
Celsi mulai menceritakan dia yang bertemu dengan orang tua Jem yang saat itu datang ke toko. Orang tua Jem datang saat hari pekan saja beliau meminta saya untuk tidak memberitahukan kepada Kiyan. Karena dia tidak mau kalau Kiyan tahu dan akan berpindah rumah lagi. Kiyan yang mendengar cerita dari Celsi sedikit menghela nafas.”Jadi orang tua itu adalah ayah dan ibu dari Jem. Tapi kenapa aku merasa baru melihat orang tuanya ya,”ucap Kiyan yang berpikir saat lamaran saat itu.
“Apa maksud kamu kIyan, apa kamu tidak melihat orang tua Jem saat Kala di lamar orang Jem saat itu?,”ucap Celsi.
“Aku tidak melihatnya, tapi kenapa orang tua Jem tidak berkata jujur kepadaku. Jika mereka berkata jujur mungkin saja aku akan mengizinkan mereka untuk melihat Sara dan Say. Apa lagi mereka berdua adalah nenek dan kakek dari kedua anakku,”kata Kiyan. Celsi yang mendengar kata itu sangat lega. Tapi disisi lain dia juga masih bertanya bagaimana Kiyan kalau dia membahas tentang Jem.
Kiyan melihat ke arah Celsi yang tampak akan membahas tenang Jem. Tapi dia melihat situasi dariku yang masih tidak suka dengan Jem. Tapi di hati kecil Kiyan dia juga ingin tahu kabar dari Jem bagaimana bisa dia bercerai dari Kala.”Kamu katakan saja Celsi aku tidak akan marah dengan kamu?,”ucap Kiyan.
“Apa kamu yakin akan baik saja, jika aku mengatakan semuanya,”ucap Celsi. Kiyan hanya menganggu saja sampai dimana Celsi memperhatika Kiyan kalau dia dalam suasana yang baik hanya bisa memberitahukan semuanya.
“Baiklah aku akan katakan kepada kamu, aku sudah dua kali bertemu dengan Jem. Pertama dimalam hari saat aku ingin membeli minuman waktu itu. Aku melihat mobil dari Jem yang ada didepan toko kita. Saat itu aku tidak tahu apa yang sedang terjadi tapi Jem di ikuti oleh orang suruhan dari Kala. Makanya aku mencari tahu dari orang tuanya soal Jem dan Kala. Karena itu aku tahu kalau Jem sudah bercerai karena Kala berselingkuh dari Jem,”ucap Celsi.
“Apa yang kamu katakan Kala berselingkuh dari Jem. Itu tidak mungkin bukan Kala sangat menyukai Jem bagaimana bisa dia berselingkuh,”ucap Kiyan yang masih tidak percaya.
“Awalnya aku juga tidak percaya Kiyan, tapi kamu tahu tidak kalau selama beberapa tahun ini Kala menolak untuk melahirkan anak dari Jem,”ucap Celsi.
__ADS_1
“Maksud kamu Kala tidak ingin melahirkan anak dari Jem dan ketahuan berselingkuh. Tapi aku tanya lagi Celsi apa Kala hamil anak orang lain sekarang,”ucap Kiyan yang juga memikirkan sikap dari Jem.
“Kenapa kamu berpikir seperti itu Kiyan,”kata Celsi.
“Apa kamu tidak mengenal Jem, Celsi kalau dia itu akan melakukan apa saja demi orang yang dia cintai. Tapi jika dia dikhianati dia akan membalas dengan kejam bukan,”ucap Kiyan. Celsi yang sedikir merenung menganggu dengan apa yang dikatakan oleh Kiyan.
“Yang kamu katakan itu benar juga ya. Tapi bagaimana bisa kamu menyimpulkan kalau Kala hamil anak selingkuhannya itu,”ucap Celsi.
“Aku hanya menebak saja, tapi apa itu benar?,”kata Kiyan. Celsi berpikir tentang sikap dari Jem saat dia bertanya tentang Kala. Wajah yang penuh dengan kebencian dan merasa jiji untuk mengatakan kalau dia adalah mantan istrinya.”Kurasa tebakan kamu benar Kiyan, tapi aku juga tidak tahu pasti saat itu aku juga bertanya kenapa dia bercerai. Tapi dia tidak menjawab hanya saja sikap dia itu tidak perduli lagi dengan Kala,”kata Celsi.
