Kembalinya Sang Legendaris

Kembalinya Sang Legendaris
PERTEMUAN KEMBALI


__ADS_3

Dragon berkendara menuju ke utara dengan kecepatan tinggi supaya lekas sampai di tempat saudaranya itu, dia berusaha secepatnya dapat informasi mengenai orang misterius yang bernama iblis darah si pembantai mafia beberapa hari yang lalu.


ia curiga kalau pembunuh tersebut dari keluarga elang musuh bebuyutan dari keluarga naga,karena kedua keluarga tak pernah bisa akur dan selalu bermusuhan dan bersaing baik dalam kemampuan maupun dalam hal pekerjaan membunuh.


Jarak yang ditempuh dragon bukanlah dekat karena butuh waktu sekitar sehari tuk sampai di tempat saudaranya itu, sementara orang yang disebut dengan iblis darah sedang sembunyikan dirinya dari para mafia kini sedang menuju utara juga namun dengan naik kendaraan umum.


Ia sengaja memakai kendaraan umum agar tidak mudah ditemukan oleh musuhnya yaitu para kelompok mafia yang anggotanya sudah dibantai olehnya beberapa hari yang lalu.


sementara di tempat sebelah utara kota terlihat seseorang sedang jalan santai bersama dengan seorang anak remaja,


"apa benar kalau ayahku adalah orang yang baik paman " tanya pemuda tersebut.


"apa kamu masih meragukan kata kataku bagas" kata orang itu


"bukan begitu paman karena sejak lahir aku belum pernah sekalipun bertemu dengan ayahku " ucap pemuda itu,


" ayahmu orang yang baik cuma nasibnya saja yang kurang baik. " ucap orang tersebut


"ia hanya berurusan dengan orang yang salah sehingga kalian berpisah seperti ini" lanjutnya.


mereka melanjutkan jalan jalan dan memutuskan untuk kembali ke rumah karena keadaan semakin sore menjelang malam, saat tiba di rumah paman laki-laki itu terkejut dengan adanya sebuah motor yang sedang berada di depan rumah mereka.


"bagas ingat apa yang paman ajarkan padamu selama ini kan " ucap laki-laki itu


"ingat paman apakah ada kejadian yang bahaya saat ini " tanya pemuda itu.


"lakukan apa yang sudah aku ajarkan selama ini, kita tak tau siapa yang datang dan apakah dia baik ataupun jahat. " ucap laki-laki tersebut.


laki-laki itu masuk ke dalam rumah dengan keadaan siaga penuh jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan semen tara si pemuda bersembunyi agar tidak diketahui oleh orang yang datang ke rumahnya.

__ADS_1


setelah mengamati kiri dan kanan rumahnya laki-laki tersebut melangkah hati-hati dan tetap siaga penuh, namun tiba-tiba saja laki-laki itu mendapatkan sebuah serangan dari samping tapi serangannya dapat dihindari oleh sang pemilik rumah.


Dengan keadaan kaget laki-laki tersebut menghindari serangan satu langkah ke belakang kemudian menyerang balik secepat mungkin akan tetapi serangannya dapat dihindari dan mereka berdua bertarung di halaman rumah,mereka saling menyerang dan bertahan dengan sangat cepat, akhirnya pemilik rumah itu menggunakan jurus andalan yang sudah lama tak digunakan, pemilik rumah itu mengeluarkan jurus andalannya berupa tendangan namun laki-laki yang menyerang menggunakan tendangan itu kaget saat tendangannya itu ditahan dengan cakar tangan musuh dan membuatnya terjatuh.


