Kembali Dengan Kiyan

Kembali Dengan Kiyan
YTPH 25


__ADS_3

Shen membawa para tentara untuk dikalahkan. Tepat di lokasi yang di tuju semua anak buah Shen sudah mengepung tentara bayaran itu. Tapi tentara bayaran itu hanya tersenyum melihat mereka terkepung.”Apa kalian kira dengan kami yang terkepung seperti ini kami tidak bisa mengalahkan kalian semua. Kalian ini bukan level untuk kami, sebaiknya kamu menyingkir saja jika kamu tidak ingin terluka,”kata tentara bayaran.


Shen mendengar itu hanya bisa tersenyum dihadapan mereka saja.”Kamu kira dengan apa yang kamu katakan itu, bisa mengalahkan kami,”ucap Shen. Sementara di tempat lain  Nini dan Caca melihat Shen dari balik layar.”Menurut kamu siapa yang akan menang Nini,”ucap Caca.


“Caca kamu tidak salah bertanya itu kepadaku, bukan kamu sudah tahu siapa yang akan menang,”ucap Nini.


Caca dan Nini saling memandang satu sama lain karena mereka masih saja melihat kedua belah pihak sudah memulai perkelahian. Tapi keduanya tidak mau mengalah Shen yang sudah biasa mengalahkan para tentara yang tidak tahu malu itu. Segera mengeluarkan serangan pertama tapi lagi-lagi serangan itu ditahan. Wajah para tentara yang tersenyum membalas serangan Shen, tapi yang didapatkan adalah keuntungan untuk Shen membuat mereka bisa mundur.


“Kenapa dengan kalian, tidak menduga serangan tiba-tiba yang aku berikan,”ucap Shen yang berjalan mendekat ke arah tentara bayaran.


Tentara bayaran itu saling memberikan isyarat dimana mereka semua mulai bergerak bersama. Untuk menyerang Shen yang sendiri, mereka percaya kalau mereka yang berlima bisa mengalahkan satu orang saja. Apa lagi anak buah yang mengepung mereka sama sekali tidak begerak sama sekali. “Kalian semua ingin menyerangku secara bersama-sama,”ucap Shen yang menuggu mereka datang.


“Jika itu yang kalian inginkan aku persilakan kalian datang. Ayo maju,”ucap Shen yang menyeruh mereka datang bersama. Tapi bagaimana dengan Sara dan Say yang ada disekolahan menyelinap keluar tanpa sepengetahuan  ibu guru.


“Apa kamu yakin ingin melihat mereka,”ucap Sara.


“Tentu saja bukan ini sangkat langkah jika kita sia-siakan,”ucap Say. Keduanya yang sudah menyelinap keluar segera pergi ke tempat Shen dan yang lain berada. Tapi tidak disangka Sara dan Say di ikuti oleh tentara bayaran yang lain.”Hai adik kecil kalian mau pergi kemana, paman bisa mengantar kalian berdua. Jika mau pergi jauh,”ucap salah satu tentara bayaran.

__ADS_1


Sara dan Say saling memandang dimana keduanya mulai berakting anak polos yang tidak kenala orang jahat dan baik. Tapi dibalik mereka berakting sudah menyiapkan kado untuk para tentara bayaran itu.”Paman benar mau mengantar kami pergi,”ucap Sara yang bersika polos.


“Tapi kami mau pergi ke sana paman,”ucap Say yang juga ikutan.Para tentara itu yang melihat keduanya yang masih polos hanya bisa berkata dengan nada kecil.”Paman antarkan ya, kami bukan orang jahat. Kalian tadi mau pergi ke sana. Ayo paman gendong biar kita cepat sampai di sana,”kata tentara bayaran yang ingin membawa Sara dan Say.


Sara dan Saya yang digendong oleh tentara bayaran mulai berjalan tanpa di sadari kalau tentara bayaran itu sudah masuk ke dalam perangkap. Tepat di tengah jalan Sara dan Say saling memandang satu sama lain. Di tempat yang tidak terlihat oleh kamera dan tidak ada yang melewati jalan itu. Keduanya mulai beraksi mulai menyerang tentara yang menggendong Sara dan Say.


