
Celsi yang terkejut dengan apa dikatakan oleh Kiyan.”Bagaimana mungkin mereka adalah anak kamu Kiyan, siapa ayahnya?,”ucap Celsi. Tapi saat Celsi bertanya kepada Kiyan terlintas satu nama yang bisa membuat Kiyan hancur adalah Jem.
“Apa mereka adalah anak Jem, Kiyan,”kata Celsi yang menebak dengan benar. Kiyan yang mendengar itu hanya diam saja tanpa berkata apa-apa. Nenek yang juga ada disamping Kiyan hanya bisa merangkul Kiyan saja.
“Jadi itu benar, kamu kabur karena Jem sudah memilih Kala adik kamu. Tapi apa Jem sudah tahu tentang anak kamu Kiyan,”kata Celsi. Kiyan hanya menggelengkan kepalanya saja kepada Celsi.
“Kenapa kamu tidak memberitahukan kepada Jem,”ucap Celsi.
“Bagaimana aku memberitahukan kepada dia, jika saat aku ingin memberitahukan kepada dia sedang melamar Kala saat itu. Jadi akau harus apa Celsi,”kata Kiyan yang dengan wajah sedihnya.
“Kenapa saat itu kamu tidak mengatakan kepadaku Kiyan.Aku ini teman kamukan,”ucap Celsi yang memeluk Kiyan didepan Nenek.
“Teman kamu sangat baik Kiyan. Kamu sekarang tidak sendirian lagi,”ucap Nenek. Setelah malam itu Celsi pindang ke ruuumah Kiyan untuk membantu Kiyan. Sementara orang tua Celsi yang tahu setelah diberitahukan oleh Celsi. Apa lagi orang tua Celsi sudah menganggap Kiyan anaknya sendiri.
Waktu terus berlalu dimana umur anak Kiyan sudah berumur satu tahun dimana mereka sudah bisa berjalan wajah mereka yang cantik dan tampan. Membuat Kiyan senang, setelah Kiyan selesai dari pekerjaannya dan berdagang. Tepat di hari minggu kIyan bisa bersama dengan Sara dan Say. Celsi yang juga tinggal bersama mereka bertiga, kadang kala nenek juga ikut membantu mengurus Sara dan Say saat dimana Celsi masih bingung untuk pertama kalinya.
“Hai Kiyan bagaimana kamu bisa melarikan mereka berdua. Apa yang sudah kamu lalui selama ini, pasti berat buat kamu apa lagi saat mereka masih bayi. Pasti banyak kesulitan yang kamu hadapi. Aku kagum dengan kau Kiyan bisa melahirkan mereka berdua dna merawat mereka dengan baik,”kata Celsi.
“Terima kasih untuk pujian kamu ya Celsi, tapi apa kamu tidak balik menemui orang tua kamu,”kata Kiyan.
__ADS_1
Disaat mereka berbicang terdengar suara dari luar pintu.”Siapa yang datang?,”ucap Celsi.
“Biar aku buka pintunya,”kata Kiyan yang segera berdiri. Sara dan Say yang ikut berdiri mengikuti Kiyan.”Sara, Say kamu bersama kakak disini saja,”ucap Celis.
“Mama,”ucap Sara dan Say. Setelah pintu terbuka Kiyan melihat orang tua Celsi yang datang.”Tante om kenapa kalian bisa ada disni,”ucap Kiyan yang terkejut dengan kedatangan mereka berdua.
“Silakan masuk,”ucap Kiyan mempersilakan orang tua Celsi masuk ke dalam rumah. Ornag tua Celsi yang melihat putrinya yang bersama dengan dua anak kecil. Langsung menatap ke arah Kiyan.”Mereka adalah anakku Sara dan Say,”ucap Kiyan yang tidak malu dengan kondisi dirinya.
“Kiyan kamu wanita yang tangguh,”ucap ibu Celsi. Kiyan yang berjalan dimana Celsi yang melihat orang tuanya datang hanya bisa diam saja.
“Kamu tidak pulang malah main,”ucap ibunya yang datang dan ikut menggendong kedu anak Kiyan.
“Mereka kembar ya Kiyan. Siapa ayah mereka?,”ucap ayah Celsi.
“Kiyan apa kamu selama ini baik saja,”kata Ibu Celsi.