Namun keadaan yang semula tegang dan saling membunuh berubah menjadi tawa keras kedua orang tersebut,


"ternyata kau tak berubah dari dulu dan masih saja aku tak bisa mengalahkan mu ulat bau hahahaha" jawab pemilik rumah itu


"sama saja kau masih saja mengandalkan tendangan buat anak kecil seperti itu cacing Lumut hahahaha" jawab laki-laki yang menyerang tadi.


mereka berdua akhirnya masuk ke dalam rumah bersama-sama, dengan kedatangan orang yang sudah lama tidak berjumpa itu membuat laki-laki pemilik rumah jadi lupa akan pemuda yang tadi bersamanya dan disuruh sembunyikan diri dari tadi.


saat berdua mau duduk baru sang pemilik rumah itu ingat akan pemuda yang tadi bersembunyi,


"astaga aku lupa sama ponakanku...... " ucap pemilik rumah itu sambil menepuk jidat


"bagaimana bisa lupa sama ponakan sendiri dasar aneh kau ini dasar cacing Lumut yang tak pernah berubah masih saja pelupa dari dulu hahahaha".ucap laki-laki yang menyerang tadi.


"keluarlah bagas keadaan sudah aman sekarang tak perlu khawatir lagi " teriak pemilik rumah itu.


saat pemilik rumah dan pemuda itu masuk orang yang menyerang tadi lupa bahwa pemilik rumah tersebut hanya tinggal sendiri selama ini dan hanya dia saudara yang di punya.


"tunggu dulu cacing Lumut kamu bilang dia ponakan mu kan... " tanya laki-laki asing itu


"benar apa ada yang salah dengan itu " jawab pemilik rumah


"apa kamu sudah menikah dan ini ponakan dari istrimu " tanya orang asing lagi


"bisa kita berbicara berdua saja nanti aku ceritakan semuanya padamu " jawab pemilik rumah itu.

__ADS_1


"baiklah kalau begitu " jawabnya


"bagas coba kau latihan sebentar di belakang rumah biar aku bicara dulu dengan orang ini" lanjutnya.


"baiklah paman aku akan lanjutkan latihan yang kemarin paman berikan " jawab pemuda tersebut.


Pemuda yang bernama bagas itu pun pergi menuju ke belakang rumah dan mulai latihan seperti petunjuk pamannya, sementara orang asing yang kini duduk semakin penasaran siapa sebenarnya pemuda tersebut.


"sekarang jelaskan siapa sebenarnya pemuda tadi " tanya orang asing itu


"seperti yang aku bilang dia adalah ponakanku dan sudah dari kecil dia ikut denganku" jawabnya.


"apa dia anak saudara kita atau ponakan dari istrimu"


"aku belum menikah dan kau tau sendiri kalau tinggal kita berdua dalam keluarga " jawabnya dengan sedikit tersenyum.


"tunggu sebentar kalau bukan dari saudara kita yang lain dan kamu belum punya istri berarti dia....... " ucap laki-laki asing itu sambil agak terkejut.


"lebih baik kau tanyakan saja ibunya siapa anak itu dan kau akan lebih terkejut lagi karena sebentar lagi ibunya akan datang kemari. " jawab pemilik rumah dengan senyum yang lebar.


"dia bilang kenal baik denganmu" lanjutnya.


laki-laki asing itu mencoba mengingat ingat siapa wanita yang pernah dekat dengannya namun ia hanya ingat 2 saja dan semuanya telah meninggal kan dunia ini.


semakin dia mengingatnya semakin ia penasaran siapa sebenarnya orang tua dari pemuda yang bernama bagas ini, dan apa hubungan dia dengan ibu dari pemuda itu.


ia kembali menerawang masa lalunya namun belum juga dapat jawabannya, disaat ia memikirkan jawaban yang tak kunjung datang, terdengar suara ketukan pintu dan dari arah luar datanglah seorang wanita yang menggunakan jaket yang terdapat penutup kepala menutupi separuh dari wajahnya.


saat masuk wanita tersebut belum memperhatikan bahwa di rumah tersebut kedatangan tamu lain dan saat ia membuka penutup kepalanya wanita dan tamu laki-laki itu sama sama terkejut karena mereka berdua sudah saling mengenal satu sama lain sebelumnya.

__ADS_1


"Kau......... " mereka berdua berbicara bersamaan.


__ADS_2