Keduanya berkata,”Maaf. Kepada para tentara yang menggendong Sara dan Say karena pada saat itu juga. Leher mereka sudah ditebas oleh Sara dan Say yang masih kecil dan tidak terlihat bahaya. Tapi disaat mereka dalam kondisi bahaya mereka bisa melakukan apa saja untuk bisa bertahan. Tentara yang sudah dibunuh oleh keduanya jatuh. Sara dan Say yang hendak terjatuh sudah bersiap untuk melonjat. Lagi-lagi keduanya menyerang tenatara bayaran yang tersisa dengan cepat.


Tapi mereka bisa menghindar dengan baik,”Paman sangat cepat menghindar ya.”


“Iya, tapi sampai kapan paman akan menghindar terus,”ucap Sara.


Sara dan Say yang terdiam hanya bisa melihat mereka bertiga yang terlihat waspada.”Kenapa paman terlihat waspada kepada kami, apa kalian akan takut jika kami membunuh kalian bertiga,”ucap Say.


“Tapi bukan dari awaln kalian dulu yang membuat kami harus waspada ya,”kata Sara.


“Tapi bagaimana kalian bisa melakukan semua ini,”ucap tentara bayaran. Sara dan Say tidak menjawab hanya berjalan menuju ke arah mereka bertiga. Tapi mereka bertiga terlihat ke takutan dengan Sara dan Say. Tentara bayaran memberikan isyarat untuk mereka berpencar, tapi disisi lain Sara dan Say masih saja terlihat santai.

__ADS_1


“Paman ini sebenarnya mau bermain apa dengan kami berdua,”ucap Sara. Tapi para tentara tidak menjawab hanya bisa melihat kesempatan untuk menangkap kedua bocah itu saja. Melihat mereka masih saja santai dan tidak terlihat gelisah atau takut membuat para tentara saling pandang.


Di saat mereka waspada Say yang sudah menyelinap sudah ada dibelakang salah satu tentara.”Paman kamu terlalu fokus yang ada didepan sampai lupa kalau kalian dalam bahaya,”kata Say yang sudah hendak menusuk.


Tapi disisi lain Sara yang juga melihat ada pergerakkan disalah satu tentara mulai meju ke depan mereka.”Paman halo,”ucap Sara yang dimana sudah menabur satu bubuk tepat dimata tentara bayaran itu.


Satu tentara yang masih tersisa hanya bisa waspada mencari untuk kabur. Tapi saat tentara itu ingin kabur dia sudah terkepung dari depan dan belakang.”Paman mau pergi kemana?,”kata Sara.


“Itu benar tapi kami bisa melepaskan paman asalkan paman memberitahukan kami kenapa orang yang dibelakang layar itu menginginkan kami. Apa yang di inginkan orang itu setelah mendapatkan kami berdua,”kata Say.


“Kalian sudha tahu siapa dibalik kami, sebenarnya kalian ini siapa?,”ucap tentara bayaran.


“Kami hanya anak biasa saja,”ucap Sara. Tapi saat sama juga anak buah keduanya datang dari arah belakang mereka.


“Sara Say, apa yang sedang kalian lakukan,”ucap Bobo yang dari belakang Say.


“Paman Bobo datang pada waktu yang tepat, bisa bereskan semua tentara itu,”ucap Sara. Bobo yang mengambil ahli tentara yang masih tersisa hanya bisa melihat saja.”Kalian berdua tidak terluka bukan,”ucap Bobo.

__ADS_1


Sara dan Say hanya bisa tersenyum dan membersihkan tangan mereka saja. Melepaskan sarung tangan yang mereka gunakan untuk menghilangkan barang bukti di jari mereka.”Kalian yang urus ya aku mau melihat paman Shen,”ucap keduanya. Bobo yang tidak menjawab hanya menyuruh anak buahnya untuk menangkap tentara itu hidup-hidup saja.


Sara dan Say yang ditemani oleh salah satu anak buah Bobo sudah sampai di tempat mereka beradu fisik dan kemampuan.”Masih belum ada yang menang,”ucap Sara. Tapi siapa yang akan menang diantara kedua belah pihak. Lima lawan satu tapi siapa yang akan unggul dari semua pertarungan itu?.


__ADS_2