Kembali Dengan Kiyan

Kembali Dengan Kiyan
YTPH 15.15


__ADS_3

Malam itu Kala yang menghubungi Syoko memberitahukan kalau dirinya hamil anaknya hanya bisa menuggu kalau dia akan mendapatkan surat cerai dari Jem. Di sisi lain Syoko yang bersama dengan wanita lain sedang melihat pemandangan malam di salah satu hotel berbintang.”Kurasa sebentra lagi dia akan menjadi miliki. Jem kamu tidak bisa mendapatkan Kala, tapi aku bisa. Kamu harus menerima hadiah yang aku berikan kepada kamu,”kata Syoko yang mencium kening wanita disampingnya yang memeluknya.


Jem yang sudah tahu siapa yang sudah menghamili Kala hanya bisa diam saja.”Kamu kira aku akan sedih setelah dia kamu ambil. Tenang saja karena sudah ada wanita lain yang aku miliki,”guman Jem.


Kiyan yang sudah pagi menyiapkan adonan untuk membuat kue. Setelah dia pergi kondisi perekonomiannya sudah mulai membaik dan bisa menyekolakan Sara dan Say. “Mama lagi apa apagi buta seperti ini,”ucap Say yang sudah bangun.


“Say kamu sudah bangun,”kata Kiyan yang menghampirinya. Sara yang bangun dari tempat tidurnya melihat ke atas tidak ada Say dibawa.


“Apa Say sudah bangun dulu,”ucap Sara yang segera turun dari kamarnya. Sara pergi ke dapur dimana Kiyan membuat adonan untuk jualannya.


“Say mama kamu ada disini,”kata Sara.


“Kamu sudah bangun Sara,”ucap Say yang sudah bermain adonan membantu Kiyan.


“Hai Say kenapa kamu tidak membangunkan aku. Aku juga ingin membantu mama,”kata Sara.


“Sudah...sudah kalian berdua ini. Ini aku beri masing-masing satu. Jangan berantem lagi, tapi kalian tidak mengantuk nanti pagi kalian harus pergi ke sekolah bukan,”ucap Kiyan. Mereka berdua menggelengkan kepala mereka kalau keduanya sudah tidak mengantuk lagi. Kiyan yang merasa kalau keduanya sudah mengerti kondisi dirinya hanya bisa tersenyum dan mencium keduanya.


Waktu sudah menujukan pukul 6 dimana Kiyan menyuruh mereka berdua untuk mandi karena mereka harus bersiap-siap. Kiyan yang sudah selesai segera membuat sarapan untuk mereka bersama sambil membuat bekal Sara dan Say.


“Kiyan kamu sudah membuat sarapan?,”ucap Celsi.


“Iya. Tapi Kamu tadi malam pulang jam berada kamu kenapa kamu tidak melihat kamu pulang,”kata Kiyan.

__ADS_1


“Ohhh kemarin malam aku bertemu dengan teman satu angkatan di universitas. Jadi kami minum-minun sampai malam sambil nyemil,”kata Celsi.


“Minum boleh tapi ingat pulang kamu itu wanita. Bagaimana jika terjadi apa-apa dengan kamu nanti?,”kata Kiyan mengomeli Celsi.


“Iya...iya ibu Kiyan yang penuh kasih sayang. Tapi apa yang bisa aku bantu ini,”kata Celsi. Kiyan menujukan sayur yang belum dipotong. Segera Celsi membantu Kiyan hingga makanan dan bekal untuk Sara dan Say selesai.


“Ayo kita makan bersama,”ucap Kiyan. Dimana pagi itu mereka makan bersama hingga Celsi selesai membersihkan dirinya dan ikut makan bersama mereka.


“Mama tidak usah mengantar kita. Sekolah kitakan sudah dekat, jadi kami ingin pergi sendiri,”ucap Say.


“Tidak mama akan mengantarkan kalian. Mama takut jika terjadi apa-apa dengan kalian,”ucap Kiyan.


“Mama Sara dan Say akan baik-baik saja. Jika kita sudah sampai sekolah kita akan meminta bu guru untuk menghubungi mama kalau kami sudah sampai. Bagaimana boleh tidak, kami tidak mau terus diantar oleh mama?,”ucap Sara. Kiyan yang melihat kesungguhan mereka hanya bisa menganggu saja membiarkan mereka berdua berangkat sendiri.


