
Sara bersama dengan Say yang melihat mobil Jem pergi hanya bisa terdiam saja. Setelah semua selesai Sara dan Say segera naik ke atas untuk membersihkan diri. Kiyan dan Celsi yang sudah selesai membersihkan di dalam langsung membersihkan di luar. Tepat di luar orang tua Jem yang sudah ada didepan toko sangat terkejut dengan apa yang sudah terjadi.”Apa yang terjadi dengan tokonya?,”ucap Tiara.
Celsi melihat ke arah orang tua Jem yang tampak sedang gelisah dengan Kiyan. Tapi dia juga sangat gelisah juga karena Celsi sudah memberitahukan kepada Kiyan soal mereka berdua.”Celsi,”ucap Toto yang datang mendekat dengan diam-diam.
“Maaf jika boleh saya tahu apa yang tante dan om lakukan disini?,”ucap Kiyan. Toto dan Tiara yang tampak ada yang berbeda dengan sikap dari Kiyan melihat ke arah Celsi. Celsi yang merasa tatapan itu hanya bisa tertunduk dan memalingkan wajahnya saat keduanya melihat ke arahnya. Toto dan Tiara yang melihat sikap dari Celsi hanya bisa menebak kalau mereka sudah ketahuan.
“Kami tahu kalua kedatangan kami ini pasti membuat kamu waspada Kiyan. Kami sebagai orang tua Jem meminta maaf atas kelakukan putra kami,”ucap Toto. Kiyan yang melihat sikap ramah orang tua Jem hanya bisa menerima dengan senang hati.
“Tapi jika boleh tahu apa yang sedang terjadi dengan toko kamu,”ucap Tiara yang ingin tahu dengan apa yang sedang terjadi. Tapi saat mereka berbicara nenek ija bersama dengan kedua cucunya turun. Melihat kalau ada dua orang yang datang biasa berkunjung di toko Kiyan.”Kiyan kenapa tamunya tidak dipersilakan mereka masuk,”ucap nenek Ija.
Kiyan yang menoleh ke belakang melihat nenek Ija bersama dengan kedua anaknya. “Iya nek,”ucap Kiyan. Celsi yang memberikan isyarat menyuruh Kiyan untuk menemani kedua orang tua Jem masuk. “Silakan masuk ke dalam, maaf toko kami berantakan. Tapi jika kalian berdua tidak berkenan mau masuk ke dalam rumah kami yang sederhana ini,”ucap Kiyan yang menuju lantai dua.
Toto dan Tiara mengikuti Kiyan dari belakang sementara nenek ija bersama dengan Sara dan Say. Di atas Toto dan Tiara yang melihat sekitarnya membuat mereka sangat terkejut. Dimana lantai dua adalah tempat tinggal mereka yang sangat sederhana.”Silakan duduk,”ucap Kiyan.
Nenek ija yang bersama dengan kedua cucunya yang sudah duduk sambil menuggu Kiyan datang.”Maaf nenek ini siapanya Kiyan?,”ucap Tiara dengan lembut.
“Dia nenek kamu yang mau menerima kami berdua dan mama. Kami dari kecil sampai sekarang selalu dirawat oleh nenek ija,”ucap Say.
__ADS_1
“Perkenalkan nama saya adalah Ija yang mengangkat Kiyan mencari anak saya dan kedua cucu saya ini bernama Sara dan Say. Tapi nyonya dan tuan ini siapa Kiyan datang ke toko kecil kami?,”ucap Nenek Ija yang balik bertanya.
“Maaf kami belum memperkenalkan diri saya adalah Tiara dan ini adalah suami saya Toto,”ucap Tiara yang memperkenalkan dirinya sendiri.
“Kami datang bukan maksud jahat kami hanya ingin bertemu dengan menantu kami saja dan kedua putranya saja,”ucap Toto.
“Jika nyonya dan tuan berkata seperti itu apa anda berdua ini adalah orang tua dari suami Kiyan,”ucap Nenek ija. Keduanya menganggu dan tanpa berkata, tapi di sisi lain nenek ija yang melihat masih ingin tahu kenapa mereka baru datang sekarang.”Jika itu benar kenapa nyonya dan tuan ini baru datang sekarang?,”ucap Nenek ija.