Setelah malam itu Kiyan dan Celsi bersikap biasa saja sementara Sara dan Say yang seperti biasa pergi ke sekolah tanpa diantar. Keduanya yang sudah berpamitan segera berangkat, tapi di tengah jalan lagi-lagi Sara dan Say di ikuti oleh anak buah Syoko yang lain.”Kurasa kali ini adalah tentara bayaran Sara,”ucap Say.
“Menurut kamu bagaimana?,”kata Say.
“Kita abaikan saja, mereka juga tidak akan bisa mendapatkan apa-apa dari kita. Lihat itu didepan sana,”ucap Sara yang tampak anak buah mereka berdua sudah berjaga. Say hanya tersenyum saja sampai akhirnya mereka berjalan melewati anak buahnya masuk ke halaman taman kanak-kanak. Tepat tentara bayaran itu mengikuti Sara dan Say mereka dihadang oleh anak buahnya.”Kalian mau pergi kemana?,”ucap Shen dibalik anak buahnya yang ada dibelakang.
__ADS_1
Tapi sikap dari tentara bayaran itu tidak perduli masih saja tetap berjalan melewatinya. Tapi lagi-lagi mereka dihalangi oleh anak buah Shen. Hanya dengan sentuhan bahu saja Shen berkata,”Jangan melewati batas. Kamu tetap disini akan mati atau ingin hidup.”
Tentara bayaran itu melihat ke arah Shen yang dimata mereka kalau Shen itu orang lemah.”Kamu ingin menghalangi jalan kami, bukan kamu yang ingin mati,”ucap tentara bayaran.
“Apa kamu kira kami sama dengan James yang sudah kalian kalahkan,”kata tentara bayaran yang lain. Shen menepuk bahunya untuk kedua kalinya dengan tatapan santai tapi tajam melihat ke arah tentara bayaran itu.
“Kamu kira siapa kami,”ucap Shen dengan tajam hendak menusuk tubuh tentara bayaran dengan pisau kecil. Tapi tentara bayaran itu sudah terlatih sehingga bisa menangkis serangan biasa dari Shen.”Kita bicara di tempat lain bagaimana dari pada disini kita akan ketahuan oleh orang lain. Kalian tidak mungkin mengespos diri kalian yang membahayakan ini bukan,”ucap Shen yang sudah tahu kalau serangan dia akan gagal.
Tapi itu hanya permulaan saja untuk bisa membawa mereka ke tempat yang lebih sepi untuk menghancurkan para tentara bayaran itu. “Baiklah aku akan ikut dengan kalian, tunjukkan jalannya sekarang juga,”ucap tentara bayaran. Segera Shen menujukan jalan dimana mereka akan mulai beradu.
Mereka mulai menjauh dari taman kanak Sara dan Say.”Kurasa Shen sudah membawa para tentara bayaran itu pergi,”ucap Say yang melihat ke arah jalan.
“Tapi dari pada itu Say lihat itu mobil ayah bukan,”ucap Sara. Say melihat ke arah yang di tuju oleh Sara.
“Itu benar tapi kenapa tidak keluar, apa yang ayah sedang waspada dengan orang yang mengikutinya,”ucap Say. Tapi disisi lain Jem yang ada didalam mobil hanya bisa melihat dari jauh. Jika dia keluar dari mobil akan membahayakan Sara dan Say.”Tuan apa benar anda akan baik saja tetap di sini,”ucap pengawalnya.
__ADS_1
“Itu lebih baik dari pada mereka berdua dalam bahaya bukan. Apa lagi kita sedang dalam masalah soal bisnis perusahaan dan Syoko yang masih mengawasi kita,”kata Jem.
“Tapi tuan kurasa orang yang tadi di seberang jalan sedikit aneh dibawa oleh para preman,”kata Penjaga yang sempat melihat Shen dan tentara bayaran. Tapi para penjaga Jem tidak tahu kalau dia adalah tentara bayaran yang dibawa oleh Syoko. Tapi bagaimana dengan para tentara bayaran itu menghadapi Shen.