Kembali Dengan Kiyan

Kembali Dengan Kiyan
YTPH 26


__ADS_3

Sara dan Say sudah sampai di tempat lokasi dimana tentara bayaran yang tadi pagi mengikuti. Sedang adu kemampuan bersama Shen, tapi wajah kelima tentara bayaran yang sudah kelelahan melawan Shen sudah sedikit berkurang.”Sudah berapa lama mereka terus bergitu,”ucap Say.


“Shen selesaikan dengan cepat jangan bermain terus. Apa kamu tidak lelah,”ucap Sara dengan nada keras. Shen yang mendengar itu hanya mengakat satu tangan untuk memberitahukan kalau dia akan menyelesaikan dengan cepat. Tentara bayaran yang juga mendengar itu sepat melirik ke arah suara.Dimana target orang yang harus mereka cari tahu sedang melihat mereka.


“Kenapa kamu berpaling seperti itu, musuh kamu ada disini,”ucap Shen yang ada disamping mereka. Para tentara yang ada disampingnya sangat terkejut dan hendak ingin menghindar tapi sangat disayangkan mereka sudah terkena pukulan yang datang dari arah samping.”Maaf kurasa aku harus mengakhiri ini semua dengan cepat,”ucap Shen yang dengan seketika mengubah sikapnya kepada mereka berlima.


Tentara bayara yang sudah kuwalahan menghadapi satu orang mencoba untuk membuat rencana. Rencana yang dibuat dengan cepat membuat Shen masuk ke dalam perangkap yang mereka buat. Tatapan para tentara yang melihat Shen sudah masuk ke dalam perangkap sangat senang. Tapi mereka juga tidak sadar kalau Shen tidak akan masuk tanpa ada persiapan.


Shen yang tersenyum mulai mengambil ahli rencana mereka yang sudah mengepung dia. Para tentara yang saat itu hedak ingin maju bersama malah di kejutkan dengan Shen yang sudah menumbangkan mereka semua. “Apa hanya ini saja kemampuan kalian berlima, kalian ingin mengambil sesuatu yang tidak harusnya kalian sentuh,”ucap Shen.


“Shen sudah cukup,”ucap Say yang sudah bosan dengan petunjuknya. Tatapan para tentara yang melihat ke arah Sara dan Say yang berjalan bersama menuju tempat mereka.”Kalian datang ke sini untuk matikan,”ucap Say.


“Siapa kalian sebenarnya kenapa bisa seperti ini. Kami hanya menjalankan tugas kami saja untuk mencari tahu tentang kalian berdua,”kata salah satu tentara bayaran.


“Aku tahu kalau kalian datang untuk menari tahu tentang kami berdua. Tapi kalian harus tahu ada hal yang tidak bisa kalian cari dengan mudah,”ucap Say.


“Itu benar, bos kalian itu sudah salah untuk mencari kami,”kata Sara. Tapi pada saat ucapan terakhir itu peluru mendarat tepat di kepala mereka berlima. Sara dan Say yang melihat hanya bisa berjalan menjauh. Karena mereka berdua harus kembali ke taman kanak-kanak sebelum mereka berdua ketahuan oleh ibu guru.

__ADS_1


“Kalian semua perketat daerah kita jangan sampai para tentara ini datang lagi. Aku tidak mau mamaku dalam bahaya lagi,”ucap Say. Keduanya yang berjalan dikawal oleh Caca dan Nini yang juga hendak membahaas bantuan untuk perusahaan ayahnya.


Sara dan Say mendengarkan keduanya dalam menjalankan rencananya hanya bisa terdiam untuk sesaat. Pesan keduanya setelah tahu rencana itu mereka berdua melihat ke arah Caca dan Nini.”Jangan sampai ada orang lain yag tahu kalau perusahan kita membantu perusahan ayah. Kalian mengerti buka harus bagaimana setelahnya,”ucap Say.


Nini dan Caca hanya bisa tertunduk sampai keduanya masuk ke dalam taman kanak-kanak lagi. Tepat mereka kembali ibu guru datang untuk mengecek keduanya yang sedang tidur siang. Ibu guru yang sudah mengecek kalau mereka masih ada semua kembali melihat ke ruangan yang lain. Sara dan Say yang tidak ketahuan kalau mereka keluar hanya bisa tertidur di waktu yang tersisa dengan damai.


