Kembalilah Padaku

Kembalilah Padaku
Menyelidiki.


__ADS_3

Argin telah selesai dengan makan malamnya. Saat ini ia tengah duduk di kursi ruang tamu, dihadapannya sebuah telvisi besar menayangkan berbagai acara pada chanelnya Masing-Masing.


Mata Argian tertuju pada layar telvisi didepannya, namun fikirannya melayang jauh tak tentu arah yang ada dalam benaknya saat ini hanya Namira, Namira, dan Namira lagi.


Karena tak ingin terus menerus dihinggapi kegelisahan Argian segera melenggang menyambar kunci menuju kediaman orang tua Namira.


Familla yang mendapati anaknya pergi tanpa pamit sempat dibuat heran lalu segera menelponinya, namun Argian tidak juga menjawab telpon Familla.


"Tidak bisanya Argian seperti ini." Gumam Familla, yang kemudian menaruh handhonenya diatas meja.


...


Satu jam kemudian.


Argian telah sampai dikediaman Arman dan Silvi, Orang Tua Namira.


Argian tertegun sejenak, ditatapinya pekarangan luas dihadapannya.


Argian kembali teringat kenangan saat Namira berdiri dipekarangan untuk menyambut kedatangannya.


Keluarga Namira adalah keluarga yang sangat harmonis. Terlahir sebagai anak tunggal membuat Namira amat disayangi dan dimanjakan.


Tapi suatu ketika Ayah Namira mengalami nasib kurang baik.


Dia dituduh dalang dibalik kecelakaan Zaki (Ayah Syakir).


Ayah Namira akhirnya dipenjarakan.


Namun karena bukti yang diajukan tidak begitu kuat Ayah Namira akhirnya bisa bebas bersyarat setelah lima bulan mendekam dibalik jeruji besi.


Terbebas dari tuduhan tak serta membuatnya bisa bernafas lega. Pasalnya, perusahaan yang selama ini dia kelola mengalami kebangkrutan, banyak perusahaan yang menarik sahamnya dari perusaan yang dikelola Arman.


Arman saat itu kesana kemari berusaha mencari bantuan dan pinjaman dana. Entah telah berapa ratus perusahaan didatanginya, namun usaha tersebut tetap tidak membuahkan hasil, Arman hampir stres dan bunuh diri.


Dalam masa genting itulah Syakir datang sebagai penyelamat, dia meminjamkan modal usaha yang cukup besar kepada Arman.


Arman tidak pernah menyadari bahwa Syakir ternyata memiliki maksud lain dalam bantuannya.


Sampai saat ini Arman selalu menganggap Syakir sebagai super hero dalam hidupnya.


Arman tidak tau bahwa yang memenjarakannya saat itu adalah Syakir.


Hingga datang satu hari dimana Syakir datang melamar Namira, datang sebagai lelaki yang Benar-Benar tulus dan siap menikahi dan menjaga Namira sebaik mungkin.


Sebetulnya Silvi merasa keberatan untuk menerima lamaran itu mengingat Namira sangat mencintai Argian begitu juga sebaliknya.


Namun Silvi memiliki hutang budi kepada Syakir


dan hanya bisa dibayar dengan menikahkan mereka berdua.


Back to story.


Argian berdiri didepan pintu yang telah ia ketuk beberapa kali.


Tak berapa lama kemudian datang seorang ibu paruh baya membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


"Siapa..??" Tanya Silvi ( pemilik rumah) yang membukakan pintu untuk Argian.


Silvi membuka pintu, dilihatnya seseorang berdiri didepan pintu rumah dengan posisi membelakanginya.


"Maaf cari siapa..??" Tanya Familla.


Sebelum mengetahui siapa yang bertamu kepadanya Malam-Malam begini.


Argian berbalik. Dan saat itu juga Silvi ternganga sedikit tak percaya.


"Argian..??" Bentak Silvi sambil menutupi mulutnya yang ternganga tak percaya.


Argian tersenyum kecil. "Halo buk !?," Argian mengulurkan tangannya. "Apa kabar,??" sapa Argian.


Silvi langsung menyambar tangan Argian. "Baik Nak, kabar ibu baik. Nak Argian sendiri apa kabar.??"


"Kabar Argian juga baik buk,"


"Silahkan, silahkan masuk," Silvi menuntun Argian untuk duduk.


"Pah, pah." Panggil Silvi setengah berteriak.


"Iya..??" Jawab Arman sambil menuruni tangga.


"Ini...??" Arman menunjuk Argian sedikit mengingat-ingat.


"Dia Argian pah, mantan Namira masa papah lupa." Jelas Silvi sambil menuangkan minuman ditangannya.


"Aa a iya, iya. Maaf om lupa, habisnya perubahan mu begitu besar hingga membuat om pangling."


"Argian tersenyum kecil. "Apa kabar Om." Argian kembali mengulurkan tangannya.


