
Para anggota yang ikut rapat pun kini keluar ruangan bersama-sama setelah mendiskusikan rencana ke depannya menghadapi masalah yang menyerang
mereka bertubi-tubi akhir-akhir ini.
"Mike,Adrian,Maya dan Alan kalian berempat ikut denganku ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian" ucap Ronal.
"baiklah ketua " jawab mereka berempat bersama sama.
Dan mereka berlima bersama-sama kembali ke ruang kerja ronal tuk membicarakan sesuatu, mereka duduk di masing masing kursi yang sudah ada sebelumnya.
"sekarang aku mau tanya satu persatu mengenai semua informasi yang sudah kalian diketahui mengenai dragon " ucap ronal dengan serius.
"yang kami tau dia berhasil mengalahkan ayah eh maaf maksudku dua ketua dari 3raja mafia dulu" jawab alan.
"benar dan kabarnya hanya bermodalkan senjata kecil berupa pisau " lanjut Adrian dari kelompok guard.
"benar dan kabarnya hanya dia sendirian berhasil mengalahkan dua ketua hanya dalam singkat saja " maya melanjutkan perkataan Adrian.
"apa pendapatmu mike soal ini, kamu adalah satu satunya orang yang pernah melihat langsung sosok legendaris sewaktu masih kecil dulu" ucap ronal sambil memandang ke arah mike yang sejak tadi tak begitu banyak bicara.
"menurutku sebesar apapun jumlahnya anak buah kalian takkan mampu memburu dragon dengan mudah".jawab mike
" dragon bahkan mampu membunuh kita yang berada disini dengan mudah kalau dia ada di sekitar tempat ini" lanjutnya.
"kamu benar mike, selama kami bertiga masih bersama dulu tak mungkin ada musuh yang bisa mendekat lebih dari 500 meter dari tempat kami berada " ucap ronal menyetujui perkataan dari mike.
" dia sangat ahli dalam membunuh baik dengan membuat jebakan atau pun dengan membunuh lawannya dibalik bayangan. " lanjut ronal kembali.
"bahkan satu lawan satu saja belum tentu kita bisa menang melawan dia" ucap mike
__ADS_1
"yang aku tau ada kelompok yang bisa mendekati dia namun sayangnya kelompok tersebut musnah " lanjut mike
"tunggu dulu jadi ada kelompok yang bisa menandingi dragon" tanya Alan dengan penasaran.
"benarkah itu mike dengan apa yang kau katakan" tanya maya juga ikut penasaran.
" itu benar dan saat itu pertarungan dua kelompok para pembunuh terbaik berkumpul jadi satu " jawab ronal.
"satu kelompok naga dan satunya kelompok elang, semuanya terjadi sekitar 25 tahun yang lalu" lanjut ronal.
"apa yang terjadi setelah itu " tanya maya
" mereka bertarung dan saling membunuh satu satu sama lain, pertarungan antara mereka sangat mengerikan bahkan tidak ada yang berani mendekati jarak 200 meter dari pertarungan tersebut. " jawab ronal.
"dari yang aku tau itu terakhir kalinya dragon menggunakan senjata api. "lanjutnya.
"kalian sangat beruntung karena tak pernah melihat dragon menggunakan senjata api " ucap ronal
Ronal memang benar diantara pertarungan keluarga naga dan kelompok elang begitu mengerikan bahkan dia yang masih muda sangat merasakan takut jika harus berhadapan dengan satu keluarga naga.
Jangankan seluruh keluarga melawan salah satu dari mereka saja sudah bikin repot satu kelompok mafia, jadi tak heran jika menangkap seorang dragon sangat sulit bukan main.
"jika kalian ketemu dragon aku minta jangan sampai gegabah lebih baik beri informasi agar yang lain ikut membantu" ucap ronal dengan tegas.