“Aku juga berpikir seperti itu, tapi aku masih tidak mengerti kenapa ayah baru datang sekarang,”ucap Say.


“Mau pergi ke tempat itu bukan nanti sepulang sekolah,”ucap Sara.


“Jadilah kita harus mencari tahu tentang ayah kita dan adik mama bukan,”ucap Say. Setelah mereka sampai Sara dan Say mendatangi ibu guru Mia yang sudah menuggu.


“Kalian datang dengan siapa ke sekolah kenapa ibu tidak melihat mama kalian berdua,”ucap ibu Mia.


“Itu ibu kami mau belajar berangkat pulang sendiri mama sudah sibuk jika mama mengantar kami,”ucap Sara.

__ADS_1


“Itu benar ibu Mia. Tapi ibu bisa minta teleponkan mama kalau kami sudah sampai sekolah. Pasti mama sangat gelisah saat ini,”ucap Say. Bu guru Mia yang mengerti itu segera menghubungi Kiyan untuk memberitahukan kalau Sara dan Say sudah sampai di sekolahan.


Kiyan yang saat itu sedang menatap jualanya mendapatkan panggilan dari bu guru Mia. Kalau Sara dan  Say sudah sampai disekolahan dengan selamat. Kiyan yang mendapatkan kabar itu merasa lega. Waktu terus berjalan Kiyan melihat ke araj jam dinding dimana sudah waktunya mereka berdua kembali.


“Apa mereka sudah pulang sekarang?,”ucap Kiyan yang melihat ke arah luar toko.Saat itu toko sedang ramai jadi apa yang dipikirkan Kiyan kadang muncul kadang menghilang karena dia harus fokus dengan jualannya.


Setengah jam darai Kiyan melihat arah dinding dia mendapatkan telepon dari toko bermain dimana Sara dan Say berada.”Ibu Kiyan Sara dan Say sedang main di tempatku. Jadi nyonya kiyan tidak usah khawatir, nanti kalau pulang agak sore atau siang nanti saya antarkan mereka berdua ke rumah,”kata pemilik toko mainan.


“Baiklah paman terima kasih sudah memberitahukan saya,”ucap Kiyan. Setelah itu telepon terputus dimana Kiyan melanjutkan perjualan. Tapi disisi lain Celsi yang pergi dari toko untuk bertemu dengan orang tua Jem.


“Kiyan aku pergi dulu ya. Kamu mau titip belanjaan tidak,”ucap Celsi yang hendak pergi. Kiyan mengambil catatan dan menulis daftar apa saja yang harus dibeli oleh Celsi. Setelah selesai dia berikan kepada Celsi.


“Tolong ya,”ucap Kiyan. Celsi hanya tersenyum dan segera pergi dari toko.Di tempat lain Sara dan Say yang pergi ke ruang bawah tanah dari toko bermain.


“Hai Sara Say kenapa kalian datang ke sini, tidak biasanya,”ucap salah satu orang milik mereka berdua.


“Kakak Bobo kakak Nini. Bisa kalian mencari tahu tentang orang ini dan satu lagi bisa awasi orang yang mengawasi rumah kami berdua,”ucap Say. Bian dan Caca yang melihat kedua foto itu bertanya kepada Say dan Sara.


“Ada apa dengan mereka berdua, apa mereka berdua menggangu keluarga kalian berdua,”ucap Caca.


“Tidak salah satu dari mereka adalah ayah kami berdua. Untuk yang wanita adalah adik dari mama. Tapi ada yang aneh kenapa mereka baru mencari mama sekarang bukan saat mama pergi dari rumah. Itu membuat kami ingin mencari tahu apa yang sudah terjadi dengan mama. Kalian bisakan mencari tahu tentang mereka berdua, tanpa ketahuan,”kata Say.


Mereka semua hanya tersenyum saja kepada keduanya. “Itu mudah jadi kalian tenang saja, kami dapatkan informasi yang kalian inginkan,”ucap Shen sudah didepan laptop. Sedangkan Sara yang sudah didepan buku yang dia bawa. Tapi apa mereka berdua akan bisa menemukan apa yang mereka inginkan? Tapi bagaimana dengan Celsi apa bisa mengetahui tentang Jem dari orang tuanya?.

__ADS_1


__ADS_2