
Celsi yang mendengar cerita dari orang tua Jem hanay bisa membantu mereka untuk menyembunyikan identitas keduanya. Tapi pada saat yang sama Sara dan Say yang mengikuti Celsi mendengar pembicaraan merea.
“Jadi mereka berdua adalah kakek dan nenek kita,”ucap Say.
“Iya Say, tapi kurasa ayah kita ini tidak suka dengan mama jika dia tidak mencari mama. Tapi aku juga penasaran dengan wajah ayah kita apa benar ayah kita tidak suka dengan kita dan mama,”ucap Sara.
“Kurasa tidak seperti itu Sara, pasti ada alasannya ayah tidak mencari kita. Tadi kamu dengar bukan kalau ayah kita itu sudah bersalah dengan mama. Di tambah lagi orang tua ayah tidak memberitahukan keberadaan mama dan kita,”kata Say.
“Itu bener sih, tapi masalah apa sampai ayah tidak mencari kita,”ucap Sara yang ingin tahu. Tapi pada disaat yang sama juga orang tua Jem segera pergi dari hadapan Celsi. Celsi yang melihat mereka sudah masuk ke dalam mobil dan meninggalkan toko.Baru dia masuk ke dalam bertemu dengan Kiyan yang masih berjaga saat Celsi masuk kondisi toko agak sepi.
“Kamu dari mana Celsi, apa kamu melihat Sara dan Say tadi kau lihat mereka keluar,”ucap Kiyan melihat diluar tidak tampak keduanya.
“Aku tidak melihat Sara dan Say,”ucap Celsi. Saat Kiyan bertanya kepada Celsi soal Sara dan Say mereka berdua muncul membawa es krim yang mereka beli.
“Mama mencari kita,”ucap Say. Kiyan yang mendengar suara Say langsung menatap lembut.
“Kalian dari mana saja,”ucap Kiyan yang merasa gelisah dengan keduanya.
“Maaf mama kita pergi membeli es krim,”ucap Sara. Setelah mengetahui mereka pergi membeli es krim. Kiyan menyuruh mereka untuk istirahat di atas bersama dengan nenek ija yang sedang bersantai. Mereka berdua segera pergi ke atas, sebelum mereka pergi Say sempat melihat ke arah ibunya.
__ADS_1
“Mama nanti aku pinjam laptop dikamar mama ya, mau main gemes sama dengan Sara,”kata Say. Kiyan hanya menganggu tapi juga memberitahukan kalau mereka hanya bisa main selama dua jam saja. Say menganggu bersama dengan Sara segera pergi ke atas. Celsi yang tadi sempa curiga dengan si kembar merasa lega kalau mereka tidak mengikuti dia pergi bertemu dengan orang tua Jem.
“Kenapa kamu Celsi terlihat pucat, apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku,”kata Kiyan.
“Mana mungkin kita bicara nanti saja dulu lihat ada yang datang lagi,”kata Celsi sepergi mengalihkan pandangannya. Kiyan tidak tahu dengan Celsi saat itu sampai toko tutup dan mereka makan bersama. Celsi bertanya tentang soal Jem tidak seperti biasanya dia bertanya tentang Jem.
“Apa dia menghubungi kamu lagi Celsi sampai kamu bertanya tentang dia,”kata Kiyan.Celsi hanya menggelengkan kepalanya saja sampai akhirnya Sara dan Say yang mendengarnya melihat ke arah Kiyan.
“Mama tante siapa Jem?,”ucap Sara. Dimana Say yang sudah tahu tentang ayah mereka saat dia mencari di laptop Kiyan. Sara yang berpura-pura tidak tahu mencari informasi lain dari Kiyan dan Celsi. Kiyan dan Celsi yang mendengar Sara siapa Jem mereka sedikit bingung.
Tapi kiyan tahu kalau ada saatnya kedua anak mereka akan bertanya tentang ayah mereka. Jadi dia sudah mempersiapkan jawaban untuk mereka.”Jem yang kita bicarakan itu adalah suami dari adik mama sayang,”ucap Kiyan.
