
Setelah menutup telepon dari anak buahnya, alex merencanakan sesuatu agar arman terpancing dan bakal mencari dirinya setelah tahu kalau adiknya arman ada ditangannya.
Anak buah alex berpura-pura jadi teman dari arman, dan melakukan penculikan ke Sinta.Saat mereka sudah sampai di kediaman arman dan Sinta mereka melancarkan serangan sehingga Sinta tak bisa berbuat apa apa.
"Lepaskan apa yang akan kalian lakukan padaku.. " teriak Sinta
"Diam jangan teriak teriak atau akan aku bunuh kamu" bentak salah satu anak buah alex.
Setibanya di tempat alex ,Sinta merasa lebih takut lagi dengan apa yang akan terjadi ke depannya, dia merasa ada sesuatu masalah besar yang bakal terjadi dan pastinya bisa jadi nyawa Sinta dalam bahaya.
Beberapa saat kemudian alex keluar dengan gayanya yang khas seorang pimpinan mafia, memakai setelan jas, kalung emas yang agak besar cincin emas di hampir semua jari tangannya dan sebuah rokok cerutu di mulut nya.
"Siapa kau dan kenapa aku dibawa kesini " teriak Sinta.
" Tenang anak manis aku akan bicara baik baik denganmu " kata alex dengan senyuman yang mengerikan paling tidak itu yang dipikirkan oleh Sinta.
"jangan takut aku hanya bertanya hal yang biasa dan kuharap kamu mau kerjasama denganku" lanjut alex.
" jangan macam macam kalau terjadi apa apa padaku kakak ku takkan tinggal diam" jawab Sinta dengan rasa marah.
"Kalau masalah arman kakakmu tenang saja nanti juga bakal jemput kamu kesini " kata alex.
"Bagaimana kamu tahu mengenai kakak ku, apa kamu musuh dari kakak ku"tanya Sinta.
" Kami tidak saling mengenal satu sama lain namun dia membawa sesuatu yang sangat penting bagiku dan aku inginkan itu kembali" kata alex namun kali ini ia berteriak keras dan penuh amarah.
Sinta pun menjadi sakin takut melihat wajah alex yang kelihatan marah dan berteriak.
"Maaf aku jadi kasar padamu " kata alex namun sekarang dengan agak tenang dari sebelumnya.
__ADS_1
"Jadi katakan dimana kakakmu berada sekarang" lanjut alex.
"Aku tak tahu kemana dia pergi dan dengan siapa, yang aku tahu dia bersama temannya ada bisnis keluar kota. " jawab Sinta.
" baiklah kalau begitu kamu tinggal di sini sementara sampai kakakmu pulang" kata alex
"aku gak mau tinggal disini lebih baik aku pulang saja" jawab Sinta tegas
" Tidak bisa begitu aturan nya manis, kamu tetap disini sampai kakakmu mengembalikan sesuatu milikku yang dia bawa" kata alex
"Bawa gadis ini ke kamar atas dan jaga jangan sampai lolos, mengerti kalian semua " perintah alex dengan tegas.
"Baik bos kami mengerti" jawab anak buah alex serentak.
Segera beberapa anak buah alex membawa Sinta ke kamar yang sudah disiapkan alex tuk menahan Sinta, dua penjaga ditempatkan di pintu kamar ada beberapa lagi di ruangan utama.
Mereka menjaga rumah tersebut sangat ketat sehingga sangat sulit bahkan mustahil bagi Sinta tuk melarikan diri dari rumah itu.
rupanya keadaan pasar sangatlah ramai bila dikatakan wilayah tersebut termasuk kota terpencil. Berbagai bahan makanan tersedia di pasar itu mulai dari daging, sayur sayuran, dan berbagai macam bahan makanan lainnya.
Arman dan dinda mulai memilih bahan makanan yang rencananya mereka beli dan disimpan supaya bisa dimasak di kemudian hari nya.
Akhirnya dinda dan arman memutuskan untuk kembali karena bahan bahan yang mereka butuhkan kini sudah diperoleh semuanya.
Dalam perjalanan pulangnya entah kenapa hati arman merasakan tak enak, perasaannya mengatakan ada hal buruk yang bakal terjadi entah pada dirinya, adiknya atau pada dragon.
Arman segera pulang tuk menuju rumahnya, di sana dragon dan putra dari dinda sedang menanti kedatangan mereka berdua.
"Ayo dinda kita segera pulang perasaan ku sedang tak enak semoga saja tidak terjadi apa apa pada ari dan anakmu " kata Arman.
__ADS_1
"Memangnya kenapa mas kok tiba-tiba banget " tanya dinda.
"Entahlah semoga saja semuanya baik baik saja" kata Arman.
"Ayo mas cepat lagipula kebutuhan sehari-hari kita sudah di beli semuanya" jawab dinda.
Mereka pun mempercepat perjalanan tuk segera kembali ke rumah , dimana mereka sudah di tunggu oleh dragon dan putra dinda.
Saat sampai di rumah mereka merasa agak lega karena melihat dragon sedang bercanda dengan anak dinda di teras rumah, mereka terlihat seperti ayah dan anak yang sedang bermain dan tertawa.
Sementara di kediaman Alex, Sinta sedang berusaha memikirkan sesuatu cara agar bisa melarikan diri dari situ, ia mencoba membuka paksa jendela yang terkunci dengan cara menggoyangkan jendela tersebut.
Lama ia mencoba membuka jendela itu namun usahanya tidak juga membuahkan hasil, kini ia coba pikirkan cara lain tuk meloloskan diri dari tempat itu.
Sinta terus berpikir sampai kapan ia akan ditahan seperti ini di tempat itu, ia jadi bingung barang apa yang dicuri kakaknya sehingga membuat bos mafia besar seperti Alex sampai menyekapnya.
Aku harus keluar dari sini pikirnya, bisa bisa aku dibunuh oleh para penjahat itu jika terlalu lama aku di sini batinnya.
Sinta mendapatkan ide baru, ia lalu mencari kain terus kemudian dibasahi setelah itu di ikat ke tempat kunci yang terbuat dari gembok lumayan besar, lalu ia memutar kain tersebut pelan pelan, saat terdengar bunyi sedikit Sinta melihat kearah para penjaga di depan pintu.
Ketika semua di rasa sudah aman maka Sinta melanjutkan usahanya tuk melarikan diri dengan cara membuka jendela dengan paksa.
Dan ketika jendela tersebut berhasil dibuka paksa maka dia berpegangan pada kain yang sudah ia ikat ke ranjang dan disambung hingga panjang gunanya sebagai tali pegangan untuk turun.
Perlahan Sinta mulai menuruni tembok dengan bekal tali dari kain tadi maka Sinta pelan pelan turun dengan penuh waspada, agar pengawal tidak curiga terlebih dahulu dia menata guling dan ditutup dengan selimut.
walau mungkin akan ditemukan, paling tidak ia sedikit lega karena guling tersebut bisa mengecoh lawan meskipun cuma sebentar namun itu sudah cukup membuatnya sedikit jauh melarikan diri pada para penjahat.
Setelah berhasil melarikan diri dari kamar Sinta mencoba menuju taman belakang yang banyak ditumbuhi bunga di sana Sinta berusaha sebisa mungkin keluar sejauh mungkin dari rumah alex.
__ADS_1
Ketika di rasa aman Sinta jalan mundur sambil membungkuk, ia mengamati sekitarnya dan memastikan sekitarnya sudah aman namun tiba-tiba dari belakang ada yang mendekap mulut Sinta.