“Aku baik saja om tante, ada nenek yang selalu menjaga saya,”ucap Kiyan. Yang kebetulan ada nenek juga, kiyan yang pergi ke dapur untuk menyiapkan teh dan cemilan untuk mereka.”Kiyan kamu tidak usah buatkan apa-apa,”kata ibu Celsi.
“Tidan Tante hanya teh saja masak tidak mau. Kalian sudah datang jauh-jauh ke sini, pasti haus,”ucap Kiyan yang sudah selesai mebuat teh. Cemilan yang dibuat Kiyan adalah cemilan yang biasa dia gunakan untuk jualan.
__ADS_1
“Kiyan apa kamu merasa kesulitan untuk hidup sendiri. Jika iya kamu bisa tinggal bersama kami dan anak kamu juga,”kata ayah Celsi. Tapi Kiyan hanya menggelengkan saja karen Kiyan tidak bisa. Apa lagi Kiyan sudah memiliki keluarga barunya bersama dengan Sara dan Say anak Kiyan.
Setelah perkumpulan bersama dengan orang tua Celsi mereka kembali dengan berkata,”Lain kali datanglah ke rumah bersama dengan kedua anak kamu. Celsi kamu jangan membuat Kiyan susah ya saat kamu ada disini. Jangan lupa untuk pulang kamu ini.”
“Iya ma pa,”ucap Celsi yang mengendong Sara. Say yang digendong oleh Kiyan mengantarkan orang tua Celsi pulang ke rumah. Setelah mereka kembali Kiyan dan Celsi masuk dimana mereka bisa beristirahat. Di tempat lain Jem yang ada dikantor sedang membereskan dokumen yang ada. Jem dengan kepintarannya sudah sukses mewarisi perusahan ayahnya.
Sementara di tempat lain Kala yang sedang perawatan dengan tubuhnya dan membelanjakan uang Jem untuk kerluan dirinya.”Bos ada dokumen yang harus anda tangani,”kata sekertarisnya.
“Aku mengerti apa ada uang yang keluar lagi hari ini,”ucap Jem. Melihat keluar jendela gedung perusahaannya dimana Jem menutup mata. Tapi disaat dia menutup mata dia teringat malam dia bersama dengan Kiyan.”Kenapa aku mengingat kejadian waktu itu lagi,”guman Jem.
Tapi Jem yang mengingat kejadian waktu itu membuat dia sedikit ragu karena saat dia bersama dengan Kiyan. Dia tidak memakai pengaman,”Dia tidak mungkin hamilkan saat itu.”
“Tapi kemana dia pergi dan kenapa dia pergi saat aku melamar Kala. Apa ada hal yang aku tidak ketahui saat itu,”batin Jem. Karena penasaran Jem memintan sekertarisnya untuk mencari keberadaan Kiyan. Tapi dengan syarat kalau pencarian mereka dirahasiakan oleh mereka yang mencari.
Jem yang mengingat kejadian waktu itu membuat barangnya berdiri.”kenapa milikku berdiri saat aku mengingat kejadian waktu itu. Tapi kenapa beda saat aku membayangkan Kala aku tidak ada reaksi.Apa ada yang salah dengan diriku,”kata Jem yang menyentuh dahinya sambil dia bersandar sofanya.
Jem yang menghela nafas mulai berdiri dan pergi ke kamar mandi untuk menyelesaikan urusannya. Setelah dia selesai ada dokumen pengeluaran Kala hari ini.”Ini semua untuk hari ini,”ucap Jem yang melihat angka dimana dia bertransaksi.
“Ini lebih banyak dari kemarin,”kata Jem.
__ADS_1
“Sampai kapan dia akan terus begini. Apa dia tidak mau memiliki anak denganku, lama kelamaan sikap Kala membuat aku tidak bisa menahannya lagi. Aku harus mencari tahu semuanya,”ucap Jem. Segera dia berpikir seperti itu dia menyuruh orang untuk mengawasi Kala apa saja yang dia lakukan selama ini. Karena Jem ingin tahu apa yang dilakukan oleh Kala saat dirinya ingin memiliki anak dengan dirinya. Tapi Kala masih saja mengulur waktu untuk tidak ingin melahirkan anaknya.”Kala apa yang kamu ingin lakukan apa hanya ingin hartaku saja,”ucap Jem.
Apa yang akan ditemukan oleh Jem setelah mencari tahu tentang Kiyan dan Kala. Jika Jem sudah tahu bagaimana reaksi dari Jem sendiri?.