Kembalinya Sang Legendaris

Kembalinya Sang Legendaris
PENCARIAN ANAK YANG MALANG


__ADS_3

Beberapa jam berlalu arman yang sejak tadi pingsan karena luka yang banyak mengeluarkan darah kini mulai sadar dan mencoba membuka matanya dengan perlahan.


"ternyata aku masih selamat dari bahaya para pembunuh itu" batin arman.


perlahan arman pergi dari persembunyian rahasia miliknya sambil melihat kanan dan kiri untuk menghindari para pembunuh yang sedang mengejarnya.


dengan perlahan dan menahan sakit akibat luka yang di deritanya arman berusaha mencari rumah sakit terdekat untuk mengobati luka yang ia derita akibat bertarung dengan musuh beberapa saat yang lalu.


"aku harus cepat sebelum luka ini bertambah parah" batinnya.


ia coba menuju jalan besar dan memesan taxi agar lebih mudah menuju rumah sakit terdekat, sambil menekan perut sebelah kanan yang terluka karena tembakan beberapa waktu lalu.


tak perlu lama ia menunggu mobil yang dipesan pun tiba dan segera ia segera masuk ke mobil itu, "pak tolong ke rumah sakit terdekat cepat " ucap arman pada sopir itu.


segera sopir tersebut langsung tancapkan gas menuju rumah sakit terdekat.


Setibanya di rumah sakit arman langsung minta tolong pada suster atau dokter yang tak jauh darinya,secepatnya arman ditangani oleh dokter dan perawat rumah sakit yang piket pada saat itu.


saat ini dragon mendapat firasat tak enak yang dirasakan sejak semalam ia merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi namun belum tau kejadian apa yang bakal terjadi.


sejak semalam ia menepis perasaan itu akan tetapi terasa semakin tak enak dan rasanya menyiksanya, maka saat siang dan keadaan sudah dirasa aman dragon memutuskan untuk melihat anaknya di rumah sakit dimana ia dirawat.


setibanya di rumah sakit tersebut ia langsung menuju ke kamar dimana anaknya dirawat namun ia kaget karena anaknya sudah tidak berada di rumah sakit itu.


ia mencari informasi pada pegawai di tempat itu menurut pegawai tersebut anaknya sudah keluar kemarin dan tak tahu sekarang berada dimana, dragon pun mencari keterangan pada orang disekitarnya namun tak mendapatkan apa-apa.


pikirannya semakin kacau saat ini karena anaknya belum ditemukan keberadaannya sampai detik ini, kini ia coba mencari arman yang beberapa hari juga menghilang tanpa kabar entah kemana.


karena capek ia memutuskan istirahat dulu dan mencari makan karena sejak pagi belum mengisi perut sama sekali,


"sepertinya aku harus makan siang dulu dan akan lanjutkan nanti setelah makan" batinnya


selanjutnya ia berjalan menuju warung makan terdekat untuk sekedar mengisi perut yang sedang lapar sejak dari tadi.

__ADS_1


setibanya diwarung itu ia memesan makanan untuk mengisi perutnya samar ia mendengar pembicaraan tentang ditemukannya seorang pria muda yang tak begitu jauh dan terletak di sungai pinggir kota dalam keadaan yang mengenaskan.


awalnya dragon mengabaikan berita itu namun ketika mereka membicarakan ciri-ciri yang mirip dengan anaknya segera ia mendekati beberapa yang telah berkumpul dan membicarakan mengenai penemuan orang di sungai tersebut.


Dragon penasaran apa benar yang mereka bicarakan adalah anaknya dan mulai bertanya pada sekumpulan orang itu,


"maaf boleh saya bertanya sebentar" dragon coba memulai bertanya.


"boleh silahkan mas" jawab salah satu orang itu


"kalau boleh tau apa benar ciri-cirinya seperti yang mas sebutkan tadi itu benar dan dimana orang itu sekarang" tanya dragon coba mencari informasi lebih lanjut.


"bebas mas dan kasihan sepertinya ia habis dihajar karena ada beberapa bekas luka dan bagian tulang tubuhnya patah" jawab orang itu lagi.


"apakah orang muda ada hubungan denganmu atau keluarga yang sedang mas cari" lanjutnya.


"saya kurang tau dan kebetulan saya sedang mencari anak saya " jawab dragon


"kalau boleh tau dibawa kemana orang yang di tukang tersebut mas" lanjutnya bertanya.


secepatnya ia menuju tempat yang disebutkan oleh orang itu dan memeriksa apa benar itu andi anaknya, dalam hatinya berharap bahwa itu bukanlah Andi dan tak terjadi apa-apa pada anaknya tersebut.


Kini dragon sudah berada ditempat dimana pemuda tersebut yaitu di rumah kepala desa di daerah itu dan segera melihat dan memeriksanya.


"maaf apa benar ini rumah bapak kepala desa " tanya dragon


"benar bapak ini siapa " tanya sang pemilik rumah


"apa benar kemarin ada pemuda yang ditemukan sekitar sini" coba dragon tanya lagi


" kebetulan saya sedang mencari anak saya yang hilang pak " lanjutnya


"coba duduk dulu pak bicara pelan-pelan supaya saya mengerti" jawab kepala desa tersebut.

__ADS_1


ia mempersilahkan dragon masuk dan memerintah istrinya membuat minum untuk tamunya itu dan tak lama kemudian minuman mereka datang dan mulai percakapan yang sempat tertunda.


"sekarang coba bapak bicara ada perlu apa dengan saya" tanya kepala desa memulai pembicaraan


"maaf tadi saya mendapatkan informasi kalau bapak menemukan pemuda di sungai dekat sini" coba dragon bertanya


"benar tapi apa hubungannya dengan bapak" tanya kepala desa


"saya ingin tau apa benar pemuda tersebut adalah orang yang saya cari " jawab dragon


"apa hubungannya pemuda itu dengan bapak" tanya kepala desa dengan tenang


"saya sedang mencari anak saya karena kemarin hilang pak" jawab dragon


dan dragon memberikan ciri-ciri dari anaknya pada kepala desa tersebut


"ciri-cirinya mirip dengan apa yang bapak sebutkan" ucapnya


"kalau boleh tau berada dimana dia sekarang pak " tanya dragon


"dia ada di pusat kesehatan dekat sini tapi keadaannya belum sadar sejak ditemukan kemarin" jawab kepala desa


"bisakah bapak antar saya kesana" ucap dragon


"baiklah kalau begitu saya pamit istri dulu biar tenang"


setelah kepala desa berpamitan mereka berdua menuju pusat kesehatan yang sudah dikatakan oleh kepala desa, mereka berbincang saat dalam perjalanan menuju tempat yang mereka bicarakan tadi.


tanpa memerlukan waktu yang lama mereka sudah sampai di pusat kesehatan yang dimaksud tadi, dragon dan kepala desa segera masuk untuk memeriksa apa benar orang yang ditemukan merupakan apa yang dicari oleh dragon sejak kemarin.


di pusat kesehatan ia melihat dokter yang jaga disana dan bertanya padanya, dokter tersebut memberitahu keadaan pemuda tersebut dan dimana ruangan ia ditempatkan.


dragon dengan setengah berlari menuju ruangan yang sudah diberitahukan oleh dokter jaga pusat kesehatan itu, dengan hati yang berdebar ia mulai membuka pintu ruangan dimana pemuda tersebut dirawat, ia berjalan menuju pemuda tersebut dengan pelan dengan perasaan yang tak menentu sejak tiba di pusat kesehatan itu

__ADS_1


"tidak mungkin.... " dengan terkejut dragon berucap.


__ADS_2