“Maaf ya sayang untuk nenek dan kakek dari mama tidak ingin bertemu dengan mama. Apa lagi adik mama itu sangat berbeda dengan mama,”kata Kiyan yang mencoba tersenyum. Sara dan Say yang melihat dari raut wajah mama mereka sedikit sedih sehingga tidak melanjutkan pertanyanya.
“Mama tidak apa-apakan,”uca Sara dan Say melihat wajah Kiyan yang terlihat tidak bahagia saat membahas orang tua Kiyan. Kiyan yang merasa mendapatkan perhatian dari kedua anaknya langsung memeluknya.
Dimana hati Kiyan merasa nyam hingga ketiganya tidur bersama. Di tempat lain orang tua Jem yang sudah pergi dari toko Kiyan kembali ke rumah. Meminta pelayan untuk menyajikan kue dan cemilan yang mereka beli. Setelah semua sudah siap orang tua Jem mencoba makanan yang dibuat oleh Kiyan. Baru gigitan pertama mereka merasa wajah merea tersenyum dan apa yang mereka makan.
“Sayang ini enak, tidak aku sangka menantu kita itu pandai memasak,”ucap ayah Jem. Tapi belum sempat ibu Jem membuka mulutnya Jem datang setelah kembali dari perusahaan.
__ADS_1
Jem langsung datang ke arah orang tua mereka yang sedang menikmati makanan biasa yang Jem sendiri belum pernah coba.”Ayah ibu makanan dari mana ini?,”ucap Jem yang mengambil talas bulat yang di olesi coklat. Jem yang baru menggigit sedikit terasa talas dan coklat,”Perpaduan yang pas.”
“Jem kenapa kamu datang ke sini bukan ke rumah,”ucap Ibu Jem.
“Ibu sudah tahu kenapa aku datang ke sini. Tapi dimana ibu membeli cemilan ini, aku suka rasanya pas di lidahku,”ucap Jem yang mengambil jenis yang lain. Ayah Jem dan Ibu Jem hanya bisa tersenyum saja dan tidak memberitahukan kepada Jem dimana mereka beli.
“Kenapa kalian diam saja?,”ucap Jem.
“Untuk apa kamu ingin tahu, urusan kamu sama dengan Kala saja belum selesai. Masih ingin tahu urusan kami saja,”kata Ayah Jem.
“Kenapa ayah seperti itu, aku juga tidak tahu kalau Kala akan melakukan dibelakangku. Tapi tenang saja semua persiapan sudah selesai tinggal melakukan perceraian saja,”kata Jem.
“Apa kamu yakin kamu bisa bercerai dengan Kala,”kata Ibu Jem. Jem menganggu dengan percaya diri apa lagi saat Kala mengaja berhubungan dengan dia sudah hamil dengan laki-laki lain. Waktu terus berjalan Kala yang masih gagal membujuk Jem untuk berhubungan dengan dia hanya bisa menggunakan cara licik untuk mendepatkan Jem.
Jem yang mengawasi semua kelakukan Kala sudah tahu terik yang dia akan lakukan. Saat Kala menjalankan rencana dia untuk membius Jem. Jem sedang sibuk dengan pekerjaannya hingga telepon dari sekertarisnya datang membuat Jem pergi Kala yang tidak bisa mendapatkan kesempatan itu hanya bisa mencari jalan lain.
Setelah malam itu Kala pergi ke perusahan Jem untuk mendekatinya dan melihat apa ada wanita lain yang dekat dengan dia. Tapi semu kegelisahan itu tidak ada, hingga mereka kembali pulang bersama Kala bertanya kepada Jem.
“Sayang kenapa kamu bersikap dingin beberapa tahun ini. Apa aku melakukan kesalahan?,”kata Kala yang mencari tahu tentang apa yang terjadi.
__ADS_1
“Kamu tidak melakukan kesalahan hanya saja aku sudah bosan dengan kamu saja,”ucap Jem dengan santainya. Kala yang mendengatnya sedikit terkejut dengan perkataan dari Jem. Tapi setelah itu apa yang akan terjadi dengan Kala dan Jem. Lalu bagaimana dengan Say dan Sara apa bisa bertemu dengan ayahnya itu?.