"Sepertinya sekarang kamu sudah sukses, dan berhasil menjadi pengusaha muda, ya.??" Arman tersenyum kecil penuh pujian.


"Belum Om, Argian tidak sepandai itu."


"Argian, Argian." Arman menggeleng kagum.


"Oo ia bagai mana kabar Ayah dan Ibu kamu.??" Tanya Arman. Kemudian meneguk air yang disediakan Silvi.


"Ayah dan Ibu juga baik." Jawab Argian.


Saling tanya jawab terus mereka lontarkan, hingga sampai pada pertanyaan Argian yang membuat Silvi dan Arman sejenak terdiam.


"Ia Om, Tanteu, bagai mana kabar Namira.??"


Arman dan Silvi hanya saling menatap.


"Mm, kabar Namira tentunya baik-baik saja." Jawab Silvi sedikit Ragu-Ragu.


Argian tersenyum pasti. "Syukurlah, Argian ikut seneng dengernya."


"Namira sangat sibuk hingga kadang dia tidak memiliki banyak waktu untuk menghubungi kami," ucap Arman sedikit mengeluh.


"Tapi tidak Apa-Apa. Kami mengerti ! pasti Namira sibuk kesana kemari menemani suaminya yang juga sangat sibuk.??" Tambah Silvi.

__ADS_1


Argian tersenyum bahagia menyembunyikan luka. "Sukurlah, Argian ikut senang, semoga pernikahan mereka SAMAWA."


"Aamiin." Ucap Silvi dan Arman bersamaann.


"Ia Om Tanteu," Argian melihat jamnya. "Sudah terlalu malam, Argian pamit ya."


"Apa tidak mau nginap,??" Tanya Silvi.


Argian tersenyum sopan. "Insya Alloh lain waktu." Tolak Argian lembut.


Daaahhhh.


Silvi dan Arman melambaikan tangannya mengantar mobil Argian yang semakin menjauhi kediamannya.


"Pah.! Apa Namira sudah menghubungi Papah.??" Tanya Silvi sedikit cemas.


"Belum." Arman mengelus belikat Istrinya.


"Akhir-akhir ini mamah selalu memimpikan dia, mamah kangeeen sekali Pah sama Namira."


"Mamah jangan terlalu menghawatirkan Namira, dan jangan mengganggunya, biarkan Namira tenang menjalani rumah tangganya." Ucap Arman.


Silvi hanya mengangguk pasrah.


Argian telah melajukan mobilnya cukup jauh, hatinya kini bisa sedikit lega setelah mendengar kabar bahwa Namira Baik-Baik saja.


Argian berhenti didepan sebuah kedai makanan, Argian ingat Familla sangat menyukai salah satu produk makanan yang dijual dikedai tersebut.


Setelah membayar barang belanjaannya Argian bergegas memasuki mobil. Saat hampir meraih pintu Tiba-Tiba handohonenya berbunyi.


"Argian ada keperluan sebentar, Mah. Tapi sudah mau pulang kok." Jelas Argian kepada mamanya.


Setelah menutup telponnya Argian memasukan handphone kedalam saku celananya kemudian masuk kedalam mobil.


Argian telah siap dengan kemudinya.


Tapi tunggu.!!


Sekilas Argian melihat seorang lelaki dan seorang perempuan masuk kedalam sebuah hotel mewah di kawasan itu.


Argian sedikit mengingat-ingat siapa Laki-Laki tersebut, dan siapa perempuan sexy yang menggandengnya, rasanya baru kali ini Argian melihat perempuan itu. Lalu Argian melenggang keluar untuk mengikuti mereka.


Argian terus mengikuti langkah mereka menuju sebuah ruangan yang cukup gelap dengan iringan musik yang cukup membuat sakit telinganya.


Argian berjalan memasuki ruangan mencari keberadaan kedua orang itu, menyelinap dan menyelai Orang-Oran yang tengah berjoget ria, Argian juga bisa mencium aroma alkohol yang begitu menyengat. Bisa ditebak dimana Argian saat ini.


Argian sempat kehilangan jejak mereka, hingga akhirnya mata Argian menemukan sepasang manusia yang tengah duduk berdua, dengan posisi sang perempuan duduk dipangkuan lelaki yang tengah Argian selidiki.


Berengseekk..!! Argian mengepalkan jemari emosi, seperti ingin menghajar Laki-laki tersebbut hingga babak belur.


Tapi Argian tidak ingin membuat keributan yang akan merugikan dirinya, terlebih saat ini dirinya tengah berada dalam ruangan yang cukup dipandang hina oleh orang lain.


Argian masih mematung ditempatnya menyaksikan kegilaan dan aksi panas mereka.


Argian merasa sangat marah dan emosi melihat perilaku lelaki tersebut.

__ADS_1


Bahkan kini Argian tidak yakin dengan ucapan Arman yang mengatakan Namira Baik-baik saja.


Lepas baca jangan lupa dukung Author dengan cara Like πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ komen↙️↙️↙️. Happy reading.


__ADS_2