
Kiyan yang sibuk dengan harinya dengan mengurus Sara dan Say. Tapi hari itu Kiyan yang selesai berjualan merasa ada yang mengawasi dirinya. Kiyan yang selalu hati-hati melihat ke belakang tapi saat dia melihat ke belakang dia tidak melihat apa-apa.
“Apa hanya perasaanku saja,”ucap Kiyan yang segera pergi berjalan lagi. Karena Kiyan ingin segera bertemu dengan kedua anaknya. Kembali pergi ke rumah diperjalanan lagi-lagi Kiyan merasakan ada yang mengikutinya. Tapi Kiyan tetap positif sampai didepan rumah Kiyan melihat ke kanan dan ke kiri rumahnya tidak ada yang mencurigakan.
Kiyan masuk ke dalam dimana dia disambut oleh kedua anaknya bersama dengan teman dan nenek. Di dalam rumah Kiyan memeluk Sara dan Say yang sudah menjemput di depan pintu. Tapi saat itu Kiyan tidak tahu kalau ada yang mengambil gambarnya. Setelah beberapa hari Jem mendapatkan hasil dari pencarian Kiyan yang selama ini menghilang.
“Tuan muda saya sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Kiyan,”ucap sekertarisnya. Di dalam mobil sekertaris itu memberitahukan dimana Kiyan.
“Dimana dia sekarang?,”kata Jem.
“Nona Kiyan ada di kota C bersama dengan kedua anaknya yang kembar,”kata Sekertaris.
“Apa kIyan sudah memiliki anak. Siapa suami dari anak itu aku ingin tahu, jadi dia kabur karena bertemu dengan laki-laki lain. Katanya suka tapi dia menikah dengan laki lain, Kiyan,”ucap Jem yang berwajah sinis.
Sekertaris itu segera mencari informasi tentanggg aaanak dari Kiyan. Sekertaris itu juga memberitahukan informasi tentang Kala.”Tuan untuuukkk nyonya Kala ada kabar dari yang mengawasinya,”ucap Sekertaris.
“Informasi apa yang dia berikan kepadaku,”kata Jem.
“Ini informasinya,”ucap Sekertaris yang tidak ingin membaca informasi tentang nyonya Kala. Jem mengambil kertas yang diberikan oleh sekertarisnya. Dimana Jem membuke amplop yang berisi foto dan didalam juga ada surat. Jem membaca surat itu kalau Kala bersama dengan laki-laki lain pergi ke hotel. Jem melihat fotonya sangat kager dan tersenyum tidak tidak percaya.
“Kala kamu menghianatiku,”ucap Jem.
“Cari tahu semua tentang laki-laki ini apa yang sudah mereka lakukan dibelakangku,”ucap Jem yang tidak percaya Kala yang dia sukai berselingkuh dengan laki lain.
“Jadi selama ini kamu menghianatiku dari belakang. Kala kamu akan tahu apa yang sudah kamu berbuat,”ucap Jem yang marah. Tapi Jem mencoba untuk tetap diam dan tidak mencoba untuk bertanya dengan Kala sampai semua barang bukti terkumpul.
__ADS_1
Tapi karena semua membuat Jem marah dia melihat wajah Kiyan yang bersama dengan anaknya. Membuat dia bertanya kenapa anak ini sangat mirip dengan dirinya. Tapi untuk memastikan dia kembali ke rumah orang tuanya dan melihat album foto saat dia kecil. Jem mencocokkan wajah dan mata anak Kiyan dengan dirinya saat dia kecil. Melihat ada yang sama membuat Jem sedikit bertanya,”Kenapa anak Kiyan ini sama dengan diriku saat kecil. Ada yang aneh aku harus mencari tahu lebih jauh lagi tentang anak Kiyan ini.”
Jem yang merasa senang saat melihat dua anak kembar itu.”Jika itu anakku aku bawa Kiyan pulang bersama dengan anaknya itu,”kata Jem yang sangat senang melihat foto anak kecil yang sama persis dengan dirinya yang dulu kecil.
Tapi saat yang sama juga ibunya yang ada dirumah melihat Jem kembali dan tergesa pergi ke ruang kamarnya.”Jem,”ucap Ibunya. Tapi Jem tidak mendengarr membuat ibunya bertanya,”Anak itu kenapa tergesa-gesa apa yang sebanarnya membuat dia langsung pergi ke atas.” Ibunya segera pergi ke atas dan melihat Jem sedang memegang album fotonya.
