
Celsi yang sudah melihat kesungguhan dari Jem hanya bisa terdiam.Tapi dari pakaian yang dikenakan oleh Jem sedikit kusam apa lagi Celsi melihat Jem membawa penjaganya. Membuat Celsi bertanya apa yang sedang terjadi dengan Jem.
“Jem kamu ini sedang habis apa?,”kata Celsi melihat ke arah pakaian yang dia kenakan.
“Aku diserang oleh sekumpulan orang tidak dikenal. Kamu tidak usah khawatir Kiyan dan anaknya akan baik saja,”ucap Jem. Tapi saat dia melihat keluar jendela dia melihat preman masuk ke toko Kiyan membuat Jem menyuruh anak buahnya untuk berjaga.
“Apa yang kamu lihat,”kata Celsi yang melihat wajah dari Jem serius.
“Ohh kamu melihat para preman itu, dia tidak akan mengganggu toko Kiyan. Kamu tenang saja,”kata Celsi dengan tenang. Tapi Jem masih bertanya kenapa dia bersika tenang dia itu adalah preman.
“Aku tahu apa yang kamu khawatirkan tapi mereka itu datang hanya untuk membeli dagangan Kiyan saja. Kedua anak dari Kiyan juga sudah akrab dengan preman di wilayah ini. Jadi Kiyan tidak mersa gelisah jika ada apa-apa dengan anaknya jika dalama bahaya hanya bisa meminta tolong kepada preman dan para tetangga yang ada,”kata Celsi.
“Kamu tadi mengatakan kalau preman di sini baik. Kedua anakku juga sangat kenal dengan preman itu. Tapi bagaimana bisa?,”ucap Jem yang tidak percaya.
“kebetulan sekali kamu bisa melihat ke arah dua anak kecil itu dia sedang bersama dengan pimpinan preman,”kata Celsi yang menuju ke arah Sara dan Say yang habis jalan-jalan. Jem melihat ke empat orang itu tidak melukai Sara dan Say yang membuat Jem sedikit lega tapi dalam hatinya dia ingin sekali memeluk kedua buah hatinya itu.
“Celsi siapa nama kedua anak itu?,”kata Jem yang bermata berbinar dan ingin segera tahu nama anak dari Kiyan dan dirinya.
__ADS_1
“Kamu ingin tahu cari sendiri saja. Tapi dari pada itu Jem bagaimana kami bisa menjalin hubungan dengan Kiyan. Apa yang sudah kamu lakukan dengan Kiyan dulu sampai dia hamil anak kamu,”kata Celsi yang berubah dingin karena Jem. Jem melihat tatapan dingin dari Celsi hanya bisa mengatakan kepada dia apa yang sudah terjadi malam itu.
“Waktu itu aku ada janji bertemu dengan Kala melalui surat yang ada dilokerku. Tapi sebelum aku berangkat aku berdandan dan meminum satu teh yang rasanya agak berbeda di berikan oleh temanku. Aku tidak tahu saat itu kalau teh itu sudah diberikan obat perangsa,”kata Jem.
“Lalu bagaimana kamu bisa melakukan dengan Kiyan,”ucap Celsi yang semakin penasaran.
“Itu aku tidak tahu yang datang itu Kiyan jadi aku melampiaskan semuanya kepada dia,”kata Jem.
“Tunggu dulu Jem, kamu diberi obet perangsa dan melampiaskan semuanya kepada Kiyan. Atpi bagaimana surat yang dia dapatkan itu bukan dari kamu. Aku baca sendiri surat yang ditunjukan kepada kiyan itu dari kamu. Tapi kenapa kamu dapat surat dari Kala,”kata Celsi sedikit curiga.
Jem yang juga menyadari itu juga merasa ada yang aneh.”Apa kamu yakin surat yang didapatkan oleh Kiyan itu adalah tulisanku bukan orang lain,”kata Jem yang memastikan.
“Kenapa kamu diam saja, apa ada yang salah dengan otak kamu itu saat itu,”ucap Celsi.