Di sisi lain Jem yang sudah melihat kedua anaknya segera pergi k toko Kiyan. Tapi tepat sampai didepan toko Kiyan dia melihat mobil yang tidak asing baginya. Mobil itu milik Syoko yang datang ke toko Kiyan. Syoko yang sedang menyelidiki toko itu datang sebagai pembeli bersama dengan Kala.  Tapi saat itu yang berjaga bukan Kiyan melainkan Celsi.”Celsi,”ucap Kala yang tersenyum. Celsi yang mendengar suara Kala melihat ke arahnya.


Celsi sempat terkejut dengan Kala yang datang ke tokonya.”Kamu sekarang jualan kue, tidak aku sangka temanku ini sudah jadi miskin ya. Mau jualan kue, jika kamu mau uang aku bisa memberikan dengan muda kepada kamu. Karena aku adalah teman yang baik,”ucap Kala yang dengan sombong memberikan uangnya dengan dia meleparkanya.


“Sayang apa kamu kenal dengan orang ini,”ucap Syoko yang melihat ke arah Celsi.


“Dia adalah teman SMA bisa dikatakan dia juga adalah teman kakakku Kiyan. Tapi Celsi apa kamu sudah tahu kabar dari kakakku sekarang ada dimana?,”kata Kala yang melihat ke arah Celsi.


“Untuk apa kamu mencari kakak kamu, bukan kalian sudah membuang dia sejak lama. Aku dengar kamu sudah bercerai dengan Jem apa dia adalah kekasih baru kamu yang kamu manfaatkan,”ucap Celsi yang tidak mau mengalah kepada Kala.


Kala yang mendengar itu hendek menampar Celsi. Tapi di hentikan tangan Celsi dengan sikap dia menghempaskan tangan ke arah Kala balik. Tapi tidak disangka tangkan Celsi ditangkis oleh Syoko yang melindunginya.

__ADS_1


“Jangan berani kemu melukai kekasihku,”ucap Syoko yang dingin.


Celsi hendak melepaskan tangan dari Syoko, tapi tangan Celsi tidak bisa dilepaskan. Syoko yang dengan dingin menarik Celsi hingga dia jatuh ke lantai. Kala yang melihatnya sangat senang dengan Celsi yang di tarik dan dijatuhkan oleh Syoko.”Kata kamu dia adalah teman kakak kamu,”ucap Syoko yang segera merangkulnya.


“Itu benar, tapi apa yang ingin kamu lakukan dengan dia,”ucap Kala. Syoko segera memanggil anak buahnya untuk mengurus Celsi dan menghancurkan tokonya. Tapi saat anak buah Syoko datang ingin masuk. Anak buah dari Sara dan Say sedang berjaga menghentikan langkah mereka dengan satu sentuhan bahu saja. Anak buah dari Sara dan Say membuat anak buah Syoko terdorong keluar.


Bian yang sedang berkeliling melihat toko kedua atasannya sedang di serang segera menolong. Anak buah  Bian yang sudah selesai di luar sedang berjaga di pintu. Bian yang melihat Celsi hendak membantu dia berdiri.”Celsi ada apa disini dan mereka ini siapa mengganggu toko kamu,”ucap Bian yang mentatap tajam kedua orang didepannya.


“Mereka adalah Kala dan kekasihnya mereka hendak mengacukan toko,”ucap  Celsi yang sudah ada disampingnya.”Tuan dan Nyonya ini ingin menghancurkan toko ada niatan apa ya jika saya boleh tahu,”ucap Bian dengan santai.


“Kamu hanya preman di sini sebaiknya kamu jangan ganggu kami. Aku akan memberikan kamu uang yang kamu inginkan asalkan kamu tidak mengganggu urusan kami ini,”kata Syoko yang segera mengeluarkan cek di dompetnya.


Bian yang melihatnya hanya bisa tertawa  melihat sikap sombong Syoko dan Kala.”Anda mau membayar saya, kalian memang memiliki uang berapa banyak bisa membayar saya,”ucap Bian yang tadi tertawa terlihat dingin dihadapan keduanya.


Syoko yang sudah mengelurka cek melemparkan kepada Bian.”Tulis saja nominal yang kamu inginkan sekarang kamu bisa pergi,”ucap Syoko yang menyuruh anak buahnya untuk mengusir Bian. Tapi Syoko dan Kala yang tidak sadar kalau anak buahnya sudah babal belur semua membuat Syoko berteriak lagi.


“Tuan anda janganlah berteriak lihat saja di luar saja apa yang sedang terjadi,”ucap Bian. Tapi bagaimana bisa Syoko dan Kala akan keluar dari keributan yang mereka buat?.

__ADS_1


__ADS_2