Sara dan Say di samping nenek ija hanya bisa ikut mendengarkan penjelaskan mereka saja. Tapi di sisi lain Kiyan yang sudah selesai membuatkan teh dan menyiapkan cemilan. Mendengar percakapan nenek Ija dengan kedua orang tua Jem. Kiyan masih didapur sampai dia bisa mendengar percakapan kedua karena Kiyan juga masih belum siap untuk berkata apa didepan mereka berdua.
“Kami tahu kami datang terlambat ke sini, kami juga baru saja mendengar kabar kalau Kiyan memiliki anak bersama dengan Jem belum lama ini. Kami sudah memanjakan putra kami sudah membuat Kiyan menderita, jika kami tahu dari awal kami akan memilih Kiyan untuk menjadi menantu kami,”ucap Tiara.
“Ayah kalian belum menemui kalian berdua,”kata Toto. Sara dan Say hanya menggelengkan kepala mereka kalau keduanya tidak pernah bertemu dengan ayah mereka. Tapi semua itu dilakukan Sara dan Say untuk menghindar dari bahaya yang ada.
“Ayah kalian berdua mungkin belum siap untuk bertemu. Apa lagi ayah kalian sudah berbuat salah kepada mama kalian?,”ucap Tiara sedikit menjelaskan. Setelah Kiyan mendengar sedikit menjeleskan kedua orang tua Jem, dia keluar dengan nampan yang sudah ada gelas yang berisi teh dan sedikit cemilan untuk semua orang di ruang tamu.
Kiyan dengan hati-hati menaruh gelas yang berisi teh itu didepan para tamu dan neneknya bersama dengan cemilan yang ada.”Silakan di minum tehnya, maaf hanya bisa memberikan teh yang sederhana saja,”ucap Kiyan dengan lembuat tapi sopan.
__ADS_1
“Terima kasih Kiyan, maaf sudah datang dengan tiba,”ucap Tiara.
“Tidak apa-apa tapi tenta dan om ini siapa ya?,”ucap Kiyan yang menanyakan identitas keduanya. Karena Kiyan untuk memastikan itu harus mendengar dari mulut keduanya langsung. Tapi disisi lain Celsi yang sudah selesai hendak ingin ke lantai dua tapi dia mendengar percakapan mereka. Hanya bisa duduk di anak tangga sambil mendengarkan mereka berbicara. Tapi tepat saat Celsi duduk dia mendapatkan panggilan dari Jem.
“Waktu yang tepat anak ini menghubungiku,”ucap Celsi yang mengangkat teleponnya.
“Bagaimana kondisi toko apa Kiyan baik-baik saja disana?,”ucap Jem yang langsung bertanya tentang kondisi Kiyan.
“Kamu tidak usah khawatir Kiyan baik-baik saja sekarang dia sedang bersama dengan orang tua kami. Tapi kapan kamu akan muncul dihadapan Kiyan, Jem?,”ucap Celsi. Jem yang mendengar kalau orang tuanya datang berkunjung sedikit lega. Tapi disisi lain dia juga bingung untuk memberikan jawaban dari Celsi.
“Kenapa kamu diam saja, kamu tadi datang ke toko bukan,”ucap Celsi yang menebak.
“Kamu tidak usah berpura-pura lagi Jem Kala tadi datang ke sini bersama dengan kekasihnya. Apa dia hamil dari anak kekasih itu, siapa sebenarnya dia. Kamu pasti tahukan Jem beritahu aku semua yang kamu ketahui. Kamu tidak ingin membahayakan Kiyan lagikan,”ucap Celsi yang penuh dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan.
Jem yang mendengarnya binggung mau memberitahuka Celsi dari mana. Tapi yang pasti dia memberitahukan kalua dia memang datang ke toko dan melihat Syoko dan Kala datang untuk membuat keributan. Awalnya dia ingin membantu, tapi melihat ada preman yang datang membantu jadi dia urungkan dan tetap bersembunyi.
“Kenapa kamu bersembunyi dari mereka berdua, sebenarnya apa yang sudah terjadi Jem?,”kata Celsi.
__ADS_1
“Syoko adalah musuhku dia yang sudah merebut Kala dariku. Ini juga aku lakukan untuk melindungi Kiyan dan kedua anakku dari Syoko. Kamu tahukan jika Kala tahu Kiyan memiliki anak dariku, apa yang akan terjadi nanti,”ucap Jem. Celsi yang berpikir dengan tenang hanya bisa diam hingga dia melihat keluar jendela. Apa yang dilihat oleh Celsi saat itu lalu bagaimana dengan Kiyan apa dia bisa menerima orang tua Jem?.