“Tunggu dulu Celsi, aku tidak pernah mengirim surat untuk Kiyan dulu,”kata Jem. Celsi yang mendengarnya sedikit ada yang aneh. Jika bukan Jem yang menulis lalu tuliskan siapa yang dia lihat saat itu. Apa lagi tuliskan itu sama persis dengan Jem, karena tidak tahu dia hanya bisa melihat ke arah Jem saja.
“Bagaimana jika kita cari dulu penyebab kamu bisa terkena obat bius dulu Jem. Apa ada yang mencoba untuk memanfaatkan kamu dan Kiyan saat itu,”kata Celsi yang menduga. Jem hanya menganggu saja tapi disela mencari kebenaran itu. Celsi memberikan saran kepada Jem untuk dekat kepada Sara dan Say lebih dulu agar bisa dekat dengan Kiyan.
__ADS_1
Celsi yang sudah selesai segera kembali ke toko membantu Kiyan. Apa lagi toko saat itu ramai lagi. Di sela Celsi kembali ke toko Sara dan Say yang bersama dengan anak buahnya melihat mobil Jem.”Mobil ayah kamu sedang melihat mama kamu dari jauh itu. Apa kalian berdua tidak mencoba mendekati ayah kalian,”kata Shen.
“Kita hanya menuggu saja bagimana ayah kami akan bertindak. Kurasa ayah kita dibantu oleh tante Celsi,”ucap Say.
“Itu benar, tapi aku masih tidak percaya kalau rencana ini dari awal di rencanakan oleh teman Kala yang membenci mama,”ucap Sara.
Kiyan yang melihat Celsi kembali menyerahkan kasir kepadanya karena Kiyan mau menjemput Sara dan Say yang bersama dengan Bobo dan Shen.”Sayang bagaimana jalan-jalannya,”ucap Kiyan yang sudah ada didepan mata keduana. Sara dan Say yang melihat segera memeluknya dimana keduanya saling memeluk satu sama lain.”Bobo Shen makasi sudah mengajak kedua anakku jalan-jalan. Aku tidak tahu harus berterima kasih bagaimana, hanya bisa memberikan ini kepada kalian berdua,”ucap Kiyan yang berterima kasih karena sudah menjaga kedua anaknya.
“Sama-sama tente kami juga merasa senang bisa bermain dengan Sara dan Say. Tapi tante apa ini tidak terlalu banyak,”ucap Bobo melihat cemilan yang diberikan. Kiyan hanya tersenyum saja kepada keduanya segera Kiyan menggandeng keduanya masuk ke rumah. Nenek ija yang masih melihat televisi meminta menjaga Sara dan Say.
Karena Kiyan harus kembali ke bawah untuk membantu Celsi. Apa lagi toko ramai saat itu, nenek ija yang tahu hanya bisa tersenyum kepada Kiyan. Sara dan Say duduk bersama dengan nenek dimana ketiganya saling melihat televisi. Say yang segera membersihkan diri apa lagi Sara sedang bersama dengan nenek.
Selesai mandi giliran Sara yang membersihkan dirinya. Nenek ija yang melihat Say dengan rambutnya yang basa membantunya mengeringkan kepalanya. Dimana nenek yang merasa senang dengan kedua cucu baru dia.”Bagaimana perjalanan kalian tadi, apa menyenangkan,”kata Nenek Ija.
“Sangat menyenangkan nenek. Tapi nenek apa mama pernah cerita tentang ayah Say,”ucap Say. Sara yang telah selesai mendengarkan perkataan dari Say.”Apa yang kamu katakan tadi Say, aku juga mau dengar. Bagaimana nenek apa benar mama pernah cerita tentang ayah?,”kata Sara.
“Kalian ingin bertemu dengan ayah kalian ya?,”kata Nenek ija. Sara dan Say hanya menganggu saja seperti anak polos yang ingin mencari ayah mereka.
__ADS_1
“Mama kalian jarang membicarakannya. Tapi mama kalian pernah cerita kepada Celsi teman mama kalian. Kenapa kalian tidak bertanya kepada tante Celsi saja tentang ayah kalian berdua,”ucap nenek Ija. Tapi apa Celsi akan mengatakan itu. Bagaimana dengan Sara dan Say akan bertanya kepadA Celsi?.