“Apa yang sedang kamu senyumi, kenapa kamu pulang sendiri dimana Kala,”kata Ibunya.
“Ibu sejak kapan kamu ada disana,”kata Jem melihat ke arahnya.
Ibunya langsung duduk disamping Jem melihat foto yang dia pegang dan albumnya membuat ibunya sedikit curiga.”Jem itu anak siapa yang ada didalam foto kenapa dia sama dengan kamu saat kecil,”ucap Ibunya yang segera mengambil foto yang dia pegang.
“Ibu,”ucap Jem karena foto sudah dia ambil oleh ibunya.
“Jawab ibu ini anak siapa, Kala belum hamilkan lalu ini anak siapa Jem?,”ucap Ibunya yang merasa foto didalam itu anak Jem karena melihat dari wajah dan mata sama dengan Jem saat kecil.
“Kiyan...bukan dia kakak dari Kala yang pergi. Tapi orang tuanya bukan mencari tapi membuang dia dengan menghapus nama dia dalam daftar keluarga bukan,”ucap Ibunya yang sedikit tahu.
“Itu benar, aku juga baru tahu hari ini setelah aku mencarinya. Makanya aku ingin mencari tahu ayah dari anak yang bersama dengan Kiyan ini,”kata Jem.
“Jem apa kamu pernah berhubungan dengan Kiyan sebelum kamu melamar Kala,”kata Ibunya. Jem sedikit berpiki dengan apa yang dikatakan oleh ibunya. Terlintas dimana dia pernah berhubungan dengan Kiyan saat pertemuan itu. Tapi saat itu Jem memang berhubungan dengan Kiyan mata Jem melihat ke arah ibunya.
“Ada apa Jem?,”kata ibunya.
“Aku pernah berhubungan dia itu juga karena pengaruh obat,”kata Jem.
__ADS_1
“Apa kamu yakin kapan itu?,”kata Ibunya.
“Itu seminggu sebelum kita melamar Kala,”kata Jem yang sedikit menyesal.
“Jem, bagaimana kamu bisa melakukan itu,”ucap Ibunya yang sedikit marah.
“Aku juga tidak tahu kalau dia akan hamil ibu. Tapi jika dia hamil seharusnya dia memberitahu aku bukan. Tapi kenapa dia kabur,”kata Jem yang membela dirinya.
“Jem sebelum dia pergi apa ada yang aneh dengan dia,”kata Ibunya yang menebak kalau Kiyan pergi pasti karena lamaran Jem dengan Kala. Mendengar dari cerita Jem Kiyan pergi saat Jem melamar Kala.
“Kalau tidak salah saat aku melamar Kala dia datang tapi wajah dia biasa saja,”ucap Jem yang terdiam untuk sesaat. Tapi pikiran Jem melihat kembali saat kejadian waktu itu. Waktu itu Kiyan sepertinya ingin bicara dengan dia tapi dia melihat Kala jadi dia hanya berkata selamat atas pertunangan mereka saja dan langsung pergi.
“Apa saat itu dia ingin mengatakan kalau dirinya hamil, tapi dia tidak jadi karena aku bersama dengan Kala,”guman Jem.
“Itu pasti alasan dia pergi. Apa kamu juga tahu bagaimana perilaku orang tuanya terhadap Kiyan,”ucap Ibunya.
“Yang aku tahu kalau orang tua Kiyan itu membandingan dia dengan Kala. Tapi orang tuanya lebih suka dengan Kala dari pada Kiyan. Biaya sekolah saja dia dapatkan dari beasiswa saja,”kata Jem.
“Jadi kamu tahu kenapa dia pergi saat itu. Sekarang kamu mau apa Jem dengan Kiyan, jika dia anak kamu dengannya,”kata Ibu.
“Jika itu benar aku akan bertanggung jawab,”kata Jem.
“Lalu bagaiman adnegan istri kamu Kala apa kamu ingin berbagi cinta. Apa Kala mau dengan cintanya terbagi. Pikirkan dengan baik Jem apa yang kamu pilih,”ucap Ibu Jem.
“Kurasa aku akan menceraikan Kala Ibu,”ucap Jem dengan tiba-tiba.
__ADS_1
“Apa menceraikannya, bagaimana kamu bisa berkata seperti itu Jem,”ucap Ibu. Jem melihat k arah ibunya dan hendak ingin mengatakan perilaku Kala kepada ibunya. Tapi apa reaksi ibunya jika dia tahu nanti?.