaan Kiyan.
“Kenapa kamu bertanya seperti itu Celsi apa Jem menghubungi kamu?,”kata Kiyan yang menebak dengan wajah santainya.
“Itu benar, Jem menghubungiku tadi siang menayakan tentang kamu ada dimana,”kata Celsi.
“Lalu apa kamu memberitahukan kepada dia kalau aku ada disini,”kata Kiyan menatap ke arah Celsi temannya.
__ADS_1
“Mana mungkin aku memberitahu dia. Tapi dari lagat dia ini sangat aneh Kiyan kenapa dia menghubungi aku setelah sudah lama sekali ini,”kata Celsi sedikit curiga dengan telepon Jem tadi siang. Kiyan yang juga tidak tahu juga merasa ada yang aneh apa lagi selama ini aku bisa saja dan tidak ada keanehan. Tapi setelah dua hari Kiyan merasa ada yang mengawasi rumah dia dan tempat dia bekerjan.
“Hai Celsi apa mungkin Jem sudah tahu tentang keberadaan dirku dan anaku,”kata Kiyan yang sedikit takut. Apa yang akan dilakukan oleh Kiyan jika Jem sudah tahu tempat dia tinggal dan anaknya?.