Memang ronal bicara begitu bukan tanpa alasan, karena ia tau betul seberapa bahayanya dragon jika harus berhadapan satu lawan satu maka tak satupun anak buahnya yang bakal bisa selamat dari amukan sang legendaris tersebut.
bukan hanya dragon saja yang ia pikirkan namun musuh baru bernama iblis darah, musuh kuat baru baru ini menghabisi banyak anak buahnya beberapa waktu lalu.
"sebaiknya kalian segera mencari keberadaan dari dragon atau iblis darah secepatnya agar kita bisa cepat menghabisi mereka atau salah satu dari keduanya" ucap ronal menutup pembicaraan bersama ketua kelompok yang lainnya.
__ADS_1
Setelah pembicaraan berakhir mereka melaksanakan tugasnya masing-masing untuk mencari keberadaan dragon ataupun tempat persembunyian iblis darah.
Ditempat lain dragon yang penasaran dengan identitas siapa sebenarnya orang dibalik nama iblis darah berusaha mengungkapkan misteri itu, ia berusaha menyelidiki bagaimana iblis darah bergerak dan apa motif dibalik semua itu.
tanpa dia sadari ada beberapa orang misterius mengamatinya dari jauh dan terus melanjutkan penyelidikan, satu persatu orang yang tinggal di sana memberi keterangan namun belum juga ada petunjuk penting hingga suatu saat ia mengetahui ada yang mengamatinya dari tempat jauh.
Dragon bersikap seolah-olah tak mengetahui mereka akan tetapi ia sudah merencanakan untuk menghabisi semua orang itu, ia berjalan menuju persimpangan jalan kecil di kampung tersebut dan secepatnya menghilang.
semua orang yang membuntuti kaget dan bingung kemana perginya dragon saat belok tadi tiba-tiba saja jejaknya hilang seperti ditelan bumi, merasa gagal para penguntit tadi berencana kembali dan melaporkan semuanya pada pimpinannya.
belum jauh mereka melangkah salah seorang dari mereka roboh tak bergerak, melihat temannya roboh tak bergerak membuat kaget dan langsung menyerang membabi buta pada dragon namun serangan-serangan itu mudah dihindari oleh sang legenda.
Satu persatu kawanan penguntit tadi dihabisi tanpa sisa semua roboh tak bergerak, penduduk yang mendengar adanya perkelahian berusaha mendekat namun semuanya sudah terlambat dragon telah pergi dari tempat tersebut dan menghilang entah kemana.
Melihat banyak mayat berjatuhan para warga panik dan melaporkan kepada polisi, sekitar setengah jam kemudian beberapa polisi datang dan ditengah tengah mereka ada kepala Polisi senior juga ikut memeriksa.
"hanya satu orang yang bisa melakukan hal itu dan menghilang dengan cepat, aku harus menghubungi kepala Polisi Anton secepatnya. " batin polisi senior tersebut.
ia meraih handphonenya dan menekan beberapa nomor guna menghubungi kepala Polisi yang dikenalnya.
Setelah dihubungi kepala Polisi yang bernama anton datang ke tempat kejadian untuk menyelidiki kasus terbunuhnya beberapa orang di kampung itu, saat memeriksa kepala polisi itu yakin bahwa hanya dia orang yang bisa melakukan ini semuanya akan tetapi sudah menghilang lebih dari sepuluh tahun lalu.
" sial dia kini mulai kembali setelah lebih dari sepuluh tahun menghilang, bisa repot kalau dia menghabisi semuanya " kata kelapa polisi itu dengan lirih.
"Aku harus menghentikan nya atau kejadian 25tahun lalu bakal kembali terulang lagi" gumamnya.
kepala polisi itu takut bahwa ada pembantaian besar besaran bakal terjadi dalam satu tahun ini, karena melihat bukti dan beberapa keterangan kejadian di sekitar tempat itu membuat kepala polisi itu menjadi khawatir akan terulangnya tragedi pembantaian dua keluarga.
kalau itu terjadi polisi takkan cukup menghentikan perang yang bakal segera muncul dipermukaan kali ini.
__ADS_1